BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU

Vano memasuki ruang perawatan anaknya Cinta dengan perasaan yang sulit dijabarkan. Tatapannya datar membalas tatapan beberapa orang yang menunggu pasien lainnya di ruangan itu. Ketika pandangannya tertuju pada Cinta yang duduk di samping bed pasien di pojok ruangan, matanya seketika nampak sayu.

Benar dugaannya, Cinta hanya duduk di samping bed pasien menemani anaknya. Sementara beberapa penunggu pasien lainnya membawa karpet yang dibentangkan di lantai untuk mereka istirahat.

"Stev," Cinta pun berdiri. Mengucek mata yang terasa berat. Tersenyum tipis pada Stev yang telah berdiri di dekatnya.

"Maaf ya, aku lupa ngabarin kamu. Pasti kamu datang ke rumah ya jemput aku?"

"Iya, aku datang ke rumah kamu dan langsung ke sini saat diberitahu satpam rumah kamu." Vano menjeda kalimatnya sejenak dengan tarikan nafas. Ingin sekali ia menanyakan kenapa Cinta tidak mengambil kamar kelas satu atau setidaknya kelas dua yang fasilitasnya lebih memadai. Namun, ia tahan demi menjaga perasaan wanita itu.

"Aku temani kamu disini malam ini," ucapnya kemudian.

"Gak usah, Stev. Aku gak enak sama orang tua kamu, nanti kamu pasti dicariin."

"Enggak kok, tadi aku sudah izin." Vano tersenyum. Sebelum masuk ke ruang perawatan tadi, ia memang sudah menelepon mamanya, namun ia berbohong dengan bilang akan menginap di rumah Sean.

Cinta mengalihkan pandangannya pada beberapa penunggu pasien yang sudah beristirahat di lantai beralaskan karpet. "Tapi Stev, kamu gak akan bisa tidur di sini. Kamu pulang aja ya? Besok aja kalau kamu mau datang lagi."

"Kenapa gak bisa?" Vano menarik kursi plastik yang tak jauh dari tempatnya berdiri. "Kamu aja bisa tidur sambil duduk, kenapa aku gak bisa?" Ia membawa kursi itu berdekatan dengan kursi yang diduduki Cinta, lalu duduk. Mendongak menatap wanita itu sambil tersenyum. "Ayo duduk, entar pegal loh lakinya berdiri."

Cinta membalas senyuman pria itu penuh haru. Tak menyangka teman baristanya itu mau merepotkan dirinya dengan menemaninya di rumah sakit. Ia pun duduk kembali di tempatnya.

Ponsel di saku jaket Vano berdering. Melihat nama Sean di layar ponsel, ia dengan cepat berdiri dan menjauh untuk mengangkat panggilan itu.

"Van, anaknya Cinta di rawat di ruangan mana? Aku sama Maura sudah sampai di rumah sakit."

"Sean, sebaiknya kamu ajak Maura pulang saja. Besok saja kalau mau menjenguk anaknya Cinta. Kalau kalian kesini sekarang gak enak ganggu pasien lainnya," ucap Vano.

"Pasien lainnya?" ulang Sean dengan kening mengkerut.

"Iya, Anaknya Cinta di rawat di kamar kelas 3. Kamu pasti tahu gimana kapasitasnya?"

Sean menghela nafas, ia pun berdecak pelan. "Oke, kalau begitu kami pulang sekarang."

"Sean, aku mau minta tolong," ucap Vano sebelum Sean memutuskan sambungan telepon.

"Minta tolong apa?" tanya Sean.

"Besok pagi kamu datang ke bagian administrasi. Kamu urus pemindahan kamar rawat inap untuk anaknya Cinta, ambil kamar VIP. Setelah itu kabari aku, biar aku ganti uang kamu dua kali lipat."

"Nanggung lah, Van. Tiga kali lipat lah sekalian. Biar aku bisa langsung lamaran besok." Sean masih sempatnya bercanda.

"Bilang saja nanti kalau kamu udah mau lamaran. Biar aku yang siapkan uang lamaran kamu." Vano justru menanggapinya serius.

Sean terkekeh mendengarnya. "Aku becanda, Van. Tapi rejeki gak boleh ditolak, kan?"

Vano berdecak pelan. "Kalau nanti Cinta tanya. Bilang aja itu sebagai bonus karena dia sudah rajin, atau apalah. Pokoknya sepintar-pintar kamulah ngarang."

"Siap Bos." Sambungan telepon pun terputus setelahnya.

Vano kembali ke tempat duduknya, dan mendapati Cinta telah tertidur dengan kepala yang direbahkan di pinggiran bed pasien sambil menggenggam sebelah tangan putrinya. Wajah cantik itupun nampak letih. Ia menebak mungkin Cinta sudah tertidur sebelumnya dan bangun saat ia menelpon.

