Part 13

Greesa Damon
Greesa Damon
Mamah
Ny.Selena
Ny.Selena
Sayang. Di mana yang sakit, Nak?
Greesa yang masih mengumpulkan kesadaran dan menetralkan pengelihatannya tampak hanya terdiam, sambil mengerjap-ngerjapkan matanya yang membuat mereka tampak melihat begitu khawatir dan juga senang.
Greesa Damon
Greesa Damon
Mah?
Ny.Selena
Ny.Selena
Iya, Nak. Ini Mamah, Sayang
Mendengar dan melihat jika di hadapannya adalah ibunya, membuat Greesa langsung tersenyum dengan senang. Membuat Selena yang melihat ikut tersenyum sambil mengusap pipi putrinya dengan penuh kelembutan.
Ny.Selena
Ny.Selena
Di mana yang sakit, Sayang?
Greesa Damon
Greesa Damon
*menggeleng pelan Kapan Mamah datang?
Ny.Selena
Ny.Selena
Mamah baru saja datang untuk menjenguk dan melihat putri, Mamah
Greesa Damon
Greesa Damon
Lalu Papah?
Tn.Demian
Tn.Demian
Papah ada di sini, Sayang. Putri Papah menginginkan sesuatu?
Demian ikut mendekat yang membuat Greesa yang melihat pada ayahnya langsung tersenyum begitupun dengan Demian.
Greesa Damon
Greesa Damon
Greesa merindukan, Papah
Tn.Demian
Tn.Demian
Papah juga merindukan putri kecil Papah ini *sambil dengan pelan mengusap lengan putrinya
Membuat mereka semua yang melihat langsung ikut tersenyum dan terkekeh dengan senang.
Lalu setelahnya. Greesa beralih menoleh dan melihat jika di sekelilingnya ada Carissa, Tama, Yola, Ilona, Jovan, dan Matteo yang tengah melihat dan menatapnya. Membuat Greesa langsung tersenyum melihat pada mereka semua dan Carissa beralih mengusap lengan Greesa dengan pelan.
Ny.Selena
Ny.Selena
Bahunya terasa nyeri dan sakit, Sayang?
Greesa Damon
Greesa Damon
Tidak, Mah
Ny.Selena
Ny.Selena
Syukurlah kalau begitu. Tapi kita tunggu dokter Liana sebentar untuk memeriksa lukanya
Greesa hanya mengangguk dan beralih melihat pada ibu dan ayahnya yang membuat Selena langsung tersenyum.
Ny.Selena
Ny.Selena
Ingin sesuatu?
Greesa Damon
Greesa Damon
Apa Mamah dan Papah datang karena khawatir dengan Greesa?
Ny.Selena
Ny.Selena
Tentu saja, Sayang. Mamah dan Papah khawatir dan juga sangat merindukanmu
Greesa Damon
Greesa Damon
Maaf Greesa sudah membuat Mamah dan Papah khawatir
Dengan lembut Selena mengusap rambut putrinya lalu setelah itu mencium kening Greesa.
Ny.Selena
Ny.Selena
Tidak perlu meminta maaf, karena semua yang terjadi bukan keinginan kita sendiri
Ny.Selena
Ny.Selena
Jadi sekarang jangan memikirkan banyak hal apapun itu karena harus banyak beristirahat agar lukanya cepat sembuh
Greesa mengangguk yang membuat Selena sedikit tenang melihatnya.
Lalu pintu kamar terdengar terbuka yang membuat mereka langsung menoleh dan melihat pada dokter Liana yang datang.
Membuat Carissa langsung bergeser ke samping dan mempersilahkan dokter Liana untuk memeriksa dan mengecek keadaan Greesa.
Dokter Liana
Dokter Liana
Kita periksa sebentar ya
Ny.Selena
Ny.Selena
Iya, dokter
Dokter Liana
Dokter Liana
Apa bahunya masih terasa sakit?
Greesa Damon
Greesa Damon
*menggeleng
Dokter Liana
Dokter Liana
Berarti efek obatnya masih bekerja
Setelahnya dokter Liana mulai memeriksanya yang membuat Greesa langsung diam dengan takut. Selena yang melihat pun langsung menenangkan putrinya agar Greesa tidak gelisah.
Saat di mana dokter Liana menyentuh lengan kiri Greesa dan sedikit menggerakkannya itu langsung membuat Greesa merintih kesakitan. Membuat mereka yang melihat tampak begitu khawatir dan Selena pun dengan tenang langsung mengusap-usap lembut kepala dan pipi putrinya.
