Radit berangkat ke kantor dengan perasaan lesu. Dia masih merasa kan sakit karena ucapan Alya. "Teman" kata itu terus berputar putar di kepalanya. "Dia hanya menganggap aku teman!" ucapnya berulang kali.
"Pagi pak!" sapa para karyawan yang bertemu dengan Radit di jalan. Radit hanya mengangguk menjawab salam mereka. Tomi sudah mengikuti langkahnya di belakang. Begitu sampai di ruangannya Radit langsung menanyakan kegiatan dan jadwalnya hari ini. Tomi sedikit heran melihat sikap Radit, tapi dia masih belum berani bertanya.
Radit disibukkan dengan segala aktivitas nya. Hingga menjelang makan siang pun dia tidak keluar. Tomi semakin khawatir. Tomi masuk ke ruangannya membawa dua kotak makan siang. Untuknya dan Radit.
"Dit, sebaiknya kita makan dulu. Ini sudah jam setengah dua, dan kamu belum makan siang. Ini aku beli sekalian." tawar Tomi.
"Kamu makan aja dulu. Aku nanti saja. Masih nanggung ini." jawab Radit yang masih fokus dengan berkas yang ada dihadapannya.
Tomi mendesah pasrah. "Lo kenapa Dit?" tanya Tomi lagi.
Radit memandang Tomi sejenak dan melanjutkan aktivitasnya, "nggak ada apa apa. Cuma masih ini nanggung. Kamu makan duluan aja, aku akan menyusul setelah semua berkas ini selesai." ucap Radit lagi.
"Dit....."
"Kalau aku bilang nanti ya nanti. Kenapa kau nggak bisa ngerti juga. Apa kau tuli, hah!" bentak Radit. Membuat Tomi kaget.
Setelah beberapa saat diam, Radit bicara." Maaf!" ucapnya pelan.
"Aku tahu kamu lagi ada masalahkan? cerita ma ku dit, aku ini kan temen mi. Siapa tahu aku bisa bantu paling nggak aku bisa jadi pendengar yang baik."
'Maaf, bener aku nggak apa apa." jawab Radit.
Tomi beranjak berdiri dan akan keluar dari ruangannya. "Jangan lupa makan tuh, makan siang loe. Karena nangis juga butuh tenaga ekstra." ucap Tomi dan langsung berjalan keluar. Takut mendapat kan amukan Radit lagi.
Radit yang akan marah pun jadinya berhenti setelah mendengar ucapan Tomi. Tomi tidak marah dengan apa baru terjadi. Dia bisa memahami Radit.
Akhirnya Radit makan siang juga. Dia tersenyum tipis, Tomi benar benar teman yang sangat baik dan perhatian.
Farel masuk ke ruangan Radit setelah diijinkan oleh Radit. " Maaf pak, ada tamu dari perusahaan Wijaya. Apa boleh masuk?" tanya Farel sekretaris Radit.
"Maksudmu dari perusahaan Ardian." tanya Radit memastikan.
"Benar, kali ini mereka mengutus sekretaris nya datang menemui bapak untuk membuat kerjasama dan agar kita mau membantu perusahaan mereka."
Radit tersenyum mendengar ucapan Farel ."Persilahkan mereka masuk."
Radit duduk di kursinya denagn gaya sombong. Utusan perusahaan wijaya telah masuk. Radit memanggil Tomi. Dia setuju akan membantu perusahaan Wijaya dengan berbagai syarat. Salah satunya 15% saham perusahaan atas namanya. Jika tidak mau, dia tidak akan berinvestasi disana.
Perusahaan Wijaya terpaksa menyetujuinya. Karena hanya perusahaan Kusuma lah yang mau membantu mereka.
Radit tersenyum penuh kemenangan. "Ini baru awal aku akan membuat kalian semau bertekuk lutut dan memohon padaku, kalian harus membayar mahal atas apa yang sudah kalian perbuat kepada tuan kusuma", ucap Radit pelan.
Radit bergegas pulang ke rumah. Hari ini dia pulang agak cepat. Sampai dirumah Alya sedang menonton TV. Radit melewati nya dan masuk ke kamarnya. Alya hanya memandangnya dan bersikap acuh.
Radit turun saat makan malam. Alya juga makan malam bersamanya. Kali ini Alya sedikit mau berbicara dengannya. Radit hanya menjawab seperlunya saja. Alya juga meminta ijin, besok dia akan pergi ke makam papanya. Radit mengijinkan Alya pergi dengan syarat harus diikuti oleh bodyguard. Alya awalnya tidak setuju, tapi Radit tidak bisa dibantah. Akhirnya Alya menyetujuinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Radiah Hassan
👍👍
2024-10-03
0
Dewi Dj
HH na gitu donk Alya cantik
2024-01-19
0
Wati_esha
Bodyguard bisa melaporkan kegiatan Alya.
2023-08-27
1