Part 6

Jander Chilles
Jander Chilles
Ingin kemana?
Greesa langsung menoleh saat mendengar suara Jander dan melihat pada suaminya yang baru saja masuk ke dalam kamar sambil membawakan segelas susu di tangannya.
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku ingin ke kamar mandi sebentar
Jander beralih menyimpan segelas susu yang ia bawa ke atas meja nangkas, lalu setelah itu menghampiri pada istrinya yang membuat Greesa tampak kebingungan sambil menahan lengan suaminya karena Jander ingin menggendongnya.
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku masih bisa berjalan
Jander Chilles
Jander Chilles
Tubuhmu masih lemah dan dingin jadi jangan terlalu banyak bergerak
Greesa Damon
Greesa Damon
Tapi aku masih bisa berjalan jika hanya pergi ke kamar mandi
Jander Chilles
Jander Chilles
Diam, apa kau ingin terjatuh lagi di kamar mandi?
Greesa langsung terdiam dan memilih untuk menurut.Membuat Jander setelahnya langsung beralih menggendong dan membawa tubuh istrinya menuju kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi, Jander menurunkan tubuh Greesa di tempat duduk di dekat wastafel.
Jander Chilles
Jander Chilles
Jika sudah selesai katakan padaku
Greesa hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap pada Jander, membuat Jander setelahnya beranjak keluar dari kamar mandi. Lalu Greesa segera beranjak turun dan setelahnya segera buang air kecil lalu mengganti pakaiannya dengan baju tidur.
Setelah sudah selesai dengan kegiatannya itu, Greesa beralih mencuci muka dan menggosok giginya.
Memakai beberapa pelembab wajah dan bibir namun saat tengah mengusap-usap wajahnya dengan skincare, darah dari hidungnya tiba-tiba saja terlihat keluar dan mengalir begitu banyak sampai membuat Greesa kaget melihatnya.
Dengan cepat Greesa langsung mengambil handuk kecil bekasnya tadi untuk mengelap dan menahan mimisannya, sambil menghidupkan air kran wastafel dan berusaha untuk menghentikan darahnya, karena Greesa tampak begitu takut dan khawatir melihat pada banyaknya darah yang terus keluar terlebih lagi takut jika Jander yang tiba-tiba saja datang dan melihatnya.
Setelah darah dari hidungnya sudah berhenti keluar. Greesa langsung mengambil tisu untuk membersihkannya lagi sambil kini bercermin, melihat bagaimana wajahnya yang langsung memucat dengan tubuh yang tampak bergetar. Membuat Greesa begitu ketakutan sampai rasanya sulit untuk bernafas.
Lalu Greesa beralih membersihkan bekas-bekas darahnya yang sudah bercampur dengan air di atas meja wastafel, mencuci bekas handuk dan tisu, lalu setelah itu langsung membuangnya ke tempat sampah.
Karena Greesa takut jika Jander nanti melihatnya dan pasti pria itu akan langsung mencurigainya.
Setelah sudah selesai dan cukup lama Greesa berada di dalam kamar mandi untuk sedikit menenangkan dirinya dan baru setelahnya Gressa beranjak keluar, membuat Jander tampak langsung menatapnya dengan penuh curiga saat melihat Greesa yang baru saja keluar.
Jander pun langsung beranjak berdiri dari ranjang yang membuat Greesa melangkah mendekat dengan gugup menghampiri pada suaminya.
Jander Chilles
Jander Chilles
Minum obat dan vitaminnya lalu setelah itu tidur *sambil beralih mengambil obat dan vitamin Greesa di atas meja
Greesa Damon
Greesa Damon
Apa aku boleh jika hanya meminum vitaminnya saja malam ini?
Jander Chilles
Jander Chilles
Minum keduanya
Greesa Damon
Greesa Damon
Obatnya begitu pahit, aku--
Jander Chilles
Jander Chilles
Kau tidak ingin cepat sembuh yang membuat kedua orang tuamu akan terus-terusan khawatir?
