BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK

"Maura, ini beneran?" tanya salah satu karyawan saat Maura baru saja tiba di lobi kantor, memperlihatkan sebuah video berdurasi 30 detik di ponselnya dengan judul "Dua pimpinan perusahaan besar sebentar lagi akan menjalin hubungan keluarga" dalam video tersebut memperlihatkan kedua orang tua Vano yang sedang makan malam bersama dikediaman orang tua Indri.

Maura seketika memasang ekspresi terkejut. Ia benar-benar tidak tahu mengenai itu. "Kapan video ini di unggah?" tanyanya menatap karyawan wanita tersebut.

"Baru satu jam yang lalu. Langsung viral, loh. Kamu pasti tahu, kan? Kamu kan sekretarisnya Pak Vano yang selalu tahu apapun tentang beliau. Jadi ini beneran, Pak Vano dan Bu Indri akan menjalin hubungan selain hubungan kerjasama?"

Maura tak menjawab, ia berlalu begitu saja tanpa menghiraukan karyawan tersebut. Berjalan cepat menuju ruang kerjanya, setelah duduk ia pun langsung menghubungi Vano.

Sementara itu, Vano yang tengah bersiap-siap untuk menjemput Cinta yang hari ini akan kembali masuk kerja, mengalihkan perhatiannya pada ponselnya yang berdering di atas nakas. Ia lekas meraih benda pipih itu dan langsung menjawab panggilan dari sekretarisnya.

"Halo, Pak?"

"Ya, Maura, ada apa?" tanya Vano.

"Pak, maaf mengganggu pagi-pagi. Saya juga gak bermaksud untuk kepo, tapi saya cuma ingin memastikan kebenaran tentang video yang viral pagi ini."

Vano mengerutkan keningnya. "Video viral, video apa?" tanyanya bingung sekaligus penasaran.

Maura pun menceritakan tentang video yang diperlihatkan salah satu karyawan kantor tadi. Mendengar itu, Vano seketika menarik sudut bibirnya membentuk seringai tipis. Siapa lagi yang menyebar video tersebut kalau bukan Indri.

"Indri, terima kasih banyak karena kamu sudah membantuku. Tanpa aku harus repot lagi, kamu sudah mulai bekerja mempermalukan dirimu sendiri. Tinggal tunggu saja waktunya tiba. Aku ingin lihat, apa kamu masih akan punya muka di hadapan publik," gumam Vano dalam hati.

"Maaf, Pak. Apa itu benar? Lalu bagaimana dengan Cinta?" tanya Maura.

"Menurutmu, saya yang selalu berusaha menghindari Indri dan melarang keras kamu untuk memberikan nomor ponselku padanya. Apa bisa setiba tiba itu untuk menjalin hubungan dengannya?" Bukannya menjawab, Vano justru memberikan pertanyaan pada sekretarisnya itu.

Di sisi lain...

Mama Ratih memperlihatkan video yang diunggahnya satu jam lalu pada putrinya. Dimana video tersebut ternyata langsung viral, ada banyak sekali dari kalangan pebisnis yang berkomentar memberi selamat.

Meski sedikit terkejut mengetahui sang mama ternyata mengunggah video makan malam mereka semalam, tapi Indri turut merasa senang melihat respon yang berkomentar.

"Lihat ini, Indri. Belum apa-apa mereka sudah memberikan selamat. Mama yakin, pernikahan kamu dan Vano nanti, akan menjadi pernikahan paling meriah tahun ini."

Indri tersipu malu membayangkan hal tersebut. "Tapi, Ma. Apa Vano akan setuju?" Senyumannya berganti ekspresi cemas.

"Kamu gak usah cemas begitu. Mama sangat yakin Vano akan setuju kalau orangtuanya yang meminta."

.

.

.

Setelah menitipkan Laura pada mbok Darmi. Cinta bergegas keluar dari rumah. Beberapa saat lalu Vano menelpon dan memintanya untuk keluar dan menunggu di pos satpam penjaga komplek sekitar, sebab tak ingin bertemu dengan Indri.

Beberapa menit menunggu, pria itupun akhirnya datang. Cinta yang sedang mengobrol dengan satpam penjaga komplek pun berpamitan dan segera menghampiri Vano.

"Udah lama nunggu?" tanya Vano sembari memberikan helm pada Cinta.

