Alya berjalan masuk ke kamar ayahnya. pak kusuma sedang beristirahat. Dia masih kurang sehat, tapi tetap tidak mau di bawa ke dokter.
Alya duduk di tepi ranjang tidur ayahnya. Lama dipandanginya wajah pria yang sudah membesarkannya. Air mata Alya turun perlahan. Ayahnya segalanya baginya. Dialah ayah sekaligus ibu untuk alya. Alya menghapus airmata nya.
Pak kusuma membuka matanya. "Kamu sudah pulang, nak? Mana Radit?" tanya pak Kusuma.
"Ada di luar Pa? Gimana kondisi Papa? kita ke rumah sakit, ya?" pujuk Alya
Pak kusuma menggeleng. "Papa sudah tua, umur papa tidak akan lama lagi. Papa cuma berpesan, jadilah istri dan ibu yang baik, Papa mungkin tidak bisa melihat cucu papa besar. Papa harap kau mengerti,bahwa apa yang telah terjadi itu semua adalah takdir dan papa harap kamu bisa menjalaninya dengan baik. Terima Radit sebagai suamimu. Papa sangat mengenalnya, dia orang yang baik, sabar dan bertanggung jawab. Papa merasa tenang meninggalkan mu padanya."
"Papa bicara apa? Papa pasti baik baik saja." ucap Alya airmatanya sudah lolos membasahi pipinya.
"Papa sangat menyayangimu Nak!" ucap pak Ahmad memegangi dadanya.
"Pa..Papa...Pa... Radit.....Radit....." panggil Alya panik.
Radit berlari masuk ke dalam kamar. Dilihatnya Alya menangis dan pak Kusuma yang sudah tak sadarkan diri. dengan cepat Radit memanggil pelayan dan membawa bos sekaligus mertuanya ke rumah sakit.
Dalam perjalanan Alya terus menangis sambil memeluk Papanya. Radit mengemudikan mobil dengan sangat kencang. Hanya beberapa menit mereka telah sampai di rumah sakit.
Dokter langsung memeriksa tuan Kusuma. Alya dan Radit menunggu di luar. Setelah menunggu, akhirnya dokter keluar.
"Gimana kondisi ayah saya dok?" tanya Alya.
"Jantungnya sudah sangat lemah. Dia tidak boleh mendapat berita yang bisa mengejutkan jantungnya. Sebisa mungkin selalu menjaga hal hal yang bisa membahayakan jantungnya. Buat dia selalu gembira." ucap dokter.
"Baik dok, "Jawab Radit.
Dokter berlalu dari hadapan Radit dan Alya. Alya terdiam mendengar apa yang diucapkan oleh dokter. Radit memegang bahunya dan membawanya duduk di kursi tunggu. Alya masih diam, dia tidak tahu harus bicara apa. Ternyata selama ini ayahnya menyimpan penyakit yang sangat berbahaya dan di rahasiakan darinya. Air mata Alya turun dengan deras.
Radit masuk ke dalam ruangan dimana sat ini pak Kusuma di rawat. Tubuhnya dipasang bermacam macam alat untuk membantunya bertahan hidup. Radit memandang tubuh lemah mertuanya.
Dia mengambil kursi dan duduk di sebelah papa mertuanya. Lama dipandanginya wajah pak Kusuma. Setitik air mata bening jatuh di pipinya. Pak Kusuma sudah sangat berjasa dalam hidupnya. Tanpa dia, Radit tidak akan bisa seperti ini. "Aku akan membalas Ardian, Papa tenang saja. Dia akan membayar mahal untuk ini semua." ucap Radit.
"Radit janji akan selalu menjaga Alya, Papa tidak perlu khawatir."
Pak Kusuma membuka matanya. "Alya ..." panggilnya lemah.
Radit bergegas memanggil Alya. Alya berjalan cepat menemui papanya.
"Papa..."Alya memeluk Papanya dengan erat dan terus menangis.
Radit mengangkat tubuh Alya. karena Alya terlalu kuat memeluk Papanya membuat pak Kusuma meringis menahan sakit.
"Papa jangan banyak bergerak, Alya akan jaga Papa. Papa pasti sembuh!" ucap Alya.
Pak Kusuma menarik bibirnya tipis. "Papa akan menemui mama. Mama sudah menunggu papa. Jangan menangisi Papa."
Alya menangis semakin keras. "Papa jangan bicara seperti itu, jangan tinggalin Alya, Pa. Alya nggak punya siapa siapa selain papa." ucap Alya
"Radit.." panggil pak Kusuma.
Radit berjalan mendekat kearah mertuanya.
kira kira apa pesan pak Kusuma pada Radit???? tunggu episode selanjutnya 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Radiah Hassan
Next episode
2024-10-02
0
Dewi Dj
haiis cuman kegitu aj make acara sakit segala moga cepat sembuh pak.kusumah j bis mendapatkan brita tentang Adrian
2024-01-18
0
Wati_esha
Alya hidup cuma berdua dengan Kusuma, tapi tak tahu penyakit ayahnya. 🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2023-08-27
0