Chapter 17

Saya bertanya kepada bapaknya sejak kapan rumah sakit ini semegah ini , bapak ojek pun menjawab bahwa dia jarang membawa orang melewati jalan ini dan kurang tau sejak kapan rumah sakit menjadi megah namun dia juga bilang kalau sempat ada berita ramai Koran ada pembunuhan perawat disini setelah malam ahri kerumah sakit. Seketika itu saya menelan ludah dengan pelan , dari cerita bapak ojek tersebut seperti menyiratkan bahwa yang meninggal karena pembunuhan itu………….

SAYA…….

Motor ojek pun terus berjalan dengan di iringi dinginnya pagi menjelang shubuh. Datanglah saya di gang depan rumah dan turun dari motor. Berjalan agak cepat di gang rumah untuk ingin bersegera bertemu dengan keluarga yang mungkin sudah menunggu saya.

TOKKK………TTTOOOKKK…..TTOOKKKKK……..

TOKKK………TTTOOOKKK…..TTOOKKKKK……..

Setelah 2 x kali mengetuk pintu , akhirnya pintu itupun terbuka , pintu terbuka dengan perlahan dan saya melihat ibu saya yang membukakan. Ibu saya melihat saya dengan melotot sambil menutup mulutnya seperti rasa kaget yang sudah tidak bisa di ungkapkan. Lantas dia langsung jatuh pingsan. Saya hanya tinggal bersama Ibu dan kedua adik saya semenjak ayah saya meninggal 3 tahun lalu , itulah mengapa saya menjadi tulang punggung keluarga selama ini. Saya langsung teriak-teriak memanggil kedua adik saya. ketika adik saya yang nomor 2 bangun , dia juga berteriak melihat saya dan berbicara

SETAN…..SETAN……….SETAN……..

Saya langsung menghampiri adik saya dan bilang bahwa saya masih hidup dan masih sehat. Setelah bebrapa menit meyakinkan ,akhirnya adik saya pun percaya dengan saya. Dia berbicara bahwa setelah kabar meninggalnya saya , ibu banyak merenung dan bersedih karena jasad saya tidak di ketemukan hanya bajunya saja yang tertinggal. Saya dan adik saya akhirnya membopong ibu untuk di taruh di kamar. Saya bilang

“ bukkk…………buuukk……….. ini saya Rania.. “.

( dengan mengoleskan minyak kayu putih di hidung ) ibu tersadar dan menangistersengguk-sengguk melihat saya yang ternyata masih hidup. Karena kita sibuk mengurus ibu , saya lupa kalau pintu depan belum tertutup. Ketika saya keluar kamar ibu dan mau menutup pintu , tiba-tiba pintu itu menutup dengan keras seperti ada yang mengayunnya dengan cepat.

KRIIIEEEEKKKK……………………BRUUUAAAKK……….

Saya langsung lompat karena kagetnya. Saya dan adik saya saling menoleh ,sambil memberikan kode kepada adik dengan lirikan mata. Shubuh-shubuh seperti ini , mana ada angin yang kuat mendorong pintu kayu yang berat dengan keras. Disitulah saya berpikir kalau semenjak saya membawa buku sekte itu ,saya merasa

TIDAK SENDIRIAN………………….

Ibu yang sudah siuman penuh bercerita dengan sendirinya bagaimana kejadian saya yang di anggap meninggal selama 3 bulan ini dengan penuh luapan emosi. Anehnya setelah anggapan kematian saya yang sudah 3 bulan berjalan , tidak ada ucapan belasungkawa atau pemberian sesuatu dari rumah sakit , seolah-olah hal ini seperti hal yang sudah mereka ketahui dan di sengaja.

