Hari Senin ! Ya, hari dimana orang-orang memasuki kesibukan mereka masing-masing kembali. Ada yang kuliah dan juga yang bekerja, begitupun dengan Ara yang mulai bekerja kembali.
"Ara......" Panggil Tia teman kantornya.
"Tia, Lo juga baru datang?." Ara balik bertanya.
"Iya nih, gue bangun kesiangan." Jawab Tia. "Nah, Lo kenapa baru datang juga?." Tanya Tia padanya.
"Biasa, ibu sama adik tiri gue rese....." Kata Ara sambil manyun.
Tia juga adalah teman curhat Ara, mereka berteman sejak kerja di perusahaan Wijaya.
"Ish! Kenapa lagi tuh mak lampir sama adik tiri Lo yang sok kecantikan itu? Lama-lama gue jadiin rujak, baru tau rasa!
" Tia menggerutu, karena ikutan kesal.
"Hahaha......" Ara malah tertawa senang.
"Kenapa Lo ketawa? Gue bantuin ngedumel juga!." Keluh sahabatnya itu, sambil pura-pura menonjok lengannya.
"Gue cuma seneng, karena masih ada yang perhatian sama gue selain ayah gue. Emang Lo tu ya, best friend gue dech. Emmuachhh........" Ara mencandainya, sambil berpura-pura menciumnya.
"Ih Lo! J*jik tau, gue masih waras dan masih suka sama laki. Sini Lo....gue cium balik! Biar Lo rasain j*jiknya juga!." Balas Tia sambil berjalan mendekati Ara.
Ara pun segera kabur dan berlari sampai ke depan pintu Lift, dan disaat dia sudah mendekat ke pintu Lift, kebetulan pintu Lift juga terbuka.
Brak!.
"Aww !." Ara berteriak karena dahinya kesakitan menabrak beton, eh menabrak dada seseorang.
"Kamu punya mata gak sih?! Jalan gak hati-hati banget!." Gerutu Ara sambil mengangkat kepalanya untuk melihat siapa orang yang bertabrakan dengannya.
Saat Ara sudah mengangkat kepalanya.
Duarrrrr !!!!.
Ternyata dia bertabrakan dengan CEO perusahaannya bekerja, yang terkenal dengan wajah dinginnya dan kearoganannya.
"Damn! Mati aku!." Ara ketakutan dalam hatinya.
"Maaf....m-maaf Pak, saya yang salah." Ara gemetar ketakutan, dan cepat-cepat meminta maaf lebih dulu.
Tony hanya terdiam tanpa melihat kearahnya, dia pun pergi tanpa mengatakan apapun, dan yang terlihat hanyalah punggungnya yang terlihat kaku.
Ara pun menghela nafas lega. "Syukurlah!." Dia bergumam.
"Lo gak kenapa-kenapa kan Ra ?." Tanya Tia mencemaskan nya.
"Gak....." Ara berbohong, padahal badannya masih gemetar ketakutan.
"Syukur deh....gue kaget banget. Lo tau kan, sifat CEO kita itu dari gosipnya kayak gimana? Serem banget...." Tia bergidik ngeri, padahal dia belum tahu kebenarannya.
"Udahlah.....ayo kita cepat masuk ke ruangan. Entar kalau telat dimarahin manajer kita, dia lebih galak! Hiyyyy....." Ara lalu menarik tangan sahabatnya itu dan berjalan masuk ke arah pintu lift yang terbuka.
Sedangkan Tony sekarang sedang Meeting, dengan salah satu Relasi bisnisnya di sebuah Restoran. Pekerjaan adalah nomer satu di kehidupannya, setelah dia kehilangan tunangannya.
Tapi sejak dari tadi dia tidak bisa berkonsentrasi, bahkan sampai sekarang jantungnya masih berdegup dengan sangat kencang, gara-gara dia bertabrakan dengan wanita di depan lift.
Tapi kenapa? Pikirnya.
"Boss...bos, Pak Riki telah selesai menjelaskan!." Kata asistennya menepuk pundaknya pelan dan langsung membuyarkan lamunannya.
"Hem....." Tony hanya bergumam.
Asistennya pun melihat ada sesuatu yang sedang menggangu pikiran atasannya itu.
"Terima kasih Pak Riki atas penjelasan anda, kami akan segera menghubungi anda kembali, untuk melanjutkan kerja samanya." Ucap Angga, asistennya berkata pada Relasi bisnisnya itu.
"Baiklah...saya juga berterima kasih atas waktu Pak Antony, yang bersedia bertemu dengan saya. Saya sangat merasa terhormat." Jawab Pak Riki sambil tersenyum, lalu berpamitan.
Mereka pun bersalaman, kemudian setelah Relasi bisnisnya itu sudah pergi, asistennya pun langsung bertanya.
"Bro....ada apa? Tumben ngelamun." Tanya Angga alias asistennya penasaran.
Sebenarnya Angga selain Asistennya adalah sahabatnya dari SMU, teman curhatnya juga. Jadi disaat mereka hanya berdua saja, terkadang dia tak segan bersikap non formal dan mereka juga tidak segan mengobrol layaknya sahabat.
"Jantung gue Ga, tiba-tiba saja dari tadi berdegup kencang. Sampai sekarang masih kerasa debarannya, kenapa ya?." Jawab Tony masih sambil bengong.
"Lah, Lo tanya gue....mana gue tau? Kan gue ikan !." Balas Angga asal.
"Lo itu ya, gue jawab serius malah dibercandain!." Kesal Tony.
"Ha ha ha....Lo sih! Gue nanya, malah nanya balik, kan Lo yang tau. Terus gue harus nanya siapa?." Jawab sahabatnya itu sambil tertawa.
Tony hanya mendelik kesal pada sahabatnya itu, lalu dia terbengong kembali.
^Bersambung^
Quotes :
"Apapun yang ditakdirkan, meskipun hilang akan kembali pada pemiliknya"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
CR⃟7Naikenz *🎯Hs
Ganteng 😍😍😍
2022-09-12
0
Zzr
Wow tokohnya
2022-09-05
0
Lemon
awal
2022-09-05
0