BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN

Ketukan dibalik pintu kamar membuat Vano yang sedang menyisir di depan cermin seketika menoleh. Pria tampan itu menyimpan sisirnya kemudian melangkah menuju pintu.

Setelah membuka pintu, Vano langsung tersenyum melihat sosok cinta pertamanya. Wanita yang melahirkannya itu pun mengembangkan senyum diwajah cantiknya yang tak termakan usia.

"Apa Mama boleh masuk?'' tanya mama Kinan.

"Tentu boleh dong, Ma." Vano langsung merangkul mamanya masuk kedalam kamarnya sambil melirik sesuatu yang dibawa sang mama, terlihat seperti beberapa lembar foto.

"Van, ada yang mau Mama bicarakan denganmu," ujar mama Kinan setelah duduk dipinggiran ranjang putranya.

"Apa itu sesuatu yang penting, Ma?" Vano terus melirik benda ditangan mamanya.

"Iya, sangat penting. Karena ini menyangkut masa depanmu. Dan kamu harus dengarkan Mama!" tekan wanita yang masih terlihat cantik diusianya yang tak lagi muda.

Vano langsung menelan salivanya dengan sedikit kesusahan. Ia sudah mulai bisa menebak apa yang ingin dibicarakan mamanya.

"Ma, bisa tidak bicaranya lain kali saja. Aku lagi buru-buru ini." Vano meraih tas kerjanya, memasukan beberapa dokumen untuk lebih meyakinkan.

"Jangan mencari alasan, Vano. Kamu pasti sudah bisa menebak apa yang ingin Mama bicarakan, dan sekarang kamu berusaha untuk menghindar." Wanita baya itu menatap putranya dengan membola.

Vano menghela nafas sambil mengusap tengkuknya yang tiba-tiba saja terasa meremang. Auranya benar-benar membuat tubuhnya serasa tenggelam di dasar bumi.

"Tapi sekarang kamu tidak bisa menghindari Mama lagi." Mama Kinan meletakkan beberapa lembar foto di telapak tangan putra keduanya itu.

Vano langsung meletak foto-foto itu diatas tempat tidur tanpa berniat untuk melihatnya. Ia tahu itu adalah foto beberapa wanita yang dipilihkan mamanya. Tapi ia sama sekali tidak tertarik.

"Vano, kenapa sih?" Mama Kinan mendengus kesal. "Setidaknya lihat dulu salah satunya."

"Apapun permintaan Mama akan selalu aku penuhi. Tapi maaf, Ma. Untuk kali aku tidak bisa menuruti keinginan Mama," ujar Vano penuh sesal.

"Tapi sampai kapan, Vano? Kakak kamu Rian, sekarang tengah menanti anak keduanya lahir. Dan adik kamu, Vani, juga sudah punya pacar. Tinggal kamu yang masih sendiri. Apa kamu mau didahului sama adik kamu?"

Vano menghela nafasnya, "Mungkin sebaiknya seperti itu, Ma. Jika Vani yang menikah lebih dulu, maka aku akan lebih tenang karena Vani sudah ada yang menjaga."

"Tapi kamu sendiri bagaimana?"

"Nanti kalau sudah waktunya, aku juga pasti bakalan nikah kok, Ma. Gak mungkin anak Mama yang tampan ini jadi bujang lapuk." Pria tampan itu nyengir memperlihatkan deretan giginya yang putih.

"Dasar kamu!" Mama Kinan meninju pelan lengan putranya. "Waktu apa yang kamu tunggu, huh? Nungguin Mama sama Papa udah gak ada lagi, begitu?"

"Ya enggak gitu juga dong, Ma." Vano langsung memeluk mamanya itu, lalu menghujani kecupan di pipi yang sudah nampak kerutannya namun tetap terlihat cantik.

"Aku pastikan Mama dan Papa adalah orang yang paling bahagia di hari pernikahanku nanti," ujarnya dengan tatapan berbinar. Tapi hatinya tidak sejalan dengan ucapannya. Jika benar anaknya Laura adalah darah dagingnya. Tak terbayangkan akan sekecewa apa kedua orangtuanya, mengetahui ia telah memiliki anak diluar pernikahan.

"Tapi kapan, Vano? Mama benar-benar udah gak sabar menunggu hari itu tiba. Mama sudah kepengen banget lihat Kamu nikah. Memangnya kamu gak mau punya istri yang selalu menyiapkan semua kebutuhan kamu. Menemani kamu di setiap waktu dalam keadaan apapun?" Mama Kinan mencoba merayu putranya itu. Ia tidak mau koleksi foto yang ia bawa kali ini akan berakhir mengenaskan di tong sampah untuk yang kesekian kalinya.

