Part 17
Greesa tampak duduk diam di sofa sambil kini menikmati makan malamnya, karena Jander tidak mengizinkannya untuk keluar dari kamar jadi bibi Melin yang datang ke kamar untuk mengantarkan makan malam untuk Gressa.
Membuat Greesa tentunya merasakan bingung pada suaminya, karena Jander semakin hari dan semakin kesini tampaknya semakin overprotektif terhadapnya, bahkan karena kejadian tadi siang Greesa sampai tidak di izinkan untuk keluar dari kamar sampai pada malam ini.
Membuat Greesa tentunya semakin sulit untuk bergerak atau bahkan melangkah sedikitpun terlebih lagi jika Jander sudah melihat dan menatapnya seperti harimau.
Jander Chilles
Habiskan. Lalu setelah itu minum vitaminnya
Membuat Greesa langsung mengangguk.
Lalu setelah menghabiskan makan malamnya, Greesa langsung meminum vitaminnya.
Setelah itu, Greesa langsung segera beranjak pergi ke kamar mandi yang membuat Jander yang mendengar pintu kamar mandi yang tertutup membuatnya tampak langsung menoleh sebentar sebelum setelahnya kembali menatap pada laptopnya.
Membuat Greesa tampak langsung menghela nafasnya sambil beralih mengunci pintu kamar mandi dan setelah itu pergi ke wastafel.
Dengan ragu dan gugup Greesa menatap pada pantulan wajahnya di cermin, lalu Gressa beralih mengambil sesuatu di dalam kantong dresnya.
Sebuah bungkusan kecil berwarna putih yang membuat Greesa langsung menggenggamnya dengan kuat dan takut, lalu setelahnya Greesa beralih membukanya dan di dalamnya terdapat 1 pil obat yang membuat Greesa langsung menghela nafasnya sebelum setelah itu langsung menelannya dengan paksa.
Entah itu pil obat apa kita tidak tau karena sepertinya Greesa selalu meminumnya setelah meminum vitaminnya setiap malam, dan setelahnya Greesa langsung membuang bungkusnya di dalam closed.
Membuat Greesa kini tampak langsung terdiam menunduk sambil beralih menatap pada cermin.
"Jika kau sudah lelah, aku bisa menggantikan posisimu."
Greesa langsung menggelengkan kepalanya dengan panik, lalu setelah itu langsung mencuci mukanya dengan air. Setelah mencuci muka dan di rasa sudah tenang, Greesa langsung beralih menyikat gigi dan setelah itu mencuci mukanya lagi dengan sabun muka dan air.
Melihat lagi pantulan wajahnya pada cermin sebentar membuat Greesa setelahnya langsung beranjak pergi keluar dari kamar mandi.
Namun saat baru saja membuka pintu dan langsung melangkah tanpa melihat siapa di depannya, membuat Greesa langsung menabrak pada tubuh tegap suaminya sampai membuatnya terplonjar kaget dan Jander yang langsung menahannya.
Jander Chilles
Apa yang kau lakukan?
Membuat Greesa langsung menjauhkan dirinya dari suaminya.
Greesa Damon
Maaf, aku hanya kaget
Greesa tampak terlihat seperti orang yang habis melihat dan di kejar hantu, terlebih lagi wajahnya masih terlihat basah yang membuat Jander beralih mengambilkan handuk kecil yang ada di dekat meja.
Greesa pun langsung menerimanya dan setelah itu langsung mengusap wajahnya dengan handuk.
Greesa Damon
Kau ingin ke kamar mandi?
Namun Jander tampak hanya diam menatap yang membuat Greesa beralih bergeser, namun baru saja Greesa melangkah Jander sudah langsung menarik dan mendorong tubuh istrinya pada dinding.
Membuat Greesa tentunya langsung kaget sambil menahan dada suaminya, handuk tadi pun sampai jatuh ke lantai namun tidak ada yang mempedulikannya.
Jander Chilles
Buka mulutmu
Greesa Damon
*bingung
Untuk apa?
Greesa langsung membuka mulutnya dengan ragu yang membuat Jander langsung menarik ke atas dagu istrinya untuk melihat dan mengeceknya, membuat Greesa hanya bisa diam melihat sampai Jander melepaskannya.
