Part 7
Bibi Melin
Ingin minum susu atau jus alpukat? Bibi tadi juga ada membuatkan sop buah-buahan segar, mau yang mana, Nak?
Greesa Damon
Greesa mau minum susu Strawberry saja, Bi
Bibi Melin
Kalau begitu tunggu sebentar, akan bibi buatkan
Greesa Damon
*beralih beranjak berdiri dari duduknya
Biar Greesa saja yang membuatnya, Bi..
Bibi Melin
Tidak papa biar bibi saja, sekarang duduk sambil makan pai dagingnya
Greesa Damon
Tapi Greesa ingin membantu bibi dan membuat susunya sendiri
*sambil menatap binar pada bibi Melin yang langsung terkekeh
Bibi Melin
Baiklah kalau begitu, tapi hati-hati ya, Sayang
Bibi Melin
"Bibi mau membuatkan teh hijau untuk Tuan Jander. Apa kamu mau mengantarkannya ke ruangan kerja, suamimu?
Greesa Damon
Apa Jander masih sibuk di ruangan kerjanya?
Bibi Melin
Masih, bahkan Jander bisa berkerja di sana selama seharian penuh tanpa henti
Greesa Damon
Tidak makan dan tidak minum?
Bibi Melin
Jarang, karena itu bibi selalu mengantarkan dan menyediakan makanan dan minuman
Bibi Melin
Walau selalu di tolak, bibi tetap melakukannya karena nantinya pasti selalu di makan dan di habiskan
Greesa Damon
Kalau begitu, apa Greesa boleh membuatkan teh hijau untuk Jander sekalian mengantarkannya dan juga membawakannya pai daging?
Bibi Melin langsung tersenyum mendengarnya sambil menganggukkan kepalanya.
Bibi Melin
Tentu saja boleh, Sayang. Sini biar bibi beri tau takaran dan cara membuat tehnya
Greesa Damon
Jander suka sekali dengan teh hijau, bi?
Bibi Melin
Jika sudah sibuk bekerja, Jander selalu meminum teh hijau
Greesa Damon
Selain itu, apa Greesa boleh mengetahui apa saja yang Jander sukai?
Bibi Melin
Tentu saja boleh, nanti akan bibi beri tau semuanya
Greesa langsung tersenyum senang mendengarnya. Walau masih penuh dengan keraguan yang besar dan juga ketakutan terhadap suaminya, tapi Greesa ingin mengetahui apa saja yang suaminya sukai dan tidak sukai.
Lalu, setelah sudah selesai membuatkan teh hijau dan menyediakan sepiring pai daging di atas nampan. Greesa langsung segera beranjak pergi menuju lantai dua menuju pada ruangan kerja suaminya.
Sesampainya di depan pintu ruangan kerja Jander, Greesa tampak terlihat terdiam dengan ragu dan takut karena tidak berani untuk mengetuk pintu di hadapannya.
Namun tidak lama setelahnya, Greesa mulai memberanikan dirinya dan kini mulai mengetuk pintu sebanyak 3 kali yang membuat pintu tampak terlihat langsung terbuka setengah, karena pintunya tidak terkunci dan tertutup dengan rapat.
Membuat Greesa langsung melihat dengan bingung lalu setelah itu mulai membuka pintunya dengan perlahan, dapat Greesa lihat jika ruangan kerja Jander yang kini tampak sepi bahkan pria itu terlihat tidak ada di sana.
Dengan ragu dan gugup, Greesa mulai melangkahkan kakinya masuk lalu beralih meletakan nampan yang ia bawa tadi di atas meja sofa. Setelah itu, Greesa melihat pada meja kerja suaminya yang tampak terlihat berantakan dan penuh dengan buku serta berkas pekerjaan. Membuat Greesa sedikit merasakan khawatir melihatnya.
Lalu setelahnya. Greesa beralih beranjak pergi namun saat baru saja berbalik, Greesa langsung di kagetkan dengan keberadaan Jander yang kini tengah menatapnya dengan tajam sambil berdiri tidak jauh dari pintu.
Membuat Greesa benar-benar merasakan kaget dan takut, karena dirinya merasakan seperti tengah tertangkap basah sedang mencuri.
Jander Chilles
Apa yang kau lakukan di sini?
Greesa Damon
A-Aku mengantarkan teh hijau dan pai daging untukmu, karena kata bibi----
Jander Chilles
Siapa yang mengizinkanmu untuk masuk ke ruanganku?
