Radit kembali ke kamarnya. Dilihatnya kamar kacau balau, bantal dan selimut berserakan, gorden masih tertutup rapat.
Beberapa pecahan kaca terlihat dilantai. Dia yakin pasti Alya yang membanting gelas hingga berserakan di lantai.
Dia sedikit panik dan mencari dimana Alya berada. Dilihatnya di kamar mandi Alya tidak ada. Di carinya di kamar tidak ada, dia berjalan ke balkon, ternyata alya ada disana.
Dia terduduk lemas dan tertunduk, Radit yakin pasti Alya habis menangis. Dia mendekati Alya, mencoba membujuknya.
"Nona Alya.. Mari masuk. Angin disini tidak baik untuk kesehatan. Anda bisa sakit!" ucap Radit pelan dan hati hati.
"Pergi..... Kau tak perlu mengasihani aku. pergiiiii...Aku ingin sendiri!" ucapnya lagi.
"Baiklah aku akan pergi, tapi satu hal yang ingin aku ingatkan jangan bertindak bodoh yang merugikan diri anda sendiri. Pikirkan tuan Kusuma sebelum anda berbuat nekat." Radit berlalu setelah mengucapkan kalimat tersebut.
Alya diam mematung. Mencerna satu persatu perkataan Radit.
Benar, Aku tidak boleh seperti ini, bagaimana jika papa melihatku. Dia pasti akan ikut sedih. Alya bangkit masuk kedalam dan menuju kamar mandi.
Alya masuk ke kamar mandi dan berniat untuk mandi. Saat sudah selesai dia baru menyadari, dia tidak membawa baju ganti, Alya bingung. Tidak mungkin dia keluar dengan handuk seperti ini, bisa bisa Radit berpikir dia menggodanya.
Alya masih diam di kamar mandi. Sudah hampir satu jam dan Alya belum juga keluar. Membuat Radit bingung,
Jangan...jangan nona nya melakukan hal buruk.
"Nona, apa anda baik baik saja!" tanya Radit setelah mengetuk pintu kamar mandi.
"A..aku lupa membawa baju ganti ku, bisakah kau ambilkan di tasku?" tanya Alya malu.
"Baik, akan aku ambilkan. Tunggu!!"
Aku mengambil baju ganti Alya. Aku terkejut sekaligus malu saat mengambil pakaian dalamnya. Radit langsung memberikannya dan meninggalkan kamar keluar.
Alya keluar kamar mandi setelah memakai lengkap pakaiannya.
"Nona, silahkan sarapan!" ucap Radit membuyarkan lamunan Alya.
Alya memandang Radit kemudian beralih memandang makanan yang ada di meja.
Sungguh Alya tidak berselera untuk makan.
"Makanlah jangan membuatku tambah repot karena nona sakit!" ucap Radit lagi.
"Aku tidak berselera. Kau saja yang makan!" jawab Alya.
"Tapi nona tidak makan dari kemarin! Bagaiman jika nona sakit? Jangan menambah pekerjaanku."
"Aku tidak akan merepotkan mu, kau tenang saja. Aku bisa mengurus diriku sendiri. Satu hal lagi, Pernikahan kita ini hanya lah sandiwara. Aku terpaksa karena papa. Jadi jangan berharap,kita bisa seperti pasangan lainnya. Jangan mengaturku dan jangan coba coba untuk menyentuhku. Aku tidak mau kau ikut campur urusan pribadiku. Kau hanya perlu bersikap baik di depan papa. Aku harap kau tahu posisimu." ucap Alya.
Entah mengapa hati radit merasa seperti tercubit, sakit mendengar ucapan Alya.
"Posisiku? Kau tahu apa posisiku saat ini?" ucap Radit dengan wajah merah padam. Dia merasa terhina dengan ucapan Alya.
Matanya menatap tajam dan siap mengoyak hati dan tubuh Alya.
"Kau tanya posisiku?" ulang Radit kini dia sudah berdiri sangat dekat Alya.
"Apa kau sadar, aku ini suamimu. Mau tidak mau kau harus mengakui itu. Dan kau pikir aku mau menikah dengan gadis sombong, manja dan kekanakan seperti dirimu, yang bisanya hanya merengek dan menangis. Aku juga terpaksa nona. Kalau bukan karena pak Kusuma yang sudah banyak menolongku, aku juga tidak akan mau." ucap Radit dengan penuh amarah dan berlalu setelah mengucapkannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Lili Lilis
Ingat ya Allah sesabar-sabar seorang pria pasti ada rasa jenuh juga. sekarang kau yang jual mahal, nanti sebaliknya juga kau yang bucin😅🤭
2023-12-02
1
Wati_esha
Bagus Radit. Ingatkan Alya sesekali dengan sabar.
2023-08-27
2
Wati_esha
Tq update nya ya.
2023-08-27
0