Greesa langsung terdiam mendengarnya. Lalu setelah itu Jander beralih memberikan satu biji obat dan satu pil vitamin, menyuruh Greesa untuk meminumnya yang membuat Greesa langsung mengambil dan mulai meminumnya bersama dengan air yang juga Jander berikan.
Membuat Greesa setelahnya tampak langsung memejamkan matanya sambil menutup mulutnya, karena merasakan betapa pahitnya obat tersebut walau pil vitaminnya sedikit terasa manis.
Jander Chilles
Jander Chilles
Minum susunya nanti jika kau ingin meminumnya
Greesa Damon
Greesa Damon
*Mengangguk
Jander pun beralih menyimpan obat dan vitamin Greesa yang membuat Greesa beralih duduk di tepi ranjang. Lalu setelahnya Greesa beralih menoleh saat melihat Jander yang pergi dan masuk ke dalam ruangan walk in closed.
Membuat Greesa setelahnya langsung beralih mengeluarkan obat yang tadi ia minum dari dalam mulutnya karena ternyata obat itu tidak ia telan.
Greesa langsung membuangnya ke tempat sampah dan setelahnya segera mengambil sesuatu di dalam laci paling bawah di sebuah kotak kecil hiasan yang berada di dalam sebuah kota buku, lalu membuka dan melihat ada banyak pil pil berwarna merah muda dan putih.
Greesa mengambil dua pil dari obat tersebut dan setelah itu langsung menelannya sambil meminum air.
Dengan keadaan yang sedikit panik dan takut, namun Greesa seberusaha mungkin tenang karena takut jika Jander yang tiba-tiba saja keluar. Setelah sudah selesai, Greesa langsung menyimpannya lagi dengan aman lalu setelah itu segera tidur sambil menarik selimut menutupi hampir seluruh tubuhnya.
Tanpa menyadari setelah Greesa mengambil sesuatu di dalam laci tadi, pintu ruangan walk in closed tampak terlihat sedikit terbuka. Jander tampak melihat dan memperhatikan apa yang tengah istrinya lakukan, melihat bagaimana gerak-gerik mencurigakan Greesa.
•••
Greesa mulai terbangun dari tidurnya saat merasakan sinar matahari yang sudah tampak begitu terang menyingsing tinggi sampai menebus pada tirai gorden.
Namun melihat itu, justru membuat Greesa beralih menarik selimutnya lagi untuk menutupi wajahnya. Karena merasakan udara pagi yang masih begitu dingin membuat Greesa memilih untuk kembali tidur.
Sampai tidak lama setelahnya, Greesa secara tiba-tiba kembali membuka matanya dengan sedikit kebingungan dan kaget.
Karena Greesa merasakan ada yang memeluk tubuhnya dengan begitu erat dari arah belakang yang membuat Greesa langsung beralih menyentuh perutnya, merasakan bagaimana sebuah tangan yang memeluknya.
Greesa langsung terdiam dan tersadar sepenuhnya dari tidurnya sampai membuat rasa ngantuknya kini hilang dan berganti dengan rasa gugup, karena Greesa tau jika Jander kini tengah memeluknya.
Lalu dengan pelan dan hati-hati, Greesa melepaskan pelukan suaminya yang membuat Jander justru beralih bergerak dan semakin beringsut memeluk tubuh istrinya, sampai wajahnya kini menyentuh dan mencium pada bahu polos Greesa.
Membuat Greesa yang merasakan tentunya langsung kaget dan diam membeku, saat merasakan bagaimana hembusan nafas hangat suaminya yang menyapu lembut permukaan kulitnya yang kini terasa dingin.
Bahkan Greesa juga merasakan hangat pada perutnya karena baju tidurnya yang tipis dan mungkin sedikit terangkat membuat Jander benar-benar menyentuh perutnya di dalam selimut.
Keromantisan itupun berlangsung cukup lama karena Greesa memilih untuk diam dan tidak berani bergerak, karena Greesa tidak ingin menganggu tidur sang suami yang kini tampak terlihat begitu tenang dan nyenyak.
