"Kok lo ada disini?" Medina celingukan mencari sahabatnya, Elena yang tidak kelihatan batang hidungnya dan hanya ada tampang Felix di hadapannya.
"Mau jemput lo disuruh si Elena" ucap Felix santai sembari bersandar pada mobilnya.
"Ngapain gue pake dijemput segala? Gue bisa naik taksi dari pada bareng sama lo" ucap Medina ketus.
"Lo sensi amat sama gue. Jangan-jangan lo naksir ya sama gue" ucap Felix dengan tatapan penuh selidik.
"Pede amat lo" Medina merotasi kan kedua bola matanya. Mengapa ia harus selalu dipertemukan dengan orang yang begitu tengil macam Felix?
"Yaudah ayo" Felix terkekeh pelan namun tak urung tangannya terulur untuk membuka pintu mobil mempersilahkan gadis itu masuk ke dalam.
Felix melajukan kendaraannya pergi dari area rumah Medina dan berpacu memecah jalanan kota yang dipenuhi dengan pengendara lain sehingga menimbulkan macet.
"Elena sama Aaron?" tanya Medina
"Iyalah emang mau sama siapa lagi?" jawab Felix tanpa menatap Medina karena sedang fokus dengan kendaraan di depannya yang berjalan dengan sangat lambat di tengah kemacetan itu.
"Ya kan gue cuma nanya" ketus Medina dan memilih menatap jalanan kota yang padat dibandingkan melihat wajah Felix yang sangat menyebalkan di matanya.
...****************...
"Hai" Aaron turun dari mobilnya dengan senyum secerah mentari pagi yang berhasil menghangatkan hati Elena. Pria itu sangat sempurna di mata Elena. Selain memiliki wajah yang sangat tampan, pria itu juga begitu mencintai Elena dan memperlakukannya seperti ratu. Treat like a queen yang dilakukan oleh Aaron pada Elena membuat hati gadis itu jatuh sejatuh-jatuhnya pada sosok Aaron.
Jika bisa memilih, ia ingin bersanding dengan Aaron selamanya. Namun apalah dayanya, ia tak memiliki pilihan lain selain menerima permintaan Arthur. Hal itu ia lakukan demi keselamatan papanya terjamin. Gadis itu tak ingin kehilangan papanya untuk selamanya.
"Nunggu lama ya?" tanya Aaron dan berdiri di depan gadis cantik dengan gaun bunga selutut yang melekat di tubuhnya. Rambut coklat panjangnya yang terurai menambah kesan manis dan elegan pada wanita itu.
"Belum lama" jawab Elena dengan tersenyum lembut. "Ayo nanti Felix sama Medina nunggu lama" ucap Elena membuat Aaron mengernyitkan dahinya. Sejak kapan dua manusia itu ada dalam list perjalanan mereka hari ini?
"Mereka ikut? Ngapain?" tanya Aaron
"Tadi Felix datang kesini tiba-tiba dia minta ikut dan nyuruh ajak Medina katanya kangen tadi seharian gak ketemu sama Medina dan ga bisa jahilin Medina. Kayanya tuh manusia naksir sama Medina deh" ucap Elena bercerita bagaimana bisa dua manusia sahabat mereka itu tiba-tiba ikut dengan mereka.
"Yaudah ayo" Aaron mengulurkan tangannya dan dengan semangat Elena menyambut uluran tangan itu. Gadis itu menggandeng Aaron dan tersenyum lebar.
Aaron membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan gadisnya itu masuk. Tangan kanannya berada di atas kepala Elena berjaga-jaga agar wanita itu tidak terbentur. Pria itu juga memasangkan sabuk pengaman pada tubuh Elena. Masih dengan senyuman yang manis, Aaron mengusap pipi Elena dengan lembut dan penuh kasih.
"Jadinya kita mau ke mall atau pantai?" tanya Aaron dengan menolehkan wajahnya ke samping dimana Elena duduk.
"Karena Felix tadi taunya kita ke Mall jadi sekarang kita ke pantai" ucap Elena membuat Aaron terkekeh karena wanita itu tidak membiarkan acara mereka berdua dirusak oleh Felix.
Aaron menginjak pedal gas dan memacu mobil hitamnya itu keluar dari pekarangan rumah Elena yang sangat luas. Dibanding dengan sebutan rumah, kediaman Anderson lebih tepat di sebut dengan mansion. Mengingat luasnya rumah itu dan betapa megahnya bangunan bernuansa putih milik keluarga Elena.
"Tumben hari ini kamu ngajak ke pantai?" tanya Aaron.
"Lagi males belanja?"
"Enggak juga" Elena menoleh ke samping menikmati pemandangan indah di depan matanya. Ciptaan Tuhan yang satu ini sangatlah indah.
"Lalu?"
"Aku mau mengukir kenangan indah sama kamu. Dan ada hal penting yang ingin aku katakan sama kamu" ucap Elena.
"Hal penting apa? Memintaku untuk menikahimu? Kalau itu akan aku wujudkan setelah kelulusan kita nanti" ucap Aaron dan langsung mendapatkan cubitan di perutnya yang membuat Aaron tertawa seketika.
"Maaf sayang aku cuma becanda"
"Aaron awas!!" teriak Elena tiba-tiba membuat Aaron mengerem mobilnya dengan cepat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments