Bab 20

Seluruh rangkaian acara pernikahan telah selesai. Elena bisa bernafas lega sekarang karena ia tak dipaksa lagi untuk terus tersenyum pada ribuan tamu undangan. "Elena sayang. Untuk malam ini kalian istirahat disini dan besok baru pulang ke mansion" ucap Rachel, ibu dari Rafael.

"Rafa bawalah istrimu ke kamar. Dan jangan berbuat aneh-aneh" ucap Arthur dan memberi ancaman pada putranya itu di akhir kalimat.

"Ikutlah denganku" Elena berjalan mengekor di belakang Rafael. Setelah Elena dan Rafael berjalan menjauh, Rachel memanggil seorang penjaga agar mendekat padanya.

"Iya nyonya Rachel?"

"Kau lihat wanita itu" ucap Rachel dengan menunjuk pada Jasmine yang sedang berdiri tak jauh dari posisinya. "Bawa dia pergi dari sini dan jangan sampai masuk apalagi sampai membuat kekacauan" titah Rachel.

Arthur merangkul istrinya dan ikut masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Sedangkan penjaga tersebut mulai mendekati Jasmine. Ia melaksanakan tugasnya yang diperintahkan oleh Rachel.

"Maaf nona silahkan anda pergi meninggalkan gedung ini. Anda bisa keluar sendiri dengan baik-baik atau memilih untuk saya seret keluar dengan paksa" ucap penjaga itu.

"Kau tau dengan siapa kau berbicara? Aku istri Rafael Erlando William" bentaknya karena tak terima jika dirinya diusir begitu saja. Rachel dan Arthur benar-benar tak punya hati bahkan mengusir dirinya dan tak pernah menganggap dirinya ada.

"Tapi nyonya Rachel meminta anda untuk segera keluar dari gedung ini"

"Aku gak akan keluar dari sini. Aku juga menantu keluarga William" ucap Jasmine tak terima. Ia menolak meninggalkan gedung itu dan membiarkan suaminya bersama wanita lain? Meskipun wanita itu juga istri Rafael namun ia tetap tak bisa menerima hal itu.

"Kalau begitu anda memaksa saya untuk menyeret nona agar keluar dari gedung ini" Penjaga tersebut memanggil dua kawannya dan bersama-sama menyeret Jasmine agar keluar dari gedung itu. Meskipun melakukan pemberontakan, Jasmine tetap dikeluarkan dari gedung itu bahkan ia tak diberi kesempatan untuk masuk lagi.

Elena menatap keluar jendela menikmati angin malam. Namun tanpa ia duga, dirinya melihat Jasmine yang diseret paksa dikeluarkan dari bangunan tinggi menjulang milik keluarga William. Di lubuk hatinya ia merasa kasihan pada wanita malang itu. Bukankah dia adalah istri dari Rafael juga? Lalu mengapa dia di perlakukan seperti itu?

Rafael mengunci pintu kamar dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang terasa lengket. Elena melirik sekilas dan kembali melihat ke bawah dimana Jasmine tampak kesal dan menghentakkan kakinya. Wanita itu berjalan meninggalkan gedung itu dan masuk ke dalam taksi. Mungkin Jasmine pulang ke rumahnya.

"Apa Rafael tau soal ini?" gumam Elena.

"Tau apa?" Elena terlonjak kaget saat suara berat milik Rafael terdengar nyaring di sebelah telinganya. Pria itu tertawa melihat wajah terkejut Elena. "Setan ya lo tiba-tiba muncul gitu aja" Elena mengusap dadanya menetralkan detak jantungnya yang berpacu lebih cepat karena kaget.

"Tau apa emang?" tanya Rafael menatap Elena yang masuk ke dalam kamar dan meninggalkan dirinya di balkon seorang diri. Rafael ikut masuk ke dalam dan menutup pintu balkon.

"Bukan apa-apa" ucap Elena santai.

Gadis itu masuk ke dalam kamar mandi karena tubuhnya yang sudah sangat lengket setelah seharian berkutat dengan acara pernikahannya. Namun gadis itu tampak kesulitan menurunkan resleting gaunnya.

"Susah banget sih" Karena sibuk dengan gaunnya, gadis itu tanpa sadar menginjak gaun bagian bawah hingga terpeleset dan jatuh.