Jander bahkan sampai terdengar mendengkur dengan pelan yang membuat Greesa yang mendengarnya tanpa sadar langsung tersenyum, dekapan yang yang juga terasa begitu hangat dan menenangkan membuat Greesa merasakan seperti di lindungi.
Sampai tidak lama setelahnya. Jander mulai terbangun dari tidurnya yang membuat Greesa langsung beralih menoleh bertepatan dengan pandangan keduanya yang kini saling bersisitatap, antara mata bulat dengan pandangan yang lembut milik Greesa dengan tatapan mata yang tajam milik Jander.
Greesa Damon
Greesa Damon
M-Maaf, aku tidur terlalu pinggir
lalu setelah itu berniat untuk bergeser namun belum saja Greesa ingin bergerak, Jander sudah lebih dulu menahan dan menarik pinggang istrinya sampai membuat Greesa kini semakin menempel padanya.
Melihat itu, tentu saja langsung membuat Greesa kaget dan terkejut sambil menatap pada suaminya. Namun Jander tampak hanya terdiam sambil menundukkan pandangannya.
Greesa Damon
Greesa Damon
J-Jander
Entah angin dari mana yang begitu dingin pagi ini sampai membuat Jander secara tiba-tiba langsung memeluk tubuh Greesa dan tidak lama setelahnya langsung mendekatkan wajahnya yang sontak langsung membuat Greesa memejamkan matanya, sambil mencengkram kuat selimut di dadanya bahkan cengkraman itu terasa semakin kuat saat Greesa merasakan sesuatu hangat yang lembut menyentuh bibirnya.
Jander menciumnya. Membuat Greesa lagi dan lagi di buat kaget dan shock. Karena tidak menyangka dan mengira jika Jander kini akan menciumnya sambil semakin mengeratkan pelukannya.
Greesa Damon
Greesa Damon
Janderhh---
Jander semakin memperdalam ciumannya bahkan setelah itu langsung melumat dan menyesap bibir Istrinya sampai membuat Greesa melenguh karena tidak di beri kesempatan untuk berbicara.
Greesa bahkan sampai mencengkram dan mendorong dada telanjang suaminya berusaha untuk melepaskan dirinya, membuat Jander justru langsung meraih tangan Greesa dan langsung menggenggamnya dengan lembut sambil setelah itu beranjak bangun dan mulai menindih tubuh istrinya.
Greesa Damon
Greesa Damon
Jander!
Jander Chilles
Jander Chilles
Bernafas
Wajah Greesa sampai terlihat memerah dengan nafas yang turun naik, membuat Jander yang melihatnya langsung beralih mengusap bibir Istrinya dengan lembut sebelum setelahnya kembali mencium dan melumatnya dengan penuh.
Membuat Greesa yang merasakannya hanya bisa diam dan pasrah sambil kini memejamkan matanya, namun setelahnya Greesa beralih mencengkram lengan suaminya saat merasakan tangan Jander yang mulai menyentuh lalu me**mas pa******nya dengan kuat.
Greesa Damon
Greesa Damon
Janderhhh!
Drtttt.....Drtttt..... Drtttt....
Tautan mesra penuh dengan nafsu itu langsung terlepas setelah Greesa mendorong dada suaminya yang membuat Jander langsung menoleh karena mendengar ponselnya yang berbunyi.
Sebelum beranjak turun dari ranjang, Jander menunduk menatap pada istrinya sebentar yang membuat Greesa hanya terdiam melihatnya. Lalu setelahnya, Jander segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya sambil melangkah pergi menuju balkon kamar untuk mengangkat panggilan tersebut.
Melihat Jander yang sudah pergi membuat Greesa tampak langsung menghela nafasnya sambil memejamkan matanya. Lalu setelah itu Greesa segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sambil merasakan bagaimana jantungnya yang kini berdegup dengan kencang tidak beraturan.
Tautan mesra penuh dengan nafsu itu langsung terlepas setelah Greesa mendorong dada suaminya yang membuat Jander langsung menoleh karena mendengar ponselnya yang berbunyi.
