"Sah...sah..." suara penghulu dan para undangan yang hadir terdengar hingga ke kamarku. Aku hanya bisa menangis, airmata ini sangat sulit untuk ku bendung.
Pernikahan macam apa yang akan aku lalui dengan manusia es itu. Aku membayangkan nya saja tidak sanggup apalagi harus menjalaninya.
Aku berjalan turun dibantu oleh Bella. Dia terus menggenggam erat tanganku dan menguatkan aku. Aku sudah menceritakan semuanya kepada Bella. Dia juga syok mendengar jika Ardian tega meninggalkan ku di saat seperti ini. Tapi apa mau dikata takdir berkata lain.
Aku terus melangkah hingga sampailah di depan penghulu. aku duduk disebelah Radit. Tapi aku tidak memandang wajahnya. aku hanya tertunduk.
Radit memasangkan cincin pernikahan di jari manis ku, begitu juga sebaliknya. Kini tiba waktunya aku mencium tangannya untuk yang pertama kali, aku mencium tangan imam ku. Orang yang akan menghabiskan sisa hidupnya denganku. Radit ingin mencium keningku aku menunduk hingga dia hanya mencium puncak kepalaku. Setelah itu aku bersalaman dengan papa, Aku menangis dan papa juga menangis. " Jadilah istri yang baik, jangan kecewakan papa." bisik papa di telingaku.
Begitu juga dengan Radit dia menyalami papa. "Radit, aku titip anak kesayanganku. Jagalah dia, bimbinglah dia. Jangan pernah kau sakiti hatinya. Jika dia salah tegur dia dengan cara yang baik, jangan kasar dengan dia, karena dia sangat perasa dan manja." ucap pak Kusuma kepada Radit. Radit hanya mengangguk.
Setelah acara ijab kabul, aku dan Radit bersiap siap untuk acara resepsi yang akan di gelar di hotel ini juga. Hotel ini milik papa juga. Acaranya sangat mewah dan meriah. Karena aku satu satunya anak papa. Semua rekan bisnis dan kolega Papa diundang. Aku dan Radit bersanding di pelaminan dan menyalami semua tamu.
Banyak juga tamu yang kasak kusuk membicarakan Ardian yang membatalkan pernikahan kami, tapi mereka tidak berani bertanya langsung.
Tamu yang hadir sangat banyak membuatku lelah dan menguap. Ku lirik jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Tapi acaranya belum juga usai
masih ramai dan makin meriah.
Radit melirik ke arahku.
"Nona lelah?" tanyanya. Aku diam enggan menjawab pertanyaan yang dia sudah tahu jawabannya.
"Jika lelah nona bisa istirahat lebih dulu. Aku akan mengatakan nya kepada para tamu. Nona akan diantarkan pelayan!" ucap Radit.
Aku mengangguk tanda setuju. Tak lama seorang pelayan wanita datang dan membantu mengantarkan ku ke kamar pengantin.
Aku masuk ke dalam kamar, "Kamar pengantin yang sangat indah" ucapku dalam hati. kelopak mawar bertaburan di tempat tidur, lilin aromaterapi sudah tersusun rapi menambah indahnya suasana. Hatiku kembali teriris. Andai saja Ardian yang menjadi suamiku, aku pasti sangat bahagia. Tapi ini...."
Aku meminta pelayan membantuku membuka baju ku dan aku menggantinya dengan piyama. Setelah itu aku keluar kamar mandi dan naik keatas tempat tidur. Aku sangat lelah, tak lama kemudian aku pun tertidur.
Cklek...Pintu kamar terbuka, Radit masuk dan mengunci pintunya. Dilihatnya Alya sudah tidur dan menganti bajunya.
Radit berjalan ke kamar mandi, dia mandi dan mengenakan piyama yang telah disediakan. Dia keluar kamar mandi dan duduk di tepi tempat tidur.
Dipandangnya wajah cantik istrinya. Bagai sebuah mimpi kini dia sudah menyandang gelar seorang suami dari putri tuannya sendiri. Benar benar sulit diterima akal sehatnya. Dalam sekejap dia sudah menikah, dan Alya lah yang menjadi istrinya. Gadis manja, cengeng.
Radit mengurut keningnya mengingat pernikahannya yang secepat kilat.
"Bagaimana aku harus bersikap?Aku tahu dia mencintai orang lain. Dan aku hanya sebatas pengganti. Apa dia menerima pernikahan ini dan mau menerimaku?
Tapi aku sudah menjadi suaminya. Aku berhak atas dirinya." batin Radit berkecamuk.
Radit mengambil bantal dan tidur di sofa. Dia takut tidak dapat mengontrol dirinya jika tidur dekat dengan Alya. Bagaimanapun dia lelaki dewasa yang normal.
Akhirnya Radit tertidur karena lelah. Malam pertama mereka berlalu begitu saja.
Jika kalian suka dengan cerita ini beri like and vote ya. Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Ab Duloh
bagus
2025-01-18
1
AKUN MATI...
klo bisa sih bagian dialog Alya jangan aku..tapi Alya,,jadi kesannya dialognya itu diambil dari sisi Alya.. seperti POV..
2024-12-01
3
Radiah Hassan
Like
2024-10-02
0