Greesa Damon
Greesa Damon
Sakit ...
Dokter Liana
Dokter Liana
Tahan sebentar ya
Greesa Damon
Greesa Damon
"Aku tidak mau di suntik, dokter
Dokter Liana
Dokter Liana
Aku hanya menyuntik sedikit agar rasa sakitnya tidak terasa jika efek obatnya habis
Greesa Damon
Greesa Damon
*Menggeleng
Ny.Selena
Ny.Selena
Hanya sebentar, Sayang
Greesa Damon
Greesa Damon
Tidak mau, Mah
Grease langsung menjauh dari dokter Liana yang membuat mereka kaget dan juga khawatir melihat pada luka Greesa.
Greesa Damon
Greesa Damon
Tidak mau. Aku tidak mau di suntik
Ny.Selena
Ny.Selena
Tapi harus di suntik sayang agar rasa sakitnya hilang
Greesa Damon
Greesa Damon
Greesa mau minum obat saja
Dokter Liana
Dokter Liana
Minum obatnya nanti dan untuk sekarang harus di suntik terlebih dulu
Dokter Liana dengan penuh kelembutan ikut merayu Greesa, namun Greesa tetap menolak sampai membuatnya kini menangis di pelukan ibunya.
Ny.Carissa
Ny.Carissa
Di suntik tidak sakit, Sayang
Carissa ikut membantu merayu begitu dengan yang lainnya namun Greesa tidak mau mendengarnya.
Ny.Selena
Ny.Selena
Hanya sebentar, Nak
Greesa Damon
Greesa Damon
Tidak mau!
Ny.Selena
Ny.Selena
Sayang
Greesa Damon
Greesa Damon
Dokter Liana jahat, Mah! Aku tidak mau di suntik!
Selena langsung memeluk tubuh putrinya dengan pelan saat melihat Greesa yang semakin menangis, bahkan Greesa sedikit memberontak yang membuat mereka semakin khawatir dengan lukanya sampai tidak ada yang berani untuk menyentuh Greesa kecuali Selena.
Karena mereka takut jika Greesa mengamuk yang membuat luka di bahunya semakin parah bahkan ini saja sudah terlihat mengeluarkan darah yang membuat mereka semakin khawatir.
Dokter Liana
Dokter Liana
Coba panggilkan, Jander. Dia pasti bisa menenangkan, Istrinya
Mendengar ucapan dokter Liana. Matteo dan Jovan langsung mau beranjak pergi namun tiba-tiba saja pintu ruangan terdengar terbuka yang membuat mereka semua langsung menoleh. Melihat pada Jander yang datang dengan angkuhnya menatap pada mereka semua lalu setelah itu beralih melihat pada Greesa yang kini tengah menangis.
Jander Chilles
Jander Chilles
Apa yang terjadi?
Greesa ikut menoleh dan menatap pada suaminya dengan sedikit kaget sampai membuatnya langsung berhenti menangis.
Melihat itu membuat Jander langsung menghampiri pada ibu mertuanya yang membuat Selena beralih menatap pada putrinya dengan lembut.
Ny.Selena
Ny.Selena
Dokter Liana tidak akan berani jahat jika ada Jander
Greesa Damon
Greesa Damon
Tapi Greesa tetap tidak mau di suntik
Jander Chilles
Jander Chilles
Kau tidak ingin sembuh?
Greesa Damon
Greesa Damon
*Menundukkan kepalanya dengan takut
Setelah itu, Selena beralih menyuruh Jander untuk mendekat yang membuat Greesa langsung menangis dalam diam tidak berani menatap pada suaminya.
Dokter Liana
Dokter Liana
Kalau begitu boleh aku periksa lagi?
Greesa Damon
Greesa Damon
*Mengangguk
Dokter Liana
Dokter Liana
Jangan takut ya, aku akan melakukannya dengan pelan dan hati-hati agar lukanya nanti tidak terasa sakit dan pastinya cepat sembuh
Greesa hanya mengangguk. Lalu saat dokter Liana mulai menyuntiknya Greesa langsung memejamkan matanya yang membuat Jander langsung beralih mengusap pipi istrinya.
Sampai membuat Greesa sedikit kaget dan melupakan rasa sakit suntikannya sampai dokter Liana selesai melakukannya.
