Alunan musik yang indah mengiringi berbagai pasangan yang sedang berdansa dengan ditemani lampu temaram yang menambah kesan romantis. Elena mengalungkan kedua tangannya pada kedua sisi pundak Rafael sedangkan pria itu memeluk pinggang Elena.
"Aku tidak tau dimana papa menemukan gadis seperti dirimu dan menjadikanmu sebagai seorang menantu. Atau mungkin kau sengaja melakukan ini semua agar bisa menjadi bagian dari keluarga William?" selidik Rafael dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Elena.
"Itu tindakan yang hanya dilakukan oleh wanita murahan" Elena membuang muka dan malas bertatapan dengan Rafael.
"Bahkan jika bisa memilih maka aku memilih tidak ingin menjadi menantu dari keluarga ini"
"Oh ya? Alasan murahan. Awalnya memang gamau padahal ada niat terselubung dibalik itu"
"Contohnya?"
"Menguras harta keluarga kami. William adalah keluarga yang sangat kaya raya bahkan gak jarang orang-orang berniat ingin menjatuhkan kami atau juga ada yang berniat menjebak kami agar bisa masuk ke dalam keluarga William" Elena tersenyum meremehkan mendengar ucapan Rafael.
"Harta? Gue juga punya" balas Elena telak.
"Pake ilmu apa sampai-sampai papa milih kamu jadi menantunya?" tanya Rafael.
"Ilmu hitam. Makanya jangan macem-macem entar kena santet baru tau rasa" jawab Elena asal-asalan.
"Aku gak percaya sama hal gituan. Zaman sekarang mana ada yang namanya dukun, ilmu hitam, santet, atau apalah itu" Rafael mengedikkan bahunya acuh.
"Mau percaya atau gak percaya juga bukan urusan aku"
"Bahkan kita menikah aja tanpa kenal nama lengkap satu sama lain" cibir Elena.
"Kalau aku sih udah" Rafael tersenyum meremehkan. Bagaikan tidak? ia yang melakukan akad nikah tidak mungkin jika ia tak tau nama lengkap calon istrinya.
"Elena Kazira Anderson" Rafael memasang wajah seolah berpikir sesuatu. "Not bad lah" Elena mencubit perut Rafael dengan kesal.
"Lo kepiting ya?" Rafael mengaduh kesakitan karena cubitan gadis itu benar-benar pedas di perutnya.
"Biarin"
"Ouh jadi nantang nih ceritanya? Awas aja setelah ini gak akan gue biarin lo kabur" ucap Rafael dengan tersenyum smirk yang benar-benar menakutkan.
"Maksudnya?" Elena menuliskan kedua alisnya dan bertanya dengan serius. "Emang apa yang dilakuin pengantin setelah menikah?" tanya Rafael menggoda Elena.
"Ntah. Pikir aja sendiri" Elena tersentak saat seorang wanita menarik tangannya dan menggantikan posisinya berdansa dengan Rafael. "Bukannya wanita itu yang tadi di kamarku?" batin Elena.
"Jasmine apa yang kau lakukan?" Rafael menatap sekitar memastikan keberadaan Arthur. Jika sampai pria itu tau apa yang dilakukan oleh Jasmine bisa-bisa pria itu akan marah besar.
"Apa yang kau lakukan? Baru beberapa jam kalian sah menjadi suami istri dan kalian sudah saling melempar candaan? Kalian ketawa-ketawa?" protes Jasmine dengan nada cemburu.
"Sayang bukan begitu" Rafael mengusap pipi Jasmine agar emosi wanita itu stabil. Elena tercengang melihat sikap Rafael yang berubah 180 derajat saat bersama dirinya beberapa menit lalu. Dengannya selalu marah-marah dan dengan wanita ini? Sangat lembut dan romantis.
"Dengarkan aku.. " Rafael mendongak ke atas dimana Arthur sudah berdiri dengan senjata di tangannya yang siap menembus kepala Jasmine. "Kau dalam bahaya. Segera pergi jika tidak kau tidak akan selamat" ucap Rafael dan mendorong tubuh Jasmine agar menjauh dari dirinya.
Rafael menarik tubuh Elena dan memeluk gadis itu melanjutkan dansa mereka yang terganggu akibat kedatangan Jasmine. Arthur meletakkan senjatanya dan terus memantau pergerakan Rafael dan Elena.
"Apa yang terjadi?" Elena mengikuti arah pandang Rafael dan menemukan sosok Arthur yang berdiri sembari menghisap cerutunya.
"Jasmine. Apa dia istrinya Rafael? Dan apa itu tadi? Sepertinya hubungan mereka tidak direstui, tapi apa alasannya?" batin Elena dan kembali menatap Rafael yang tampak mencemaskan Jasmine. Entah kemana wanita itu pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments