Part 9

Brugh!!!
Pyarrr!!!
???
???
Untuk malam ini, kamu harus tidur di gudang!
Greesa Damon
Greesa Damon
Tante, apa salahku?
???
???
Karena kamu sudah berani mengadu pada orang tuamu dan mengatakan jika kamu sedang sakit yang membuat mereka akan datang kesini!
Greesa Damon
Greesa Damon
Tapi tidak seharusnya Tante seperti ini kepadaku karena selama ini aku selalu menurut dengan, Tante
???
???
Menurut? Cih, menurut katamu?! Kau bahkan tidak bisa memberikanku banyak uang begitupun dengan orang tuamu
Greesa Damon
Greesa Damon
Mamah dan Papah sudah memberikan uang yang banyak untuk tante, apa semua itu masih kurang?
???
???
Dengar anak sialan! Aku sudi mengurus dan menjagamu di sini hanya karena orang tuamu kaya yang membuatku tidak perlu repot-repot bekerja untuk mencari uang, jadi tugasmu itu hanya perlu meminta uang pada orang tuamu agar aku tidak jatuh miskin!
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku tidak mau seperti itu. Tante benar-benar jahat pada orang tuaku!
???
???
DASAR BODOH!
PLAK!!?
Greesa langsung memejamkan matanya sambil meremas kuat tangannya, berusaha untuk mengatur nafasnya yang terasa menderu sambil menahan dirinya agar tidak menangis setelah kembali mengingat kejadian-kejadian yang membuatnya merasakan begitu takut dan gelisah.
Lalu setelahnya, Greesa beralih melihat pada kolam renang dan juga langit sore yang sudah mulai menggelap. Membuat air matanya secara tiba-tiba langsung mengalir di pipi yang membuat Greesa dengan cepat langsung mengusapnya.
Greesa seberusaha mungkin untuk terlihat tenang karena tidak mungkin ia menangis terisak-isak di sana, takutnya nanti ada yang melihatnya terlebih lagi jika Jander yang melihat.
Greesa tidak ingin berkelahi atau berdebat lagi dengan suaminya, karena kejadian kemarin siang sudah cukup membuat Greesa merasakan begitu takut sampai ia selalu menghindar dari Jander.
•••
Langit sore yang tadi mulai menggelap, kini tampak terlihat semakin gelap bersamaan dengan angin-angin yang mulai bertiupan, sepertinya malam ini hujan akan turun dengan begitu deras.
Greesa yang melihatnya memilih hanya diam sambil memandangi langit dan air mancur di kolam renang. Sambil kini duduk di sofa, Gressa tampak mulai melamun dengan pandangan yang kosong.
Mungkin sedang memikirkan dan merindukan kedua orang tuanya atau sedang bingung dan memikirkan bagaimana kehidupannya yang kini tengah ia jalani.
Semuanya memang tampak terlihat tenang dan sepertinya mudah, tapi kita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi di dalam benak pikirannya, karena selama ini Greesa lebih memilih untuk diam dan menyembunyikannya.
Selama 3 tahun lepas dari penyiksaan lalu hanya beberapa bulan menikmati hidup dengan tenang, dan kini Greesa harus menjalani kehidupan yang tidak ia mengerti di mana posisinya yang benar. Greesa bukan tidak mengerti bagaimana menjadi seorang istri, tapi Greesa selalu merasakan jika dirinya selalu salah dengan segala tindakan dan sikapnya.
Terlebih lagi, Greesa tidak mengerti suaminya orang yang seperti apa. Greesa tidak mengerti Jander, karena Jander benar-benar membuat Greesa bingung dengan semuanya.
Bahkan mau Greesa berusaha sebisa mungkin, Jander tetap menjadi pria yang sulit di mengerti yang lagi dan lagi membuat Greesa benar-benar tidak paham. Bahkan bukan hanya itu, Jander selalu membuat Greesa takut dan gelisah.
Membuat Greesa seperti kembali pada masa-masa terburuk dalam hidupnya. Rasa takut dan trauma yang selalu Greesa rasakan saat dulu, kini kembali datang dari Jander.
Memikirkan dan mengingat semuanya, membuat Greesa langsung menghela nafasnya sambil memejamkan matanya sebentar.
???
???
Sayang
Greesa Damon
Greesa Damon
*menoleh dan kaget Bibi
Bibi Melin
Bibi Melin
Sedang apa di sini? *sambil mengusap lembut rambut panjang Greesa
Greesa Damon
Greesa Damon
Greesa sedang melihat kolam renang dan air mancur di sana
Bibi Melin
Bibi Melin
Tidak dingin sedari tadi di sini?