"Enggak, kok. Aku baru aja beberapa menit sampai sini," jawab Cinta.

"Ya udah, kita berangkat sekarang."

Cinta mengangguk. Ia memakai helm lalu duduk di belakang Vano.

Ketika akan menyalakan mesin motor, ponsel Vano berdering. Ia pun mengeluarkan benda pipih itu dari saku jaketnya. Kedua matanya melebar ketika melihat petugas laboratorium rumah sakit yang menghubunginya.

Setelah beberapa detik berpikir, ia mengangkat panggilan itu dengan mengecilkan volume suara agar tak terdengar oleh Cinta.

"Pak, hasil tes DNA nya sudah keluar. Bapak bisa ke rumah sakit sekarang untuk mengambilnya."

Vano merasakan dadanya seketika berdebar. "Baik, sebentar lagi saya akan sampai di sana."

Panggilan pun berakhir. Vano menyimpan kembali ponselnya ke saku jaket lalu dengan cepat melajukan motornya. Ia berhenti di sebuah persimpangan yang biasa banyak dilalui taksi.

"Stev, kenapa kita berhenti di sini?" tanya Cinta bingung.

Vano tak menjawab, ia melirik ke kanan dan kiri dan langsung menyetop sebuah taksi yang lewat.

"Pak, tolong antar Teman saya ke Cafe Rindu. Pastikan Teman saya sampai dengan selamat," ucapnya sembari membuka dompet. Mengambil tiga lembar uang ratusan dan memberikan pada supir taksi itu.

"Baik, Mas."

Cinta terperangah melihat apa yang dilakukan Stev. Ia langsung menarik lengan pria itu.

"Stev, kalau kamu ada keperluan mendadak lagi dan gak bisa antar aku ke Cafe, ya udah gak apa-apa biar aku naik ojek aja. Kamu gak perlu nyetop taksi untuk aku."

"Iya, aku memang ada keperluan mendadak lagi. Tapi gak apa-apa, kamu naik taksi aja. Aku sudah bayar dan gak mungkin aku ambil lagi, kan?"

"Tapi tadi kamu ngasih uangnya kelebihan, Stev. Aku benar-benar gak enak kalau kamu gini terus sama aku."

"Gak apa-apa, anggap aja rejeki Pak supir Taksi. Lagipula kamu akan lebih aman kalau naik taksi. Ayo buruan naik." Vano membuka pintu taksi, dan menyuruh Cinta masuk dengan sedikit paksaan.

Setelah taksi yang ditumpangi Cinta telah berlalu, Vano pun naik ke motor dan bergegas menuju rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, ia langsung menemui petugas laboratorium. Tangannya bergetar menerima amplop putih berlogo rumah sakit yang berisi hasil DNA dirinya dan Laura.

"Pak, apa hasilnya benar-benar akurat?" tanya Vano untuk meyakinkan dirinya terlepas apapun hasil DNA itu nanti.

"Tes ini memiliki akurasi yang sangat tinggi, yakni mencapai 99.9%," jawab petugas laboratorium tersebut.

"Baik, Pak. Terima kasih." Vano pun berlalu dari sana. Berjalan dengan lunglai menuju parkiran. Saat berada di koridor ia berhenti dan memilih duduk di sebuah kursi tunggu.

Sejenak menatap amplop putih di tangannya dengan perasaan berkecamuk. Bagaimana kalau ternyata Laura bukan anaknya? Sementara ia sudah jatuh hati pada anak itu.

Menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan. Kemudian membuka amplop tersebut, membaca setiap tulisan dengan seksama.

Kedua matanya seketika berkaca-kaca ketika mendapat hasil DNA itu positif. Ternyata Laura benar-benar berasal dari benihnya malam itu.

"Laura, anakku." Suaranya bergetar, setetes air matanya jatuh. Ia memasukkan kembali hasil DNA itu ke dalam amplop, mengeluarkan ponsel dari saku jaket dan ganti menyimpan amplop tersebut di dalam sana.

Membuka galeri dan mencari foto Laura. Mengusap pipi anaknya itu di layar ponsel. "Laura, tunggu papa, Nak. Papa akan segera membawa kamu dan Mamamu keluar dari rumah itu."