Lalu setelah itu, dokter Liana beralih mengganti perban Greesa yang membuat Greesa hanya diam.
Selagi dokter Liana mengobati dan mengganti perban Greesa. Jander tidak pernah lepas terus melihat dan memperhatikan bagaimana luka di bahu istrinya, melihat bagaimana bahu Greesa yang tampak berdarah dan sobek karena terkena tembakan.
Setelah sudah selesai. Dokter Liana beralih mengambil perban baru namun ia lupa untuk menutupi bahu Greesa dan hampir saja membuat baju pasien Greesa turun ke bawah, tapi untungnya Jander dengan cepat langsung menahannya sambil beralih menoleh menatap tajam pada Matteo dan Jovan yang membuat keduanya langsung mundur dan menjauh.
Takut-takut jika mata mereka akan hilang jika berani melihat yang padahal keduanya tidak sama sekali melihat.
Dokter Liana
Dokter Liana
Apa masih terasa sakit?
Greesa Damon
Greesa Damon
*menggeleng dengan pelan
Mungkin karena masih dalam efek obat bius yang dokter Arion berikan sebelumnya lalu setelah itu mendapatkan suntikan dari dokter Liana membuat Greesa terlihat sedikit lemas dan sayup-sayup.
Membuat Jander yang melihat langsung membaringkan tubuh istrinya dengan pelan-pelan setelah dokter Liana selesai yang membuat Greesa setelahnya langsung memejamkan matanya.
Dokter Liana
Dokter Liana
Biarkan Greesa beristirahat lagi, karena tubuhnya kini masih dalam pengaruh obat bius serta obat penghilang rasa nyerinya
Dokter Liana
Dokter Liana
Agar nanti jika Greesa terbangun ia tidak merasakan begitu sakit dan nyeri di bahunya karena tubuhnya kini masih benar-benar lemah setelah kehilangan banyak darah
Mereka mengangguk sambil menatap dan melihat pada Greesa dengan sedikit tenang dan juga khawatir.
•••
Ny.Carissa
Ny.Carissa
Ayo makan dulu. Mamah sudah bawakan makan malam untukmu
Jander langsung beranjak berdiri dari tempat duduknya menuju pada sofa menghampiri pada ibunya dan juga ibu mertuanya.
Membuat Selena dan Carissa langsung beralih menyediakan makan malam untuk Jander dan Jander tampak hanya diam melihat semuanya.
Ny.Carissa
Ny.Carissa
Bibi Melin tadi mengantarkan makanan jadi sekarang makan dan habiskan, karena Mamah tau kamu belum makan dari sore tadi dan sekarang sudah malam
Carissa memberikan banyak makanan untuk putranya yang membuat Jander hanya mengambil sepotong daging.
Ny.Selena
Ny.Selena
Jika merasakan lelah dan ingin berisitirahat. Bilang saja dengan Mamah, Nak. Agar nanti Mamah yang menjagakan Greesa
Jander Chilles
Jander Chilles
Aku bisa menjaganya di sini, jadi Mamah bisa beristirahat di Penthouse
Ny.Selena
Ny.Selena
Kamu tidak merasakan lelah dan letih karena baru saja sampai dari Milan setelah bekerja?
Jander Chilles
Jander Chilles
Tidak
Jander memilih untuk makan dan meraih segelas minuman membuat Carissa dan Selena hanya diam melihat sambil tersenyum.
Jander Chilles
Jander Chilles
Lebih baik Mamah sekarang kembali ke penthouse untuk beristirahat karena ini sudah malam
Ny.Carissa
Ny.Carissa
Baiklah kalau begitu, nanti jika ada apa-apa dengan Greesa langsung beritahu pada Mamah
Jander Chilles
Jander Chilles
Hmm
Keduanya pun beranjak berdiri dan sebelum pergi Selena mengusap lembut bahu menantunya.
Ny.Selena
Ny.Selena
Mamah begitu mempercayaimu jadi jagakan Greesa dan juga jaga diri kalian dengan baik ya *sambil tersenyum
Ny.Carissa
Ny.Carissa
Makan malamnya jangan lupa di habiskan, Mamah pergi dulu
Setelahnya, keduanya beranjak pergi keluar dari ruangan rawat Greesa meninggal Jander yang ada di sana untuk menjaga Greesa.
Jander pun tampak hanya diam mendudukkan tubuhnya di sofa sambil menatap lurus pada jendela kaca besar yang ada di hadapannya, memperlihatkan bagaimana langit malam yang penuh dengan bintang serta gemerlap kota yang padat.