Greesa Damon
Maaf, tapi tadi aku sudah mengetuk pintu dan pintunya terlihat sudah terbuka
Greesa Damon
Karena mungkin tidak tertutup dengan rapat dan terkunci yang membuatku langsung melangkah masuk. Maaf, jika aku lancang
Jander Chilles
Keluar. Aku tidak suka melihat orang yang dengan sembarangan masuk ke dalam ruanganku tanpa izin
Greesa Damon
Aku benar-benar meminta maaf, aku tidak tau karena masuk begitu saja
Jander Chilles
Bawa keluar apa yang kau bawa
Greesa Damon
Kau tidak mau meminum tehnya dan memakan painya?
Jander tidak menyahut. Lalu memilih pergi menuju pada meja kerjanya yang membuat Greesa hanya menundukkan kepalanya sambil terus meremas tangannya.
Setelah itu, Greesa beralih melihat pada suaminya sebentar sebelum setelahnya segera beralih mengambil nampannya tadi lalu membawanya keluar dari ruangan kerja Jander, karena Greesa tidak ingin membuat Jander yang semakin marah padanya.
Jander yang mendengar pintu yang kembali tertutup, membuatnya langsung beralih menoleh sambil terdiam menatap ke arah pintu.
Sementara Greesa kini, setelah keluar dari ruangan kerja suaminya, Greesa langsung segera pergi ke dapur.
Melihat pada nampan yang ia bawa tadi dan mengingat bagaimana ucapan tidak suka Jander padanya, membuat Greesa tampak langsung memejamkan matanya sambil menghela nafasnya.
Bibi Melin
Apa tadi sudah mengantarkan teh hijau dan pai dagingnya, Sayang?
Bibi Melin
Bagaimana? Jander pasti menyukainya kan?
Greesa Damon
Jander tadi masih sibuk bekerja bahkan berkas pekerjaannya begitu banyak
Bibi Melin langsung tersenyum mendengarnya sambil beralih menggenggam tangan Greesa.
Bibi Melin
Mungkin pekerjaannya sedang banyak walau bibi lihat setiap hari selalu sibuk bekerja
Bibi Melin
Jadi untuk sekarang jika ingin apapun itu katakan saja pada bibi, ya
Greesa Damon
*mengangguk dan tersenyum
Greesa Damon
Kalau begitu, Greesa ingin jalan-jalan ke halaman belakang sebentar sambil melihat ikan di kolam air mancur
Bibi Melin
Pergilah, tapi hati-hati. Karena di sana ada ikan besar milik Jander yang bisa menggigit seperti buaya
Greesa Damon
Iya, bi. Greesa pasti akan selalu hati-hati
Lalu setelah itu Greesa segera beranjak pergi ke halaman belakang mansion.
Membuat Greesa setelahnya tampak langsung tersenyum dengan senang dan terpukau, saat melihat betapa luas dan lebarnya halaman belakang mansion milik suaminya.
Karena sebelumnya Greesa hanya bisa melihat dari dalam mansion, namun kini ia bisa melihatnya dengan jelas. Melihat bagaimana rumput hijau yang tersusun rapi dengan taman-taman yang indah.
Bahkan bukan hanya halaman belakang mansion saja yang terlihat lebar dan luas, di samping mansion di bagian kiri dan kanan pun tampak terlihat begitu luas dan lebar, serta di bagian depan dan wilayah mansion tampak begitu lebar.
Sampai-sampai di wilayah mansion milik Jander di sana ada kebun buah dan sayur-sayuran, taman bunga, wilayah pepohonan yang rindang, rumah santai, kolam ikan, kolam renang, lapangan basket, juga ada tempat santai, dan tempat bermain lengkap dengan ayunannya yang begitu panjang.
Greesa benar-benar takjub. Karena walau ia dari keluarga kalangan atas, Greesa jarang menemukan mansion yang seluas ini sampai lengkap dengan isinya sekalipun.
Lalu setelahnya, Greesa segera pergi menuju pada kolam ikan. Membuatnya kini langsung tersenyum senang dan melupakan rasa sakit di hatinya, karena melihat pada banyaknya ikan-ikan koi warna warni di kolam tersebut.
Namun tidak lama setelahnya, terlihat salah satu penjaga di sana datang menghampiri pada Greesa yang membuat Greesa langsung menoleh dan melihatnya dengan bingung.
???
*menunduk dengan sopan
Maaf mengganggu anda, Nyonya. Apa Nyonya ingin memberikan ikan-ikannya makan?
???
Tentu saja boleh, Nyonya. Ini makanan ikannya jika Nyonya menginginkannya
Greesa Damon
Apa Jander tidak akan marah jika ia mengetahuinya?
???
Tuan tidak akan marah, Nyonya. Asal Nyonya hanya berada di sini untuk memberikan ikan-ikannya makan
Greesa Damon
Kalau begitu terimakasih banyak
Penjaga itu kembali menunduk lalu setelahnya segera beranjak pergi.
Membuat Greesa yang melihat beralih memberikan ikan-ikan koi itu makan sambil kini duduk berjongkok di dekat kolam yang berjarak sedikit jauh.
