"Radit..." Pak Kusuma memanggil Radit. Radit datang mendekat.
Pak Kusuma memegang tangan Radit, "Berjanjilah padaku, kau akan menjaga anakku, cintai dan sayangi dia. Jangan pernah membuatnya menangis apalagi meninggalkan nya . Berjanjilah!!" ucap pak Kusuma semakin lemah.
"Saya berjanji tuan." ucap Radit tegas.
"Nak," Panggil pak Kusuma kepada Alya. Tangan lemahnya memegang tangan Alya Putri kesayangannya. "Papa sangat menyayangimu." ucapnya. Setelah itu pak Kusuma diam.
"Pa...Pa...." teriak Alya panik.
"Dokter...dokter..." Radit berteriak memanggil dokter.
Dokter dan perawat masuk dan memeriksa pak Kusuma. Alya dan Radit diminta menunggu diluar.
Sepuluh menit kemudian dokter keluar dengan wajah sedih. Alya dan Radit langsung menghampirinya.
"Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik, tapi Allah berkehendak lain." ucap dokter pada Alya.
Alya menangis histeris dan berlari masuk ke ruangan papanya.
"Papa........" Alya menjerit dan memeluk Papanya.
"Papa...jangan tinggalkan Alya pa....."
Alya terus menangis dan meratap. Radit membiarkannya meluapkan semua kesedihannya.
Jasad pak Kusuma dibawa pulang fan disemayamkan di ruang tengah. Disemayamkan sebentar disana untuk di kebumikan esok hari. Karena hari sudah sore.
Alya sangat sedih dan terus menangis disisi jasad Papanya. Begitu seterusnya sampai pemakaman pak Kusuma pun Alya terus menangis.
Radit membawa Alya pulang. Walau awalnya Alya menolak tapi Radit memaksanya. Alya kini mengurung dirinya di dalam kamar. Hatinya masih sangat sedih kehilangan papanya yang sangat dia cintai. Bahkan dia tidak mau makan dan minum sejak kemarin.
Radit khawatir jika nanti Alya sakit. Bagaimanapun dia sudah berjanji kepada tuan Kusuma untuk menjaganya. Radit pusing sendiri dibuatnya. Bagaimana caranya agar Alya mau makan? pertanyaan itu seakan berputar diatas kepalanya.
Radit masuk ke dalam kamar tuan Kusuma. Alya masih meringkuk dan menangis."Sampai kapan kau akan terus menangis seperti ini?" tanya Radit pada Alya.
Alya diam saja tak berniat menjawab pertanyaan Radit.
Radit kesal karena merasa tidak dipedulikan oleh Alya. "Aku bertanya padamu. Mau sampai kapan kau akan bertindak bodoh seperti ini?" ucap Radit dengan suara sedikit meninggi."
Alya menoleh dengan tatapan yang tajam. "aku tidak menyuruhmu untuk menunggu ku. Dan aku tidak butuh belas kasihmu." ucap Alya.
Kata kata Alya menggores dihati Radit. Radit merasa tersinggung.
"Kau pikir siapa dirimu, hah! Kau pikir aku peduli padamu. Kalau bukan karena janjiku pada ayahmu aku juga tidak akan repot repot membujuk gadis cengeng sepertimu." ucap Radit.
"Papa sudah meninggal, dan kita menikah dengan terpaksa. Sebaiknya kita akhiri saja. Kau tidak perlu repot untuk mengurusku lagi." ucap Alya semakin membuat Radit kesal.
"Kau...." Radit tak melanjutkan ucapannya .
Dia kesal bahkan sangat kesal. Dia menghempaskan tangannya dan menyapu mukanya dengan kedua tangan nya untuk meredam emosinya.
"Bagaimana aku bisa dipermainkan oleh seorang gadis cengeng seperti Alya. Dan menikah adalah hal yang sakral untuknya bahkan dia tidak terpikir sedikitpun untuk bercerai. Walaupun aku tahu tidak ada cinta dihatinya." pikir Radit.
" Cepat keluar dan makan. Jika dalam waktu sepuluh menit kamu tidak juga keluar untuk makan malam. Jangan salahkan aku jika aku mengurungmu di dalam kamar ini." ucap Radit meninggalkan Alya.
Radit keluar dan membanting pintu kamar dengan sangat kuat. Dia meluapkan kekesalannya pada Alya.
Alya kembali terduduk dan menangis. "Seperti inikah karakter suamiku" . Pria yang akan menghabiskan hidup bersama nya. Tidak Alya tidak mau. Dia akan berupaya untuk lepas dari Radit." ucapnya dalam hati.
masih setia dengan cerita mamie. Kita lihat nanti siapa yang akan bertahan Radit atau Alya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Radiah Hassan
😊😊😊
2024-10-02
0
Wati_esha
Kamu lupa bagaimana sikapmu pada Radit?
2023-08-27
3
Srisur Yati
semoga dua2x
2023-02-04
0