Kemarahan radit

Radit sampai di kantor setelah meeeting dengan klien. Radit duduk dan merenggangkan ototnya, Dia menarik nafas berat. Bayangan wajah Alya yang memakaikan nya dasi masih menari nari dimatanya.

Baru pertama kali dalam hidupnya Radit dipakaikan dasi. Dan kini wanita yang sudah berstatus istrinya itu memakaikan dasi untuknya.

Tomi terus memperhatikan Radit yang bengong dan melamun.

"Dit..." panggil Tomi dengan suara tinggi dekat telinga Radit.

Radit sontak kaget, dan menoleh kearah Tomi.

"kamu ngelamunin apaan sih. Sejak tadi gue perhatiin lo bengong aja."

'Tidak ada" jawab Radit cepat. Dia enggan menceritakan nya pada Tomi. Pasti Tomi akan mengejeknya.

"Loe kepikiran istri loe dirumah! Oh ya, gimana reaksinya saat loe kasih gelang?" tanya Tomi.

Radit diam tak menjawab pertanyaan Tomi. "Jangan bilang loe belum memberikan nya?" Ucap Tomi sambil melotot.

Radit mengangguk. "Kau benar, aku belum memberikan nya. Kami bertengkar kemarin dan dia meminta cerai dariku?" ucap Radit pelan dan sedih.

"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Tomi semkin penasaran.

Radit mengangkat bahunya. "Entahlah..." jawabnya pelan.

"Loe nggak boleh pisah dengan Alya, dan ingat janji loe pada almarhum papanya. "

"Tapi aku bisa menjaganya walau aku bukan lagi suaminya."

"Lalu lo mau ngapaian?? mau jadi pahlawanku saat nanti dia nangis nangis karen ditinggal lagi atau disakiti lagi? Apa Lo mau dia balik dengan Ardian, atau pria lain yang hanya ingin memanfaatkan kekayaan nya? loe tega? Sama aja Lo ma Ardian." ucap Tomi emosi.

"Trus aku harus gimana? dia sendiri yang meminta berpisah! Aku tidak bisa memaksanya, aku sudah mengatakan akan menceraikan nya setelah dua tahun. Saat dia sudah mewarisi seluruh kekayaan almarhum Papanya." ucap Radit.

"Terserah Lo. Gue sebagi teman sudah mengingatkan. Jangan sampai loe menangis setelah kehilangan dia." Tomi berlalu keluar dari ruangan Radit.

Radit duduk diam mencoba mencerna ucapan Tomi.

Radit menengadah memandang langit langit, ," Benar, semua yang Tomi ucapkan itu benar. Aku harus menjaga Alya, melindunginya hingga akhir hayatku, walau dia manja cengeng tapi dia adalah istriku, milikku, aku akan tetap mempertahankannya. " ucap hati kecil Radit.

Radit mengeluarkan gelang yang dia beli kemaren dari sakunya. Dipandangnya gelang itu dan menarik nafas lelah. Tadi pagi dia ingin memberikan nya pada Alya, tapi lagi lagi dia tidak memiliki keberanian.

Radit kembali menyibukkan diri dan fokus pada pekerjaannya. Hingga malam.haru menjelang. Radit baru pulang dari kantor. Pekerjaan yang sangat menumpuk dan menguras tenaga membuatnya merasa sangat lelah.

Radit masuk ke dalam rumah. rumah sangat sepi. Ditambah ini sudah jam.swpupuh malam. mungkin semuanya sudah tidur.

"Dimana Alya Bik?" tanya Radit

"Non Alya ada di kamarnya tuan. Tuan mau makan malam ,Biar bibi siapkan?"

Bukan menjawab Radit kembali bertanya. "Alya sudah makan bi?"

"Non Alya belum makam tuan, sejak tadi sore, waktu non Bella, non Alya mengurung dirinya di kamar." jawab pelayan sedikit ketakutan.

"Siapkan makan malam, saya akan makan bersama Alya." jawab Radit.

Radit naik ke atas ke kamar Alya, Diketuk nya pintu kamar, tapi tak ada jawaban.

Radit membukanya, Alya tidak ada di dalam. Radit berjalan masuk, dan melihat ke kamar mandi tetap tidak ada. Dia berjalan menuju balkon. Dilihatnya Alya duduk melamun disana.

"Apa yang kau lakukan disini, ini sudah malam." ucap Radit.

"Bukan urusanmu!" jawab Alya ketus.

mendengar ucapan Alya, emosi Radit naik.

"Ini menjadi urusanku, karena kau istri ku. Cepat turun ke bawah, aku tunggu di meja makan!" ucap Radit dan berbalik akan meninggalkan Alya.

"Aku tidak mau makan, kau makanlah sendiri." jawab Alya cepat, menghentikan langkah Radit. Radit berbalik dan berjalan mendekat.

"Jangan seperti anak kecil yang bisanya hanya merepotkan ku saja. cepat turun atau aku seret ke bawah." ancam Radit.

"Sudah aku bilang aku tidak mau! Apa kau tuli?" bentak Alya.

Radit berjalan mendekat dan memanggil Alya di pundaknya. Dia membawa Alya turun ke bawah. Alya memaki dan meronta dan memukuli punggung Radit. Radit terus membawanya ke ruang makan. Sampai di bawah Radit menurunkannya secara kasar hingga Alya terduduk dilantai.

"Kau...." teriak Alya marah dan bangkit berdiri.

"Cepat makan, atau aku yang akan menyuapimu!"

"Aku tidak mau, tidak mau!" Alya berteriak.

"Radit mengambil nasi dan lauk, dia berjalan mendekat kearah Alya. Meletakkan piring nasi diatas meja. kini Alya sudah duduk diatas meja makan.

Alya masih diam tak mau menyentuh makanannya. Membuat Radit kembali marah. Radit mengambil sendok dan memasukkan nya ke dalam mulutnya, kemudian dia mendekat ke arah Alya. Melihat pergerakan Radit Alya menutup mulut nya dengan tangannya. "Aku bisa makan sendiri." ucapnya cepat.

Radit tersenyum penuh kemenangan. "Cepat habiskan, aku tunggu disini!" ucap Radit tegas. Dengan menggerutu Alya memakan makanannya. Karena dia takut dengan Radit. Radit juga mengambil makanan untuknya dan memakannya. Mereka makan dalam diam.

"Ternyata seperti ini caranya, agar dia mau menurut. Dia sangat lucu saat ketakukatan tadi." ucap Radit dalam hati. Dia kembali tersenyum mengingat nya.

Setelah makan malam Radit dan Alya kembali ke kamar masing masing. Radit mandi dan merebahkan dirinya di kasur. Dia sudah bertekad akan berusaha mempertahankan pernikahannya. Tak lama dia tertidur pulas.

Pagi hari seperti biasa Radit turun kebawah dengan berpakaian rapi. Dia belum memakai dasinya. Dia mencari Alya di meja makan, tapi Alya belum tampak disana.

"Bik, Alya dimana?"

"Non Alya belum turun tuan." jawab pelayan.

Radit kembali balik keatas mwnuju kamar Alya. Diketuknya pintu namun tak ada jawaban, Radit masuk kedalam, bersamaan Alya yang baru keluar dari kamar mandi. Dia sudah berpakaian lengkap, hanya rambutnya yang masih dibungkus handuk karena basah. Radit terpesona dengan pemandangan didepannya.

"Ada apa kau masuk ke kamarku? lain kali ketuk pintu dulu jangan sembarangan masuk. Apa kau tidak tahu sopan santu" ucap Alya ketus.

Radit berjalan mendekat. "Aku sudah mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban." Radit menyerahkan dasi ditangannya. "Cepat pakaikan, mulai hari ini dan seterusnya tugasmu memakaikan dasiku." ucap Radit lagi.

Alya mengambil dasi ditangan Radit dan memakaikannya. "Aku bisa memakaikannya diluar, tanpa harus masuk ke dalam kamarku" ucap Alya.

"Kenapa kalau aku masuk, kamu adalah istriku. Aku berhak atas dirimu, apalagi hanya masuk ke kamar ini. Asal kau tahu aku bisa saja melakukan hal lebih padamu, karena itu adalah hak ku." ucap Radit penuh tekanan pada kata hak. Membuat wajah Alya merah padam.

"Jangan pernah berpikir untuk menyentuhku," bentak Alya. Dia mwntupi dirinya dengan menyilangkan tangnnya didadanya.

"Kalau aku mau gimana?" ucap Radit dengan senyum yang sulit diartikan. Dia maju mendekati Alya. Alya ketakutan.

