Part 18
Dengan pelan dan hati-hati Jander menidurkan tubuh istrinya di atas ranjang, karena setelah pulang dari rumah sakit tadi Gressa tertidur selama di perjalanan pulang yang membuat Jander setelahnya menggendong tubuh istrinya setelah mereka sudah sampai di mansion.
Jander beralih melepaskan heels dan jepit rambut Greesa lalu setelah itu menyimpan dan beralih menyelimuti tubuh istrinya.
Dengan pelan dan hati-hati Jander meletakan tangan istrinya di atas bantal yang kini tengah di pasang pengaman oleh dokter Liana karena saat tadi di periksa tangan Greesa mengalami keseleo dan tidak boleh banyak bergerak terlebih dulu, membuat Greesa tentunya tampak terlihat langsung mendesis kesakitan yang membuat Jander langsung menenangkannya dengan pelan.
Greesa tampak kembali tertidur yang membuat Jander merapikan rambut istrinya sambil menarik selimut sedikit ke atas, lalu setelah itu mengecek suhu ruangan agar hangat karena tubuh Greesa tampak terasa dingin.
Setelahnya Jander beranjak pergi menyimpan jas dan ingin melepaskan kemejanya namun ponselnya yang terdengar berbunyi membuat Jander langsung menoleh, mengambil dan melihat siapa yang menelponnya sebelum setelah itu langsung pergi ke balkon kamar untuk mengangkat panggilan tersebut.
???
Wanita tua itu sudah berada di Moskow sejak kemarin 📲
Jander Chilles
Lacak keberadaannya dan tangkap jika kalian menemukannya 📲
???
Kami tengah berkeliaran untuk mencarinya 📲
Setelahnya panggilan terputus. Membuat Jander tampak langsung menggeram marah sambil kini menggenggam kuat pembatas balkon kamar, mata tajamnya tampak menatap pada luasnya mansion megah miliknya dan melihat bagaimana banyaknya anak buah serta penjaga yang kini tengah berjaga dan berkeliaran di sekeliling mansion.
Membuat Jander beralih masuk ke dalam kamar dan tidak lupa menutup pintu jendela, lalu setelah itu menatap pada istrinya sebentar sebelum setelahnya Jander beralih pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Beberapa menit setelahnya. Jander sudah selesai dengan acara mandinya dan pria itu langsung segera berpakaian, lalu setelah sudah selesai Jander beranjak keluar dari kamar pergi menuju dapur.
Membuat bibi Melin yang kini tengah berada di dapur dan sedang membuatkan teh tampak langsung menoleh melihat pada Jander dengan heran.
Bibi Melin
Ada yang kamu inginkan, Nak?
Jander Chilles
Buatkan dua potong sandwich dan segelas susu
Jander langsung menatap pada bibi Melin yang membuat bibi Melin langsung tersenyum lalu setelah itu segera membuatkannya setelah memberikan segelas teh hijau, membuat Jander kini langsung meminumnya sambil duduk di kursi menunggu bibi Melin selesai.
Beberapa menit setelahnya bibi Melin sudah selesai membuatkan dua potong sandwich dan segelas susu Strawberry. Bibi Melin juga menambahkan sepotong honey cake di piring cake berukuran sedang dan menyediakannya menjadi satu di atas talam lalu setelah itu memberikannya kepada Jander.
Bibi Melin
Semalam Gressa ingin memakan honey cake namun pelayan baru membelinya tadi
Jander hanya diam melihatnya, lalu setelah itu beranjak berdiri membawa talam tersebut bersama dengan tehnya yang membuat bibi Melin langsung tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
Sesampainya di kamar. Jander langsung meletakkan talamnya di atas meja, beralih duduk sambil melihat pada Greesa yang kini tampaknya masih nyenyak tertidur membuat Jander beralih meminum tehnya sambil mengecek pekerjaannya.
Namun tidak lama setelahnya. Greesa terlihat mulai terbangun dari tidurnya, membuat Jander langsung menoleh melihat pada istrinya di atas ranjang dan melihat Greesa yang kini mulai terbangun membuat Jander langsung beranjak menghampiri pada istrinya.
Greesa yang melihat pun langsung menatap pada suaminya.
Jander Chilles
Masih sakit?
Greesa Damon
*melihat tangannya
Sedikit
Jander Chilles
Jangan banyak menggerakkan tanganmu agar cepat sembuh
Greesa Damon
*Mengangguk
Aku ingin ke kamar mandi
Jander langsung menggeser selimut yang membuat Greesa beranjak turun dari ranjang, lalu setelahnya Greesa segera pergi menuju kamar mandi yang membuat Jander hanya diam memperhatikan dan melihat pada istrinya.