Jander Chilles
Kau memuntahkan vitamin yang kau minum?
Greesa Damon
Tidak. Aku tidak pernah memuntahkannya
Greesa Damon
Aku selalu meminum dan menelannya, tadi aku pergi ke kamar mandi bukan untuk memuntahkannya tapi hanya ingin cuci muka dan sikat gigi
Greesa Damon
Aku tidak berbohong
Membuat Jander beralih melepaskan rengkuhannya lalu setelah itu menjauh dari istrinya.
Jander Chilles
Ganti bajumu lalu setelah itu tidur
Greesa langsung terdiam setelah melihat dress-nya sambil kini langsung menutupi dadanya.
Karena melihat jika dresnya yang ternyata basah di bagian dada sampai memperlihatkan belahan pa******nya yang membuat Greesa langsung menutupnya dengan tangan.
Jander pun tampak beralih masuk ke dalam kamar mandi yang membuat Greesa langsung segera pergi ke ruangan walk in closed untuk mengganti pakaiannya.
Setelah sudah selesai Greesa langsung segera pergi menuju ranjang, namun tidak lama setelahnya ia kembali turun karena lupa meminum susunya.
Greesa pun langsung mengambil segelas susu Strawberry yang ada di atas meja sofa lalu setelah itu langsung meminumnya sampai habis bertepatan dengan Jander yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Membuat Greesa sedikit kaget melihat pada suaminya namun Jander tampak duduk di sofa dengan santainya sambil melihat pada laptopnya yang membuat Greesa hanya terdiam.
Jander Chilles
Aku menyuruhmu untuk tidur sedari tadi
Greesa Damon
Kau masih sibuk bekerja?
Jander Chilles
*menatap pada istrinya sebentar
Jika ingin sesuatu katakan
Greesa Damon
Aku tidak ingin apa-apa hanya ingin bertanya saja, kau sedari tadi sudah sibuk bekerja bukankah ini sudah malam?
Jander Chilles
Kau mengajakku untuk tidur bersama?
Greesa Damon
Bukankah kita memang tidur bersama?
Mendengarnya membuat Jander kembali menatap tajam pada istrinya yang membuat Greesa langsung melangkah mundur. Lalu Greesa segera pergi menuju pada ranjang dan mulai menidurkan tubuhnya sambil menarik selimut.
Jander Chilles
Aku menyuruhmu untuk tidur bukan bermain ponsel
Greesa langsung menarik tangannya untuk menjauh dari meja saat baru saja ia ingin mengambil ponselnya. Membuat Greesa setelahnya langsung pura-pura tidur karena Jander sepertinya masih melihat dan memantaunya.
Namun beberapa menit saat Greesa yang baru saja memejamkan matanya, ranjang tiba-tiba saja terasa begerak dan lampu yang juga di matikan.
Membuat Greesa tau jika Jander juga mulai tidur dan kini merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Greesa hanya diam saja sambil menatap pada gorden, matanya masih terbuka untuk menunggu waktu ngantuknya.
Namun pikiran Greesa tampak begitu resah yang membuatnya beralih menarik selimut lalu menoleh dengan pelan untuk melihat pada suaminya, dapat Greesa lihat Jander yang kini tengah berbaring dengan mata terpejam menghadap pada langit-langit kamar.
Greesa pun langsung tidur menghadap pada suaminya dengan pelan sambil kini menarik selimut sampai batas lehernya, melihat dan terus menatap pada Jander sampai tidak lama setelahnya Jander beralih menoleh menatapnya yang membuat Greesa tampak sedikit kaget melihatnya.
Jander Chilles
Ini sudah tengah malam, apa lagi yang kau inginkan?
Greesa Damon
Aku tidak ingin apa-apa
Jander kembali memejamkan matanya sambil menatap pada langit-langit kamar.
Greesa Damon
Jander *panggilnya
Jander Chilles
*membuka matanya tanpa menoleh
Greesa Damon
Apa besok aku boleh ikut denganmu ke kantor?
