Part 8

Bibi Melin
Bibi Melin
Bibi juga bawakan makan siang untukmu di dalam sini, jadi nanti kalian bisa makan siang bersama
Greesa Damon
Greesa Damon
Tapi Greesa masih kenyang habis pancake buatan bibi tadi
Bibi Melin
Bibi Melin
Makan siang dengan nasi dan pancake itu berbeda, Sayang. Jadi nanti harus di makan dan di habiskan
Mau tidak mau Greesa mengangguk menurut, membuat bibi Melin tersenyum sambil mengusap lembut tangan Greesa.
Setelah itu, salah satu bodyguard Jander datang yang membuat bibi Melin memberikan tas bekal makan siangnya sambil bodyguard itu beralih membukakan pintu mobil untuk Greesa.
Lalu Greesa segera masuk yang membuat bibi Melin langsung melambaikan tangannya, bodyguard tadi juga ikut masuk duduk di kursi samping pengemudi. Mobil pun mulai melaju pergi di ikuti dengan 2 mobil di belakang yang membuat Greesa sedikit kebingungan melihatnya.
Namun Greesa kini hanya bisa pasrah dan menurut sambil menahan rasa takut dan gugupnya.
Setelah sampai di kantor perusahaan Jander. Greesa tampak semakin takut dan gugup, terlebih lagi langsung melihat di lobby sudah ada sekitar 5 orang pria yang sama seperti bodyguard suaminya yang sudah menunggu lalu setelah itu membantu membukakan pintu mobil.
Membuat Greesa langsung keluar dari dalam mobil yang membuat mereka langsung menunduk dengan sopan, tidak lama setelahnya juga William terlihat datang langsung menghampiri pada Greesa sambil menunduk dan setelahnya beralih mengambilkan tas bekal makan siang yang di bawakan oleh salah satu bodyguard Jander.
William
William
Nyonya ingin masuk sekarang?
Greesa langsung mengangguk, lalu William mempersilahkan Greesa untuk masuk yang membuat penjaga di pintu lobby langsung membukakan pintu sambil menunduk dengan sopan saat Greesa lewat.
Sesampainya di depan lift, keduanya langsung masuk ke dalam lift dan William mulai menekan tombol pada lantai 50 yang membuat Greesa sedikit kaget melihatnya, karena tidak bisa membayangkan setinggi apa lantai 50.
Sedangkan kantor perusahaan milik ayahnya yang hanya tinggi 17 lantai saja sudah terlihat begitu tinggi dan mengerikan, bagaimana dengan lantai 50 pada kantor perusahaan Jander?
Ting!
Pintu lift mulai terbuka yang membuat William dan Greesa melangkah keluar.
William
William
Ruangan Tuan ada di sana, Nyonya. Nanti Nyonya bisa bertanya dengan sekertaris Tuan Jander yang ada di sana
Greesa Damon
Greesa Damon
*mengangguk Terimakasih sudah mengantarkan ku
William
William
*Menunduk Maaf, jika saya hanya bisa mengantarkan Nyonya sampai di sini
Greesa Damon
Greesa Damon
Iya, tidak papa
William kembali menunduk dengan sopan, lalu setelahnya Greesa mulai melangkah pergi menuju pada ruangan kerja suaminya. Membuat Greesa tampak terlihat semakin takut dan gugup, sampai-sampai membuat tangannya bergetar dan berkeringat dingin.
Wanita
Wanita
Selamat siang, Nyonya Greesa
Greesa sontak langsung menoleh dengan sedikit kaget yang membuat wanita yang tadi menyapanya langsung menghampiri sambil tersenyum dengan sopan.
Greesa Damon
Greesa Damon
S-Siang
Wanita
Wanita
Maaf, Nyonya. Ada yang bisa saya bantu?
Greesa Damon
Greesa Damon
Apa Jander ada di ruangannya?
Wanita
Wanita
Tuan Jander masih sibuk meeting, Nyonya. Dan mungkin sejam lagi baru selesai, apa Nyonya ingin menunggu Tuan?
Greesa Damon
Greesa Damon
Iya, aku ingin menunggunya di sini
Wanita
Wanita
Kalau begitu Nyonya bisa masuk lebih dulu ke dalam ruangan Tuan agar bisa menunggu di dalam
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku ingin menunggu di luar saja, apa boleh?