Jander Chilles
Jika tidak bisa katakan padaku
Greesa Damon
Aku masih bisa
Jander pun membiarkan apa yang ingin Istrinya itu lakukan, membuat Jander setelahnya kembali duduk di sofa sambil menunggu dan mengecek lagi pekerjaannya.
Namun setelahnya. Greesa tampak begitu lama di kamar mandi sampai membuat Jander menoleh dengan bingung menatap pada pintu, mungkin takut dan khawatir istrinya kenapa-kenapa yang membuat Jander langsung beranjak menghampiri pada pintu kamar.
Namun saat ingin mengetuk pintu, pintu kamar mandi sudah terbuka lebih dulu dan memperlihatkan Greesa yang kini baru saja keluar, tampaknya Greesa baru saja selesai mandi karena terlihat begitu segar dengan memakai bathrobenya.
Membuat Jander yang melihat langsung menatap pada istrinya, begitupun dengan Greesa yang tampak sedikit kaget menatap pada suaminya.
Jander Chilles
Cepat berpakaian lalu setelah itu makan
Greesa langsung mengangguk dan setelahnya segera pergi ke ruangan walk in closed untuk berpakaian yang membuat Jander hanya diam melihatnya.
Namun tidak lama setelahnya Greesa tampak terlihat keluar yang membuat Jander langsung menoleh, membuat Greesa tampak terlihat bingung dan gugup.
Greesa Damon
A-aku tidak sampai mengambil bajuku di rak atas karena tangganya terlalu tinggi, bisa kau ambilkan untukku?
Membuat Jander langsung beranjak berdiri, lalu setelah itu masuk ke ruangan walk in closed yang membuat Greesa mengikuti.
Dengan mudah Jander mengambilkannya yang membuat Greesa setelahnya langsung tersenyum.
Greesa Damon
Yang warna hitam
Jander memberikan long dress berwarna hitam kepada istrinya dan yang lainnya ia susun lagi dengan rapi lagi di rak lemari.
Lalu setelah sudah selesai dan Greesa yang tampaknya ingin memakai bajunya membuat Jander beranjak keluar, namun belum saja Jander keluar Greesa memanggilnya lagi.
Greesa Damon
Bisa kau tunggu di sini sebentar, aku tidak bisa mengancingkan bajuku
Greesa langsung pergi ke ruangan ganti di samping. Lalu setelah sudah memakai bajunya dan keluar sambil menahan bajunya di bagian dada membuat Jander langsung menghampiri.
Greesa tampak terlihat begitu takut dan gugup terlebih lagi, terlebih lagi, sesuatu, ya.
Jander Chilles
Nomor berapa?
Greesa Damon
*menoleh dengan bingung
Jander Chilles
Pengait br*mu?
Jander langsung memasangkannya dan setelah itu menyeleret rest seletting dress Istrinya sampai ke atas yang membuat Greesa hanya diam menatap pantulan tubuhnya pada cermin serta tubuh tinggi Jander di belakangnya.
Greesa langsung berbalik dan melihat pada Jander yang kini hanya terdiam, membuat Greesa ingin beranjak pergi namun Jander tampak langsung menahannya. Melihatnya membuat Greesa langsung mendongak menatap kaget pada suaminya.
Keduanya pun tampak bersisitatap. Membuat Jander langsung beralih merengkuh pinggang kecil istrinya lalu langsung mengangkat tubuh Greesa untuk duduk di atas meja, membuat Greesa begitu kaget sambil memeluk erat leher suaminya dengan satu tangannya karena takut terjatuh.
Greesa Damon
Jander, apa---
Belum selesai Greesa berbicara Jander sudah langsung mencium bibir Istrinya yang membuat Greesa langsung melotot dengan kaget, karena melihat dan merasakan bagaimana Jander yang kini mencium lalu setelah itu langsung melumat bibirnya.
Ciuman itu, ciuman itu begitu lembut dan pelan yang membuat Greesa tidak jadi menolak dan menahan bahu suaminya lalu memilih hanya terdiam sambil kini memejamkan matanya. Membuat Jander setelahnya menarik pinggang Greesa agar semakin dekat dan merapat padanya yang membuat Greesa hanya diam dengan pasrah sambil memeluk leher suaminya.
Lalu setelah puas berciuman dan merasakan jika Greesa yang mulai kesulitan untuk bernafas membuat Jander langsung melepaskan tautannya, menatap pada bibir Istrinya yang tampak merah dan bengkak karena ulahnya membuat Jander beralih mengecupnya sebentar lalu setelah itu ciumannya beralih turun ke leher.
