Part 10
???
Apa yang kau rasakan belakangan ini mengenai kondisi tubuhmu?
Greesa Damon
Aku tidak merasakan apapun, dokter
Dokter Arion
Pusing, mudah lelah, letih, atau hal lainnya tidak ada?
Greesa menggeleng pelan. Membuat dokter Arion yang melihat respon Greesa beralih melihat pada Jander sebentar.
Dokter Arion
Baiklah kalau begitu
Dokter Arion tampak beralih menulis sesuatu di sebuah kertas dan setelahnya mengambil dua botol obat lalu mulai menulis resepnya.
Dokter Arion
Ini ada obat yang harus kau minum saat pagi dan malam sebelum tidur, jadi sehari hari meminumnya 2 kali bersamaan
Dokter Arion
Sesuai pemeriksaan ku dan seperti apa yang kau katakan, kondisimu memang baik-baik saja
Dokter Arion
Tapi untuk sekarang ini, kau harus lebih banyak beristirahat, makan-makanan yang sehat, dan jangan lupa untuk selalu minum obatnya
Greesa Damon
Iya, dokter. Terimakasih banyak
Dokter Arion mengangguk sambil tersenyum dan setelahnya beralih melihat pada Jander yang berada di samping Greesa.
Setelah selesai. Jander dan Greesa beranjak keluar dari ruangan dokter Arion dan mereka pun langsung pergi meninggalkan rumah sakit menuju pada kantor perusahaan Jander.
Karena siang ini Jander ada meeting penting di kantornya yang membuatnya langsung pergi ke kantor setelah dari rumah sakit dengan Greesa yang ikut dengannya.
Mobil yang William kemudikan pun tampak terlihat berhenti tepat di depan teras lobby.
Lalu setelah itu salah satu penjaga di sana langsung membukakan pintu mobil yang membuat Jander langsung keluar, setelahnya Jander beralih menoleh menatap pada istrinya sambil mengulurkan tangannya yang membuat Greesa langsung menggenggam tangan suaminya.
Para penjaga yang ada di sana saat melihat pada Tuan dan Nyonya mereka membuat mereka langsung menunduk dengan sopan.
Lalu setelahnya, Jander membawa Greesa masuk yang membuat semua karyawan yang ada di sana tampak langsung kaget sambil langsung menunduk dengan sopan.
Mereka bahkan sampai tidak percaya dan sedikit shock, karena sudah melihat Tuan mereka bersama istrinya saling bergandengan tangan dengan mesra sampai membuat kantor tampak langsung heboh siang ini.
Saat keluar dari lift. Greesa tampak langsung menarik nafasnya sambil memejamkan matanya sebentar, lalu setelah itu berjalan sedikit di belakang suaminya walau Jander masih menggenggam tangannya.
Jander Chilles
Anne akan datang untuk mengantarkan makan siang untukmu
*sambil melepaskan jasnya dan mengganti dengan jas lain
Greesa Damon
Apa kau akan langsung pergi untuk meeting?
Jander Chilles
Hmm, jangan kemana-mana dan tetap diam di sini
Greesa mengangguk. Sambil melihat pada Jander yang kini tengah memakai jasnya dan setelah itu mulai beranjak ingin pergi, namun langkah pria itu terhenti sebelum ia meraih knop pintu dan justru beralih menoleh melihat pada istrinya.
Jander Chilles
Jika ingin sesuatu katakan pada Anne, dia sekertaris ku di sini
Greesa Damon
Apa kau tidak makan siang terlebih dulu?
Jander Chilles
Kau pikir meetingnya bisa di tunda?
Greesa langsung terdiam. Jander pun langsung beranjak pergi keluar dari ruangannya yang membuat Greesa hanya bisa menatap pada pintu yang sudah tertutup. Lalu setelahnya, Greesa beralih mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan kerja suaminya.
Sambil melihat-lihat pada sekeliling ruangan untuk memperhatikan betapa luas, lebar, dan mewahnya kantor perusahaan Jander.
Membuat Greesa begitu kagum dan tidak mengira jika Jander ternyata lebih kaya dari orang tuanya sendiri bahkan orang tuanya Greesa lagi.
Greesa langsung beranjak berdiri dan segera pergi untuk membukakan pintu, membuat dua orang yang terlihat tengah berdiri di depan pintu tampak langsung kaget dan setelahnya tersenyum menatap pada Greesa begitupun dengan Greesa yang langsung tersenyum melihat pada mereka.