Greesa Damon
Ilona dan Yola mengajakku makan siang di cafetaria yang ada di kantormu
Greesa Damon
Hanya di situ saja dan kami tidak akan pergi kemana-mana atau bahkan keluar
Jander Chilles
Aku tidak memiliki jadwal pada siang hari untuk bekerja
Greesa Damon
Tapi kata Yola kau ada meeting penting sebelum jam makan siang
Jander langsung menoleh yang membuat Greesa sedikit kaget melihatnya sambil setelah itu langsung menundukkan pandangannya.
Greesa Damon
Maaf, aku hanya bertanya saja dan jika kau tidak bekerja dan tidak mengizinkanku, akan tidak akan pergi
Jander Chilles
Kau memang tidak akan pergi bahkan jika aku bekerja atau tidak karena aku tidak mengizinkanmu untuk keluar
Greesa langsung terdiam mendengarnya, dan setelahnya Jander terlihat beranjak bangun beralih mengambil ponselnya di atas meja sofa yang membuat Greesa hanya bisa melihat dengan buram pada suaminya yang kini melangkah pergi menuju balkon kamar.
Lalu setelahnya Greesa langsung larut dalam tidurnya seperti orang yang tiba-tiba saja mendadak pingsan.
Bibi Melin
Oh ya ampun, cantik sekali
Greesa langsung tersenyum saat mendengar bibi Melin yang memujinya.
Greesa Damon
Terimakasih, bibi
Bibi Melin
Hari ini mau ikut ke kantor?
Greesa Damon
*mengangguk
Greesa mau makan siang dengan Ilona dan Yola di sana
Bibi Melin
Semoga menyenangkan pergi makan siangnya
*sambil menyediakan makanan di atas meja
Bibi Melin
Sarapan yang banyak dan ingin bibi buatkan susu yang rasa apa?
Greesa Damon
Greesa mau yang rasa coklat
Bibi Melin
Tunggu sebentar kalau begitu
Bibi Melin pun beranjak pergi untuk membuatkannya yang membuat Greesa beralih melihat pada suaminya yang kini tengah meminum segelas teh hijau yang sudah bibi Melin sediakan.
Jander Chilles
Cepat makan jangan hanya melihatnya saja
Membuat Greesa langsung segera makan.
Lalu setelah keduanya sudah selesai sarapan dan Greesa yang sudah meminum susunya, membuat Jander langsung beranjak pergi begitupun dengan Greesa yang langsung mengikutinya suaminya yang membuat bibi Melin tersenyum melihat pada keduanya.
Jander dan Greesa pun mulai masuk ke dalam mobil setelah William membukakan pintu dan setelahnya menutup pintu mobil, lalu William mulai mengemudikan mobil dan mobil pun mulai melaju pergi meninggalkan gerbang pekarangan mansion.
Membuat Greesa kini tampak terlihat begitu senang sambil terus tersenyum menatap pada luar jendela, karena mengingat Jander yang tadi mengizinkannya untuk ikut dan pergi makan siang bersama Ilona dan Yola, membuat Greesa tentunya begitu senang.
Jander Chilles
Jangan menyandarkan tubuhmu pada pintu
*masih sibuk pada Ipad-nya yang membuat Greesa langsung sedikit menjauh
Greesa pun memilih melihat pada jalanan di depan dan tidak lama setelahnya mobil terlihat berhenti karena sedang lampu merah, membuat Greesa beralih menoleh karena melihat banyak sekali kedai dan toko di sebrang jalan.
Membuat Greesa langsung terdiam melihatnya sampai tidak lama setelahnya pandangan Greesa tidak sengaja melihat pada seseorang yang sangat ia kenali.
Sontak langsung membuat Greesa terdiam dengan kaget dan setelahnya langsung mengalihkan pandangannya. Sambil kini menunduk dengan takut dan meremas kuat dress-nya, Greesa berusaha menetralkan ketakutannya karena takut Jander curiga.
Mobil pun kembali melaju dan tidak lama setelahnya sampai di lobby kantor. Membuat William langsung membuka pintu mobil dan Jander keluar sambil setelahnya beralih membantu istrinya yang membuat Greesa langsung menggenggam tangan suaminya dan setelah itu langsung merangkulnya.
Membuat Jander yang melihat tampak menoleh karena tidak biasanya Greesa seberani ini apalagi setelah itu langsung menatapnya sambil tersenyum.