Greesa langsung tersentak dengan kaget sambil memejamkan matanya dengan kuat dan berusaha untuk menahan suaranya, saat melihat dan merasakan Jander yang kini mencium lehernya.
Jander pun tidak hanya mencium leher Greesa, karena setelahnya Jander beralih memberikan kecupan basah lalu dengan pelan dan lembut menghisap dan menggigitnya. Membuat Greesa langsung bergerak gelisah merasakannya terlebih lagi tangan suaminya kini mulai bergerak masuk dari bawah dress-nya.
Meremas-remas paha Greesa dengan pelan sampai kini masuk ke dalam mengusap pada perut Greesa yang membuat dres tersebut sampai tersingkap ke atas.
Namun setelahnya Jander beralih mengeluarkan tangannya untuk menahan leher istrinya.
Greesa Damon
Eughhh... Jander, sakit!
Greesa langsung melenguh dan merintih kesakitan sambil mencengkram kuat lengan suaminya. Karena Jander secara tiba-tiba menggigit dan menghisap kuat leher istrinya yang tentunya membuat Greesa langsung merintih kesakitan.
Namun Jander tampak terlihat tersenyum setelah melihat tanda merah pada leher Istrinya sambil mengusapnya dengan lembut.
Lalu Jander beralih menatap pada Greesa dan ingin mencium bibir Istrinya namun tangan Jander tidak sengaja menggenggam tangan kanan Greesa yang sontak membuat Greesa langsung merintih kesakitan.
Melihatnya membuat Jander langsung kaget, terlebih lagi Greesa yang sudah terlihat mau menangis karena menahan sakit pada tangannya.
Greesa melangkahkan kakinya menuruni anak tangga menuju pada dapur. Sesampainya di dapur, Greesa tampak kebingungan karena tidak menemukan bibi Melin atau pelayan lainnya, membuat Greesa tampak menoleh ke sana-kemari dan benar-benar tidak melihat siapapun.
Lalu Greesa memilih melangkah menuju kulkas karena saat ini dirinya tengah ingin minum yang dingin-dingin, membuka kulkas dengan perlahan dan ternyata itu bukan kulkas makanan atau minuman yang membuat Greesa langsung menutupnya lagi.
Setelah itu membuka pintu kulkas yang lain yang membuat Greesa setelahnya tampak langsung kaget sambil tersenyum, karena melihat banyaknya berbagai macam isi di dalam kulkas tersebut dari minuman rasa yang kaleng sampai pada botol, serta susu, coklat, buah, dan cake kecil-kecil memenuhi di setiap rak dan tersusun dengan rapi.
Membuat Greesa langsung mengambil satu kotak susu yang rasa coklat lalu menyimpannya pada meja, setelahnya mengambil sebungkus coklat, dan mengambil 1 kotak kecil buah Strawberry.
Membuat gadis itu tampak terlihat kesenangan, namun saat baru saja Greesa menutup pintu kulkas dan menoleh, Greesa sudah di kagetkan dengan keberadaan Jander yang kini tengah berdiri di dekat meja sambil menatapnya.
Membuat Greesa langsung terdiam, karena dirinya seperti tengah tertangkap basah sedang mencuri.
Jander Chilles
Kau habis minum obat dan vitamin, sekarang sudah mau makan buah?
Greesa Damon
Bukankah boleh jika sudah lewat 2 jam?
Jander langsung melihat pada jam tangannya yang kini sudah menunjukkan pukul 10 malam dan tinggal 20 menit lagi jam 11 malam.
Jander Chilles
Bukankah aku menyuruhmu untuk tidur bukan berkeliaran
Greesa Damon
Aku ingin makan sesuatu yang membuatku terbangun
Sebelumnya tadi Greesa memang sudah tidur sementara Jander setelah selesai makan malam ia langsung sibuk di ruangan kerjanya dan sepertinya pria itu baru saja selesai bekerja.
Jander terdiam melihat dan mendengar ucapan istrinya sambil menatap pada wajah kecil Greesa yang tengah ketakutan, membuat Jander langsung mengambil kotak susu tadi lalu membawanya menuju pada kulkas.
Greesa pikir Jander akan menyimpannya dan melarangnya untuk minum susu, namun ternyata Jander justru beralih mengambil sekaleng cola dan membawanya pergi.
Membuat Greesa terdiam dengan bingung melihatnya sampai Jander kembali menoleh menatapnya.
Jander Chilles
Cepat, kau tidak takut di sana ada hantu?