Wanita
Wanita
Nyonya akan kelelahan dan kedinginan nantinya, jadi lebih baik menunggu di dalam saja karena Tuan Jander pastinya tidak akan marah jika Istrinya sendiri yang masuk
Greesa tersenyum dengan canggung saat mendengarnya. Sambil mengingat ucapan tajam Jander seminggu yang lalu di benak pikirannya yang membuat Greesa begitu takut.
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku ingin menunggu di ruangan tunggu saja, apa boleh?
Wanita
Wanita
Nyonya, yakin?
Greesa Damon
Greesa Damon
*Mengangguk sambil tersenyum
Wanita
Wanita
Tapi Nyonya, Tuan bisa saja masih lama lagi karena meeting nya begitu penting
Wanita
Wanita
Saya takut Nyonya tidak nyaman atau kenapa-kenapa nantinya, dan Tuan Jander pastinya akan marah jika mengetahuinya
Greesa Damon
Greesa Damon
Jander tidak akan marah dan ini atas keinginanku, jadi sepertinya tidak papa
Baiklah ruangan tunggunya ada di sebelah sana, Nyonya. Nanti jika Tuan sudah kembali Nyonya pasti bisa melihatnya dan saya juga akan langsung memberi tau pada, Nyonya dan Tuan Jander.
Greesa Damon
Greesa Damon
Baiklah kalau begitu, terimakasih
Wanita
Wanita
Sama-sama, Nyonya. Nanti jika Nyonya menginginkan sesuatu katakan saja pada saya
Greesa mengangguk, lalu setelah itu segera pergi menuju pada ruangan tunggu yang hanya berjarak beberapa langkah dari ruangan kerja Jander.
Karena ruangannya bersebelahan dan juga berdempet, dengan dinding yang setengah dari dindingnya adalah dinding kaca tembus pandang di bagian atas jadi Greesa bisa melihat siapa saja yang lewat atau jika Jander yang sudah datang.
Sambil menunggu, Greesa tampak hanya diam duduk di kursi sambil menatap pada tas bekal makan siang yang ia bawa untuk suaminya.
Membuat pikiran Greesa sedari tadi tampak tidak tenang dan gelisah, namun Greesa berusaha untuk diam walau terus meremas dan menekan kuat telapak tangannya untuk menghilangkan rasa takutnya.
20 menit setelahnya
40 menit setelahnya
1 jam setelahnya
2 jam setelahnya
Bahkan sampai 3 jam lebih lamanya Greesa sudah menunggu.
Namun Jander sedari tadi tampak belum terlihat dan datang yang membuat Greesa sudah tampak lelah dan gelisah terus duduk dan mondar-mandir di ruangan tersebut.
Membuat Greesa pada akhirnya pun memilih untuk keluar dan pergi, karena tidak memungkinkan jika Greesa akan menunggu lebih lama lagi yang membuat bekal makan siang yang ia bawa pastinya sudah dingin dan tidak enak.
Namun saat Greesa ingin keluar dan baru saja memegang knop pintu, Greesa melihat Jander yang baru saja keluar dari dalam lift yang membuat Greesa langsung tersenyum melihatnya. Sebelum setelahnya senyuman itu langsung hilang, saat Greesa melihat seorang wanita yang sedang menggandeng lengan suaminya dengan mesra.
Keduanya bahkan berjalan beriringan menuju pada ruangan Jander yang membuat Greesa langsung melepaskan pegangannya pada knop pintu sambil beralih memegangi dadanya, karena entah kenapa melihat hal tersebut di depan matanya sendiri membuat Greesa langsung merasakan sesak dan ingin menangis.
Namun Greesa berusaha keras untuk menahan dirinya, air matanya yang tanpa sadar langsung mengalir dan menetes pun dengan cepat Greesa usap sambil setelahnya menghela nafasnya dengan pelan.
Dengan cepat Greesa mengambil tas bekalnya tadi lalu setelah itu segera melangkah pergi keluar dari ruangan langsung menuju pada lift agar tidak ada yang melihatnya.
•••
???
???
Jander, kumohon...
Jander Chilles
Jander Chilles
Keluar dari ruanganku sekarang
???
???
Kau benar-benar tidak merindukanku setelah 3 bulan kau pergi ke Paris untuk pernikahanmu karena perjodohan itu?
