Part 11
Ny.Carissa
Lukanya masih terasa sakit, Sayang?
Greesa Damon
Sudah tidak terlalu sakit, Mah
Ny.Carissa
Syukurlah kalau begitu. Mamah begitu takut dan khawatir kalau lukanya parah dan kamu sampai kenapa-kenapa
*sambil mengusap dan merapikan rambut Greesa
Greesa Damon
Mamah tidak merasakan lelah karena baru saja sampai?
Ny.Carissa
Tidak, Sayang. Mamah sudah cukup terbiasa, di pesawat tadi juga sudah banyak beristirahat dan tidur agar saat sampai nanti tidak begitu kelelahan dan mengantuk
Greesa Damon
"Tapi jika Mamah masih merasakan lelah lebih baik beristirahat saja lebih dulu
Greesa Damon
Greesa khawatir Mamah nanti kenapa-kenapa karena kelelahan
Ny.Carissa
*Terkekeh mendengarnya
Nanti Mamah akan beristirahat, jangan khawatir. Walaupun Mamah sudah tua seperti ini tubuh Mamah masih begitu kuat bahkan untuk berkeliling dunia sekalipun
Membuat Greesa langsung tersenyum dan terkekeh mendengarnya
Ny.Carissa
Mamah dan Papah akan lamakan berada di sini?
Ny.Carissa
Sekitar 2 Minggu. Karena besok Jander akan pergi ke Milan jadi Mamah dan Papah akan di sini untuk menjaga dan menemanimu
Greesa Damon
Jander akan pergi ke Milan?
Ny.Carissa
Kamu tidak tau, apa Jander belum memberi tau?
Greesa Damon
Belum, Mah. Mungkin karena kejadian kemarin membuat Jander lupa memberi tau Greesa
Carissa langsung mengusap rambut menantunya dengan lembut.
Ny.Carissa
Besok pagi Jander akan pergi ke Milan karena dia ada perjalanan bisnis
Ny.Carissa
Sebenarnya Jander ingin pergi membawamu tapi Mamah melarang karena kondisimu masih seperti ini
Ny.Carissa
Kalaupun kamu ikut nanti, Mamah khawatir kamu akan sendirian di sana sementara Jander akan begitu sibuk bekerja
Ny.Carissa
Mamah dan Papah begitupun dengan orang tuamu tidak ingin kamu kenapa-kenapa di sana nanti apalagi sampai 2 Minggu lamanya
Ny.Carissa
Jadi lebih baik tinggal saja ya, Sayang
Greesa Damon
*mengangguk setuju
Greesa akan tinggal dengan Mamah dan Papah agar Mamah dan Papah tidak khawatir dan tidak merepotkan Jander nantinya
Ny.Carissa
Jadi tidak papakan jauh dengan Jander selama 2 Minggu?
Greesa Damon
Tidak papa, Mah
Ny.Carissa
Senang atau sedih?
*Tanya Carissa yang membuat Greesa langsung terdiam
Carissa yang melihat pun langsung terkekeh sambil mengusap pipi Greesa.
Ny.Carissa
Jander tidak jahat dan kasar kan, Sayang?
Greesa Damon
*Menggeleng sambil tersenyum
Ny.Carissa
Syukurlah kalau begitu. Mamah senang mengetahuinya dan Mamah juga selalu berdoa dan berharap agar kalian hidup bahagia dengan tenang dan saling mencintai
Greesa Damon
Sama seperti Mamah dan Papah semua
Ny.Carissa
Tapi harus lebih dari Mamah dan Papah semua
Ny.Carissa
Terutama jangan lupa memberikan Mamah dan Papah cucu yang banyak
Greesa kembali mengangguk sambil tersenyum meyakinkan Carissa. Membuat Carissa senang melihatnya sambil mengusapi pipi dan menggenggam lembut tangan Greesa.
Ny.Carissa
Kamu sekarang bukan hanya menantu Mamah dan Papah, tapi juga anak kesayangan Mamah dan Papah
Ny.Carissa
Itu kenapa kami semua menyayangimu dan tidak ingin kamu sampai kenapa-kenapa
Greesa Damon
Terimakasih, Mah. Greesa juga sama halnya sudah menganggap Mamah dan Papah seperti orang tua Greesa sendiri dan Greesa sangat menyayangi semuanya
Carissa langsung terkekeh dengan gemas yang membuat Greesa langsung merasakan begitu bahagia sampai tidak bisa menyembunyikan tawanya.
Lalu tidak lama setelahnya, bibi Melin terlihat datang sambil tersenyum dengan senang melihat pada keduanya.