Sebelum beranjak turun dari ranjang, Jander menunduk menatap pada istrinya sebentar yang membuat Greesa hanya terdiam melihatnya. Lalu setelahnya, Jander segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya sambil melangkah pergi menuju balkon kamar untuk mengangkat panggilan tersebut.
Melihat Jander yang sudah pergi membuat Greesa tampak langsung menghela nafasnya sambil memejamkan matanya.
Lalu setelah itu Greesa segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sambil merasakan bagaimana jantungnya yang kini berdegup dengan kencang tidak beraturan.
Membuat Greesa benar-benar merasakan gugup. Karena Jander habis menciumnya dengan penuh lalu setelah itu, setelah itu menyentuh dan meremas dadanya. Greesa bahkan masih bisa merasakan hangat melingkupi tubuhnya setelah apa yang Jander lakukan padanya.
Jander Chilles
Jander Chilles
Cepat bangun dan setelah itu sarapan
Sontak Greesa langsung menoleh, melihat pada Jander yang rupanya sudah masuk ke dalam kamar dan kini tengah melihatnya sebelum setelah itu beralih pergi menuju pada sofa.
Membuat Greesa langsung segera bangun sambil mengambil dan memakai jubah tidurnya.
Greesa Damon
Greesa Damon
Apa pagi ini kau akan pergi bekerja?
Jander Chilles
Jander Chilles
Setelah makan siang nanti
Greesa hanya menganggukkan kepalanya. Karena bingung ingin melakukan apa dan berbicara apa.
•••
Wanita
Wanita
Selamat pagi, Sayang
Greesa langsung tersenyum kebingungan saat melihat seorang wanita paruh baya yang kini tengah sibuk di dapur lalu setelah itu langsung menghampirinya dengan penuh semangat sambil tersenyum dengan lembut.
Greesa Damon
Greesa Damon
Selamat pagi
Wanita
Wanita
Ayo duduk dulu, Nak
Greesa Damon
Greesa Damon
Apa...
Greesa tampak terdiam yang membuat wanita itu langsung terkekeh.
Bibi Melin
Bibi Melin
Panggil saja Bibi Melin, Nak
Greesa Damon
Greesa Damon
Bibi Melin?
Bibi Melin
Bibi Melin
*Mengangguk Bibi di sini sebagai kepala pelayan yang sudah bekerja dengan Tuan Jander dari Tuan muda berumur 15 tahun
Greesa Damon
Greesa Damon
*sedikit kaget mendengarnya
Bibi Melin
Bibi Melin
Boleh bibi sedikit bercerita?
Greesa Damon
Greesa Damon
*Menganggukkan kepalanya
Bibi Melin
Bibi Melin
Sebelumnya, bibi sedang pulang kampung 2 bulan saat Tuan Jander pergi ke Paris karena pernikahan kalian yang di adakan di sana
Bibi Melin
Bibi Melin
Bibi tidak bisa ikut dan datang karena keluarga bibi sedang sakit waktu itu, dan tadi malam
Bibi Melin
Bibi Melin
Bibi baru saja sampai karena Tuan Jander sudah menyuruh Bibi untuk segera kembali karena katanya istrinya mengalami keracunan karena memakan ayam
Greesa tampak mendengar tidak percaya namun setelahnya ia langsung tersenyum yang membuat bibi Melin terkekeh sambil menggenggam tangan Greesa.