Jander Chilles
Jander Chilles
Apa kau tuli?
???
???
Aku sangat merindukanmu jadi aku tidak mau pergi
Dengan kasar Jander langsung melepaskan dan mendorong tubuh Berly ke arah sofa saat wanita itu secara tiba-tiba langsung memeluknya, membuat Berly tentunya langsung marah sambil menatap kesal pada Jander yang tampak tidak peduli padanya.
Jander Chilles
Jander Chilles
Keluar sebelum aku mempermalukan mu di sini
Berly
Berly
Aku sudah melakukan apapun yang kau suruh selama ini, apa semua itu tidak ada artinya bagimu?
Jander Chilles
Jander Chilles
Kau hanya j*lang murahan yang rela terus membuka kedua kakimu demi uang. Apa uang-uang yang selama ini ku berikan masih kurang sehingga kau datang lagi padaku?
Berly
Berly
Berani sekali kau menghinaku seperti itu! Apa kau lupa kau pernah melecehkan ku bahkan sampai hampir memp*****aku?!
Jander Chilles
Jander Chilles
*terkekeh mendengarnya sambil menatap tajam pada Berly Hampir mempe****a mu, bukankah itu yang kau mau? Bahkan kau sampai rela melakukan apapun itu agar aku mau menidurimu
Berly
Berly
Dasar brengsek!
Jander langsung mendekat yang membuat Berly langsung melangkah mundur dengan takut, lalu setelahnya Jander beralih menarik kebelakang rambut Berly yang membuat wanita itu langsung merintih kesakitan.
Jander Chilles
Jander Chilles
Kau tau apa akibatnya jika berani berurusan denganku
Berly hanya diam, menatap tajam pada Jander yang membuat Jander langsung mendorong tubuh Berly ke lantai.
Lalu setelah itu, Jander beralih menekan tombol interkom untuk memanggil penjaga, membuat Berly langsung mengamuk dan berontak saat dua orang penjaga datang mulai memborgol dan menyeretnya keluar.
Setelah pintu ruangan tertutup. Jander beralih mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya namun tidak lama setelahnya pintu terdengar di ketuk yang membuat Jander langsung menyuruhnya untuk masuk.
Terlihat Anne sekertaris nya berdiri di dekat pintu sambil menunduk dengan sopan yang membuat Jander hanya melihatnya sebentar.
Anne //Sekretaris
Anne //Sekretaris
Maaf menganggu, Tuan. Tadi saat jam 11 siang Nyonya Greesa datang ke kantor tapi sekarang sudah tidak ada di ruangan tunggu, apa Tuan sudah bertemu dengan Nyonya?
Jander Chilles
Jander Chilles
*Menoleh Dengan siapa dia kesini?
Anne //Sekretaris
Anne //Sekretaris
Nyonya datang sendirian, Tuan. Sambil membawakan tas bekal makanan
Anne //Sekretaris
Anne //Sekretaris
Saat Tuan tadi masih sibuk meeting dan saya meminta agar Nyonya menunggu di ruangan Tuan, Nyonya menolak dan lebih memilih untuk menunggu di ruangan tunggu.
Anne //Sekretaris
Anne //Sekretaris
Namun saat saya kesana untuk melihat, Nyonya sudah tidak ada di ruangan tunggunya
Mendengar itu membuat Jander langsung beranjak berdiri dan pergi dari ruangannya yang membuat Anne langsung membukakan pintu lalu setelahnya menunduk dengan sopan.
Jander langsung masuk ke dalam lift menuju pada lantai satu.
Sesampainya di lantai satu, Jander langsung melangkah keluar dari lobby yang membuat William yang melihat pada Tuannya langsung datang menghampiri sambil menunduk dengan sopan.
Jander Chilles
Jander Chilles
Siapa yang mengantarkan istriku ke sini dan dengan siapa dia datang?
William
William
Nyonya datang di antar dengan supir dan bodyguard, Tuan
Jander Chilles
Jander Chilles
Lalu siapa yang mengantarkannya pulang dan kenapa tidak ada yang meminta izin padaku?!
William
William
*Menunduk "Maaf, Tuan. Tadi saya tidak bisa mengatakannya langsung kepada Tuan karena Tuan sedang meeting
William
William
Namun kata Tuan Matteo dia yang akan mengatakannya pada Tuan jika Nyonya ada di kantor. Dan sekarang, kami belum ada melihat Nyonya keluar, Tuan
Jander Chilles
Jander Chilles
Apa kalian selalu berjaga dan mengawasi di sini?!