Saat Greesa mulai melemparkan makanannya, ikan-ikan di kolam tersebut langsung tampak ramai berebut yang membuat Greesa kaget melihatnya sambil kini terkekeh dengan senang.
Karena melihat bagaimana ikan-ikan itu berebut untuk makan sampai ada yang loncat kesana-kemari yang membuat air kolam sampai mengenai pada Greesa.
Greesa bukannya takut dan menjauh, tapi justru langsung terkekeh kesenangan dan juga memekik kaget saat melihat ada ikan yang loncat menghampirinya, dengan cepat Greesa langsung memasukkannya ke dalam kolam lalu memberikan makanan yang lebih banyak lagi agar mereka tidak berebut.
Setelahnya, Greesa hanya terdiam berdiri di sana sambil menatap pada ikan yang tengah makan.
Tanpa menyadari jika Jander sedari tadi tengah melihat dan memperhatikannya dari jendela kaca besar dari dalam ruangan kerjanya.
Bahkan Jander yang menyuruh penjaga di sana tadi untuk memberikan makan ikan pada istrinya agar Greesa tidak merasakan bosan, serta membiarkan Greesa untuk keluar.
Jander Chilles
Pergi ke mana saat siang tadi?
Greesa Damon
Aku hanya pergi ke halaman belakang untuk melihat ikan lalu setelahnya pergi ke kebun bunga
Jander Chilles
Jangan sembarangan untuk keluar tanpa izin dariku
Greesa Damon
Tapi aku tidak sendirian, di luar ada banyak penjaga dan salah satu dari mereka menemaniku
Jander Chilles
Mereka bekerja di sini bukan untuk menjagamu jadi jangan sembarangan untuk keluar masuk
Greesa Damon
Maaf, aku tidak tau
Jander beralih minum setelah menyelesaikan makannya lalu setelah itu beranjak berdiri dari kursinya yang membuat Greesa langsung menoleh melihat pada suaminya.
Jander Chilles
Suruh bibi Melin dan pelayan yang merapikannya, habiskan makananmu dan setelah itu pergi ke kamar untuk istirahat
Greesa Damon
Kau masih sibuk bekerja?
Jander Chilles
Jika ingin sesuatu katakan pada bibi Melin
Jander langsung beranjak pergi yang membuat Greesa hanya terdiam menatap pada kepergian suaminya sambil beralih melihat pada banyaknya makanan yang masih terhidang di atas meja, membuat Greesa setelahnya memilih untuk melanjutkan makannya.
Lalu setelah sudah selesai makan, Greesa tampak ragu untuk meninggalkan meja makan dan sungkan untuk harus memanggil pelayan atau bibi Melin yang kini sepertinya masih sibuk mengurus pekerjaan yang lain.
Membuat Greesa memilih untuk merapikan meja makan lalu setelah itu mencuci piring yang hanya bekasnya dan bekas Jander, karena Greesa juga sudah sering melakukan hal tersebut bersama ibunya dan pelayan di rumahnya jadi bagi Greesa tentunya itu bukan hal yang sulit.
Namun setelah menjadi istrinya Jander, semuanya tampak terlihat sulit bagi Greesa. Karena banyak sekali aturan dan larangan yang pria itu buat untuknya.
Setelah sudah selesai dengan kegiatannya, Greesa segera pergi ke lantai dua menuju pada kamar.
Namun saat Greesa yang baru saja membuka pintu kamar dan melangkah masuk, Greesa langsung di kagetkan dengan keberadaan Jander yang kini tengah berdiri di hadapan meja riasnya lalu setelah itu beralih menoleh menatapnya dengan tajam.
Membuat Greesa sedikit kaget dan takut sambil memberanikan dirinya untuk melangkah mendekat.
Jander Chilles
Siapa yang merapikannya?
Greesa tampak terdiam sambil melihat ke arah meja sofa lalu setelah itu melihat pada suaminya.
Jander Chilles
Siapa yang menyuruhmu untuk menyentuh dan menyusun semua berkas-berkas pekerjaanku?
Greesa Damon
Tadi siang aku melihatnya berhamburan di lantai jadi aku merapikannya, apa ada berkas yang hilang atau rusak?
Jander Chilles
Dan kau pikir kau bisa memperbaikinya dan menyusunnya seperti semula?
Greesa Damon
Maaf, aku benar-benar tidak tau karena aku hanya berniat ingin merapikan dan membantumu
Greesa Damon
Dan tadi, semua berkas dan lembaran dokumenya pada berterbangan. Aku merapikannya karena takut ada yang hilang
Jander Chilles
Hilang atau berantakan itu urusan dan pekerjaanku, jadi jangan sembarangan untuk menyentuhnya!