Terpopuler

Comments

Dwi Rustiana

Dwi Rustiana

Alhamdulillah hasilnya dah keluar kirain Mak nur lupa janjinya kan 5hari 🤭🤭🤭
semangat vano tinggal nyari teka teki kenapa cinta bisa g ingat sama Vano apa mereka berdua sama2 dijebak tapi slah orang 🤔🤔🤔

2025-01-22

3

amilia amel

amilia amel

syukurlah akhirnya terbukti sudah kalo Laura anak kandungnya Vano,
secepatnya bawa dua wanita terkasihmu pergi dari rumah itu Vano
permalukan mak lampir dan ibunya, buat pak Haris menyesal telah mengabaikan putri kandung dan cucunya....
moga aja segera terungkap siapa yang merencanakan kejadian malam itu

2025-01-23

2

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

ayo vano smg kamu bisa secepaty bawa cinta sm laura keluar dr rmh yg bikin cinta trsiksa,,yapi kamu hrs bisa meyakinln mama kamu dulu biar bisa menerima cinta jg laura jg ksmu hrs meyakinkn cinta bisa menerima kamu dan tdk trauma sm kejadian kelam dia..

2025-01-22

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2 BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3 BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4 BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5 BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6 BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7 BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8 BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9 BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10 BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11 BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12 BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13 BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14 BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15 BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16 BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17 BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18 BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19 BAB 19~ CINTA?
20 BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21 BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22 BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23 BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24 BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25 BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26 BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27 BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28 BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29 BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30 BAB 30~ LAURA JATUH
31 BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32 BAB 32~ KAMU MASIH...?
33 INFO
34 BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35 BAB 34~ TENTANG LAURA
36 BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37 BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38 BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39 BAB 38~ CARI BUKTI
40 BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41 BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42 BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43 BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44 BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45 BAB 44~ KE BANDARA
46 BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47 BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48 BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49 BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50 BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51 BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52 BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53 BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54 BAB 53~ MENGELABUHI
55 BAB 54~ JAWAB, PA!
56 BAB 55~ FLASHBACK
57 BAB 56~ TERTEMBAK
58 BAB 57~ TERPUKUL
59 BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60 BAB 59~ BUNNY?
61 BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62 BAB 61~ NGAMBEK!
63 BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64 BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65 BAB 64~ DIABAIKAN
66 BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67 BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68 BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69 BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70 BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71 BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72 BAB 71~ MEMILIH GAUN
73 BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74 BAB 73~ MIE SEAFOOD
75 BAB 74~ HARUS ADIL
76 BAB 75~ TERLALU CANTIK
77 BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78 BAB 77~ KITA IMPAS
79 BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80 BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81 BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82 BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83 BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84 BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85 BAB 84~ ZIARAH
86 BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87 BAB 86~ PULANG
88 BAB 87.
89 BAB 88.
Episodes

Updated 89 Episodes

1
BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2
BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3
BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4
BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5
BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6
BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7
BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8
BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9
BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10
BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11
BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12
BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13
BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14
BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15
BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16
BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17
BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18
BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19
BAB 19~ CINTA?
20
BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21
BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22
BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23
BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24
BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25
BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26
BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27
BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28
BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29
BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30
BAB 30~ LAURA JATUH
31
BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32
BAB 32~ KAMU MASIH...?
33
INFO
34
BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35
BAB 34~ TENTANG LAURA
36
BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37
BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38
BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39
BAB 38~ CARI BUKTI
40
BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41
BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42
BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43
BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44
BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45
BAB 44~ KE BANDARA
46
BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47
BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48
BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49
BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50
BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51
BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52
BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53
BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54
BAB 53~ MENGELABUHI
55
BAB 54~ JAWAB, PA!
56
BAB 55~ FLASHBACK
57
BAB 56~ TERTEMBAK
58
BAB 57~ TERPUKUL
59
BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60
BAB 59~ BUNNY?
61
BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62
BAB 61~ NGAMBEK!
63
BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64
BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65
BAB 64~ DIABAIKAN
66
BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67
BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68
BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69
BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70
BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71
BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72
BAB 71~ MEMILIH GAUN
73
BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74
BAB 73~ MIE SEAFOOD
75
BAB 74~ HARUS ADIL
76
BAB 75~ TERLALU CANTIK
77
BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78
BAB 77~ KITA IMPAS
79
BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80
BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81
BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82
BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83
BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84
BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85
BAB 84~ ZIARAH
86
BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87
BAB 86~ PULANG
88
BAB 87.
89
BAB 88.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!