Pagi pagi sekali Radit sudah bangun. Dia bersiap dan berjalan keluar kamarnya. Dia berbelok menuju kamar Alya. Dia ingin memastikan kondisi Alya sebelum meninggalkan ya.
Pintu kamar masih tertutup rapat. Dia membukanya dengan kunci cadangan yang sudah dia ambil tadi di kamarnya. Dilihatnya Alya masih tertidur pulas. Dia masuk dan melihat lebih dekat. Alya tidur meringkuk memeluk photo papanya. Radit ikut bersedih melihat kondisi Alya saat ini. "Pasti dia sangat merindukan ayahnya!" bathin Radit.
Radit duduk dan terus memandang wajah Alya. "Kalau diperhatikan, dia manis juga. Apalagi kalau sedang diam seperti ini." ucap Radit dalam hati.
Radit tersadar "kenapa aku memikirkan nya?" dia bangkit meninggalkan kamar Alaya dan menutup pintunya kembali.
Radit turun ke bawah. Tomi sudah menunggunya di ruang tamu. Mereka akan berangkat ke Singapura pagi ini juga. Dan langsung menemui Andrian.
"Sudah ayo kita berangkat!" ucap Radit.
"Apa kau tidak menawari aku sarapan?" tanya Tomi.
"Kau bisa sarapan di dalam pesawat atau mungkin lebih baik kau berpuasa." jawab Radit enteng.
Tomi bersungut dan mengikuti Radit dari belakang.
Radit dan Tomi sudah berada di dalam pesawat. Radit tidak bersuara begitu juga dengan Tomi. Dia lebih memilih diam daripada nanti Radit akan memarahinya.
Setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu lama. Radit dan Tomi sampai di Singapura. Mereka naik mobil menuju kediaman Ardian.
Ardian tinggal di sebuah apartemen di Singapura bersama dengan Celine calon istrinya.
Radit mengetuk pintu apartemen Ardian. Ardian membuka pintu dan terkejut melihat siapa yang bertamu ke rumahnya. Radit masuk tanpa menunggu Ardian mempersilahkannya masuk.
" Jadi disini kau bersembunyi, dasar pengecut." ucap Radit.
Dia duduk di sofa dengan pongahnya. Ardian merasa tersinggung dengan ucapan Radit.
"Untuk apa kau datang kemari?"
Dia maju dan ingin menghajar Radit tapi Radit lebih dulu mengetahui gerakannya dan dapat mengelak.
Radit menghajar balik Ardian hingga bibirnya berdarah. Ardian yang terjatuh bangkit dan ingin membalas Radit. Lagi lagi gerakannya dapat dibaca Radit dan dengan mudahnya dipatahkan oleh Radit.
Terjadilah perkelahian yang dimenangkan oleh Radit. Tomi hanya menonton saja tanpa berniat memisahkannya.
Ardian sudah terduduk lemas. Tidak lagi berniat membalas Radit. Dia mengaku kalah.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan?" tanya Ardian.
"Aku ingin kau pergi sejauh mungkin dari kehidupan Alya. Jangan coba coba kau menampakkan wajah busuk mu itu. Jika kau berani aku tidak segan segan akan menghancurkan keluargamu."
"Apa dia yang menyuruhmu kesini? Apa dia merindukanku!"
"Aku yakin dia masih sangat mencintaiku. Dia akan memaafkan aku, jika aku kembali dan meminta maaf padanya." ucap Ardian sinis.
Radit menjadi geram mendengar ucapan Ardian.
."Jika kau sampai berani menemuinya, Maka hari itu juga terakhir kalinya kau melihat matahari. Karena aku akan menghancurkan mu dengan caraku dengan tangan ku sendiri." ucap Radit.
Radit kembali memberikan bogemnya kepada Ardian. Kemudian dia keluar meninggalkan Ardian terkapar dilantai.
Celine keluar dari dalam kamarnya. Dia membantu Ardian untuk duduk dan akan mengobatinya. Tadi dia melihat Radit menghajar Ardian, tapi dia tidak berani keluar. Setelah Radit pergi dia keluar dan membawa Ardian ke rumah sakit.
"Tomi, awasi perusahaan Ardian. Jatuhkan sahamnya dan ambil alih perusahaan nya. Lakukan dengan halus hingga mereka tidak menyadari kita yang melakukannya." perintah Radit kepada Tomi.
Tomi mengangguk dan segera menghubungi anak buahnya untuk melaksanakan perintah Radit.
kini Radit dan Tomi berada di loby hotel. Mereka akan menginap malam ini. Karena Radit juga kan mengunjungi anak cabang perusahaannya.
"Dit, " panggil Tomi.
Radit masih diam dan memejamkan matanya.
"Dit, Katakan dengan jujur, bagaimana hubunganmu dengan Alya?" tanya Tomi hati hati.
Radit membuka kedua matanya. "Kenapa kau menanyakan nya?"tanya Radit heran.
"Kau tidak dengar apa yang dikatakan Ardian tadi. Bahwa dia akan mengambil Alya kembali darimu. Apa kau akan membiarkannya mengambil istrimu?" tanya Tomi dengan menekan kata istri pada kalimat terakhirnya.
"Maksud mu?" tanya Radit masih belum mengerti arah pembicaraan Tomi.
"Kau sudah menikah dengan Alya. Dia sudah menjadi istrimu. Apa kau akan melepaskannya untuk orang brengsek seperti Ardian!" tanya Tomi.
"Aku dan Alya menikah karena terpaksa, tidak ada cinta diantara kami. Aku sendiri bingung mau dibawa kemana rumah tangga ini. Mungkin setelah dua tahun pernikahan ku kami akan bercerai." ucap Radit pelan.
Ada nada sedih di akhir kalimatnya. Radit menunduk.
"Hei... Bukankah kau berjanji akan menjaganya?" tanya Tomi lagi.
"Aku akan tetap menjaganya. Walau bukan menjadi suaminya." jawab Radit.
"Apa kau rela dia kembali pada lelaki brengsek itu. Kenapa tidak kau coba memenangkan hatinya. Buat dia mencintai mu!" ucap Tomi menyemangati Radit.
Radit hanya terdiam mendengar ucapan Tomi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Erna Yunita
Ini benar.... tidak salah
2024-11-17
0
Wati_esha
Alya ... segeralah kau mengetshui perselingkuhan Ardian - Celine.
2023-08-27
1
Srisur Yati
dalamx nasehatx tomi goot job
2023-02-04
0