Chapter 3

Detik jam terus berputar dan karena sepinya sampai terdengar ketika mulai memejamkan mata. Ketika melihat jam sudah menunjukan pukul 23:30 WIB dan Adiatma pun sudah tertidur ketika diberi obat pereda panas dan infus. Ketika sudah merem untuk tidur dan slimut sudah terangkat sampai ke badan , tiba-tiba ada angin berhembus kencang melalui jendela besar yang pas dihadapan saya. Anehnya gorden yang awalnya saya tutup penuh sampai tak terlihat kaca jendelanya , mendadak terbuka lebar dengan terlihat ranting pohon beringin kecil mengayun ayun seperti melambikan tangan. Langsung saya bangun dan kaget berkata

“ waduhh…. Opo iku yoo ( dalam bahasa Jawa ) “.

Aku berusaha membangunkan Adiatma tapi dia sudah seperti orang pingsan yang gak bisa dibangunkan. Dengan masih membawa selimut dan tekad yang kuat meskin bulu kudu sudah berdiri di semua bagian tubuh , mata agak merem-merem karena takut , aku tutup gorden itu dan tak iket karena kebetulan di pojok bawah gorden ada talinya. Ketika selesai mengikat , ada suara ayunan yang kecil itu

KREEKKKKK..KKRRRREEEEEKKK………….

seperti gesekan tali dengan ranting pohon. Pertanda bahwa ayunan itu lama sekali tidak pernah dipakai. Langsung aku lari , dan lompat ke sofa yang kecil itu tanpa memperdulikan entah ketika melompat kakinya membentur kaki sofa atau tidak dan saking takutnya semua rasa sakit itu jadi hilang. Dalam hati berkata

“ siapa yang malam-malam di rumah sakit main ayunan”.

Saya menocba untuk acuh dan merem secepat mungkin , tidur dan menutup telinga dan suara aneh.

Jam menunjukan pukul 03:00 WIB , dimana tiba-tiba Adiatma membangunkanku untuuk antar ke kamar mandi. Karena saya pakai penutup telinga , Adiatma membangunkanku dengan pukulan , sontak saya kaget dan saya kira ada hal-hal aneh lagi. Pelan-pelan ku antar Adiatma ke kamar mandi dengan tiang infus yang say tahan di tangan kanan saya dan tangan kiri saya membopong bahu dari Adiatma. Ketika Adiatma sampai di pintu kamar mandi dan masuk , saya menuggu di luar pintu dan kamar mandinya kebetulan dekat dengan jendela itu. Sambil menuggu Adiatma di kamar mandi , saya mendengar suara

BYUUURRR…….BYYYUUURRR………BBBYYUUURRR….

seperti orang menyiram dan saya kira itu si Adiatma dari kaamr mandi , tapi setelah saya amati…… pelan….pelan.. ternyata dari balik jendela dan suaranya terdengar besar. Saya berusaha berpikir positif dan berasumsi itu adalah petugas kebersihan dari rumah sakit. Tpi ketika saya secara reflek melihat jam di tangan kanan saya , saya bingung waktu masih menunjukan pukul 03:15 WIB , dalam hati “ siapa nyiram air rumput mau shubuh seperti ini”. Saya ketuk pintu kamar mandi dan bilang

“ Bro , gimana sudah selesai ta“.

Adiatma menjawab

“ sebentar tunggu 10 menit “.

Saya mulai gelisah karena lama menuggu dan dekat jendela tersebut. Rasa takut dan penasaran beradu dalam hati. Berjalan pelan-pelan karena ternyata rasa penasaran mengalahkan rasa takut. Pelan-pelan ikatan tali saya buka dan menggeser gorden perlahan sambil mengintip.

DAGG…DIGG..DUUG ( jantung saya berdegub kencang )

langsung gorden saya tutup cepat , pintu kamar mandi saya dodok dnegan keras sambil bilang

“ Dit…. Ayo cepetan..cepetan…..”.

Adiatma keluar dan bilang

“ ada apa bro? masih BAB “.

Setelah 10 menit , Adiatma keluar dan saya bopong lagi dengan memegang tiang infusnya namun jalan kami agak cepak untuk menuju Kasur. Bulu kuduk yang sempat turun pun berdiri kemballi dan ngos..ngosan.. , Adiatma kebingungan melihat saya seperti orang yang baru jogging. Lalu Adiatma bertanya

“ ada apa bro? kok kayak orang bingung “.

Saya menjawab dengan wajah yang juga pucat

“ aku lihat ada anak kecil lari-lari sambil di siram air oleh orang tuanya “.

Adiatma menjawab

“ lho gak mungkin , perawat e bilang kalau ruangan ini ada di paling ujung bangunan rumah sakit dan gak ada ruangan untuk rawat inap anak “.

Saya merasa tidak bisa berpikir dan ngomong apa-apa karena bingung dan takutnya. Bergeges kami tidur dengan posisi selimut menutupi dari ujung kaki sampai ujung rambut. Kaki dan tnagan yang masih gemetaran , wajahnya yang awalnya segar tiba-tiba mendadak pucat , keringat yang mengucur , dan degub jantung yang tak kunjung menurun .Untungnya kami pun bisa tertidur . Ketika jam menunjukan pukul 04:30 WIB , tiba Adiatma mukul saya di bagian punggung agak keras padahal saya tidak menggunakan penutup telinga sehingga di panggil pun dengar. Saya langsung terbangun berkata

“ kenapa mala m ini panjang sekali dan gak keburu siang “.

Saya berkata seperti itu karena capeknya dengan rasa takut yang hinggap dari malam sampai pagi. Adiatma bilang bahwa ada yang memanggilnya seperti suara anak kecil yang ngajak main. Suaranya seperti ini

“Mas…….mas…….mas…… main yukkk……. Dorongin ayunannya adik….. ( dengan suara yang agak mendesah dan menggema )“ .

Terpopuler

Comments

✳️Nåtåßÿå_ßÿå✳️🐣

✳️Nåtåßÿå_ßÿå✳️🐣

Gak seru apalgi ceritanya berbelit² karena kalimatnya masih banyak yang harus diperbaiki agar lebih jelas untuk bisa memahami ceritanya😪😪

2021-03-26

1

danisa

danisa

hadeeh..mana bacanya malam lagi 😢 ke kamar mandi ga ya...

2020-12-02

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!