William
William
Maaf, Tuan. Saya tadi hanya mengantarkan Nyonya sampai ruangan, Tuan
William
William
Selebihnya saya tidak tau dan tidak ada melihat Nyonya lagi
Lalu salah satu penjaga lainnya tampak terlihat mendekat dengan khawatir yang membuat Jander langsung menatapnya dengan tajam.
???
???
Maaf, Tuan. Tadi sekitar 20 menit yang lalu saya ada melihat Nyonya keluar dari pintu lobby lalu langsung pergi menggunakan taxi, saya tidak sempat menahan atau bertanya dengan Nyonya, karena Nyonya pergi terburu-buru dan sedikit berlari
Mendengarnya membuat Jander langsung merampas kunci mobil dari tangan William yang membuat William kaget dan hanya bisa menunduk, lalu setelah itu Jander mulai masuk ke dalam mobilnya dan kini mulai melajukan mobilnya pergi meninggalkan kantor perusahaannya.
•••
Greesa Damon
Greesa Damon
Bibi, di mana bibi Melin?
???
???
Bibi Melin sedang pergi keluar untuk membeli buah-buahan, Nyonya
Greesa Damon
Greesa Damon
Apa sudah pergi sedari tadi?
???
???
Baru saja pergi sekitar beberapa menit yang lalu
Greesa Damon
Greesa Damon
*mengangguk
???
???
Apa Nyonya membutuhkan sesuatu?
Greesa Damon
Greesa Damon
Tidak ada, Bi
???
???
Jika Nyonya membutuhkan atau menginginkan sesuatu, katakan saja pada saya
Greesa Damon
Greesa Damon
Ya, terimakasih
???
???
Kalau begitu, saya ingin ke belakang sebentar untuk menyusun beberapa barang, Nyonya
Greesa langsung mengangguk sambil tersenyum, membuat pelayan itu menunduk dengan sopan lalu setelahnya beranjak pergi.
Melihatnya pun membuat Greesa beralih mengambil kotak bekal makan siang yang tadi ia bawa untuk Jander, karena bekal makan siang itu tidak di makan membuat Greesa beralih memeriksa dan melihatnya.
Ternyata bibi Melin benar-benar memasak begitu banyak bahkan sampai di susun dengan begitu rapi dan cantik. Membuat Greesa langsung merasakan sedih melihatnya jika makanan itu tidak di makan atau bahkan tidak di sentuh sama sekali.
Lalu Greesa pun beralih mencicipi dan merasakan rasanya apakah makanannya masih terasa enak atau tidak, dan setelah merasakan jika makanan yang bibi Melin masak masih terasa enak dan tidak basi, Greesa beralih memakannya dan sebagiannya Greesa panaskan lagi agar makanannya terasa hangat dan enak.
Membuat Greesa kini langsung merasakan senang dan tenang setelah menikmati makan siang masakan bibi Melin, tanpa memikirkan Jander dan siapa wanita yang tadi ia lihat tengah bersama dan bergandengan dengan suaminya.
Karena walupun hati dan pikirannya masih sesekali terasa sesak dan gelisah, Greesa masih memikirkan kondisi dan energi di tubuhnya yang kini sudah menurun.
Jander Chilles
Jander Chilles
Dengan siapa kau pergi ke kantor?
Sontak Greesa langsung menoleh dengan kaget saat mendengar suara Jander. Bahkan sampai hampir saja membuat Greesa tersedak makanannya saat dirinya kini tengah asik makan.
Greesa Damon
Greesa Damon
J-Jander...
Jander Chilles
Jander Chilles
Jawab pertanyaanku dengan siapa kau pergi tadi siang!
Greesa langsung beranjak berdiri dan melihat sepenuhnya pada presensi suaminya yang kini tengah berdiri tidak jauh darinya.
Lalu setelah itu Jander melangkah mendekat berdiri di dekat kursi yang berjarak satu, membuat Greesa langsung merasakan begitu takut dan was-was.
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku pergi di antar dengan supir dan para bodyguard
Jander Chilles
Jander Chilles
Siapa yang menyuruhmu?