Anne //Sekretaris
Maaf menganggu anda, Nyonya. Tuan meminta pada kami untuk mengantarkan makan siang untuk, Nyonya
Greesa langsung menyuruh keduanya untuk masuk, membuat Reno dan Anne langsung beralih meletakan dan menyusun makanan di atas meja.
Reno
Nyonya tidak perlu berterimakasih karena ini perintah dari, Tuan Jander
Reno
Dan nanti, jika Nyonya menginginkan sesuatu, Nyonya bisa langsung mengatakannya kepada kami karena kami di sini adalah sekertaris Tuan Jander
Greesa langsung mengangguk sambil melihat pada Anne dan Reno yang tampak tersenyum dan baik padanya.
Anne //Sekretaris
Kalau begitu, kami pergi dulu, Nyonya. Selamat menikmati makan siangnya
Anne dan Reno pun beranjak pergi keluar. Membuat Greesa kini beralih melihat pada banyaknya makanan yang tersusun di atas meja sampai membuatnya kebingungan, karena Greesa tidak mungkin makan sebanyak ini dan menghabiskan semuanya sendirian.
Jander Chilles
Atur jadwal penerbanganku dua hari lagi
Matteo
Reno sudah mengurusnya, tapi jika kau tidak ingin pergi tidak masalah karena perjalanan bisnis kali ini tidak terlalu penting
Jander Chilles
Aku akan menemui mereka langsung jadi aku akan pergi
Matteo
Kau yakin? Jika kau pergi ke Milan kau akan meninggalkan Greesa selama seminggu
Jander langsung menghentikan langkahnya dan beralih menatap tajam pada Matteo yang membuat Matteo langsung kaget sambil berdehem dengan pelan.
Matteo
Baiklah-baiklah! Aku akan mengatur semuanya dan kau tidak perlu khawatir.
Jander kembali melangkah pergi menuju pada lift yang membuat Matteo langsung geram dan kesal melihatnya sambil beraga dan bergerak ingin memukul dan menonjok Jander dari belakang, membuat para karyawan yang melihat dari dalam ruangan tampak langsung terkekeh dan kebingungan melihat pada Matteo.
Begitu Jander memasuki ruangannya. Jander langsung melihat pada istrinya yang kini tengah tertidur di sofa. Membuat Jander sempat terdiam sebentar sebelum setelahnya beralih menghampiri pada istrinya.
Melihat dan memperhatikan bagaimana Greesa yang kini tengah tertidur dengan posisi kaki yang masih menggantung di lantai, membuat Jander langsung beralih mengangkatnya dengan pelan ke atas lalu setelah itu beralih menurunkan dress istrinya yang tampak terlihat naik sampai memperlihatkan pahanya.
Jander juga beralih melepaskan jasnya untuk menutupi paha Istrinya yang membuat Greesa tampak langsung bergerak dari tidurnya untuk mencari posisi yang nyaman.
Membuat Jander yang lagi-lagi melihat tampak langsung terdiam menatap pada wajah Greesa yang kini tengah tidur sambil setelahnya Jander beralih sedikit menunduk untuk menepiskan beberapa helaian rambut yang menutupi wajah istrinya.
Drtttt... drtttt... drttttt....
Jander langsung menjauhkan dirinya saat mendengar ponselnya yang berbunyi lalu setelah itu melihat siapa yang meneleponnya sambil beranjak pergi menuju meja kerjanya. Mulai mengangkat panggilan tersebut dan Jander tampak hanya diam untuk mendengar si penelpon berbicara sampai setelahnya selesai.
Lalu setelahnya. Jander beralih menoleh melihat pada Greesa yang tadi masih tertidur namun kini istrinya itu sudah tampak terlihat terbangun dan tengah melihatnya sambil merapikan rambutnya.
Membuat Jander langsung menghampiri pada istrinya sambil mengambil overcoat dan setelah itu memberikannya kepada Greesa.
Jander Chilles
Pakai, kita akan pulang sekarang
Greesa Damon
Meetingnya sudah selesai?
Jander hanya diam menatap.
Membuat Greesa langsung menundukkan kepalanya sambil beralih memakai overcoat yang Jander berikan.