Bibi Melin
Ayo di makan dulu, Nyonya-Nyonya
Bibi Melin menyediakan dan meletakkan banyak makanan di atas meja dan tidak lupa memberikan segelas susu Strawberry untuk Greesa.
Greesa Damon
Terimakasih, bibi Melin
Bibi Melin
Sama-sama, Sayang. Makan yang banyak ya, jika setelah ini ingin sesuatu yang lain langsung katakan saja pada bibi
Lalu bibi Melin beralih melihat pada Carissa yang ikut membantu menyusun makanan.
Bibi Melin
Apa Nyonya ingin sesuatu yang lain?
Ny.Carissa
Tidak perlu bi, semaunya sudah banyak dan cukup
Bibi Melin
Kalau begitu saya permisi dulu, selamat menikmati makan siangnya
Bibi Melin menunduk dengan sopan dan setelah itu beranjak pergi ke dapur.
Membuat Carissa dan Greesa kini mulai makan dan melihat bagaimana banyaknya hidangan makanan di atas meja, karena Carissa tadi menyuruh bibi Melin dan para pelayan untuk memasak banyak makanan enak untuk Greesa yang tentunya tidak ada daging ayamnya.
Saat keduanya tengah makan. Jander dan Tama terlihat datang menghampiri membuat Carissa yang melihat langsung menyuruh keduanya untuk makan.
Carissa juga langsung mengambil dan menyediakan piring sambil setelahnya beranjak pindah tempat duduk agar Jander bisa duduk di samping Greesa, membuat Greesa yang melihat sampai kebingungan karena Mamah mertuanya itu tampak begitu sibuk.
Tn.Tama
Makan yang banyak, Nak
Tn.Tama
Mulai sekarang, jika Jander berbuat macam-macam lagi langsung katakan saja pada Papah dan kedua orang tuamu agar kami bisa langsung mempenjarainya
Mendengar itu membuat Jander langsung menoleh menatap kesal pada ayahnya, sementara Greesa hanya bisa terdiam dan Carissa yang mendengar dan melihat hanya bisa geleng-geleng kepala.
Ny.Carissa
Sudah, berdebatnya. Sekarang cepat makan
*merelai keduanya
Jander Chilles
Minum obat dan vitaminnya lalu setelah itu tidur
Greesa langsung menoleh melihat pada Jander setelah ia yang baru saja keluar dari kamar mandi dan suaminya itu sudah langsung mengingatkannya untuk meminum obatnya.
Membuat Greesa langsung beralih mengambil obat dan vitaminnya yang ada di meja riasnya lalu setelah itu mulai meminumnya.
Setelah sudah selesai. Greesa beralih melihat pada Jander yang kini tengah sibuk dengan pekerjaannya yang membuat Greesa mengurungkan niatnya untuk menanyakan soal keberangkatan Jander besok pagi ke Milan.
Karena melihat bagaimana Jander yang begitu sibuk dan Greesa yang tidak ingin menganggu suaminya, membuat Greesa memilih untuk beranjak pergi menuju pada ranjang.
Jander yang melihat pada Greesa pun langsung beralih menoleh, melihat pada istrinya lalu setelahnya beralih melepaskan kaca mata dan juga menutup laptopnya
Setelah itu, Jander beranjak berdiri menghampiri pada Greesa sambil melepaskan jam tangannya dan meletakkannya di atas meja nakas.
Jander Chilles
Besok pagi aku akan pergi ke Milan selama 2 Minggu
Greesa Damon
*Menoleh
Kau akan melakukan perjalanan bisnis?
Jander Chilles
Hmm.. Mamah dan Papah akan di sini untuk menjaga dan menemanimu
Jander Chilles
Tapi walaupun begitu kau tidak boleh pergi kemana-mana tanpa izin dariku
Greesa langsung terdiam mendengarnya. Membuat Jander melangkah lebih dekat menatap pada istrinya.
Jander Chilles
Ingat dengan pesanku. Biarpun ada Mamah dan Papah di sini, aku tidak akan pernah mengizinkanmu untuk pergi keluar
Greesa Damon
Kenapa kau tidak pernah mengizinkanku untuk pergi keluar?
Greesa Damon
*Menunduk dengan takut
Maaf, aku hanya ingin bertanya
Jander langsung meraih dagu Greesa agar menatapnya yang membuat Greesa langsung tersentak kaget sambil menahan lengan suaminya, karena melihat bagaimana wajah keduanya yang begitu dekat dan tatapan tajam mata Jander membuat Greesa begitu takut melihatnya.
Jander Chilles
Itu sudah aturannya jadi kau harus menurut
Greesa langsung mengangguk. Sambil masih menatap pada suaminya dan menahan lengan Jander.
