Radit terus melajukan mobilnya dengan kencang menuju hotel. Pikiran buruk muncul, Bisa saja Alya melakukan hal buruk yang bisa membahayakan nyawanya. Mengingat saat ini Alya lagi prustasi dan kecewa dengan hidupnya. Radit menambah kecepatan mobilnya.
Radit sudah sampai di depan hotel. Dia memberikan kunci mobilnya kepada penjaga untuk diparkirkan. Radit langsung masuk kedalam lift menekan tombol 16 dimana kamar hotel mereka berada.
Dibukanya pintu kamar, diedarkannya pandangannya mencari Alya. Tapi Alya tidak dia temukan. Radit berubah panik, di bukanya pintu kamar mandi, Alya tidak juga ada disana. Radit berjalan ke balkon, ternyata Alya masih duduk bersandar di teralis balkon dan tertidur.
Radit berjalan mendekat. Nampak jelas wajah Alya sembab dan merah, lkarena menangis seharian. Dia mungkin tertidur karena kelelahan menangis. Radit perlahan mengangkat tubuhnya dan membaringkannya di tempat tidur. Kemudian radit menyelimutinya.
Radit berjalan dan duduk disofa. Dia terus memandang Alya yang sedang tertidur.
Radit merogoh sakunya dan mengambil ponselnya disana.
derrrt...derrrrt..
"Ya, halo bos!" jawab seseorang diseberang.
"Aku ada tugas buatmu, cari tahu kemana Ardian Wijaya kabur, selidiki juga kenapa dia pergi di hari pernikahannya?"
"Siap bos."
Radit memutuskan panggilannya.
Duduk bersandar di sofa. Dia kembali memikirkan ucapan Bu Fatimah. "Apa yang harus aku lakukan" ucapnya prustasi.
Lama Alya tertidur. Dia terbangun dan melihat sekeliling. Bukan kah tadi aku berada di balkon, kenapa sekarang aku ada ditempat tidur. Dia kembali melihat sekeliling. Dilihatnya Radit sedang duduk mengerjakan sesuatu di tabnya. "apa dia yang mengangkat ku kesini." Alya membuka selimut dan melihat tubuhnya. Bajunya utuh sama seperti tadi. Alya bernafas lega. Bagaimanapun dia harus waspada dengan Radit.
"Cepat bangun dan mandi. Setelah ini kita kembali ke rumah." ucap Radit tanpa melihat Alya.
Alya hanya bersungut, dan bangkit dari tempat tidur kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai dia keluar dan mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk. Radit hanya meliriknya kemudian kembali sibuk dengan tab di tangannya.
"Aku beri waktu sepuluh menit untuk bersiap. jika terlambat sedikit saja, aku tinggal." Radit kembali mengingatkan Alya.
Alya menyisir rambutnya, Menganti baju dan mengambil ponselnya. kemudian berdiri di samping Radit.
Radit mematikan tabnya, dan berdiri. Dia tidak menyadari jika Alya berdiri disampingnya. Radit terkejut begitu juga dengan Alya. Alya mundur dan hampir terjatuh. Refleks Radit menangkap tubuh Alya , hingga posisi mereka begitu dekat. Alya tertegun begitu juga dengan Radit. Seumur hidupnya ini pertama kalinya Radit berdekatan dengan perempuan. Apalagi posisinya sangat dekat seperti ini. Jantung Radit berdebar kencang.
Alya tersadar dan bangun dari posisinya. Radit juga sama tersadar. Radit menjadi canggung. Dia menarik koper dan berjalan keluar meninggalkan Alya. Alya berjalan mengikuti Radit keluar dari kamar mereka.
Disepanjang perjalanan Radit dan Alya diam saja. Tidak ada yang berniat membuka percakapan. suasana sangat canggung akibat insiden kecil tadi.
Mobil sudah memasuki halaman rumah Alya. Radit mematikan mobilnya dan hendak turun. Alya memangilnya. "Tunggu".
Radit yang akan melepas sabuk pengamannya pun menoleh. Matanya menunjukkan tanda tanya yang besar.
"Aku mau di depan papa kita terlihat biasa saja. Aku ...."
"Aku tahu, cepat turun lah!" ucap Radit memotong ucapan Alya.
Radit turun lebih dulu, penjaga sudah membuka bagasi dan membawa koper mereka masuk ke dalam rumah.
Alya menggandeng tangan Radit dan melangkah masuk ke dalam. Radit melirik ke arah tangannya. Kemudian dia berpura pura tidak tahu. Dia membiarkan Alya menggandeng tangannya.
Radit dan Alya memasuki rumah. "Bik, Dimana papa?" tanya Alya pada Bik ijah pembantu dirumahnya.
"Tuan ada di dalam ruangannya non," jawab Bik ijah.
Alya melepaskan genggaman tangannya dan masuk kedalam kamar ayahnya.
tunggu kelanjutannya ya....
dukung penulis dengan berikan like and vote yang banyak terimakasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Erna Yunita
Hmmm.... masih ada pedes-pedesnya 😉
2024-11-17
0
Radiah Hassan
Awal2 x suka.. 😄😄Nnti jatuh cinta
2024-10-02
1
Wati_esha
Bersabarlah terhadap Alya, Radit.
2023-08-27
0