Setelah itu, keduanya mulai pergi. Turun ke lobby menggunakan lift dan sesampainya di lobby depan, penjaga di sana langsung membukakan pintu.
Membuat William yang sudah menunggu di luar langsung menghampiri dan setelahnya segera membukakan pintu mobil.
Greesa pun masuk lebih dulu ke dalam mobil dengan Jander yang berada tidak jauh di belakangnya, namun saat Jander ingin masuk ke dalam mobil. William sedikit menahan Tuannya untuk mengatakan sesuatu yang membuat Jander langsung menoleh.
Membuat Greesa yang melihat tampak hanya diam menunggu sambil beralih mengalihkan pandangannya ke luar dan matanya tidak sengaja melihat seorang wanita yang sepertinya pernah ia lihat.
Wanita itu tampak terlihat berjalan menuju pada mobil yang membuat Greesa sedikit kebingungan, dan semakin wanita itu mendekat, Greesa semakin meneganali wajahnya yang membuat Greesa langsung beralih melihat pada Jander.
Namun tidak lama dari itu.
Greesa di buat kaget karena wanita yang tadi ia lihat tiba-tiba saja membuka pintu mobil di sampingnya dan sudah berdiri tidak jauh darinya. Sebelum Greesa ingin berbicara wanita itu langsung menarik rambut panjang Greesa sampai membuat Greesa terjatuh dari dalam mobil.
Membuat para penjaga di sana tampak langsung kaget dan melihat panik begitupun dengan Jander yang dengan cepat langsung mengitari mobil menghampiri pada istrinya.
Wanita
DASAR WANITA MURAHAN!
Kejadian terjadi begitu cepat setelah Greesa terjatuh.
Wanita itu kembali menarik rambut panjang Greesa sambil berteriak marah lalu setelahnya langsung mencekik dan mendorong kepala Gressa ke arah pintu mobil sampai membuat Greesa berteriak kesakitan, karena kepala Greesa langsung menghantam kuat pada pintu mobil yang membuat Greesa setelahnya langsung terjatuh hampir-hampir ingin pingsan.
Jander yang datang pun tanpa aba-aba langsung menarik dan mendorong tubuh wanita itu dengan kasar yang membuat wanita itu langsung merintih kesakitan, lalu para anak buah Jander di sana langsung menangkapnya yang membuat wanita itu langsung berteriak marah berusaha melepaskan dirinya.
Wanita
JANDER JANDER!!! ARRRGGGHHH! LEPASKAN AKU BRENGSEK! WANITA ITU HARUS MATI! JANDER!!!
Jander tidak mempedulikannya. Karena setelah itu segera meraih dan memeluk tubuh istrinya untuk melihat luka di wajah Greesa yang ternyata keningnya terlihat berdarah karena sobek dan terluka.
Greesa bahkan sudah terlihat menangis sambil setelahnya meremas kuat lengan Jander yang membuat Jander langsung menggendongnya membawa Greesa masuk ke dalam mobil.
Jander Chilles
Telpon dokter Liana dan suruh dia ke mansion sekarang!
William pun langsung menghidupkan mesin mobil dan setelah itu langsung melajukan mobil dengan cepat karena keadaan tengah genting, namun Jander bukanya langsung membawa Greesa kerumah sakit tapi lebih memilih agar dokter Liana yang datang ke mansion.
Jander Chilles
Jangan mengusap dan menyentuhnya
Greesa Damon
S-Sakit... darahnya terus keluar *rintihnya
Jander langsung mengusap darah yang terus keluar dari kening sampai ke pipi istrinya menggunakan kain yang membuat Greesa hanya bisa diam sambil memejamkan matanya untuk menahan sakitnya.
Lalu tidak lama setelahnya, mobil sudah sampai di mansion. William segera turun lalu membukakan pintu mobil yang membuat Jander langsung keluar sambil menggendong tubuh Greesa membawa masuk langsung menuju pada kamar.
Sesampainya di kamar, Jander langsung menurunkan tubuh Greesa di atas ranjang. Lalu setelah itu segera mengambilkan kotak obat dan mulai membersihkan bekas-bekas darah dan menahan darah yang terus keluar. Membuat Greesa tampak masih menangis sambil sesekali mendesis perih.
Lalu tidak lama setelahnya, dokter Liana terlihat datang dan langsung masuk ke dalam kamar dengan raut muka yang tampak khawatir.