"Ya mau banget dong, Ma. Aku mau seperti Papa, kalau tidur ada yang nemenin, ada yang dipeluk. Pagi sarapan sudah disiapin, dasi ada yang masangin. Pulang kerja ada yang nyambut. Kalau capek ada pijitin. Mau makan apa tinggal minta dimasakin. Tapi ... nanti ya, Ma." Vano mengedipkan kedua matanya sambil cengengesan.

"Vano, Mama mohon dengarkan Mama kali ini. Setelah itu Mama tidak akan meminta apapun lagi padamu." Mama Kinan menatap putranya dengan memohon.

"Ma, please jangan memohon seperti ini padaku." Vano menghela nafasnya. "Oke baiklah, aku akan menuruti keinginan Mama kali ini. Tapi berikan aku sedikit waktu lagi, Ma."

Mama Kinan seketika berbinar, "Baiklah tidak masalah, asalkan kamu mau menikah. Berapa lama waktu yang kamu minta?"

"1 bulan!" ucap Vano spontan. Namun, tiba-tiba saja tenggorokannya tercekat, rasanya ia ingin memukul mulutnya sendiri karena dengan lancang menyebut waktu yang begitu singkat itu baginya.

"Baiklah, deal 1 bulan." Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itupun keluar dari kamar putranya dengan perasaan senang.

Sedang Vano kini benar-benar merasa dilema. Untuk apa ia meminta waktu 1 bulan itu. Ia benar-benar kesal pada dirinya sendiri. Sekarang ia harus cepat untuk melakukan tes DNA terhadap anaknya Cinta.

Wajahnya seketika saja nampak murung. Ia sangat yakin jika Cinta adalah wanita yang telah menghabiskan malam bersamanya saat itu. Tapi bagaimana kalau seandainya anaknya Cinta bukan darah dagingnya. Bisa saja kan, ada laki-laki lain selain dirinya. Apakah ia akan tetap menikahi Cinta sesuai janjinya setelah menemukan wanita itu.

.

.

.

"Non, memangnya dari awal Laura minum susu formula ya? Enggak pernah ASI?" tanya mbok Darmi yang tengah memperhatikan Cinta membuat susu untuk Laura. Saat itu, Laura berusia satu bulan saat dibawa pulang, dan ia tidak pernah melihat Cinta menyusui bayinya.

Cinta tak langsung menjawab. Ia terlebih dahulu menyelesaikan membuat susu, kemudian berbalik menghadap mbok Darmi.

"Kalau dari awal dikasih ASI, takutnya nanti Laura susah lepas sementara aku harus kerja, Mbok."

"Tapi kan, bisa stok, Non?"

Cinta mengatupkan bibirnya sejenak. "Susu formula udah lebih praktis, Mbok. Aku gak perlu repot pumping ASI lagi," jawabnya kemudian.

Mbok Darmi tampak mengangguk pelan. "Iya juga sih, repot memang. Belum lagi kalau stoknya habis sementara Non Cinta belum pulang."

Cinta tersenyum. "Titip Laura lagi ya, Mbok. Ntar kalau gajian aku kasih tips lebih." Ia mengedipkan sebelah matanya. Semalam Stev mengatakan akan mengantar jemputnya mulai hari ini. Jadi uang untuk ongkos ojeknya bisa ia berikan pada Mbok Darmi.

"Sebenarnya gak dikasih juga gak apa-apa, Non. Saya ikhlas jagain Laura. Setiap lihat Laura saya jadi keinget cucu di kampung." Mbok Darmi tersenyum tulus.

"Enggak bisa begitu. Mbok udah cakep kerja di tambah jagain Laura. Setidaknya hanya itu yang bisa aku lakukan untuk membalas jasa Mbok Darmi. Itupun aku gak bisa kasih banyak, jumlahnya bahkan mungkin seperempat dari gaji baby sitter." Cinta tersenyum kecut.

Mata mbok Darmi tampak berkaca-kaca. Ia sangat prihatin pada Cinta yang sekarang diperlakukan dengan begitu berbeda oleh keluarganya sendiri. Tapi ia hanya bisa diam menyaksikan itu semua.

Sementara itu...

Stev yang baru saja sampai di alamat yang semalam diberikan Cinta, cukup dibuat terkejut. Sekarang ia berdiri di balik pagar sebuah rumah yang begitu megah.

Apa Cinta tidak salah memberikannya alamat. Untuk memastikannya, ia segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Cinta. Hanya dalam beberapa detik sambungan telponnya pun terhubung.

"Cin, aku udah sampai di alamat yang kamu kasih. Tapi, apa kamu gak salah kasih alamat?"

