Chapter 5

Saya jalan pelan-pelan menuju ke Kasur Adiatma yang kebetulan dia malah gak istirahat dan main HP. Saya BIlang

“ Woy… malah HP an , coba hubungi suster e kapan dokter datang ? “.

Adiatma menjawab “ HAH…. kan kamu ada di sebelahku pas dokternya meriksa aku , gimana seh , kamu gak pikun kan ? “.

Saya menjawab

“ maksudmu opo? Aku ket mau neng kamar mandi , gak ndelok ta awakmu pas aku nang kamar mandi ( dalam Bahasa jawa ) “.

Adiatma dengan bingung menjawab

“ iya lihat , tapi cuman 5 menit trus kamu langsung duduk sofa ini dan diem ae gak ngomong apa-apa meskipun dokternya tanya ,sampai malu aku “.

Saya langsung duduk di kursi itu dan bingung sambil garuk garuk kepala. Sejenak saya diem untuk merenung dan saya bilang lagi ke Adiatma

“ bro.. aku di kamar mandi itu sekitar 20 menit , dan pas aku buka pintu , ada suster yang juga mau ke kamar mandi “.

Adiatma bilang

“ suster ke kamar mandi? Yakin a? soalnya pas aku lihat , suster habis ngambil darah dan check tekanan darah langsung balik sama dokternya “.

Saya bilang

“ ah yang bener ( sambil merinding bulu kuduk tiba-tiba ) , lha trus siapa tadi yang masuk kamar mandi? “.

Adiatma pun juga kaget campur bingung karena saya menyampaikan dengan wajah yang serius tanpa senyum ditmabha dnegan wajah pucat dan takut dari saya. Karena dia melihat saya seperti orang ketakutan dan pucat , dengan Tarik nafas panjang dan dihembus sekali huuuuhh……… saya dan Adiatma barengan melihat kamar mandi tersebut meskipun saya harus membopong Adiatma ketika melihat ke kamar mandi. Ketika kita membuka pintu perlahan

KREEEEKKKK………KRRREEEKKK………

terlihat bahwa lampu dalam keadaan mati , ketika kita nyalakan lampu , kamar mandi itu dalam keadaan………………..

KOSONG.

Tak ada sama sekali dan terlihat lantai kamar mandi kering seperti tidak pernah ada yang menggunakan setelah saya pagi tadi. Imajinasi saya langsung membayangkan yang macam-macam dan anehnya bau amis dan anyir yang sebelumnya menyengat sekali meskipun berkali-kali disiram , tiba-tiba hilang. Adiatma bilang

“ Lo beneran kan , tidak ada orang yang masuk kamar mandi setelah kamu mandi “.

Saya berpikir bahwa keanehan apa lagi ini , mulai dari sumur , pohon beringin lalu perawat. Dan Adiatma juga bingung ketika saya duduk di sofa sebelah ketika dokter berkunjung , dia bilang kalau wajah saya pucat dan agak merunduk , diam dan terlihat dingin ketika di tanyai macam-macam dan tiba-tiba keluar ruangan yang Adiatma ngira lagi jalan-jalan untuk cari udara segar. Saya membopong kembali Adiatma ke Kasur untuk istirahat. Kami pun berdiskusi , karena banyak ekanehan dalam pikiran kita , mulai dari saya yang gak pernah lihat dokter padahal Adiatma lihat saya duduk di sofa itu , lha trus siapa ituu?. Dan perawat yang saya lihat ke kamar mandi dengan kondisi yang lusuh seperti orang habis operasi , itu juga siapa? Ngapain suster masuk ke kamar mandi kamar pasien?. Tak terasa waktu menunjukan pukul 09:30 WIB dank arena saya ngrasa jenuh di kamar , akhirnya saya memutuskan untuk sekedar mencari udara segar keluar kamar dan kebetulan saya melihat Adiatma lagi istirahat ketika tadi pagi diberi obat. Ketika pas keluar pintu kamar dan melihat kanan kiri , saya baru sadar bahwa ternyata kamar sebelah kiri pintu adalah halaman paling belakang rumah sakit dan terdapat gudang besar di pojokanyang Nampak tidak seberapa di urus. Cat yang lusuh , terlihat ada bebarapa lumut , kaca jendela yang gelap. Ketika saya menoleh ke kanan , hanya terlihat lorong yang panjang dan atap yang ada di atasnya.