Dokter Liana
Apa yang terjadi dengan Greesa,
Jander?
*melihat pada Greesa yang terluka
Dokter Liana
Oh ya ampun, kenapa bisa sampai seperti ini?
Jander Chilles
Tangani lukanya dengan hati-hati
Dokter Liana langsung menyimpan tasnya dan setelah itu segera mengambil beberapa alat pengobatan untuk mengobati luka Greesa.
Dari membersihkannya terlebih dulu yang membuat Greesa langsung mendesis kesakitan karena merasakan sakit dan perih, lalu setelah sudah selesai di obati, dokter Liana langsung menutupnya dengan perban agar untuk sementara ini lukanya aman dan tidak terus mengeluarkan darah.
Dokter Liana
Bagaimana sekarang, apa masih terasa sakit?
Greesa Damon
Sedikit, dokter
Dokter Liana
Setelah ini langsung minum obatnya ya. Agar rasa sakit dan juga perihnya berkurang yang membuat kepalamu nantinya tidak terasa pusing
Greesa mengangguk. Membuat dokter Liana tersenyum lalu setelahnya beralih melihat pada Jander.
Dokter Liana
Perhatikan Greesa dan lihat perbannya jika sudah beberapa jam setelahnya langsung di lepas dan di ganti dengan yang baru
Dokter Liana
Jangan sampai terkena air terlebih dulu sebelum lukanya kering karena kini masih basah
Jander hanya diam mendengarnya, lalu dokter Liana beralih melihat pada Greesa.
Dokter Liana
Jangan lupa untuk meminum obatnya agar tidak terasa sakit
Greesa Damon
Iya, dokter. Terimakasih banyak
Dokter Liana
*Mengangguk
Semoga lukanya cepat sembuh
Setelahnya, dokter Liana beralih beranjak pergi keluar dari kamar.
Membuat Greesa hanya diam melihatnya lalu setelah itu Jander beralih mengambilkan obat dan segelas air minum untuk istrinya dan menyuruh Greesa untuk meminum obatnya.
Jander Chilles
Sekarang beristirahat agar obatnya bekerja
Namun saat Jander ingin beranjak. Jander kembali menoleh dan melihat pada istrinya yang membuat Greesa ikut melihat dengan bingung dan sedikit gugup.
Jander Chilles
Jangan memikirkan apapun karena aku yang akan mengurusnya
Greesa Damon
"Tapi, boleh aku bertanya sesuatu?
Greesa Damon
Apa kehadiranku sudah mengganggu hubunganmu dengan seseorang?
Jander Chilles
Aku tidak pernah memiliki kekasih di luar sana jadi jangan memikirkan hal-hal yang tidak penting
Greesa Damon
Aku hanya ingin bertanya untuk memastikannya, maaf
Jander Chilles
Apa yang ingin kau pastikan, hm?
Jander Chilles
Bahkan jika aku memiliki kekasih di luar sana apa kau ingin langsung bercerai?
Greesa langsung terdiam sambil menundukkan kepalanya, membuat Jander langsung meraih rahang istrinya agar menatapnya yang membuat Greesa tampak langsung kaget karena Jander menatapnya dengan jarak yang begitu dekat.
Jander Chilles
Kau masih ingat dengan apa yang aku katakan?
Greesa langsung mengangguk pelan sambil meremas kuat tangannya. Membuat Jander beralih menunduk mengalihkan pandangannya pada bibir Istrinya sebelum setelah itu secara tiba-tiba langsung mencium dan melumat bibir Gressa.
Membuat Greesa yang merasakan dan melihat langsung kaget sambil beralih memegang dan menahan kedua bahu suaminya. Namun Jander justru langsung beralih menarik pinggang Greesa agar semakin mendekat yang membuat ciuman keduanya kini semakin dalam dan menuntun.
Membuat Greesa langsung memejamkan matanya dan Jander tidak henti-hentinya terus menyesap bibir Istrinya setelah melesatkan lidahnya masuk sampai membuat Greesa kualahan dan kesulitan untuk bernafas.
Greesa Damon
Eugh.... Janderhhh!
Setelah tautan itu terlepas. Greesa langsung menundukkan kepalanya sambil mengatur nafasnya, membuat Jander hanya diam melihat sambil menggeram tertahan dan meremas kuat pinggang Greesa.
Jander Chilles
Beristirahatlah
Comments