Mendengar itu, Cinta pun buru-buru menuju balkon kamarnya. Dari situ ia bisa melihatnya seorang pria mengenakan helm berdiri di luar pagar. "Enggak salah, Stev. Coba lihat ke atas," ucapnya sambil melambaikan tangan.

Stev pun mendongak. Ia yang semula nampak bingung itu, langsung tersenyum melihat Cinta melambaikan tangannya di atas sana. Namun, ada satu hal yang mengganjal di pikirannya. Seorang barista seperti Cinta, tinggal di rumah yang sangat megah.

"Kamu tunggu sebentar ya. Aku turun sekarang." Cinta pun memutuskan sambungan teleponnya.

Stev mengintip ke balik pagar. Ia bisa melihat satpam yang sedang bersantai di pos. Namun, tak lama kemudian kedua bola matanya terbelalak begitu melihat seorang wanita yang berjalan menuju sebuah mobil.

"Itu kan, Indri?"

Terpopuler

Comments

Eva Karmita

Eva Karmita

sabar ya Cinta sebentar lagi akan ada malaikat penolong mu akan tiba babang Vano 😍

2025-01-17

2

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

ada typo mama zana.....mulai kepo vano kayay perjuanganmu amat panjang dan melelahkan semngt vano

2025-01-17

2

Ilfa Yarni

Ilfa Yarni

ada2 saja othor vano kesannya seperti Raka omnya punya ank diluar nikah status Laura jd sama kyk abgnya vano BG rian

2025-01-17

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2 BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3 BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4 BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5 BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6 BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7 BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8 BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9 BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10 BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11 BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12 BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13 BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14 BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15 BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16 BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17 BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18 BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19 BAB 19~ CINTA?
20 BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21 BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22 BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23 BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24 BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25 BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26 BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27 BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28 BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29 BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30 BAB 30~ LAURA JATUH
31 BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32 BAB 32~ KAMU MASIH...?
33 INFO
34 BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35 BAB 34~ TENTANG LAURA
36 BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37 BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38 BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39 BAB 38~ CARI BUKTI
40 BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41 BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42 BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43 BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44 BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45 BAB 44~ KE BANDARA
46 BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47 BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48 BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49 BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50 BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51 BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52 BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53 BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54 BAB 53~ MENGELABUHI
55 BAB 54~ JAWAB, PA!
56 BAB 55~ FLASHBACK
57 BAB 56~ TERTEMBAK
58 BAB 57~ TERPUKUL
59 BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60 BAB 59~ BUNNY?
61 BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62 BAB 61~ NGAMBEK!
63 BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64 BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65 BAB 64~ DIABAIKAN
66 BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67 BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68 BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69 BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70 BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71 BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72 BAB 71~ MEMILIH GAUN
73 BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74 BAB 73~ MIE SEAFOOD
75 BAB 74~ HARUS ADIL
76 BAB 75~ TERLALU CANTIK
77 BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78 BAB 77~ KITA IMPAS
79 BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80 BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81 BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82 BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83 BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84 BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85 BAB 84~ ZIARAH
86 BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87 BAB 86~ PULANG
88 BAB 87.
89 BAB 88.
Episodes

Updated 89 Episodes

1
BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2
BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3
BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4
BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5
BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6
BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7
BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8
BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9
BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10
BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11
BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12
BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13
BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14
BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15
BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16
BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17
BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18
BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19
BAB 19~ CINTA?
20
BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21
BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22
BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23
BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24
BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25
BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26
BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27
BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28
BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29
BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30
BAB 30~ LAURA JATUH
31
BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32
BAB 32~ KAMU MASIH...?
33
INFO
34
BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35
BAB 34~ TENTANG LAURA
36
BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37
BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38
BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39
BAB 38~ CARI BUKTI
40
BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41
BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42
BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43
BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44
BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45
BAB 44~ KE BANDARA
46
BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47
BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48
BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49
BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50
BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51
BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52
BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53
BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54
BAB 53~ MENGELABUHI
55
BAB 54~ JAWAB, PA!
56
BAB 55~ FLASHBACK
57
BAB 56~ TERTEMBAK
58
BAB 57~ TERPUKUL
59
BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60
BAB 59~ BUNNY?
61
BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62
BAB 61~ NGAMBEK!
63
BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64
BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65
BAB 64~ DIABAIKAN
66
BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67
BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68
BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69
BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70
BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71
BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72
BAB 71~ MEMILIH GAUN
73
BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74
BAB 73~ MIE SEAFOOD
75
BAB 74~ HARUS ADIL
76
BAB 75~ TERLALU CANTIK
77
BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78
BAB 77~ KITA IMPAS
79
BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80
BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81
BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82
BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83
BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84
BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85
BAB 84~ ZIARAH
86
BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87
BAB 86~ PULANG
88
BAB 87.
89
BAB 88.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!