"Astaga" Elena turun dari dalam mobil dengan wajah panik begitupun dengan Aaron. "Ada apa sayang?" tanya Aaron ikut panik juga.
"Hampir aja kucing ini ketabrak" ucap Elena membuat Aaron dapat menghembuskan nafas lega. Ia kira dirinya akan menabrak orang atau apapun itu.
"Kucingnya gapapa kan?" tanya Aaron memastikan keadaan kucing itu. "Untungnya gak kenapa-napa. Aku mau bawa dia boleh?" tanya Elena menatap Aaron dengan tatapan penuh harap.
"Sayang bukannya aku ga ngebolehin tapi kasihan ibu kucingnya" ucap Aaron
"Iya juga sih takutnya nyariin karena anaknya ilang satu" ucap Elena dan akhirnya melepaskan kucing itu. Setelah memastikan anak kucing itu baik-baik saja, keduanya kembali melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda karena tragedi tadi.
Jalanan yang tidak terlalu padat membuat Aaron dengan leluasa memacu mobilnya sedikit lebih cepat agar mereka lebih cepat sampai di pantai.
"Sayang nanti mampir dulu ke minimarket ya aku mau beli sesuatu" ucap Elena dan diangguki oleh Aaron. Dalam jarak 200 meter, Aaron menepikan mobilnya di salah satu minimarket.
"Aku sendiri aja kamu tunggu disini bentar" ucap Elena dan turun dari mobil sedangkan Aaron tetap berada di dalam mobil namun matanya tetap tertuju pada Elena dan memantau pergerakan gadis itu.
Elena membuka pintu minimarket lalu berjalan menuju rak bagian makanan ringan. Ia mengambil keranjang dan memasukkan beberapa jajanan yang ia sukai dan disukai Aaron untuk nanti di pantai. Elena melangkah mundur beberapa langkah untuk memantau rak dengan lebih leluasa namun tanpa sengaja ia menabrak tubuh seseorang yang secara tiba-tiba berada di belakangnya.
Gadis itu menoleh dengan cepat memindai wajah pemilik tubuh itu. "Aaron?" Elena mengernyit karena pria itu berada di belakangnya. Bukankah ia meminta pria itu agar menunggunya di mobil saja karena ia hanya sebentar.
"Ada apa?" tanya Elena.
Aaron mengambil alih keranjang yang ada di tangan pacarnya itu dan menentengnya sedangkan satu tangannya lagi menggandeng tangan Elena dan mengajaknya ke kasir.
"Bentar aku masih pengen beli beberapa minuman" cegah Elena membuat Aaron menghentikan langkah kakinya. Pria itu berjalan ke arah lemari pendingin yang berisi berbagai macam minuman. Tanpa bertanya pria itu memasukkan seluruh jenis minuman ke dalam keranjang dengan cepat lalu berjalan kembali ke kasir.
"Banyak banget" Elena melongo melihat Aaron yang mengambil semua minuman itu tanpa bertanya padanya dulu.
Sedangkan Aaron ia tak memperdulikan ucapan Elena yang terpaku dengan belanjaannya yang begitu banyak karena ulah Aaron. Ia mengeluarkan salah satu kartu dari dompetnya untuk melakukan pembayaran pada belanjaan Elena. Setelah semuanya selesai, Aaron merangkul tubuh Elena dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Ada apa?" tanya Elena dengan pertanyaan yang sama namun tak dijawab oleh Aaron sedari tadi.
"Ada yang sedang memantaumu tadi" jawab Aaron singkat dan membawa mobilnya meninggalkan minimarket tersebut. Wajahnya tampak serius saat ini terbukti dengan urat-urat di wajahnya yang menegang.
"Mantau aku?"
"Ada satu cowok yang tadi selalu natap kamu dan berusaha mendekat. Makanya aku langsung masuk" ucap Aaron yang semakin membuat Elena kagum dibuatnya.
Gentleman. Elena tersenyum tanpa memperdulikan siapa orang yang sedang memantaunya tadi.
"Selagi ada kamu. Gak akan ada bahaya yang bisa mendekati aku" ucap Elena membuat Aaron tertawa kecil. "Tapi kamu juga harus waspada" Aaron mengacak-acak rambut Elena dengan gemas.
"Buat apa? Kan ada kamu" ucap Elena dengan tertawa lepas.
...****************...
"Lo ini sebenarnya mau bawa gue kemana sih?" tanya Medina yang bingung karena Felix membawa dirinya jauh dari area kota.
"Ke Mall" jawabnya singkat.
"Tapi tadi aku janjian sama Elena ada di City Mall. Ini udah kelewat jauh" ucap Medina yang gelisah.
"Ngapain kita kesitu kalau bisa ke Mall lain" ucap Felix santai dan langsung mendapat jitakan di kepalanya dari tangan manis Medina.
"Lo mau bawa gue kemana hah? Mau culik gue?" Medina berkacak pinggang menghadap Felix. Ia meregangkan otot-otot tangannya dan bersiap menghajar Felix jika pria itu berani macam-macam.
"Gue gak bakal apa-apain lo. Santai aja" ucap Felix
"Gue mau nunjukin lo tempat yang indah banget" Medina memajukan wajahnya dan menatap wajah Felix penuh selidik. "Dimana?"
"Entar lo juga tau" ucap Felix dan tetap fokus dengan kegiatan menyetirnya.
"Felix itu jurang!!!" teriak Medina
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments