Bab 19

"Elena" sapa seseorang dari belakang membuat gadis itu harus membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang sedang menyebutkan namanya itu.

"Ternyata kau cerdik" Delon melangkah satu demi satu langkah mendekati Elena dengan segelas minuman di tangannya. "Kau membuatku tidak mendapatkan apapun" Delon mengangguk namun kemudian ia berekspresi seolah tengah mengingat sesuatu. "Ah iya bagaimana mungkin aku lupa jika kau adalah putri Albert. Tentu saja kau cerdik bukan?" Delon menyunggingkan senyum mematikan. Pria itu menarik tangan Elena keluar dari Ballroom dan menyeretnya hingga sampai luar tempat acara.

"Hentikan leluconmu" sentak Delon dan mengibaskan tangan Elena ke samping. Seluruh emosinya kini telah memuncak. "Paman, apa kau masih menginginkannya?" tanya Elena dan menatap wajah Delon dengan intens. Ia tersenyum samar hingga tak diketahui oleh siapapun termasuk Delon.

"Tentu, tentu saja keponakanku" Pria itu mendekat dan semakin mendekat namun tak membuat Elena memundurkan langkahnya. Gadis itu tetep berdiri tegak di posisinya berdiri sedari tadi.

"Aku akan memberikan semuanya pada paman" ucap Elena santai berhasil mengukir kebahagiaan di wajah pamannya itu. "Tapi aku mau paman berjanji satu hal"

"Apa? Katakan padaku!!" Delon tampak bersemangat saat mendengar sebuah penawaran yang diberikan Elena meskipun ia belum tau apa yang harus ia lakukan agar mendapatkan seluruh harta kekayaan keluarga Anderson.

"Jangan beritahukan ini pada papa" ucap Elena penuh harap dan memasang wajah memohon. "Jika papa sampai tau kalau aku menipunya dan memberikan seluruh harta kekayaannya pada paman nanti aku dihabisi sama papa" ucap Elena sedih.

"Tenanglah aku tidak akan memberi tahu Albert" ucap Delon penuh semangat dan keyakinan sepenuhnya. "Eh tapi kenapa kamu tiba-tiba memberikan semuanya padaku?" tanyanya penuh selidik karena merasakan ada sesuatu yang aneh.

"Tentu saja karena aku sayang sama paman. Aku tau paman mendapatkan ketidakadilan dari kakek bukan? Dia memberimu sebagian harta dan ayahku? Dia mendapatkan sebagiannya lagi namun bisa berkembang dengan sangat pesat" ucap Elena prihatin pada kondisi yang dialami oleh Delon.

"Yaa kau benar. Oleh karena itu aku harus merebut seluruh kekayaan Albert dan menguasainya" Elena mengangguk membenarkan.

"Dan itu akan terjadi sebentar lagi. Seluruh hartanya sudah ada do tanganku dan sebentar lagi akan aku berikan semuanya pada paman" ucap Elena membuat Delok tersenyum. Ternyata dia salah sangka pada Elena. Gadis itu berpihak pada dirinya.

"Mari kita rayakan ini bersama-sama" Elena mengambil sebotol bir dari pelayan yang akan masuk ke tempat acara. Gadis itu membuka penutup botol itu dan menuangkannya pada gelas. Gelas pertama ia berikan pada Delon dan satu gelas lagi untuk dirinya.

"Minumlah" ucap Elena dan diangguki oleh Delon. Pria itu meminum bir yang ada di gelas itu hanya dalam satu kali tegukan. "Apa kurang?" Elena menuangkannya lagi pada gelas itu hingga Delon menghabiskan beberapa gelas bir dalam beberapa menit saja.

"Aku akan mendapatkan semuanya Albert. Bahkan putrimu berpihak padaku" oceh Delon yang sudah mabuk. Pria itu sudah kehilangan akal sehatnya. Elena tersenyum dan mengeluarkan secarik kertas dan pen.

"Tanda tangani ini paman. Setelah ini seluruh harta kekayaan papa akan jatuh ke tanganmu" ucap Elena dan memberikan surat itu pada Delon. "Aku akan mendapatkan semuanya?" Elena mengangguk. Delok tersenyum kegirangan karena sebentar lagi apa yang ia inginkan akan tercapai.

Tanpa berpikir panjang, Delon membubuhkan tanda tangannya di atas kertas tersebut dan langsung diambil dengan cepat oleh Elena. "Mau dibawa kemana kertasnya?" tanya Delon menatap Elena dengan separuh kesadarannya.

"Aku akan mengurus semuanya untuk paman. Jadi paman duduk santai saja dan tinggal menunggu" ucap Elena dan pergi begitu saja. Gadis itu membuang bir di gelasnya ke lantai.

"Sampai jumpa lain kali pamanku sayang" Elena melangkah meninggalkan Delon dan membiarkan pria mabuk itu berada disana sendirian. Dsn lihatlah sekarang, Delok tersungkur jatuh karena lantai yang licin akibat ulah Elena. Gadis itu tertawa dan segera masuk kembali ke tempat acara.

"Kau berpikir bisa membodohiku?" Elena menyunggingkan senyuman. Ia melirik kertas yang ada di tangannya saat ini. "Semuanya ada dalam kendaliku"

"Apa yang kau lakukan? Semua tamu menunggumu" Rafael menarik tangan Elena dan membawanya menemui para tamu undangan. Elena menyembunyikan kertas itu dengan cepat dan menyelipkannya di antara gaunnya yang besar.

"Bisakah berjalan sedikit lebih lambat? Aku pakai heels" protes Elena.

"Berjalan lambat itu sama seperti keong. Mau jadi kaya keong?" Rafael terus mempertahankan langkah kakinya dan tak memperdulikan Elena yang protes karena berjalan terlalu cepat.

"Awwwss" ringis Elena dan terjatuh karena heels yang ia kenalan menginjak gaunnya sendiri. Dengan gerakan reflek Rafael menangkap tubuh Elena hingga gadis itu tidak sampai terjatuh ke lantai.

Beberapa menit netra keduanya bertemu. Rafael menelusuri setiap inchi wajah Elena yang sangat cantik begitupun dengan Elena yang memperhatikan wajah Rafael yang sangatlah tampan namun ia tak mau mengakuinya.

"Kalian memang sangat serasi. Semoga pernikahan kalian selalu awet sampai tua nanti" ucapan seseorang membuyarkan semuanya. Elena segera bangun dan Rafael melepaskan tangannya dari pinggang gadis itu.

"Bukankah aku sudah bilang kalau jalan itu pelan-pelan" oceh Elena kesal karena Rafael tak mendengarkannya. Dan alhasil dirinya terjatuh karena menginjak gaunnya sendiri.

"Kau menyalahkanku?" Dahi Rafael berkerut menatap Elena. "Iya" Elena menarik tangan Rafael begitu saja. "Dasar!!" umpat Rafael

"Apa?" Elena membalikkan badannya dengan cepat saat telinganya mendengar umpatan Rafael. "Dasar lelet" Elena mencebik kesal. Rafael benar-benar menyebalkan di matanya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!