Greesa Damon
Aku ingin merangkulmu seperti ini, apa boleh?
Jander tidak peduli karena setelahnya langsung melangkah masuk yang membuat Greesa tentunya langsung mengikuti suaminya.
Matteo
Parampampam! Selamat pagi Tuan dan Nyonya Chilles
Jander tidak menoleh dan memilih terus berjalan saat mendengar Matteo dan Jovan yang menyambutnya, membuat kedua manusia itu tampak langsung mengumpat dengan kesal lalu setelahnya langsung menghadang yang membuat Jander tampak langsung menatapnya dengan tajam.
Sementara Greesa hanya bisa tersenyum saat Matteo dan Jovan menggodanya.
Matteo
Kemajuan yang begitu besar. Kalian terlihat begitu serasi dan cocok dengan pakaian yang sama
Matteo
Oh ya ampun Nyonya Chilles kau tampak terlihat begitu cantik
*sambil memuji yang membuat Jander langsung menatapnya dengan tajam
Jovan
Ayo berfoto sebentar
*sambil mengotak-atik ponselnya
Membuat Jander langsung merampasnya dan melihat itu membuat Jovan sontak langsung bersimpuh di lantai dengan panik.
Jovan
Tidak tidak tidak! Aku tidak akan melakukannya. Ponsel itu baru saja ku beli, ku mohon maafkan aku Tuan Jander
Jovan terlihat begitu ketakutan dan panik yang membuat Jander memberikannya lalu setelah itu langsung melangkah pergi.
Membuat Jovan setelahnya langsung terduduk di lantai dengan lemas dan Matteo yang melihat tampak langsung terkekeh.
Ilona
Makanannya enak-enakkan?
Greesa langsung mengangguk yang membuat Ilona langsung tersenyum sambil kini meminum jusnya
Ilona
Makanan di cafetaria yang ada di sini memang enak-enak tapi begitu mahal
Ilona
Namun karena Tuan suamimu itu yang menyuruh jadi kita dengan senang memilih dan makan yang manapun. Kau juga bebas ingin makan apapun itu
Membuat Greesa tersenyum mendengarnya sambil kini memakan steaknya.
Yola
Setelah ini kita ingin jalan-jalan ke mana lagi?
Ilona
Bagaimana jika kita berbelanja pakaian dan yang lainnya
Yola langsung mengangguk setuju, namun setelahnya keduanya menatap pada Greesa yang hanya terlihat terdiam.
Yola
Apa Jander tidak akan mengizinkanmu untuk pergi?
Greesa mengangguk yang membuat Yola langsung mengusap-usap rambut Greesa dengan lembut.
Yola
Baiklah kalau begitu, lain kali saja kita jalan-jalan siapa tau Jander mengizinkanmu untuk keluar
Greesa Damon
Jika kalian ingin pergi setelah ini tidak papa
Yola
Kami tidak jadi pergi karena akan sibuk bekerja
Greesa langsung tersenyum yang membuat Yola mengajak untuk chirs. Mengangkat gelas jus dan coffe mereka lalu setelah itu mulai minum bersama sambil setelahnya terkekeh dan tertawa.
Ilona
Sepertinya aku tau kenapa Jander begitu posesif terhadapmu
Ilona
Kau tau di luar sana banyak sekali musuh Jander yang berkeliaran dan mereka sedang mengincarmu, karena itu Jander begitu posesif terhadapmu
Mendengarnya langsung membuat Yola mencubit dan menginjak kaki Ilona, sampai membuat Ilona mendesis kesakitan dan menatap marah pada Yola.
Yola menatap dengan tajam berusaha untuk mengode namun Ilona tampak begitu lama untuk mengerti, sampai saat Ilona menatap pada Greesa membuatnya langsung tersadar dan setelah itu tersenyum dan terkekeh.
Ilona
Bukan seperti itu maksudku, Gree
Greesa Damon
*Tersenyum
Apa Jander punya banyak musuh di luar sana?
Ilona
Musuh rekan kerjanya maksudku yang tadi
Ilona
Jadi mereka itu seperti ingin menganggumu agar Jander jatuh miskin karena kau tau sendiri suamimu itu orang kaya nomor dua di Moskow ini
Greesa Damon
Apa mereka ingin menculik dan membunuhku?
