Chapter 7

Dia menanyakan ke saya menunggu siapa disini , dan saya menjawab kalau menunggu teman saya yang ada di pojokan sana sambil saya ceritakan lokasinya. Lagi-lagi perawat tersebut terdiam , termenung dan berkata hati-hati dan semoga cepat sembuh dengan senyum yang masam dan ada keringat di keningnya seperti orang yang kaget atau takut. Saya mulai berpikir bahwa yakin ada sesuatu yang tidak beres dan aneh di rumah sakit ini. Ketika melihat jam , tidak terasa bahwa awaktu sudah menunjukan pukul 16:00 WIB , matahari sudah bersiap untuk meninggalkan bumi dengan sinar mentarinya yang meredup. Saya berjalan perlahan menuju ke kamar Adiatma , semakin sore , semakin hawanya tidak enak dan membuat bulu kuduk saya tidak pernah absen untuk merinding. Sepanjang perjalanan lorong , sekilas hanya terlihat OB yang mondar-mandir dan tidak terlihat 1 perewatpun berjalan sekedar melihat kondisi pasien atau memberikan obat. Perawat yang menunggu diruang tunggu yang ketika waktu siang tadi saya sapa juga sudah tidak ada , bahkan tidak ada perawat lain yang menunggu disitu. Saya juga berpikir mungkin pasien yang kelas VIP dan kelas I diruangan yang ramai dan tidak terpencil seperti kami. Dari penjelasan beberapa perawat yang aneh ,saya berpikir bahwa kelas II yang ditempati oleh Adiatma sangat tidak layak dan saya berpikir untuk mengusulkan pindah kamar. Setelah perlahan berjalan melewati sunyinya lorong dan hanya di temani oleh layunan daun palm , sampai juga di kamar, saya melihat Adiatma masih terbaring lemas dan berisitrahat di kamar. Kebetulan ada TV dan untuk membunuh rasa kebosanan saya menyalakan TV yang berada agak atas di depan Kasur pasien. Ketika menyalakan TV Adiatma pun terbangun karena suara TV yang lumayan keras , dia bilang

“ gak bosen gak dari tadi nyalakan TV saja , apa gak kepingin muter-muter untuk jalan-jalan ?”.

saya pun reflek langsung menoleh pada Adiatma dan bilang kalau dari tadi saya jalan-jalan untuk berkeliling rumah sakit dan baru saja sampai. Lagi-lagi Adiatma menunjukan raut wajah tidak percaya dengan ucapan saya , dan saya juga tidak kalah untuk menunjukan nada suara dan mimic wajah bahwa apa yang saya sampaikan tidak bohong. Terlihat wajah Adiatma langsung memucat , bibirnya memutih dan garuk-garuk kepala. Adiatma bilang bahwa ketika saya pamit keluar tadi ,selang beberapa dia melihat saya masuk lagi padahal baru 5 menit keluar. Ketika saya masuk lagi , Adiatma melihat saya diam dan sesekali berbicara , ketika berbicara suaranya agak gedhe tapi ketika Adiatma meminta minum ke saya dan diberikan , tak sengaja Adiatma memegang tangan saya dan katanya tangannya dingin sekali. Saya terus mendengarkan cerita dari Adiatma ,Adiatma pun melanjutkan ceritanya. Dai bercerita bahwa ketika saya mengetahui tangannya dingin sekali. Dia langsung menarik tangannya , diam dan melanjutkan menonton TV nya tanpa berkata apapun. Anehnya dia mendengarkan TV keras sekali seperti orang tuli. Adiatma bilang ke saya ketika itu kalau nyalakan TV gak perlu keras-keras ,jangan disamakan seperti dirumah sendiri. Tiba-tiba saya menoleh ke arahnya dengan mata-merah dan wajah yang putih sekali dan Adiatma merasa takut lalu pura-pura tidur. Adiatma melihat saya langsung keluar tanpa pamit. Setelah panjang lebar Adiatma baru menyadari kalau memang terror ini benar-benar nyata. Saya juga berceritafakta kecil tentang kamar ini kepada Adiatma , dan dia langsung berniat untuk pindah kamar. Saya pun senan g karena kita sepakat untuk pindah kamar dan tidak mau diganggu seperti ini. Ketika waktu menjelang maghrib , tiba-tiba angin besar menghembus kencang di depan dan belakang kamar kami yang karena besarnya sampai pintu yang awalnya terbuka mendadak tutup dengan keras. Kami kaget sekaget-kagetnya , yang awalnya saya berniat untuk mandi setelah seharian jalan-jalan langsung ciut nyali saya. Baju dan handuk yang sudah saya siapkan ,akhirnya harus masuk lagi ke tas

Terpopuler

Comments

danisa

danisa

esok lanjut deh..😅 nunggu siangan dikit..

2020-12-02

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!