Greesa Damon
Greesa Damon
*Menggeleng pelan
Bibi Melin
Bibi Melin
Sebentar lagi hujan akan turun, jadi lebih baik sekarang masuk agar tidak masuk angin. Bibi khawatir kalau kamu nanti kenapa-kenapa
Greesa Damon
Greesa Damon
Iya, Bi. Nanti Greesa akan masuk sebentar lagi
Mendengar itu membuat bibi Melin langsung tersenyum sambil beralih memberikan segelas susu untuk Greesa yang membuat Greesa langsung menerimanya dengan senang.
Bibi Melin
Bibi Melin
Bibi buatkan susu Strawberry kesukaanmu
Greesa Damon
Greesa Damon
Terimakasih, bibi Melin
Bibi Melin
Bibi Melin
Sama-sama, Sayang. Jangan lupa di minum selagi masih hangat
Greesa langsung meminumnya sedikit demi sedikit yang membuat bibi Melin diam memperhatikan bagaimana lembut dan cantiknya Greesa sampai membuat bibi Melin senang melihatnya.
Bibi Melin
Bibi Melin
Di mana, Tuan Jander?
Greesa Damon
Greesa Damon
Jander sedang sibuk di ruangan kerjanya
Bibi Melin langsung beralih meraih tangan Greesa untuk menggenggamnya dengan lembut, membuat Greesa tampak tersenyum dan sedikit kebingungan sambil menatap pada bibi Melin.
Greesa Damon
Greesa Damon
Ada apa, Bi?
Bibi Melin
Bibi Melin
Entah kenapa, bibi selalu merasakan khawatir belakangan ini
Greesa Damon
Greesa Damon
Apa yang sedang bibi khawatirkan?
Bibi Melin
Bibi Melin
*Menggeleng pelan sambil setelahnya beralih mengusap rambut Greesa "Jika ada sesuatu yang ingin di ceritakan, kamu bisa langsung menceritakannya kepada bibi, Nak
Bibi Melin
Bibi Melin
Tenang saja, bibi bukan orang yang bisa bersikap jahat di belakang, karena bibi sudah benar-benar menganggap kamu seperti anak bibi sendiri sama seperti Jander
Greesa Damon
Greesa Damon
*tersenyum Iya, bi. Greesa akan selalu bercerita apapun itu nanti dengan bibi, dan Greesa juga sudah menganggap bibi Melin sama seperti Mamah Greesa sendiri
Bibi Melin
Bibi Melin
Bibi senang sekali mendengarnya
Bibi Melin
Bibi Melin
Bibi juga masih merasakan begitu bahagia jika Tuan muda memiliki istri yang cantik dan lembut sama seperti Nyonya muda yang ada di hadapan bibi sekarang ini
Greesa Damon
Greesa Damon
Apa sebelumnya...
Greesa langsung terdiam tidak jadi melanjutkan ucapannya, karena takut dan sungkan yang membuat bibi Melin justru langsung menggeleng seolah sudah paham dengan pertanyaan Greesa.
Bibi Melin
Bibi Melin
Sebelumnya, Jander tidak pernah begitu dekat dengan seorang wanita
Bibi Melin
Bibi Melin
Bahkan bibi bisa memastikan 100% prempuan yang pertama kali Tuan Jander bawa ke mansion ini adalah dirimu
Bibi Melin
Bibi Melin
Karena kamu kini sudah menjadi Istrinya dan sudah di pastikan Tuan Jander hanya mengizinkan dan hanya ingin membawa istrinya masuk ke dalam mansion nya
Greesa terdiam mendengar ucapan bibi Melin. Antara merasakan senang, sedikit kaget, dan tidak percaya karena kita tidak tau bagaimana Jander di luar sana yang bisa menggandeng banyak wanita.
Greesa Damon
Greesa Damon
Jadi Jander tidak pernah membawa perempuan lain ke mansionnya ini, Bi?
Bibi Melin
Bibi Melin
Iya, Nak. Kamu yang pertama kali di bawa oleh Tuan Jander kesini bahkan sampai harus di gendong ke kamar
Greesa Damon
Greesa Damon
Bagaimana bibi tau, bukankah bibi belum ada di sini waktu itu?
Bibi Melin
Bibi Melin
Pelayan di sini memberi tau, Bibi
Greesa langsung tersenyum kecil yang membuat bibi Melin terkekeh melihatnya, lalu setelah itu bibi Melin beranjak berdiri dari kursinya.
Bibi Melin
Bibi Melin
Minum susunya dan setelah itu segera masuk karena udara semakin dingin, nanti jika Jander melihat dia pasti akan marah
Greesa Damon
Greesa Damon
Iya, Bi
Bibi Melin
Bibi Melin
Kalau begitu bibi pergi ke dapur dulu ya, Sayang
Greesa mengangguk. Bibi Melin pun pergi meninggalkan Greesa sendirian di sana yang membuat Greesa kini mulai beralih meminum susunya. Sambil melihat pada langit yang semakin menggelap dan angin yang mulai berderu, karena sepertinya hujan akan turun bahkan gemuruh guntur pun sudah mulai terdengar.