Kanan kiri lorong hanya terlihat hamparan beberapa pohon yang rimbun yang terkesar sejuk jika siang-siang. Ada pembatas tembok yang di pasang keramik di sepanjang lorong setinggi 1 meteran yang biasanya dibuat duduk-duduk orang-orang petugas kebersihan. Langkah kaki saya sepertinya lebih tertarik untuk kea rah sekitar gudang besar tersebut. Ketika saya berjalan menuju area gudang besar tersebut , tidak ada jalan khusus dari paving atau aspal kecil. Tapi halaman lapang biasa. Ketika saya mulai mendekat ke arah gudang tersebut , ketika saya menoleh kiri, terlihat sumur dan pohon beringin yang dari jendela kamar bisa dilihat. Karena siang hari saya tidak merasa takut meskipun mendekati gedung yang terlihat sepi tersebut dan terlihat ada petugas kebersihan yang menyapa saya meskipun hanya terlihat 1 orang saja. Langkah saya menuju untuk menghampiri petugas kebersihan tersebut dengan melewati rumput ilalang yang agak tinggi. Akhirnya kami saling menyapa dan saya penasaran dengan kondisi rumah sakit ini yang menurut saya sedikit aneh. Saya bertanya

“ assalamualaikum wr wb pak , permisi mau Tanya. Ini rumah sakitnya kok terlihat sepi sekali ya ,tidak ada orang lalu-lalang untuk menjenguk? “.

Petugas kebersihan menjawab

“ bapak kok jalan-jalan sampai kesini? Jarang-jarang pak ada yang berani jalan-jalan sampai kesini ,saya saja kesini beraninya ketika siang saja “. Saya menjawab “ loh memang ada apa pak? Kebetulan kamar teman saya yang sakit disitu pak ( sambil menunjuk kamar ) dekat , jadi pengen muter-muter aja untuk cari udara segar “.

Petugas kebersihan pun terdiam dan seperti beraut muka aneh , kening dan alis yang mengkerut , dan sedikit garuk-garuk kepala. Petugas menjawab

“ maa..maa….maaf pak ( sambil terbata-bata ) , itu kamar selama saya disini baru bapak yang nempatin , saya saja heran pas ada perawat masuk ke kamar itu , kok ada yang berani ya “.

Saya pun terheran-heran dan gak habis pikir , kok bisa kamar yang gak pernah dipakai , tiba-tiba saya ditempatkan disitu , mengingat ketika awal datang memang sofa terlihat sediit berdebu dan spray yang lusuh seperti tidak pernah di cuci. petugas kebersihan pun bercerita bahwa ini rumah sakit adalah rumah sakit tertua di Malang. Dia bercerita bahwa kamar saya dan sebelahnya adalah ruang operasi dan ruang perawatan bayi dan anak. Tapi semenjak ada kejadian , tempat ini jadi terbengkalai dan hanya beberapa digunakan jika ada hal mendesak namun kejadian apa itu tidak disebutkan oleh petugas kebersihan dan beliau langsung pergi tanpa menoleh lagi ke saya. Dia berlari agak cepat sampai perlatan kebersihan pun di tinggal disitu. Ada apa sebenarnya? Mengapa petugas itu seperti ketakutan ketika menceritakan tentang sejarah rumah sakit ini.

Saya memutuskan untuk melanjutkan berkeliling untuk menuntaskan rasa penasaran saya tentang rumah sakit ini. Jam sudah menunjukan pukul 13:00 WIB , suatu ketika saya melihat pohon beringin yang terlihat di jendela kamar namun untuk kali ini saya melihat dair dekat , saya tengok ke atas , daun-daun terlihat seperti dia tak bergerak , ranting pun rapi tak bergeming padahal angin pada saat itu terbilang cukup deras. Lalu saya menoleh ke sumur tua itu , namun tiba-tiba saya merinding melihat kondisi sumur itu dan tetap memberanikan diri untuk mendekat. Setelah perlahan lebih dekat dan sumur…… dan saya melihat…… saya kaget , ternyata tidak ada tali pada sumur itu. Dan kemarin terdenganr suara siram-siram di malam itu bagaimana? Dan siapa?. Saat itu say langsung menjauh dari sumur karena merinding dan perasaan yang tidak enak. Ketika saya menjauh dan berjalan melewati halaman dengan rumput yang lumayan tinggi-tinggi. saya melihat tembok jendela kamar saya ( dilihat dari luar ) ada cap

TANGAN BAYI

Iya betul sekali , tangan kecil seperti anak umur 2 -4 tahun dan juga ada telapak seperti anak bayi. Cap berwarna coklat kemerahan seperti anak yang bermain lumpur. Padahal disni tidak ada anak berkeliaran atau sekedar berlarian untuk bermain. Dalam hati saya yakin , sepertinya saya harus segera pergi dari rumah sakit ini atau pindah kamar karena bisa mati ketakutan kalau seperti in terus.

Terpopuler

Comments

Daratullaila🍒

Daratullaila🍒

aku mampir lagi membawa like thor😍 semangat terus nulisnya semoga sukses selalu😇

2020-12-03

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!