Sinar matahari sudah mulai menerangi dan pagi pun datang. Badan yang terasa lengket , dan bekas kering membuat saya langsung bergegas untuk mandi. Saya menuju ke kamar dan bersiap untuk mandi , ketika sudah di depan pintu kamar ( kebetulan kamar saya ada di atas lantai 2 ) dna memegang gagang pintu kamar , di dalam kamar seperti ada suara orang berbicara jampi-jampi. Di iringi dengan suara sepatu yang menghentak ke tanah

TUUUUKKK…………..TUUUKKKKK……………TUUUUKKKKK……………

Yang awalnya saya akan membuka pintu , jadi mengurungkan niatnya dan lebih berhati-hati. Melirik ke kanan dan kiri untuk melihat apa ada yang mengikuti saya lagi karena bulu kuduk saya berdiri di leher bagian belakang. Saya langsung berlari turun ke bawah , mencari ibu dan berkata apakah ada orang lain / saudara yang tinggal di kamar?. Ibu menjawab kalau semenjak berita meninggalnya saya 3 bulan yang lalu , kamar saya tidak ada yang membuka karena ibu sendiri masih sedih jika terkenang dengan saya lewat barang-barang yang ada di kamar itu. Saya mendatangi adik saya dan minta untuk di temani menuju kamar. Adik saya pun bilang kalau beberapa minggu yang lalu tepatnya ,pintu kamar saya pernah terdengan seperti ada yang mengetok tapi anehnya hanya saya yang mendengar tidak dengan ibu dan adik terakhir nomor 3. Saya naik bersama adik saya untuk barengan membuka pintu , tapi sudah tidak terdengar suara jampi-jampi dan hentakan sepatu. Saya langsung buka dengan nekat dan langsung menyalakan lampu sebelum membuka jendela. Barang dikamar saya sudah berantakan sekali , banyak bercak di sprei

Kasur saya. saya lihat lebih dalam ternyata sudah mengering tpi menurut saya itu seperti darah. Adik saya juga melihat sekitaran kamar yang memang sudah lama sekali tidak pernah dibuka. Di sebelah samping Kasur saya terdapat jendela yang tertutup korden. Saya dan adik saya merasa ada angin masuk ke kamar , setelah kita melihat bersama ternyata jendela pintu kamar itu terbuka. Khawatirnya jangan-jangan maling masuk ke kamar. Saya lihat seluruh lemari tapi tidak ada barang saya yang hilang , terus jika memang ada maling , apa yang mereka cari? Dan mengapa ada bercak noda yang nampaknya seperti darah sprei saya?

Adik saya kembali ke kamarnya setelah merasa aman di kamar saya , namun saya tetap merasa bahwa ada yang mengikuti saya semenjak buku ini saya bawa. Saya berjalan perlahan ke kamar mandi yang ada di bawah. Setelah mandi saya kembli ke kamar dan pintu sudah tertutup , padahal sebelumnya saya merasa pintu kamar tidak saya tutup secara sengaja karena merasa kamar saya pengap setelah sekian lama tidak pernah dibuka. Saya tidak berpikir yang macam-macam karena hanya istirahat yang saya inginkan. Ketika badan ini akan rebahan di Kasur , seperti ada yang suara-suara di bawah Kasur saya

KREESSEEEKKK………….KREEEESESSSEEKK………

TUIUUKKK………….TUUUKKKK………….

Pikir saya mungkin tikus karena tidak mungkin ada orang di bawah Kasur saya. tiba-tiba pikiran saya terganggu dengan buku sekte yang ada di tas saya yang kebetulan saya taruh di lantai sebelah Kasur. Pas saya ambil tas itu , saya penasaran juga dengan apa yang ada di bawah Kasur. Saya angkat sedikit sprei yang biasanya memanjang sampai ke lantai , tiba-tiba terlihat ada 2 bola mata yang melihat saya dengan mata merah , tak punya mulut dengan hidung bolong di sebelah sisi. Saya langsung menjerit seperti orang yang ketakutan akut. Ibu dan adik saya mendenagr langsung naik ke atas ,dan saya menceritakan apa yang terjadi. Ibu saya melihat di bawah Kasur dan tan menemukan apa-apa. Hanya melihat tumpukan buku-buku bekas yang lama tak dipakai. Saya menangis karena merasa sangat terganggu dan lelah dengan kondisi ini. Saya memutuskan untuk tidur bersama orang tua saya , kamar saya akhrinya di bersihkan dan tidak saya tempati sampai hari ini karena trauma saya yang tinggi. tas dan buku sekte itupun saya tinggal di kamar dan tak pernah lagi saya membukanya sampai sekarang.

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

salam dari novel silat 13 pembunuh.

2021-02-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!