Ilona
Tidak seperti itu, mereka hanya sekedar ingin menggodamu agar Jander terlihat marah
Ilona
Karena itu Jander melarangmu untuk keluar agar kau tidak di goda oleh siapapun
Ilona menjelaskan dengan gamblang dan menyakinkan, membuat Yola langsung mengangguk seolah setuju dengan maksud Ilona.
Yola
Kau jangan khawatir, tidak akan ada yang berani menggodamu selagi ada kita di sini
*sambil mengusap-usap bahu Greesa
Lalu setelahnya mereka kembali melanjutkan makan siangnya dan mengganti topik pembicaraan yang lebih lucu untuk melupakan permasalahan tadi yang membuat Greesa sepertinya hampir lupa untuk memikirkan dengan benar apa maksudnya.
Setelah ketiganya sudah selesai makan, mereka langsung beranjak pergi.
Namun tiba-tiba saja seorang pria entah siapa dan darimana terlihat datang dan langsung menarik tangan Greesa yang membuat Greesa begitu kaget sambil langsung menahannya.
Begitupun dengan Ilona dan Yola, keduanya tampak ikut kaget dan panik sambil Yola langsung membantu menahan tangan Greesa.
Pria
Sialan! Jangan ikut campur!
Yola
Kau siapa dan apa maksudmu datang ke sini?!
Membuat pria itu langsung mendorong tubuh Yola agar menjauh.
Greesa Damon
Aku tidak mengenalmu!
Pria itu menatap tajam pada Greesa lalu langsung menarik tangan Greesa dengan kuat yang membuat Greesa berusaha keras untuk menahannya lalu Yola langsung menendang kakinya.
Pria itu kembali mendorong tubuh Yola sampai terjatuh ke lantai yang membuat Ilona langsung menyiramnya dengan air sampai membuat pria itu menggeram dengan marah menatap tajam pada Ilona.
Yola
Kau yang brengsek dan lepaskan temanku sekarang!
Pria itu langsung terkekeh sambil setelahnya menatap pada Greesa yang membuat Greesa begitu takut melihatnya, lalu setelahnya pria itu memutar dan menekan kuat tangan Greesa yang membuat Greesa langsung merintih kesakitan.
Membuat beberapa orang yang ada di sana tampak melihat dan menatap dengan khawatir tapi mereka tidak ada yang berani untuk membantu.
Pria
Jika kalian mendekat aku akan membunuhnya
Ilona langsung menarik tubuh Yola karena melihat pria itu mengeluarkan sebuah pisau, membuat mereka semuanya tentunya langsung takut terlebih lagi Greesa yang kini tengah menjadi tahanannya.
Pria
Ayo mendekat, maka aku akan membunuhnya
Ilona ingin sekali melemparnya dengan kursi namun ia memikirkan nasib Greesa sampai membuatnya mau menangis.
Membuat pria itu tampak tersenyum dengan senang lalu beralih menatap pada Greesa yang tengah menahan sakit pada tangannya.
Pria
Bagaimana kabarmu, Sayang? Sepertinya kau tidak senang saat bertemu denganku, hm?
Greesa Damon
Aku tidak mengenalmu!
Greesa berusaha melepaskan cengkraman tangannya yang membuat pria itu langsung mencekik leher Greesa sambil mendorongnya pada pilar yang membuat Greesa langsung berteriak kesakitan.
Pria
Jika kalian ada yang berani mendekat, aku akan membunuhnya!
Ilona sudah mengambil vas bunga namun Yola langsung menahannya dan menyuruhnya untuk tetap diam, karena setelahnya
Tubuh pria itu langsung terplanting menghantam pada meja yang membuat gelas, piring, dan semuanya yang ada di atas meja langsung pada berjatuhan begitupun dengan pria itu yang langsung mengumpat tidak berdaya di lantai.
Membuat semua orang begitu kaget melihatnya terlebih lagi Greesa. Karena Greesa melihat pada suaminya yang datang dengan marah lalu langsung menendang tubuh pria tersebut.
Lalu setelahnya. Jander langsung mendekat menghampiri sambil menginjak tangan tangan pria tersebut yang membuatnya tampak langsung berteriak kesakitan untuk meminta ampun.