Jander yang melihat langsung beralih menarik pinggang Greesa dengan tangan kirinya, membuat tubuh keduanya kini langsung menempel dengan jarak yang begitu dekat sampai membuat Greesa kaget dan beralih menahan dada suaminya agar Jander melepaskannya.
Namun bukanya menjauh atau melepaskan rengkuhannya. Jander justru semakin menarik dan mencengkram kuat pinggang istrinya begitupun dengan dagu Greesa yang membuat Greesa langsung merintih kesakitan.
Jander Chilles
Tidak suka jika suamimu menyentuhmu?
Greesa Damon
Bukan seperti itu, tapi ini ...
Jander langsung melepaskan cengkraman tangannya pada dagu Greesa dan beralih mengusapi pipi Greesa dengan lembut sambil menelusupkan jarinya masuk di antara telinga dan rambut istrinya.
Membuat Greesa yang merasakan tampak begitu takut sambil menatap gugup pada suaminya, ingin sekali menolak atau menghindar lagi, namun Jander menahan kuat pinggangnya yang tentu saja membuat Greesa hanya bisa diam dengan pasrah.
Bahkan saat Greesa ingin mengalihkan pandangannya dan berusaha melepaskan lengan suaminya.
Jander langsung menahannya sambil menarik pinggang Greesa ke atas yang membuat Greesa sampai harus berjinjit, karena tarikan dari satu lengan Jander yang begitu kuat sampai membuat tubuh Greesa terangkat.
Jander Chilles
Diam. Aku belum selesai menatapmu
Greesa langsung mengerjap-ngerjapkan matanya dengan bingung, karena kaget setelah mendengar ucapan Jander yang membuat Greesa langsung merasakan pipinya seperti memanas. Terlebih lagi jarak di antara keduanya begitu dekat dan Jander yang masih menatap dengan begitu lekat, membuat Greesa benar-benar gugup sambil meremas kuat lengan suaminya.
Bahkan saat Jander semakin mendekat dan menghapus jarak di antara keduanya.
Greesa dengan cepat langsung memejamkan matanya bersamaan dengan sesuatu yang terasa hangat menempel di bibirnya. Membuat Greesa benar-benar kaget dan shock bahkan tidak percaya, karena Jander kini tengah menciumnya secara terang-terangan dalam keadaan yang sadar sepenuhnya.
Merasakan bagaimana Jander yang menciumnya dengan sedikit kasar sampai membuat tubuh Greesa terdorong.
Membuat Greesa langsung beralih menahan dada dan lengan suaminya lagi untuk masih berusaha melepaskan diri, namun itu justru membuat Jander langsung menggenggam tangan Greesa sambil mengangkat tubuh Greesa membawanya berbaring di atas ranjang.
Jander Chilles
Buka mulutmu
Greesa Damon
Aku tidak bisa bernafas
Jander Chilles
Kau tidak tau cara berciuman?
Greesa Damon
*Dengan gugup menggeleng sambil menatap takut pada mata tajam suaminya
Membuat Jander yang melihat langsung beralih meraih tangan istrinya yang menahan pada dadanya dan melihat itu membuat Greesa hanya bisa terdiam dan menurut.
Bahkan saat merasakan bagaimana Jander beralih mengusap keningnya yang terluka dengan begitu pelan membuat Greesa tidak pernah lepas terus menatap pada wajah tampan suaminya.
Lalu setelahnya. Jander kembali menatap dan menundukkan kepalanya yang membuat Greesa langsung memejamkan matanya dengan takut.
Takut jika Jander menciumnya lagi namun Jander tampak hanya terdiam menatap pada wajah istrinya, dan saat Greesa mengintip ingin membuka matanya. Jander langsung mencium bibir Gressa sampai membuat Greesa melenguh dengan kaget.
Karena dengan tidak sabarannya Jander mencium dan melumat bibir Gressa sampai membuat Greesa berusaha untuk menahan dan menghentikannya.
Namun Jander justru langsung menjauhkan kedua tangan Greesa dan semakin merengkuh kuat pinggang dan pipi istrinya sampai membuat Greesa tidak bisa menolak ataupun bergerak dan kini hanya bisa pasrah.
Jander bahkan tidak henti-hentinya terus melumat dan menyesap bibir Istrinya seolah daging kenyal itu akan hilang jika ia melepaskannya, sampai-sampai membuat Greesa mulai kualahan dan kesulitan untuk bernafas.
Bahkan Jander sampai kelepasan mengigit bibir Gressa dengan kasar sebelum ia melepaskan tautannya yang membuat Greesa langsung mendesis dan menghela nafasnya dengan cepat.
Jander terus melumat dan mencium bibir Gressa sambil setelahnya melesatkan lidahnya masuk untuk mengabsen dan membelit lidah istrinya sampai-sampai hampir membuat Greesa tersedak.
Bahkan Jander sampai kelepasan mengigit bibir Gressa dengan kasar sebelum ia melepaskan tautannya yang membuat Greesa langsung mendesis dan menghela nafasnya dengan cepat.
Melihat itu, membuat Jander langsung beralih mengusapi pipi istrinya dengan lembut saat melihat bagaimana wajah Greesa yang tampak terlihat sedikit memucat.
Jander juga mengusap bibir Greesa yang terlihat bengkak dan memerah karena ulahnya yang membuat Greesa hanya diam melihat dengan gugup sambil mengatur nafasnya.
Melihat bagaimana tatapan dan aura lain dari suaminya membuat Greesa benar-benar takut sampai tubuhnya terasa kaku dan tidak bisa bergerak, karena untuk pertama kalinya melihat Jander seperti ini yang membuat pria itu terlihat begitu mengerikan.
Greesa menahan tangan suaminya saat merasakan tangan Jander masuk mengusap pahanya, membuat Jander setelahnya beralih menatap pada wajah istrinya.
Greesa Damon
Apa yang ingin kau lakukan?
Greesa Damon
Tapi... aku, aku baru saja mendapatkan bulananku
Greesa begitu ketakutan untuk mengatakannya kepada Jander sampai membuatnya menangis, membuat Jander yang melihat hanya terdiam lalu beralih mengusap pipi istrinya.
Jander Chilles
Kau bisa mengatakannya tanpa perlu mengeluarkan air mata
Greesa Damon
Aku takut kau marah
Jander mencium lagi bibi Greesa dengan pelan lalu setelah itu melepaskannya dan beranjak bangun, membuat Greesa terdiam melihat pada suaminya.
Setelah sudah selesai mandi dan berpakaian Greesa langsung beralih membantu suaminya untuk bersiap, karena pagi ini Jander akan berangkat ke Milan bersama Matteo, Jovan, dan Reno dan pesawat mereka akan terbang pagi ini jam 10 yang membuat Greesa tentunya bangun dengan cepat lalu segera membantu Jander.
Greesa membantu menyiapkan kemeja dan jas suaminya, serta melihat jika apa yang Jander katakan ada di dalam koper. Lalu selebihnya Jander hanya membawa sedikit pakaian dan sudah menyiapkannya di dalam koper dan tadi William sudah membawanya keluar.
Lalu kini. Greesa hanya diam duduk di tepi ranjang melihat pada Jander yang tengah mengancingkan kemejanya.
Setelah sudah selesai, Jander beralih mengambil dasinya lalu menoleh melihat pada istrinya.
Membuat Greesa tampak bingung sampai Jander menghampirinya dan memberikan dasi tersebut.
Dengan kaget dan gugup Greesa langsung beranjak berdiri dan mengambil dasi tersebut.
Namun saat ingin memasangkannya Greesa tampak kebingungan lagi, karena tidak sampai meraih leher suaminya yang begitu tinggi sedangkan tinggi Greesa di bawah dada Jander.
Greesa Damon
Bisa kau sedikit menunduk
Jander langsung menundukkan sedikit tubuhnya dan itu masih harus membuat Greesa berjinjit untuk meraihnya, membuat Jander yang melihat langsung beralih mengangkat tubuh Greesa dan membawanya duduk di atas meja rias.
Greesa Damon
Jander!
*kaget
Jander Chilles
Cepat, aku tidak ada waktu lagi
Mendengar itu membuat Greesa sebisa mungkin untuk bisa fokus dan tenang lalu mulai memasangkan dasi untuk suaminya. Setelah sudah selesai.
Greesa sedikit merapikannya yang membuat Jander beralih bercermin di hadapan Greesa karena kacanya ada di belakang Greesa.
Greesa Damon
Biar ku ambilkan jasnya
*sambil ingin beranjak turun namun Jander dengan cepat menahannya
Beralih mendekatkan dirinya lalu mulai meraih pinggang istrinya yang membuat Greesa langsung terdiam menatap kaget pada suaminya. Lalu setelah itu, Jander mulai mencium bibir Greesa yang membuat Greesa langsung memejamkan matanya.
Pintu kamar tiba-tiba saja terdengar di ketuk yang membuat Greesa langsung mendorong pelan bahu suaminya, membuat Jander langsung melepaskan tautannya yang baru saja menempel dengan rasa kesal.