Namun tidak lama setelahnya, pandangan Jander beralih melihat pada ranjang rawat istrinya saat melihat tiang infus Greesa yang terlihat bergerak.
Membuat Jander langsung beranjak berdiri menghampiri pada istrinya dan melihat Greesa yang kini mulai terbangun lalu setelah itu langsung menatapnya yang membuat Jander langsung mendekat.
Jander Chilles
Jander Chilles
Ingin apa?
Greesa Damon
Greesa Damon
Mual ...
Jander langsung beralih membangunkan tubuh istrinya untuk duduk yang membuat Greesa langsung mencengkram kuat kemeja suaminya.
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku tidak ingin muntah, hanya mual saja *Beritahu Greesa saat Jander sudah ingin menggendongnya
Membuat Jander langsung menunduk menatap pada istrinya lalu setelah itu beralih mengambilkan segelas air minum menyuruh Greesa untuk minum.
Greesa pun langsung minum dan setelah selesai minum ia beralih melihat pada sekeliling ruangan rawat yang tampak sepi, membuat Greesa langsung beralih menatap pada Jander sebentar.
Greesa Damon
Greesa Damon
Di mana Mamah, Papah, dan yang lain?
Jander Chilles
Jander Chilles
Mereka ada di penthouse sedang beristirahat
Greesa beralih menyadarkan tubuhnya pada ranjang rawat yang sudah Jander naikan.
Jander Chilles
Jander Chilles
Apa yang kau inginkan?
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku ingin makan
Mendengar itu membuat Jander langsung beralih mengambil ponselnya untuk menghubungi anak buahnya agar mereka memberi tau pada perawat di rumah sakit. Karena kata dokter Liana, Greesa tidak boleh sembarang makan selagi lukanya belum sembuh jadi harus makan-makanan yang sudah di khususkan di rumah sakit.
Greesa Damon
Greesa Damon
Apa Mamah dan Papah semua menginap di penthouse?
Jander Chilles
Jander Chilles
Hmm
Greesa Damon
Greesa Damon
Kapan kau pulang dari Milan?
Jander langsung menatap pada istrinya. Melihat bagaimana wajah mungil yang sedikit pucat dengan mata besar yang menatapnya dengan penuh lembut membuat Jander hanya terdiam. Membuat Greesa yang melihat dan menatap pada suaminya justru langsung takut.
Greesa Damon
Greesa Damon
Maaf, karena kejadian ini aku harus mengacaukan pekerjaanmu
Jander Chilles
Jander Chilles
Kau sudah tau apa akibatnya sekarang? Jadi mulai sekarang dengar apa kata, Suamimu
Jander Chilles
Jander Chilles
Dan jika kau mendengar semuanya, kejadian seperti ini tidak akan terjadi yang membuat semua orang panik dan khawatir
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku benar-benar meminta maaf
Grease langsung melepaskan tangannya dari kemeja Jander. Lalu setelah itu diam menatap pada lengannya yang di infus sambil berusaha keras untuk tidak menangis dan tidak merasakan sakit hati yang membuat luka di bahunya mulai terasa nyeri.
Sementara Jander yang melihat hanya diam tanpa merasakan bersalah dan memikirkan bagaimana kini kondisi istrinya.
Lalu tidak lama setelahnya, pintu terdengar di ketuk yang membuat Jander langsung menyuruhnya untuk masuk. Terlihat salah satu perawat yang datang untuk mengantarkan makanan yang membuat Jander langsung mengambilnya.
Membuat perawat itu hanya membantu menyusun beberapa makanan di atas meja dan setelah selesai ia langsung beranjak pamit pergi.
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku masih bisa makan sendiri
Jander Chilles
Jander Chilles
Diam
Greesa langsung terdiam. Sambil melihat dan menatap pada Jander yang kini tengah mendinginkan makanan untuknya, lalu setelah di rasa sudah dingin Jander mulai menyuapkannya pada Greesa sedikit yang membuat Greesa langsung membuka mulutnya menerima suapan suaminya.
Jander Chilles
Jander Chilles
Katakan jika tidak suka
Greesa Damon
Greesa Damon
Makanannya enak
Lalu Jander beralih menyuapkan sedikit lebih banyak dan juga menyuapkan sayuran dan daging untuk istrinya yang membuat Greesa dengan senang menerima suapan suaminya dan makan begitu lahap. Membuat Jander yang melihat tampak hanya terdiam dan tidak banyak bicara, karena melihat Greesa yang menurut padanya.
