Radit sudah merebahkan dirinya diatas tempat tidur. Dia asyik membaca buku. Kebiasaan Radit sejak dulu membaca buku sebelum tidur. Tiba tiba lampu padam.
Radit bangun dan mengambil ponselnya
Menggunakannya sebagai senter untuk mencari lilin, dan menyalakannya.
Radit keluar kamar dan memanggil pelayan.
"Apa yang terjadi, menhapa lampunya bisa mati." tanya Radit.
"Maaf tuan. Tadi terjadi korsleting dan baru bisa diperbaiki besok pagi karena tukangnya sedang berada di luar kota. " ucap pelayan takut.
"Baiklah nyalakan lilin, dan pasang di beberapa tempat agar tidak terlalu gelap." ucap Radit kemudian dia bergegas ke kamar Alya.
"Alya.." panggil Radit mengetuk pintu kamarnya.
"Radit...aku takut!" ucap Alya dari dalam kamar.
Radit masuk dan mencari Alya. ternyata Alya duduk meringkuk diatas tempat tidur nya. "A..aku takut!" ucapnya.
Tangan dingin dan gemetar.
Radit memeluknya, "Tenanglah, ada aku disini. Kamu tidak perlu takut lagi." ucap Radit mengelus puncak kepala Alya.
Alya memeluk erat Radit.
"Ayo..." ajak Radit.
"Kemana?"
"Kita tidur di kamarku saja. karena lampunya akan mati hingga besok pagi. Atau kau mau tidur sendiri disini?" tanya Radit.
"Ti....tidak. Aku takut, aku ikut denganmu saja." ucap Alya masih memeluk erat Radit.
Alya dan Radit keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Radit.
"Tidurlah aku akan menjagamu. Kau tidak usah takut lagi" Ucap Radit. Dia mengambil bantal dan selimut, akan tidur di sofa.
Alya menahan tangannya."kau...kau..tidur disini saja." ucapnya pelan.
Radit diam tak bergerak. Dia masih belum sepenuhnya ngeh dengan ucapan Alya.
"Aku.. takut, biasanya papa akan memelukku jika aku merasa takut. Mau kah kau memelukku dan mengusap kepalaku hingga aku tertidur." ucap Alya pelan.
Radit diam sejenak kemudian mengangguk. Dia kembali meletakkan bantal dan selimutnya. Dia naik ketempat tidur dan memeluk Alya.
"Kemari lah, aku akan memelukmu dan sekarang tidurlah dengan nyenyak."
Radit mengusap lembut kepala Alya hingga tak lama kemudian Alya tertidur.
Kepalanya berbantalkan lengan Radit dan dia memeluk erat Radit. Menyembunyikan kepalanya di dada bidang suaminya. Alya merasa sangat nyaman dengan posisinya ini.
Radit berdebar dengan apa yang dilakukan Alya. Radit sungguh tidak dapat menahan gelanyar aneh di dalam hatinya.
Ada perasaan bahagia menyusup di relung hati Radit. Disibakkan nya rambut Alya yang menutupi wajahnya ke belakang telinga dan Lama dia memandangi wajah Alya.
Alisnya yang tebal, bulu matanya lentik, pipinya sedikit tirus dan bibirnya berwarna merah muda. Membuat Radit ingin sekali mencecap bibir mungil itu. Benar benar suatu godaan. Radit memajukan wajahnya jarak mereka semakin dekat, tapi dia menghentikan nya dia teringat akan ucapan Alya.
"Kita hanya sebatas teman."
Radit tersenyum getir dan memundurkan wajahnya kembali. Gurat kekecewaan tampak jelas diwajahnya.
Akhirnya dia ikut memejamkan matanya, tak lama kemudian dia pun ikut tertidur masih dengan memeluk erat Alya.
Suara kicauan burung membangunkan Alya dari tidur nyenyak nya. Dia terkejut karena ada sebuah benda berat di perutnya.
Dibukanya matanya dan dipandangnya jelas wajah Radit di depan matanya. Radit masih tertidur pulas. Tampak tenang, alisnya tebal, hidungnya mancung dana bibirnya sedikit tebal.
"Kalau sedang tidur dan dipandang dari dekat seperti ini ternyata dia sangat tampan " Ucap Alya dalam hati.
Alya tanpa sadar masih memandangi wajah suaminya.
Alya masih enggan beranjak turun, rasanya nyaman tidur dalam pelukan Radit. Hingga Radit sedikit bergerak dan mulai membuka matanya. cepat cepat Alya berpura pura tidur agar Radit tidak tahu jika dia memandangi wajahnya.
Radit membuka matanya dan pemandangan pertama yang dia lihat adalah wajah cantik Alya. Radit tersenyum tipis.
"Baru bangun tidur saja dia sangat cantik." ucap nya dalam hati.
Perlahan dia meletakkan kepala Alya di bantal, menyelimutinya dan turun dari tempat tidur.
Radit berjalan ke kamar mandi. Dia akan segera mandi dan berangkat bekerja.
Biarlah Alya tertidur. Mungkin tidurnya kurang nyenyak tadi malam, pikirnya.
Setelah Radit berlalu Alya membuka matanya. Jantungnya berdebar dua kali lebih cepat. membuatnya memegangi dadanya. Perasaan apa ini. Kenapa aku jadi berdebar berada di dekatnya.
Alya bangun dan duduk diatas tempat tidur bersamaan dengan Radit yang keluar dari kamar mandi. Dia hanya mengenakan handuk dipinggangnya.
Nampak jelas roti sobeknya dan rambutnya yang basah membuatnya terlihat tambah seksi dan tampan.
Alya sontak berteriak dan menutup matanya dengan tangannya.
"Aaaaaa....... kenapa kau tidak memakai baju ku di kamar mandi saja."
"Maaf tadi aku lupa membawanya."
Radit berjalan melewati Alya dia mengambil baju di lemari dan memakainya.
"Sudah selesai, kau bisa membuka matamu" ucapnya.
Alya membuka matanya perlahan, dia takut Radit menipunya.
Dilihatnya Radit sedang sibuk mengancingkan kemejanya. Alya berdiri dan berjalan mendekat. Dia membantu Radit mengancingkan kemeja dan memakaikan dasinya.
"Biar aku saja. aku bisa sendiri!" tolak Radit.
Alya tak bergeming, bukannya menjauh dia malah terus merapikan penampilan Radit hingga selesai. Radit hanya bisa membiarkannya saja.
"Ok, sudah selesai!" ucap Alya.
Dia mendongak melihat wajah Radit. Radit juga memandang wajahnya. Lama netra mereka bertemu tanpa ada seorangpun yang berbicara. Mereka saling menyelami melalui mata mereka.
Akhirnya Radit mengalah dan menunduk. Suasana menjadi canggung. Dia bingung harus bicara apa, begitu juga dengan Alya. "Terimakasih" ucap Radit pada akhirnya.
Dia berjalan keluar menuju meja makan. Alya mengikuti nya masih dengan perasaan tak menentu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Radiah Hassan
😍😍😍
2024-10-03
1
Wati_esha
Terus membaik dan mencair hubungan kalian.
2023-08-27
0
Meggy Natonis Tuulima
seperti mati lampu ya syg seperti mati lampuuuu
2023-01-31
0