"Aaaa" teriaknya membuat Rafael yang akan tidur terlonjak kaget. Pria itu cepat-cepat masuk ke dalam kamar mandi dan melihat Elena yang sudah terjatuh di bawah.

"Lo kalau mau cosplay jadi duyung ngomong dong biar gak ngagetin orang" Rafael berkacak pinggang dan menatap Elena. Gadis itu yang kesal langsung menarik kaki Rafael hingga terjatuh menimpa tubuhnya.

"Udah jatuh ketimpa Rafael pula" Elena meringis saat merasakan linu di tangannya yang tertimpa tubuh berat Rafael.

"Ngapain juga lo narik kaki gue" Rafael berusaha bangun dari posisinya namun tangannya terpeleset hingga kembali menimpa tubuh Elena. Posisi yang absurd itu membuat Rafael dapat melihat tubuh Elena yang sedikit terekspos karena ulahnya yang tanpa sadar menarik gaun itu ke bawah.

Rafael meneguk ludahnya kasar menikmati pemandangan di depannya. Hingga akhirnya ia tersadar dan bangun dari posisinya. "Lihatin apa lo" Elena ikut bangun dan menutup tubuhnya bagian atas yang sudah terekspos dan kemungkinan Rafael sudah melihatnya.

"Ngapain di tutupin?" Dahi Rafael berkerut melihat aksi Elena. "Ya terus?"

"Gue udah punya hak buat ngeliat semuanya" ucap Rafael enteng dan langsung mendapat pukulan di bahunya. "Mukul apaan? Mukul angin? Gak kerasa sama sekali" ejek Rafael membuat Elena mencibir.

"Udah mending keluar sana" usir Elena.

"Kalau gue gamau?" tanya Rafael menantang. Ia ingin menguji seberapa besar nyali wanita itu. Bukankah sedari tadi selalu menguji kesabarannya? Dan sekarang gilirannya.

"Gue bakal teriak" ancam Elena.

"Teriak aja sepuas kamu. Lupa kalau kita udah sah menjadi suami istri?" Elena terdiam seketika. Ia melupakan hal itu dan ancamannya tidak akan berpengaruh apapun karena memang apa yang dikatakan oleh Rafael benar. Pria itu sudah berhak penuh atas dirinya.

"Aku mau mandi" Elena bangun dan mendorong tubuh Rafael agar keluar dari kamar mandi dan menutupnya dengan cepat sebelum Rafael berbuat macam-macam. Jangan lupakan jika pria punya nafsu yang bisa liar kapan saja. Elena melepas gaunnya dan membasuh seluruh tubuhnya di bawa pancuran shower.

Sedangkan Rafael berdiri diam mematung di depan kamar mandi sebelum akhirnya sebuah ketukan di pintu mengalihkan atensinya. Rafael membuka pintu kamar dan melihat Arthur yang berdiri dengan tegap di balik pintu.

"Ada apa?" tanya Rafael.

"Papa mau kamu lakukan tugasmu sebagai suami malam ini. Papa mau segera punya cucu. Mengerti?" ucap Arthur penuh penekanan di setiap kata yang ia ucapkan.

"Papa akan segera punya cucu. Jasmine juga sedang mengandung anakku"

"Lupakan Jasmine. Aku mau cucu dari rahim Elena"

"Jika mau Jasmine dan bayinya selamat, lakukan apa yang aku perintahkan dengan baik" ucap Arthur dan segera pergi setelah melihat Elena akan keluar dari dalam kamar mandi.

"Ada siapa?" tanya Elena pada Rafael yang termenung.

"Bukan apa-apa" Elena mengerutkan dahinya. Dia bertanya apa dijawab apa. Memang aneh.

Elena sudah memakai piyama tidurnya dan naik ke atas ranjang. Ia ingin segera tidur karena ia sudah lelah seharian ini. Rafael menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Pria itu ikut menyusul Elena naik ke atas kasur dan bersandar pada headboard.

"Kita tidur satu ranjang?" tanya Elena memastikan.

"Apa masalahnya?" tanya Rafael balik. "Kau istriku dan mulai sekarang lakukan tugasmu dengan baik"

Elena menghembuskan nafas panjang. Malas sekali jika ia harus berdebat dengan Rafael. Ia ingin segera tidur. Namun sayangnya tidak ada sofa atau apapun itu yang bisa ia gunakan tidur selain di ranjang ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!