Greesa Damon
Apa kau masih begitu marah denganku setelah kejadian tadi siang?
Jander Chilles
Jangan mengalihkan pembicaraan setelah apa yang kau lakukan dan kini beralih merusak berkas-berkas penting pekerjaanku!
Greesa langsung terdiam. Lalu Jander beralih duduk di sofa yang membuat Greesa beralih melihat pada suaminya.
Greesa Damon
Aku benar-benar meminta maaf jika sudah merusak berkas-berkas penting pekerjaanmu
Jander Chilles
Minum vitaminnya lalu setelah itu tidur
Greesa beralih menundukkan kepalanya sambil meremas-remas jari tangannya sebelum itu beralih melihat pada Jander lagi yang kini mulai membuka laptopnya.
Greesa Damon
Jander
*Panggilnya dengan takut dan ragu yang membuat Jander langsung menoleh menatapnya
Jander Chilles
Kau terus bertanya dengan jawaban yang sudah pasti kau ketahui?
Greesa Damon
Lalu, lalu kenapa kau menyetujui perjodohan dan pernikahan ini?
Jander langsung terkekeh mendengarnya, sambil menatap pada istrinya yang tampak begitu ketakutan.
Jander Chilles
Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk pergi dan melarikan diri?
Greesa Damon
Itu karena kau sudah menyetujuinya lebih dulu dan aku tidak ingin mempermalukan kedua--
Jander langsung beranjak berdiri dan setelah itu langsung melangkah mendekat menghampiri pada Greesa yang membuat Greesa langsung terdiam sambil melangkah mundur, melihat itu membuat Jander langsung tampak mendesis dengan tajam.
Jander Chilles
Kenapa kau membahasnya lagi, apa sekarang kau baru merasakan menyesal?
Greesa Damon
Tidak, aku tidak merasakan menyesal dengan pernikahan kita tapi aku hanya ingin bertanya denganmu
Jander Chilles
Anggap saja semuanya tidak pernah terjadi dan berhenti bertanya!
Greesa Damon
Pernikahan bukan main-main, Jander
Jander Chilles
Lalu sekarang apa yang kau inginkan? Kau ingin aku menyentuhmu dan bersikap lembut padamu?!
Greesa sedikit kaget mendengarnya sambil menatap tidak percaya pada suaminya.
Bahkan setelahnya, Jander langsung beralih mencengkram kuat kedua bahu Greesa lalu setelah itu langsung mendorong tubuh Greesa dengan kasar ke atas ranjang.
Membuat Greesa langsung memekik kaget dan merintih kesakitan yang membuat Jander langsung menyeringai melihatnya, sambil setelah itu Jander beralih menindih tubuh istrinya yang membuat Greesa langsung menahan tubuh suaminya dengan takut sampai terlihat mau menangis.
Jander Chilles
Ini yang kau mau, hm?
Greesa Damon
*Menggelengkan kepalanya
Jander, jangan. Kumohon, kumohon maafkan aku
Jander Chilles
Bukankan kedua orang tua kita setuju agar kita segera memberikan mereka cucu?
Greesa Damon
Bukan ini yang ku maksud, Jander....hiks
Jander langsung menjauhkan dirinya sambil dengan kasar menarik tubuh Greesa dan langsung beralih mencengkram kuat kedua pipi istrinya, membuat Greesa langsung merintih kesakitan sambil memegangi tangan Jander agar pria itu melepaskannya.
Jander Chilles
Kau tau, Sayang. Aku tidak suka memiliki istri yang tidak penurut dan selalu membangkang terhadap suaminya!
Greesa Damon
Maafkan aku... Ku mohon maafkan aku
*sambil merintih kesakitan dan terisak menangis
Membuat Jander langsung menyeringai melihatnya dan setelah itu beralih melepaskan cengkramannya sambil mendorong wajah istrinya dengan kasar ke samping.
Jander Chilles
Kau mengerti di mana posisimu sekarang, hm?
Greesa mengangguk masih sambil menangis, membuat Jander beralih meraih dagu Greesa lalu mengusap pipi Greesa dengan lembut sambil menatapnya dengan lekat.
Jander Chilles
Katakan pada orang tuamu jika mereka salah memilih suami untuk tuan putri kesayangan mereka ini
Greesa Damon
*Menggeleng
Aku tidak akan mengatakannya
Jander Chilles
Kenapa, hm? Kau takut denganku?
Greesa kembali terisak sambil menggelengkan kepalanya, membuat Jander yang melihat langsung tersenyum sambil mengusap lembut kedua pipi istrinya.
Jander Chilles
Jangan pernah mengharapkan apapun dari pernikahan ini walau pada akhirnya kau menyerah dan ingin berpisah
Jander Chilles
Karena aku tidak akan pernah melepaskanmu sampai kapanpun itu!
Comments