Malam semakin larut, tapi Vano belum bisa tertidur. Bukan karena tempatnya yang tidak nyaman, melainkan karena ada banyak sekali hal yang bersemayam dalam pikirannya.

Sejak tadi ia terus menatap balita cantik nan menggemaskan yang tertidur di atas bed pasien. Dalam hati bertanya, apakah benar anak itu berasal dari darah dagingnya.

Tiba-tiba saja ia teringat sesuatu. Bukankah sekarang adalah kesempatan yang sangat bagus untuk melakukan tes DNA mumpung ia dan anaknya Cinta berada di rumah sakit. Sekarang ia tinggal mengumpulkan sampel DNA nya.

.

.

.

"Selamat pagi," sapa seorang perawat wanita yang baru saja masuk.

"Pagi, Sus," balas Cinta yang tengah berusaha merayu putrinya untuk makan. Sementara Vano yang duduk di samping Cinta hanya menanggapinya dengan senyuman tipis. Pria itupun turut membujuk balita cantik itu dengan memperagakan berbagai ekspresi lucu agar mau membuka mulut.

"Oh ya, siap-siap ya. Sebentar lagi anaknya mau dipindahkan ke kamar VIP."

"Kamar VIP?" ulang Cinta dengan ekspresi tercengang. "Tapi, Sus, saya gak pernah urus untuk pindah kamar rawat inap," terangnya. Kamar kelas bawah saja ia baru membayar setengahnya kemarin, apalagi kalau harus dipindahkan ke kamar rawat VIP yang jelas tidak akan mampu untuk ia bayar.

"Iya, tadi yang urus namanya Pak Sean."

"Pak Sean?" Cinta langsung menoleh menatap Stev di sampingnya.

"Oh iya, semalam aku kasih tahu Pak Sean kalau anak kamu sakit. Mungkin saja ini adalah bonus karena kamu adalah pegawai yang rajin dan cekatan," kata Vano. Namun, ia sedikit dibuat bingung sebab Sean belum menghubunginya untuk masalah ini. Padahal semalam ia sudah memperingati agar langsung mengabarinya jika sudah mengurus pemindahan kamar rawat.

"Tapi Stev, apa ini gak terlalu berlebihan?"

"Udah, terima aja. Mungkin ini udah rejekinya anak kamu."

Cinta nampak mengangguk pelan. Ia pun membereskan peralatan makan putrinya serta keperluan lainnya untuk pindah kamar rawat. Tak berselang lama, dua perawat laki-laki pun masuk dengan membawa brankar.

"Cin, kamu duluan aja ya, nanti aku nyusul. Aku mau ke kantin dulu beli sarapan," kata Vano ketika anaknya Cinta telah siap untuk dipindahkan.

"Iya, Stev." Perut mereka memang belum terisi apapun pagi ini.

"Oh ya, kamu mau sarapan apa?"

"Apa ajalah,"

"Oke." Vano pun keluar lebih dulu. Setelah cukup jauh ia berhenti dan duduk di sebuah kursi tunggu. Mengeluarkan ponsel dan langsung menghubungi Sean. Hanya dalam beberapa detik sambungan teleponnya pun terhubung.

"Sean, kirim rekening kamu sekarang."

"Rekening? Untuk apa?" tanya Sean. Suaranya terdengar sedikit kesal.

"Aku mau ganti uang kamu. Kamu kan, udah mengurus pemindahan kamar rawat untuk anaknya Cinta?"

"Belum, Van. Sorry banget ya aku belum sempat ke rumah sakit. Ini aku lagi membujuk Ririn yang lagi ngambek. Dia tahu kalau semalam kita ngadain pesta ulang tahun bohongan itu di Cafe dan ada yang kirim foto aku lagi sama Maura. Udah dulu ya, Van. Aku tutup teleponnya dulu."

Panggilan pun berakhir. Vano terdiam menatap layar ponselnya dengan ekspresi tak terbaca. Jika bukan Sean yang mengurus pemindahan kamar rawat anaknya Cinta, lalu siapa. Sangat jelas tadi perawat itu menyebut nama pak Sean.

Sejenak, Vano termenung dengan pikiran melayang. Sesaat kemudian ia beranjak dari tempat duduknya sambil menarik nafas. Masalah siapa yang telah mengaku menjadi Sean itu akan ia cari tahu nanti. Sekarang ia harus ke laboratorium untuk menyerahkan sample DNA. Semalam ia dengan sangat hati-hati mengambil beberapa helai rambut anaknya Cinta.

"Berapa lama hasilnya akan keluar?" tanya Vano setelah menyerahkan sample DNA itu pada petugas laboratorium.

"Sekitar 5 hari, Pak."