Greesa Damon
Mamah dan Papah pasti sudah menunggu untuk sarapan bersama
*ujarnya yang membuat Jander langsung menjauhkan dirinya
Greesa pun beranjak turun lalu Jander beralih mengambil jasnya dan setelah itu keduanya langsung beranjak keluar dari kamar.
Menuruni anak tangga bersama menuju lantai satu menuju pada dapur dan sesampainya di meja makan terlihat Carissa dan Tama yang sudah menunggu dan para pelayan serta bibi Melin terlihat tengah menghidangkan makanan di atas meja.
Ny.Carissa
Ayo duduk kita sarapan bersama
Jander dan Greesa pun langsung duduk.
Ny.Carissa
Mamah sudah meminta bibi Melin dan para pelayan untuk memasak yang enak-enak dan semua ini tidak ada daging ayamnya jadi aman
Greesa Damon
Terimakasih, Mah
Ny.Carissa
*tersenyum dengan senang
Ayo di makan dan makan yang banyak *suruhnya dan beralih melihat pada Jander
Ny.Carissa
Jam berapa kalian akan berangkat?
Jander Chilles
Setelah ini
Ny.Carissa
Ingin Mamah bawakan sesuatu yang kamu butuhkan?
Jander Chilles
Bukankah Mamah melarang?
Carissa tampak terdiam dengan bingung begitupun dengan Tama yang langsung menoleh, namun setelah keduanya paham mereka langsung menghela nafas melihat pada Greesa yang tampak tidak paham dengan ucapan suaminya.
Ny.Carissa
Berapa lama saat di Milan nanti?
Jander Chilles
Hanya 5 hari karena Matteo dan Jovan akan mengurus sisanya
Ny.Carissa
Syukurlah kalau begitu
Tn.Tama
Jaga dirimu saat di sana dan jangan macam-macam karena kamu sudah memiliki istri
Jander Chilles
Aku tidak seperti, Papah
Tn.Tama
Apa maksudmu? Kamu menuduh Papah suka menggoda wanita di luar sana?
Jander memilih diam yang membuat Tama kesal melihatnya, lalu setelah itu beralih melihat pada istrinya yang membuat Carissa memilih sibuk memperhatikan Greesa.
Setelah sudah selesai sarapan, mereka membantu dan melihat Jander yang kini akan berangkat.
Karena Matteo sudah datang menjemput ke mansion dan mereka tidak bisa mengantar sampai ke bandara karena Jander akan pergi menggunakan jet pribadinya.
Greesa yang melihat tampak hanya diam menatap pada suaminya, membuat Jander yang melihat beralih menghampiri pada istrinya sebelum ia masuk ke dalam mobil. Greesa yang melihat pada Jander pun tampak langsung gugup dan bingung, karena di sana ada banyak orang yang melihat terlebih lagi di sampingnya ada Carissa dan Tama.
Tn.Tama
Greesa akan lebih aman jika dengan Papah dan Mamah jadi jangan khawatir
Namun Jander tidak peduli karena setelahnya langsung mencium istrinya.
Membuat mereka yang melihat tampak langsung kaget sambil mengalihkan pandangan, sementara Greesa hanya bisa diam masih mengumpulkan kesadarannya dan saat Jander melepaskan tautannya Greesa langsung menunduk dengan malu.
Jander Chilles
Papah yang tidak sopan
Tama langsung menatap kesal pada putranya yang membuat Carissa langsung menjauhkan keduanya.
Ny.Carissa
Sudah-sudah, kenapa kalian ini terus berdebat dan berkelahi!
Setelah itu Jander beranjak ingin pergi, namun Greesa dengan pelan menahan lengan suaminya yang membuat Jander langsung menoleh.
Jander hanya mengusap tangan istrinya dan setelah itu mereka mulai masuk ke dalam mobil.
Matteo
Kami pergi dulu Tante, Om, Greesa
*sambil tersenyum
Ny.Carissa
Hati-hati, bawa mobilnya pelan-pelan
*suruhnya yang membuat Matteo langsung hormat sambil terkekeh
Mobil mereka pun mulai melaju pergi yang membuat Carissa, Tama, dan Greesa hanya diam melihatnya sampai 4 mobil itu keluar dari gerbang.
Ny.Carissa
Ayo masuk, Sayang
Greesa langsung melangkah masuk dengan Carissa yang menggandengnya.
Ny.Carissa
Mamah dan bibi Melin siang ini berencana membuat kue dan pai daging, kamu mau ikut membantu Mamah dan bibi Melin?
Ny.Carissa
Sekarang kita nonton tv saja sambil bersantai-santai
Comments