Bab 4

"Kantin yuk" Elena mendongak saat suara Medina mengganggu aktivitasnya. "Boleh" Gadis itu membereskan buku-bukunya yang berserakan di atas meja dan berdiri dengan semangat mendengar ajakan Medina.

"Tuh udah ditungguin" Medina menyenggol bahu Elena yang tampak tersenyum malu-malu melihat Aaron yang berdiri di depan kelas dengan bersedekap dada.

"Ayuk ah" Elena menggandeng tangan Medina dan mengajak gadis itu keluar kelas menemui Aaron. "Hari ini mau makan apa?" tanya Aaron dengan lembut ke arah Elena.

"Spageti enak kayanya" Kedua mata Elena berbinar saat mengingat makanan yang ada di dalam otaknya itu. Perutnya langsung berbunyi membuat pipi gadis itu merona. "Udah kelaperan?" Aaron terkekeh pelan mendengar bunyi perut kekasihnya.

"Haduuuu malu kan jadinya" gerutu Elena.

Aaron menggandeng tangan kekasihnya itu menuju kantin dengan ritme langkah kaki yang sedikit lebih cepat meninggalkan Medina berjalan seorang diri membuat gadis itu mendengus kesal.

"Mentang-mentang punya cowok gue ditinggalin sendirian" Medina berjalan mengikuti dua manusia itu menuju kantin karena perutnya juga keroncongan.

"Kamu tunggu aja disini biar aku yang pesenin" Elena duduk di kursi dengan manisnya hingga tak lama kemudian makanan yang ja inginkan sudah ada di atas meja beserta pria tampan yang duduk di sampingnya.

"Kamu gak makan?" tanya Elena saat melihat hanya ada satu porsi makanan.

"Ngelihat kamu aja udah kenyang" Elena tertawa mendengar gombalan Aaron. "Mana bisa begitu. Yaudah ini aja kita makan berdua" Dua sejoli itu makan di piring yang sama hingga mengundang perhatian dari siswa-siswi lainnya yang tampak iri dengan keromantisan dua orang itu. Namun tak sedikit pula yang menggunjing karena tak suka.

"Pulang sekolah aku aja yang anter" ucap Aaron

"Boleh"

"Muter-muter naik motor mau?" Seketika kepala Elena menoleh dengan cepat. "Mauuu!!!" Elena berseru senang mendengar tawaran itu. Entah mengapa ia sangat senang saat diajak berkeliling dengan motor. Mengingat selama ini mereka berdua selalu menggunakan mobil itulah yang membuat Elena sangat senang karena bisa merasakan sensasi baru di hidupnya.

Aaron mengusap rambut Elena gemas melihat tingkah wanita itu yang kegirangan hanya karena diajak berkeliling dengan motor.

"Woi berduaan mulu" Felix datang dengan menggebrak meja membuat dua manusia itu terlonjak kaget. "Nongol tiba-tiba kaya setan" cibir Elena

"Gak boleh berduaan itu nanti ketinganya itu setan" ucap Felix dengan santai memakan makanannya. Salah satu kakinya ditekuk naik ke atas kursi seolah seperti preman pasar.

"Ya elo setannya" ucap Elena dan Aaron serentak membuat Felix mendengus sebal. "Orang secakep Felix dikatain setan?" Felix memukul dadanya menyombongkan ketampanannya.

"Mending jadi cowoknya Medina aja" Felix menyengir menggoda Medina yang berjalan mendekat. "Ogah!!" tolak Medina dan duduk di samping Felix bergabung dengan Elena dan Aaron.

"Sekarang boleh bilang ogah besok-besok jatuh cinta tuh sama gue" ucap Felix sombong.

"Gak mau dan gak akan" Medina mengibaskan rambutnya hingga menyapu bibir Felix.

"Astaga tuh rambut udah kaya rambut kuntilanak" Felix berkata dengan keheranan karena rambut panjang Medina itu sangat menyakiti bibir mungilnya.

"Diem!! Gausah alay" Medina menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya dan mengabaikan Felix yang terus berceloteh seperti anak kecil.

"Lo diem atau mau gue lakban?" Elena menatap garang Felix yang masih belum berhenti mengoceh.

"Oke" Felix mengacungkan dua jarinya menunjukkan tanda ampun mendengar ancaman dari Elena.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!