"Oke, langsung hubungi saya kalau sudah keluar hasilnya."

"Beres, Pak."

"Terima kasih." Vano pun meninggalkan laboratorium dan langsung menuju kantin rumah sakit.

"Semoga kamu benar adalah anakku," gumamnya penuh harap. Balita cantik nan menggemaskan itu mampu membuatnya jatuh cinta hanya dengan waktu semalam.

...VISUAL...

...CINTA _ STEVANO_ LAURA...

Visual lainnya nyusul ya.

Terpopuler

Comments

Dwi Rustiana

Dwi Rustiana

Mak suka bgt sie bikin teka teki heran, jangan 5hari kalo bisa 3hari aja 🤣🤣🤣
Mak itu sie Laura boleh tak culik g sie gemes bener 😘😘😘

2025-01-19

2

Eva Karmita

Eva Karmita

seperti nya pak Haris yg bantu anak sama cucunya, kenapa Sean ngak sma Maura aja sih Mak .., kayaknya seru Maura cewek nya agak" agresif suka aja sama karakter nya 😍😂 ...,, Masya Allah visual nya aku suka apalagi Laura 😍❤️

2025-01-19

0

amilia amel

amilia amel

siapa ya yang pake nama sean dan mindahin Laura ke kamar VIP
jadi penasaran....
gemes banget lihat visualnya Laura
memang bener vano... siapapun pasti jatuh cinta sama Laura meskipun bertemu baru sekali

2025-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2 BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3 BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4 BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5 BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6 BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7 BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8 BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9 BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10 BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11 BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12 BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13 BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14 BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15 BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16 BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17 BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18 BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19 BAB 19~ CINTA?
20 BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21 BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22 BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23 BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24 BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25 BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26 BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27 BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28 BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29 BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30 BAB 30~ LAURA JATUH
31 BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32 BAB 32~ KAMU MASIH...?
33 INFO
34 BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35 BAB 34~ TENTANG LAURA
36 BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37 BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38 BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39 BAB 38~ CARI BUKTI
40 BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41 BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42 BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43 BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44 BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45 BAB 44~ KE BANDARA
46 BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47 BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48 BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49 BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50 BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51 BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52 BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53 BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54 BAB 53~ MENGELABUHI
55 BAB 54~ JAWAB, PA!
56 BAB 55~ FLASHBACK
57 BAB 56~ TERTEMBAK
58 BAB 57~ TERPUKUL
59 BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60 BAB 59~ BUNNY?
61 BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62 BAB 61~ NGAMBEK!
63 BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64 BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65 BAB 64~ DIABAIKAN
66 BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67 BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68 BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69 BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70 BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71 BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72 BAB 71~ MEMILIH GAUN
73 BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74 BAB 73~ MIE SEAFOOD
75 BAB 74~ HARUS ADIL
76 BAB 75~ TERLALU CANTIK
77 BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78 BAB 77~ KITA IMPAS
79 BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80 BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81 BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82 BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83 BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84 BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85 BAB 84~ ZIARAH
86 BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87 BAB 86~ PULANG
88 BAB 87.
89 BAB 88.
Episodes

Updated 89 Episodes

1
BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2
BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3
BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4
BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5
BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6
BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7
BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8
BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9
BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10
BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11
BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12
BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13
BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14
BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15
BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16
BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17
BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18
BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19
BAB 19~ CINTA?
20
BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21
BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22
BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23
BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24
BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25
BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26
BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27
BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28
BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29
BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30
BAB 30~ LAURA JATUH
31
BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32
BAB 32~ KAMU MASIH...?
33
INFO
34
BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35
BAB 34~ TENTANG LAURA
36
BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37
BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38
BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39
BAB 38~ CARI BUKTI
40
BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41
BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42
BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43
BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44
BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45
BAB 44~ KE BANDARA
46
BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47
BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48
BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49
BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50
BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51
BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52
BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53
BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54
BAB 53~ MENGELABUHI
55
BAB 54~ JAWAB, PA!
56
BAB 55~ FLASHBACK
57
BAB 56~ TERTEMBAK
58
BAB 57~ TERPUKUL
59
BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60
BAB 59~ BUNNY?
61
BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62
BAB 61~ NGAMBEK!
63
BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64
BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65
BAB 64~ DIABAIKAN
66
BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67
BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68
BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69
BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70
BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71
BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72
BAB 71~ MEMILIH GAUN
73
BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74
BAB 73~ MIE SEAFOOD
75
BAB 74~ HARUS ADIL
76
BAB 75~ TERLALU CANTIK
77
BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78
BAB 77~ KITA IMPAS
79
BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80
BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81
BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82
BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83
BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84
BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85
BAB 84~ ZIARAH
86
BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87
BAB 86~ PULANG
88
BAB 87.
89
BAB 88.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!