Greesa Damon
Greesa Damon
Senang melihat Bibi Melin di sini
Bibi Melin
Bibi Melin
Bibi juga sangat senang, karena akhirnya bisa melihat dan bertemu dengan Nyonya majikan yang selama ini bibi harapkan. Sangat cantik dan lembut *sambil menatap pada Greesa yang membuat Greesa terlihat begitu bahagia
Bibi Melin
Bibi Melin
Bibi juga selalu berdoa setiap hari agar Tuhan memberikan Tuan Jander istri yang lembut dan cantik, dan ternyata kini, Tuhan sudah mengabulkannya
Greesa Damon
Greesa Damon
Terimakasih, Bibi Melin. Bibi juga terlihat begitu cantik, lembut, dan penyayang sama seperti Mamah dan Mamah Carissa
Kamu bisa menganggap bibi seperti itu, karena bibi akan senang mendengarnya
Greesa Damon
Greesa Damon
*Mengangguk Bibi Melin bisa memanggilku, Greesa
Bibi Melin
Bibi Melin
Tidak hanya wajahnya saja yang terlihat cantik, namamu bahkan terdengar begitu cantik
Bibi Melin
Bibi Melin
Bibi yakinkan kalian akan hidup bahagia dan bersama selamanya, sampai nanti memiliki anak yang cantik dan tampan
Greesa Damon
Greesa Damon
Terimakasih atas doanya, Bibi
Bibi Melin
Bibi Melin
*Mengangguk Mulai sekarang, jangan sungkan dan malu dengan bibi, katakan apapun itu dengan bibi agar bibi bisa selalu membantumu
Greesa langsung mengangguk, membuat bibi Melin langsung beralih mengusap lembut rambut Greesa.
Bibi Melin
Bibi Melin
Bibi sudah siapkan sarapan, ingin makan sekarang atau ingin bibi buatkan sereal?
Greesa Damon
Greesa Damon
Sepertinya Greesa ingin makan sereal dengan buah Strawberry dan segelas susu coklat
Bibi Melin
Bibi Melin
Baiklah kalau begitu, tunggu sebentar akan bibi buatkan
Bibi Melin pun segera pergi ke dapur untuk membuatkan sereal dan segelas susu untuk Greesa, membuat Greesa beralih duduk di kursi meja makan sambil menunggu bibi Melin selesai.
Lalu tidak lama setelahnya, bibi Melin datang dan mulai menyediakan semangkok sereal dengan sepiring kecil buah Strawberry dan setelahnya mengantarkan segelas susu coklat yang membuat Greesa langsung tersenyum melihatnya.
Greesa Damon
Greesa Damon
Terimakasih, Bibi Melin
Bibi Melin
Bibi Melin
*Mengangguk Makan dengan perlahan, jika ingin yang lain katakan pada bibi
Greesa Damon
Greesa Damon
*mengangguk
Setelah itu, Jander terlihat datang dan mulai menarik kursi mendudukkan tubuhnya di kursi ujung di samping istrinya.
Membuat Greesa langsung menoleh sebentar melihat pada suaminya yang membuat Jander setelahnya beralih menjauhkan semangkok buah Strawberry yang ada di hadapan Greesa.
Jander Chilles
Jander Chilles
Ini masih pagi dan udara sedang dingin. Jangan memakan buah pagi-pagi karena kau masih meminum obat
Greesa Damon
Greesa Damon
Tapi aku hanya memakan sedikit
Jander Chilles
Jander Chilles
Itu sama saja, kau ingin sakit perut nantinya?
Greesa langsung terdiam dan memilih untuk mengangguk menurut. Sambil kini beralih memakan sereal nya dan tidak lama setelahnya bibi Melin datang menyediakan segelas teh hijau untuk Jander.
Jander Chilles
Jander Chilles
Simpan buah Strawberrynya di kulkas *perintahnya pada bibi Melin yang membuat bibi Melin beralih melihat pada Greesa
Greesa Damon
Greesa Damon
Greesa sudah memakannya, Bi
Bibi Melin
Bibi Melin
Baiklah kalau begitu
Bibi Melin mengambilnya walau bibi Melin tau Greesa belum memakannya, namun sudah lebih dulu mendengar perintah dari Jander yang pastinya tidak bisa di ganggu gugat.
Jander pun beralih meminum tehnya yang membuat Greesa beralih diam melihat pada mangkok sereal di hadapannya.
Jander Chilles
Jander Chilles
Jangan hanya melihatnya, cepat di habiskan
Greesa Damon
Greesa Damon
Oh ya ampun! Galak sekali! *batin

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!