Greesa Damon
Greesa Damon
Bibi Melin menyuruhku untuk mengantarkan bekal makan siang untukmu ke kantor
Jander Chilles
Jander Chilles
Namun kau tidak mengantarkannya dan saat sampai di sana kau justru langsung pulang tanpa memberitahuku?
Greesa Damon
Greesa Damon
*Menundukkan kepalanya sambil meremas tangannya "Aku... aku sudah menunggu selama 3 jam di sana tapi kau tidak terlihat. Mungkin kau masih sibuk meeting jadi aku memutuskan untuk pulang.
Jander Chilles
Jander Chilles
Kenapa tidak menunggu di ruangan kerjaku?
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku tidak ingin sembarangan masuk ke dalam ruangan mu tanpa izin lagi. Maaf
Jander Chilles
Jander Chilles
Kau bisa izin denganku terlebih dulu dan katakan padaku. Bukankan aku sudah pernah bilang padamu untuk jangan pernah pergi tanpa izin dariku?!
Greesa Damon
Greesa Damon
Maaf, aku benar-benar minta maaf dan melupakannya. Tadi juga aku lupa membawa ponselku
Jander Chilles
Jander Chilles
*Mendesis dengan kesal Sudah berapa kali ku katakan! Jangan pernah bertingkah semaumu karena kau belum tau apa akibatnya
Jander Chilles
Jander Chilles
Bahkan penjaga dan bodyguard yang banyak di luar sana, mereka bukan hanya bekerja untuk menjagamu jadi jangan berani untuk pergi dan keluar masuk tanpa izin dariku apalagi sampai pergi menggunakan taxi!
Greesa langsung terdiam. Kaget dan takut setelah mendengar Jander yang lagi dan lagi memarahinya bahkan sampai membentaknya dengan nada tinggi.
Membuat Greesa kini hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menahan dirinya agar tidak menangis, nafasnya bahkan sampai terasa begitu sulit dan sesak yang membuat Greesa langsung memejamkan matanya sebentar.
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku tidak akan mengulanginya lagi kali ini, maafkan aku
Jander Chilles
Jander Chilles
Tatap suamimu saat sedang berbicara!
Greesa langsung mengangkat kepalanya. Melihat dan menatap pada mata tajam Jander yang membuat air mata Greesa langsung lolos mengalir di pipinya, namun Greesa dengan cepat langsung menghapus dan mengusapnya.
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku janji, aku janji tidak akan mengulanginya lagi kali. Maafkan aku
Jander hanya diam melihat dan mendengarnya. Melihat bagaimana Greesa yang mulai menangis dan sesekali terisak, membuat Jander beralih melihat pada meja makan sebentar sebelum setelah itu langsung menarik tangan Greesa entah membawanya ke mana.
Greesa yang di tarik pun tampak langsung kaget sampai merintih kesakitan, karena Jander mencengkram kuat pergelangan tangan Greesa tanpa mengkhawatirkan dan memikirkan bagaimana keadaan istrinya.
Greesa Damon
Greesa Damon
Jander, sakit..
Setelahnya, tubuh Greesa langsung terduduk di sofa yang membuat Greesa langsung tersentak kaget sambil menatap takut pada suaminya dan memegangi pergelangan tangannya yang tampak terlihat memerah.
Membuat Jander yang melihat langsung beralih menarik pergelangan tangan istrinya sambil menatap lebih dekat pada Greesa.
Jander Chilles
Jander Chilles
Apa yang kau lihat?
Greesa terdiam dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
Jander Chilles
Jander Chilles
Tidak mau berbicara, hm?
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku tidak melihat apapun
Jander Chilles
Jander Chilles
Aku melihatmu keluar dari ruangan setelah aku datang
Greesa Damon
Greesa Damon
Itu tidak akan menjadi masalah di antara kita
Cengkraman Jander semakin kuat yang membuat Greesa langsung merintih kesakitan sambil menahan tangan suaminya.
Greesa Damon
Greesa Damon
Jander, kumohon lepaskan..
Jander Chilles
Jander Chilles
Tidak menjadi masalah? Apa kau sudah menganggap jika semua ini hanya main-main?
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku menurutimu, dan aku. Aku tidak ingin mengganggumu... hiks. Kumohon lepaskan aku, Jander. Aku benar-benar meminta maaf, kumohon maafkan aku...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!