Greesa langsung beranjak dari tempat duduknya beralih ingin masuk.
Namun saat baru saja berdiri dan melangkah, Greesa tidak sengaja melihat seekor kucing berwarna hitam yang tampak terlihat begitu besar tengah berusaha naik di pinggir kolam renang.
Membuat Greesa sedikit kaget dan khawatir, lalu setelahnya segera menghampiri pada kucing tersebut dengan pelan-pelan melewati pembatas di pinggir kolam renang.
Tapi kucing itu rupanya bisa naik sendiri dan setelahnya langsung beralih meminum air di pinggir kolam renang, membuat Greesa yang melihatnya langsung tersenyum.
Setelah kucing itu sudah selesai minum, ia beralih melihat pada Greesa yang membuat Greesa langsung mendekat.
Greesa beralih duduk berjongkok di dekat kucing hitam itu dan berniat ingin menyentuhnya sebelum setelahnya kucing itu justru langsung mencakar tangan Greesa lalu segera kabur dengan loncat ke halaman samping, membuat Greesa kaget dan juga langsung merintih kesakitan saat melihat luka cakaran kucing tadi di tangannya yang kini langsung mengeluarkan darah.
???
???
Apa yang sedang kau lakukan di sana!
Greesa sontak langsung menoleh dengan kaget, lalu setelah itu langsung berdiri tanpa menyadari di mana kini posisinya yang tengah berada di pinggir kolam renang dan pijakan kakinya yang tidak pas membuat Greesa setelahnya langsung terpeleset dan tercebur ke dalam kolam renang.
Jander yang melihat pada istrinya tentunya langsung kaget. Bahkan Greesa langsung berteriak dan setelah itu tenggelam yang membuat Jander dengan cepat langsung loncat masuk ke kolam renang untuk menolong istrinya.
Dengan cepat Jander meraih tubuh Greesa di dalam air lalu langsung mengangkatnya keluar yang membuat Greesa langsung terbatuk-batuk sambil memeluk erat leher suaminya. Jander pun tampak langsung memeluk erat tubuh istrinya yang terasa bergetar kedinginan, lalu setelah itu segera membawa Greesa ke pinggir kolam renang dan mengangkatnya ke atas.
Bibi Melin dan dua orang pelayan tiba-tiba saja terlihat datang dengan panik dan khawatir, karena salah satu pelayan melihat jika Greesa tercebur ke kolam renang, lalu bibi Melin langsung mengambil handuk di sana dan segera menyelimuti tubuh Greesa sambil terus menanyakan bagaimana kondisi Greesa.
Bibi Melin
Bibi Melin
Ada yang luka, Sayang?
Greesa Damon
Greesa Damon
*menggeleng pelan
Bibi Melin
Bibi Melin
Bagaimana bisa terjatuh, Nak. Apa tadi terpleset?
Greesa Damon
Greesa Damon
Greesa tidak menyadari jika pembatasnya licin, Bi
Bibi Melin
Bibi Melin
Oh ya ampun. Bibi benar-benar takut dan khawatir karena kolam renang ini cukup dalam
Bibi Melin
Bibi Melin
Sekarang lebih baik kita masuk untuk segera mandi dan berganti pakaian agar setelahnya tidak masuk angin
Bibi Melin dan pelayan di sana langsung membantu memegangi Greesa untuk berdiri, karena Greesa tampak terlihat begitu lemas sampai wajahnya terlihat memucat dan tubuhnya yang semakin bergetar kedinginan.
Jander yang melihat setelah mengeringkan tubuhnya sebentar dengan handuk langsung beralih mendekat lalu mulai menggendong tubuh istrinya yang masih terbungkus dengan handuk, membuat bibi Melin yang melihat langsung tersenyum dengan khawatir.
Bibi Melin
Bibi Melin
Pelan-pelan, Nak
Jander langsung membawa Greesa masuk ke dalam mansion menuju pada kamar mereka yang membuat Greesa hanya diam sampai Jander menurunkannya di dalam kamar mandi.
Jander Chilles
Jander Chilles
Mandi dengan air hangat di shower *suruhnya yang membuat Greesa mengangguk pelan
Lalu Jander beralih membukakan pintu bilik shower dan menyalakan kran air hangatnya.
Greesa segera masuk dengan pelan-pelan yang membuat Jander beralih mengambil dan menyimpan handuk basah bekas Istrinya.
Setelahnya, Jander beralih melepaskan seluruh pakaiannya dan kini hanya memakai handuk sebatas pinggang. Jander masih di dalam kamar mandi menunggu Gressa selesai mandi dan setelah Greesa sudah selesai mandi, Jander beralih memakaikan bathtrob pada tubuh istrinya untuk menutupi handuk pendek yang Greesa pakai.