"Jangan pernah lupa jika aku adalah suamimu, dan aku berhak melakukan apa saja padamu. Dan kau tak bisa berbuat apapun." ucap Radit tepat didepan wajah Alya. Hangat Nafas Radit menyentuh kulit mulus Alya. Setengah berbicara Radit pergi meninggalkan Alya yang masih bengong dan syok akan tinndakan Radit tadi.

Radit terus turun ke bawah mengambil tas dan kunci mobilnya, melangkah keluar dan masuk kedalam mobil. Dia melajukan mobilny kencang. Emosi masih menguasainya. Radit menghentikan mobilnya di tepi jalan dan memukul stir nya dengan kuat. Akh........" teriak Radit.

Radit merasa tersinggung dengan ucapan Alya.

Terpopuler

Comments

Radiah Hassan

Radiah Hassan

Sama2 ego

2024-10-03

1

Wati_esha

Wati_esha

Perbaiki caramu menghadapi Alya, Radit! Ingat pesan Fatimah.

2023-08-27

1

Dede

Dede

ya thor kpn sdr nya dan luluh nyz sih hati alya sm radit kok keras kepala sx. 🙏🙏 ya thor jd nya bosen kl gini trus buat alya bucin dong thor sm radit.

2022-08-29

0

lihat semua
Episodes
1 Hari pernikahan
2 Sah
3 Visual
4 Jagalah putriku
5 Jangan menyentuhku
6 Curhat
7 Pulang
8 Pesan terakhir
9 Berjanjilah
10 Menemukan Ardian
11 Wasiat Papa
12 Jauhi Alya
13 Oleh oleh
14 kesal
15 Dia sangat rapuh
16 Berubah
17 Kemarahan radit
18 Alya sakit
19 Awal mula pembalasan
20 Mati lampu
21 Dia istriku
22 Kedatangan Keysa
23 Kembali bekerja
24 Mabuk
25 Maafkan aku
26 Amarah Radit
27 Terungkap
28 Alya cemburu
29 Mencari Alya
30 Perhatian kecil
31 First kiss
32 Canggung
33 Mengunjungi bunda
34 Di panti
35 Bertemu mertua
36 Karena aku suamimu
37 Dia suamimu
38 Kemana aku mencari mu
39 Baikan
40 Ardian kembali
41 Kebenaran
42 Kesedihan Alya.
43 Kegalauan Radit
44 Aku akan pergi
45 Aku mencintaimu
46 Panggilan Sayang
47 Good mood
48 Dinas Keluar
49 Miss you much
50 Makan Siang bareng
51 Aku mencintainya
52 Aku sangat merindukanmu
53 Hadiah untuk Alya
54 Terungkap
55 Aku mau hadiahku
56 Makan Malam
57 Rencana Tomi
58 Bertemu Bella
59 Apa kau mencintai ku?
60 Kemarahan Bella
61 Jebakan
62 Kesedihan alya
63 Aku hanya mencintai mu
64 Memasak
65 Menemui Bella
66 Kejutan untuk Alya
67 Persiapan Honeymoon
68 Honeymoon Part 1
69 Honeymoon Part 2
70 Honeymoon Part 3
71 Kembali ke Jakarta
72 Positif
73 Menunggu
74 Somay
75 Percaya Padaku
76 Penasaran
77 Pengumuman
78 Menemui keysa
79 Malu
80 aku cemburu
81 Ngidam
82 Pesan
83 Menemanimu
84 Penjelasan
85 Semangat pagi
86 Penculikan
87 Dendam
88 Isi hati Celin
89 Mengungkap
90 Tertangkap
91 Aku disini untukmu
92 Butik Baru
93 Bertemu Rania
94 Galau
95 Baby Haikal (End)
96 Ekstra part 1
97 Masa lalu
98 Lamaran
99 Rencana pernikahan
100 PENGUMUMAN
101 Kesedihan
102 Bertemu Wanita Tua
103 Pemenang Give Away
104 Penasaran
105 Give away
106 Mengenang
107 Penyesalan Jeselin
108 Perlahan
109 Jeselin Kembali
110 Rangga
111 Kantor
112 Penasaran
113 Mencari kebenaran
114 Bingkisan
115 Curiga
116 Mengunjungi bunda
117 Ulang Tahun
118 Terbongkarnya Masa lalu
119 Spesial Radit
120 Curiga.
121 Titik terang
122 Bertemu lagi
123 Bimbang
124 Sweet
125 Percobaan
126 Jeselin