Sampai makanannya sudah hampir habis dan Greesa pun sudah merasakan kenyang.
Greesa Damon
Greesa Damon
Sudah
Jander Chilles
Jander Chilles
Habiskan, tinggal sekali lagi
Grease menurut untuk membuka mulutnya menerima suapan terakhir dan setelah itu Jander beralih memberikannya segelas air minum.
Jander Chilles
Jander Chilles
Minum obatnya
Grease langsung meminum obat yang sudah Jander berikan dan setelah selesai, Jander beralih menyimpan piring dan mangkok bekas Istrinya makan.
Melihat itu membuat Greesa hanya terdiam sambil menatap pada suaminya, lalu saat Jander kembali menghampirinya Greesa tampak terlihat begitu ragu untuk berbicara.
Jander Chilles
Jander Chilles
Ingin apa lagi ?
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku... aku ingin ke kamar mandi, apa kau bisa membantuku?
Jander langsung beralih menurunkan pagar penghalang di samping kaki Greesa.
Lalu setelah itu memindahkan infus pada tiang roda agar mudah di dorong, membuat Greesa yang melihat pada suaminya tampak hanya terdiam sampai Jander beralih membantunya untuk menurunkan kakinya dengan pelan-pelan.
Jander Chilles
Jander Chilles
Jangan memaksakan dirimu jika tidak kuat berjalan
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku masih kuat untuk berjalan
Jander pun hanya diam melihat untuk melihat sejauh mana istrinya itu kuat tanpa pegangannya.
Dan apa dugaan Jander benar saja jika Greesa tidak kuat bahkan hanya sekedar untuk melangkah dan memegang tiang infusnya, wajahnya sudah hampir terlihat mau menangis.
Membuat Jander langsung meraihnya dan setelah itu dengan pelan menggendong tubuh mungil istrinya. Greesa yang melihat pun tentunya begitu kaget, namun memilih hanya diam sambil mengalungkan lengan kanannya pada leher suaminya.
Sesampainya di kamar mandi. Jander langsung menurunkan tubuh istrinya di atas meja wastafel.
Jander Chilles
Jander Chilles
Apa yang ingin kau lakukan?
Greesa Damon
Greesa Damon
Aku ingin buang air kecil. Apa kau bisa keluar sebentar?
Jander Chilles
Jander Chilles
Kau takut dan malu jika aku melihatmu?
Greesa hanya diam dan menundu, membuat Jander setelahnya beralih membuka closed dan juga membersihkannya terlebih dulu.
Jander Chilles
Jander Chilles
Cepat, aku tidak akan melihat
Greesa Damon
Greesa Damon
Jander ...
Jander Chilles
Jander Chilles
Bahkan jika aku melihat yang melihat hanya suamimu, kau malu pada suamimu sendiri?
Greesa Damon
Greesa Damon
Bukan seperti itu
Jander Chilles
Jander Chilles
Jika aku keluar aku akan meninggalkanmu sendirian di sini
Mendengar ancaman itu membuat Greesa langsung menurut. Lalu Greesa pun membiarkan Jander membantunya untuk buang air kecil sampai ia selesai, dan setelah itu Jander juga membantu Greesa untuk mencuci muka dan juga menyikat giginya.
Membuat Greesa tampak terlihat seperti anak kecil yang sedang di asuh oleh ayahnya.
Setelah semuanya sudah selesai. Jander kembali menggendong tubuh istrinya membawa Greesa menuju pada ranjang rawatnya, lalu dengan pelan-pelan membaringkan tubuh Greesa dan tidak lupa menyelimutinya yang membuat Greesa langsung berbaring dengan nyaman.
Jander Chilles
Jander Chilles
Tidur. Jika ingin sesuatu nanti katakan padaku
Greesa Damon
Greesa Damon
*Mengangguk Kau juga harus tidur dan beristirahat
Jander beralih mematikan lampu di atas meja nangkas yang membuat Greesa langsung memejamkan matanya, melihat itu membuat Jander beralih mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berada tidak jauh dari ranjang rawat istrinya.
Sambil kini, Jander melihat dan menatap pada Greesa yang tengah tertidur. Walau cahaya hanya remang-remang, Jander masih dapat melihat dengan jelas bagaimana wajah cantik istrinya yang sedikit tertutup dengan selimut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!