Jander tidak peduli mendengar teriakannya dan justru semakin kuat menginjaknya, lalu setelahnya langsung menendang wajahnya yang membuat pria itu tampak langsung tidak sadarkan diri.
Yola dan Ilona langsung menjauh bertepatan dengan Matteo dan Jovan yang datang serta 3 orang anak buah Jander yang langsung mengurus pria yang sudah hampir mati itu.
Sementara Greesa tampak hanya diam memaku dengan shock yang membuat Jander yang melihat langsung menghampiri pada istrinya lalu setelah itu langsung membawa Greesa pergi dari sana.
Greesa hanya bisa diam mengikuti suaminya sampai keduanya kini masuk ke dalam lift.
Di dalam lift pun Greesa tampak terdiam sambil menundukkan kepalanya dengan takut dan saat Jander melepaskan genggaman tangannya, Greesa langsung beralih mengusap-usap tangan kanannya yang masih terasa begitu sakit dan nyeri.
Membuat Jander yang melihat langsung menoleh menatap pada istrinya.
Jander Chilles
Di mana yang sakit?
Greesa menggeleng. Membuat Jander melangkah mendekat menghimpit tubuh istrinya pada dinding yang membuat Greesa langsung kaget dan menatap pada suaminya, lalu Jander beralih mengusap leher Greesa yang tampak terlihat sedikit memerah yang membuat Greesa langsung menundukkan kepalanya.
Jander Chilles
Tatap suamimu
Greesa Damon
Kau terlihat begitu marah
Jander Chilles
Di mana yang sakit?
Greesa masih menggelengkan kepalanya yang membuat Jander geram melihatnya. Lalu setelahnya Jander langsung menarik dagu istrinya dan tanpa aba-aba langsung mencium dan melumat bibir Greesa.
Membuat Greesa tentunya begitu kaget sambil memejamkan matanya dengan kuat, tangan kirinya pun beralih menahan bahu suaminya namun Jander langsung meraihnya dan menggenggamnya dengan pelan.
Sebelum pintu lift terbuka Jander menekan tombol agar pintu tidak terbuka saat sampai di lantai satu, karena tau lift yang di gunakan adalah lift khusus untuk menuju lantai 50.
Membuat Jander setelahnya kembali mencium dan melumat bibir istrinya sampai membuat Greesa kualahan dan tidak bisa bernafas, tubuhnya bahkan sampai hampir ingin terjatuh namun Jander langsung menahannya sambil memeluk erat pinggang istrinya.
Tidak memberikan celah sedikitpun sampai membuat Greesa menahan pipi suaminya berusaha untuk melepaskan tautannya.
Greesa meremas kuat lengan suaminya saat Jander beralih menciumi seluruh lehernya, lalu setelah itu turun ke dada dan Jander menghisap kuat dada Istrinya yang membuat Greesa langsung mendesah dan memekik kesakitan.
Greesa Damon
Jander, sudah!
Mendengarnya membuat Jander langsung menatap pada istrinya dan melihat pada Greesa yang kini tengah menangis menatapnya, membuat Jander langsung mengusap wajah istrinya lalu setelah itu mencium bibir Greesa dengan lembut.
Greesa Damon
Kau membuatku takut ...
Greesa mulai terisak menangis yang membuat Jander beralih melepaskan jasnya dan memakainya pada pinggang istrinya, lalu setelah itu langsung menggendong tubuh Greesa dengan pelan membawanya keluar dari lift.
Membuat William yang melihat setelah Jander keluar dari lobby langsung segera membukakan pintu mobi, lalu setelah Jander masuk William langsung menutup pintu mobil dan kini segera mengemudikan mobil.
Jander Chilles
Kerumah sakit sekarang
Jander beralih melihat pada istrinya yang membuat Greesa langsung menyembunyikan wajahnya pada dada suaminya.
Membuat Jander semakin memeluk erat tubuh istrinya yang berada dalam pangkuannya lalu beralih melihat pada tangan kanan Greesa yang tampak memerah dan membiru, membuat Jander langsung mengusap dan menggenggamnya dengan pelan.
Jander Chilles
Apa yang pria itu lakukan?
Greesa Damon
*Menggeleng dan terdiam
Comments