Jander Chilles
Jander Chilles
Aku sudah memanggil bibi Melin untuk membantu mengeringkan rambutmu, jadi setelah itu segera berpakaian
Greesa Damon
Greesa Damon
Apa kau tidak papa saat menolongku tadi?
Jander langsung terdiam menatap pada Greesa.
•••
Bibi Melin
Bibi Melin
Bibi buatkan sup sayur dan sup salmon agar tubuh terasa hangat, ini juga bibi buatkan teh hijau agar tidak sakit perut dan masuk angin nantinya
Greesa Damon
Greesa Damon
Terimakasih, Bi
Bibi Melin
Bibi Melin
*Tersenyum Apa tadi benar-benar tidak ada yang terluka, Nak?
Greesa Damon
Greesa Damon
*Menggeleng pelan Hanya luka kecil, tapi bukan karena terjatuh ke dalam kolam renang
Greesa Damon
Greesa Damon
Karena sebelumnya tadi Greesa sempat melihat ada seekor kucing di sana dan saat Greesa mendekatinya kucing itu langsung mencakar tangan Greesa
Bibi Melin
Bibi Melin
Benarkah? Di mana bekas cakaran kucingnya apa sudah di obati?
Greesa Damon
Greesa Damon
*Menunjukkan luka kecil di lengannya Jander sudah mengobatinya dan lukanya tidak begitu parah dan sakit, bi
Bibi Melin
Bibi Melin
Syukurlah kalau begitu, jadi tadi bisa terjatuh dan terpeleset karena seekor kucing?
Greesa Damon
Greesa Damon
Greesa terjatuh karena terpeleset bi, bukan karena seekor kucing
Bibi Melin
Bibi Melin
Kucing seperti apa yang kamu lihat?
Greesa Damon
Greesa Damon
Kucing besar berwarna hitam
Bibi Melin
Bibi Melin
Sepertinya itu kucing peliharaan yang lepas dari kandangnya, jadi mulai sekarang harus lebih berhati-hati lagi
Greesa Damon
Greesa Damon
*Mengangguk
Bibi Melin
Bibi Melin
Bibi juga meminta maaf, karena tadi lupa memberi tau jika kolam renang di samping air mancur itu cukup dalam
Bibi Melin
Bibi Melin
Jadi begitu berbahaya jika kita tidak bisa berenang dan jatuh kesana, tapi untung saja Tuan Jander tadi ada di sana dan langsung menolongmu
Greesa Damon
Greesa Damon
Bibi tidak perlu meminta maaf, dan mulai sekarang Greesa akan lebih berhati-hati lagi
Bibi Melin
Bibi Melin
*tersenyum sambil mengusap tangan Greesa Kalau begitu sekarang makan dan jangan lupa meminum tehnya
Greesa Damon
Greesa Damon
*mengangguk sambil tersenyum Bibi Melin begitu perhatian dan sayang pada, Greesa
Bibi Melin
Bibi Melin
Tentu saja, Nak. Karena bibi benar-benar menyayangimu
Keduanya pun langsung tersenyum dan terkekeh bersama.
Lalu setelahnya, bibi Melin beranjak pergi keluar dari kamar.
Membuat Greesa kini mulai mencicipi dan memakan makanan yang sudah bibi Melin buatkan dan antarkan untuknya dan Jander.
Sampai tidak lama setelahnya. Jander terlihat baru saja keluar dari kamar mandi yang membuat Greesa langsung melihat pada suaminya.
Melihat bagaimana Jander yang kini hanya memakai handuk sebatas pinggang sambil mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil, tubuh atasnya yang tampak polos terlihat begitu kekar, berotot, dan besar yang membuat Greesa langsung mengalihkan pandangannya.
Greesa memilih untuk segera makan dan setelah itu meminum teh hijau yang tadi bibi Melin buatkan, namun setelah Greesa merasakan bagaimana rasa teh hijau yang rasanya sangat berbeda seperti waktu itu langsung membuat Greesa terbatuk dan tersedak.
Jander yang mendengar dan melihat pada istrinya pun langsung menghampiri pada Greesa lalu setelah itu beralih memberikan sebotol air minum.
Jander Chilles
Jander Chilles
Siapa yang menyuruhmu meminum teh hijau?
Greesa Damon
Greesa Damon
Bibi Melin, karena katanya ini bagus untukku agar aku tidak masuk angin
Jander Chilles
Jander Chilles
Minum susu hangatnya saja
Greesa Damon
Greesa Damon
Lalu teh hijaunya?
Jander Chilles
Jander Chilles
Kau tidak tau cara meminumnya jadi jangan sembarangan meminumnya
Greesa menurut lalu memilih meminum susu hangat Strawberry yang tadi sudah bibi Melin buatkan atas suruhan Jander.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!