127 Pertemuan Antonio dan Jeselin
128 Ancaman
129 Dendam
130 Mengikuti
131 Pembunuhan
132 Ke desa
133 Terungkap
134 Pulang
135 Rangga marah
136 Mengunjungi Jeselin
137 Terjebak Sendiri
138 Kedatangan Danu
139 Kepanikan Jeselin
140 Kepanikan Jeselin 2
141 Perayaan
142 Penculikan
143 Bertemu kakek
144 Mengharukan
145 Spesial Tomi
146 Kakek Agus
147 Hukuman jeselin
148 Tujuh bulanan
149 Akhir Bahagia
150 Ucapan Terima Kasih
151 Pengumuman
152 Pengumuman
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Hari pernikahan
2
Sah
3
Visual
4
Jagalah putriku
5
Jangan menyentuhku
6
Curhat
7
Pulang
8
Pesan terakhir
9
Berjanjilah
10
Menemukan Ardian
11
Wasiat Papa
12
Jauhi Alya
13
Oleh oleh
14
kesal
15
Dia sangat rapuh
16
Berubah
17
Kemarahan radit
18
Alya sakit
19
Awal mula pembalasan
20
Mati lampu
21
Dia istriku
22
Kedatangan Keysa
23
Kembali bekerja
24
Mabuk
25
Maafkan aku
26
Amarah Radit
27
Terungkap
28
Alya cemburu
29
Mencari Alya
30
Perhatian kecil
31
First kiss
32
Canggung
33
Mengunjungi bunda
34
Di panti
35
Bertemu mertua
36
Karena aku suamimu
37
Dia suamimu
38
Kemana aku mencari mu
39
Baikan
40
Ardian kembali
41
Kebenaran
42
Kesedihan Alya.
43
Kegalauan Radit
44
Aku akan pergi
45
Aku mencintaimu
46
Panggilan Sayang
47
Good mood
48
Dinas Keluar
49
Miss you much
50
Makan Siang bareng
51
Aku mencintainya
52
Aku sangat merindukanmu
53
Hadiah untuk Alya
54
Terungkap
55
Aku mau hadiahku
56
Makan Malam
57
Rencana Tomi
58
Bertemu Bella
59
Apa kau mencintai ku?
60
Kemarahan Bella
61
Jebakan
62
Kesedihan alya
63
Aku hanya mencintai mu
64
Memasak
65
Menemui Bella
66
Kejutan untuk Alya
67
Persiapan Honeymoon
68
Honeymoon Part 1
69
Honeymoon Part 2
70
Honeymoon Part 3
71
Kembali ke Jakarta
72
Positif
73
Menunggu
74
Somay
75
Percaya Padaku
76
Penasaran
77
Pengumuman
78
Menemui keysa
79
Malu
80
aku cemburu
81
Ngidam
82
Pesan
83
Menemanimu
84
Penjelasan
85
Semangat pagi
86
Penculikan
87
Dendam
88
Isi hati Celin
89
Mengungkap
90
Tertangkap
91
Aku disini untukmu
92
Butik Baru
93
Bertemu Rania
94
Galau
95
Baby Haikal (End)
96
Ekstra part 1
97
Masa lalu
98
Lamaran
99
Rencana pernikahan
100
PENGUMUMAN
101
Kesedihan
102
Bertemu Wanita Tua
103
Pemenang Give Away
104
Penasaran
105
Give away
106
Mengenang
107
Penyesalan Jeselin
108
Perlahan
109
Jeselin Kembali
110
Rangga
111
Kantor
112
Penasaran
113
Mencari kebenaran
114
Bingkisan
115
Curiga
116
Mengunjungi bunda
117
Ulang Tahun
118
Terbongkarnya Masa lalu
119
Spesial Radit
120
Curiga.
121
Titik terang
122
Bertemu lagi
123
Bimbang
124
Sweet
125
Percobaan
126
Jeselin
127
Pertemuan Antonio dan Jeselin
128
Ancaman
129
Dendam
130
Mengikuti
131
Pembunuhan
132
Ke desa
133
Terungkap
134
Pulang
135
Rangga marah
136
Mengunjungi Jeselin
137
Terjebak Sendiri
138
Kedatangan Danu
139
Kepanikan Jeselin
140
Kepanikan Jeselin 2
141
Perayaan
142
Penculikan
143
Bertemu kakek
144
Mengharukan
145
Spesial Tomi
146
Kakek Agus
147
Hukuman jeselin
148
Tujuh bulanan
149
Akhir Bahagia
150
Ucapan Terima Kasih
151
Pengumuman
152
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!