*menakuti
Membuat Greesa langsung menghampiri pada suaminya lalu setelah itu mengikuti kemana Jander pergi.
Memasuki pada pintu ruangan yang terdapat lorong di dalamnya dan setelahnya masuk ke dalam pintu lagi yang membuat Greesa setelahnya langsung terdiam dengan kaget, karena melihat ruangan yang begitu luas dan lebar dengan dinding bergorden merah.
Ruangan itu tampak terlihat seperti di bioskop, karena terdapat tv besar dan sofa yang begitu lebar dan panjang di tengah-tengah menghadap pada tv.
Membuat Greesa benar-benar kaget lalu dengan pelan melangkah mendekati pada Jander yang membuat Jander mengambil coklat dan buah strawberry di tangan istrinya lalu meletakkannya di atas meja.
Greesa Damon
Apa ini ruangan rahasiamu untuk menonton tv?
Jander Chilles
Ini ruangan yang terhubung dengan kandang Tiger dan Lion
Sontak Greesa langsung menatap kaget pada suaminya yang membuat Jander menatapnya sebentar.
Jander Chilles
Di balik gorden itu seluruh ruangan berdinding kaca, jika gordennya terbuka kau bisa melihat mereka dari sini
Greesa Damon
Apa mereka bisa masuk ke sini?
Jander Chilles
Jika kau membuka pintunya maka mereka akan masuk
*sambil mendudukkan tubuhnya pada sofa dan bersandar dengan nyaman
Greesa yang melihat hanya terdiam sambil menoleh kesana-kemari dengan takut dan khawatir, karena Greesa masih menyimpan rasa trauma dan takutnya setelah melihat bagaimana besar dan tingginya harimau tersebut.
Jander Chilles
Kemari *suruhnya
Membuat Greesa dengan pelan naik ke atas sofa lalu duduk di samping suaminya, melihat Jander yang ini mulai meminum colanya yang membuat Greesa langsung mengambil susu kotaknya.
Karena tangan kanan Greesa masih sakit membuat gadis itu tampak kesulitan, melihatnya membuat Jander langsung mengambilnya dan setelah itu memberikan pada istrinya.
Jander juga membuka kotak buah strawberry dan membuka bungkus coklat lalu memotongkan nya kecil.
Jander Chilles
Jangan makan terluka banyak karena tubuhmu sedang dingin
Greesa mengangguk. Sambil kini meminum susu coklat dan memakan buah Strawberrynya, lalu melihat pada tv yang menyala dan tengah menampilkan salah satu film disney kesukaan Greesa yang membuat Greesa langsung menoleh melihat pada suaminya sebentar.
Keduanya pun tampak menonton bersama sambil kini menikmati minuman masing-masing.
Namun sejam setelahnya Greesa sudah terlihat pulas tertidur bersandar pada sofa, membuat Jander yang melihat dan memang sedari tadi sudah menyadari istrinya yang tertidur memilih membiarkannya, menunggu Greesa sampai pulas agar saat nanti Jander menggendongnya ke kamar Greesa tidak terbangun atau terganggu.
Lalu setelah itu. Jander beralih menyimpan kotak susu, kotak buah strawberry, dan coklat di atas meja lain.
Mematikan tv lalu beralih merapikan selimut istrinya dan setelahnya dengan pelan dan hati-hati Jander mulai menggendong tubuh Greesa dengan ala bridal membawanya keluar dari sana pergi menuju kamar.
Dengan mudah Jander tampak terlihat begitu ringan saat mengendong tubuh mungil istrinya, walau kini harus berjalan dengan pelan lalu menaiki anak tangga yang panjang namun Jander tidak sama sekali terlihat keberatan.
Sampai-sampai membuat Greesa tidak terbangun dan terganggu saat berada dalam gendongan suaminya.
Sesampainya di kamar. Jander mulai menidurkan tubuh istrinya di atas ranjang yang membuat Greesa setelahnya langsung bergerak mencari posisi yang nyaman. Membuat Jander yang melihat langsung menjaga tangan istrinya sampai Greesa terdiam dan kembali tertidur.
Setelah itu Jander merapikan selimut dan menyimpan bantal di samping istrinya. Memastikan Greesa yang tidur dengan aman membuat Jander beralih beranjak pergi, namun suara Greesa tiba-tiba saja terdengar yang membuat Jander langsung terdiam.
Greesa Damon
Jika kau tidak mencintainya maka aku akan membunuhnya ...
Jander Chilles
*menoleh pada Greesa yang kini masih tertidur lalu terlihat tersenyum
Greesa Damon
Aku ...aku akan membunuh istrimu, Tuan Jander!
Comments