BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN

Cinta berjalan dengan tergesa-gesa menuruni tangga. Begitu melewati ruang tengah, ia berhenti sejenak saat melihat papa Haris sedang duduk di sofa tunggal sambil membaca koran.

Jika kemarin-kemarin ia ikut bersikap acuh, tapi sekarang sepertinya tidak ada salahnya jika ia mencoba untuk mendekatkan diri lagi pada sang papa.

Ia tidak berharap posisinya sebagai pewaris dikembalikan. Papa Haris mau menerima keberadaan Laura sebagai cucunya saja itu sudah cukup baginya.

Papa Haris tak bergerak sedikitpun dari posisinya begitu mendengar suara langkah seseorang yang mendekatinya. Dari aroma parfum ia tahu itu adalah Cinta.

"Pa, aku pamit ya." Cinta mengulurkan tangan untuk mencium punggung tangan sang papa.

Namun, papa Haris sama sekali tak menghiraukan. Ia fokus dengan koran yang dibaca dan seolah tidak ada siapapun di dekatnya.

Cinta kembali menarik tangannya. Ada rasa sesak di dada atas perlakuan papanya. Namun, ia harus kuat menghadapi ini semua demi Laura putri kecilnya.

Ia pun berbalik, melangkah dengan cepat keluar rumah sambil menahan agar air matanya tidak jatuh. Ia hampir saja menabrak mama Ratih yang berpapasan dengannya. Beruntung ia cepat bergeser dan kembali melanjutkan langkahnya dengan cepat. Jika tidak, sudah pasti akan terjadi keributan pagi ini.

"Punya mata gak sih? Dasar anak gak guna!"

Cinta masih bisa mendengar makian itu, namun itu tidak lebih menyakitkan dibanding sikap dingin sang papa.

Di sisi lain...

Indri dibuat kesal kala mobilnya hendak keluar, tapi sebuah motor menghadangi jalannya.

Ia menurunkan kaca mobil dan menyembulkan kepala. "Hei, cepat singkirkan motor butut mu itu!" teriaknya sambil menekan klakson.

Vano pun mendorong motor sewaannya itu menyingkir. Beruntung ia tak melepas helm sehingga Indri tidak melihat wajahnya.

Meski motor itu sudah tak menghadang jalannya. Tapi Indri tidak langsung pergi. Ia turun dari mobil untuk melihat siapa sebenarnya pengendara motor itu.

Hal tersebut membuat Vano sedikit gelagapan. Namun, sebisanya ia bersikap tenang.

"Hei, kamu siapa dan apa tujuan kamu kesini?" tanya Indri dengan nada ketus.

Vano tak menjawab. Bisa gawat kalau Indri sampai mengenali suaranya.

"Kamu tuli atau bisu, huh!" tukas Indri yang merasa kesal pertanyaannya tidak di jawab.

Vano mengepalkan sebelah tangannya. Berusaha menahan emosi. Jika tidak sedang menyamar, sudah akan ia beri pelajaran pada rekan kerjanya itu. Ternyata Indri tak sebaik yang ditunjukkan di depannya selama ini. Hanya bersikap manis di depannya, tapi dibelakang sikapnya arogan. Ia semakin hilang respect pada wanita itu.

Cinta yang baru saja keluar dan melihat kakak tirinya tampak memaki Stev. Ia pun berlari kecil menghampiri keduanya.

"Stev, maaf ya, udah buat kamu nunggu."

Indri beralih menatap Cinta. "Astaga, jadi laki-laki ini adalah pacar kamu? Wah, pasangan yang serasi, cocok banget. Yang satu tuli dan bisu. Satunya lagi tukang bawa aib. Kamu beruntung, dia gak akan bisa mendengar dan membicarakan keburukanmu!" Indri tersenyum sinis menatap saudari tirinya.

Nafas Vano mulai memburu mendengar semua cacian Indri terhadap Cinta. Namun, ia harus bisa menahan diri agar penyamarannya tidak terbongkar. Tapi ia bersumpah, suatu saat Indri akan membayar hinaannya ini.

"Stev, ayo kita pergi," ajak Cinta yang tak ingin meladeni celotehan saudari tirinya itu. Terlebih, ia merasa tidak enak hati pada Stev karena ikut menjadi sasaran cacian Indri.

Stev pun mengambil helm yang ada di jok depan kemudian memberikannya pada Cinta. Sebelum naik ke motor, ia melirik tajam pada Indri dari balik helmnya. Ia langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang setelah Cinta duduk di belakangnya.

"Yang tadi itu siapa sih?" tanya Stev setelah berkendara cukup jauh.

"Kakak aku," jawab Cinta.

Sebelah alis tebal Stev terangkat. "Tapi kayak saudara tiri ya? Ngomongnya pedas banget ngalahin cabe rawit setan. Tahu aja kalau harga cabe sekarang lagi naik. Kamu tahan banget punya saudara kayak dia. Kalau aku, sudah aku jual di pasar!"

Cinta terkekeh mendengar gerutuan Stev. Indri memang saudari tirinya, tapi ia rasa tak perlu mengatakannya pada pria itu.

Sepanjang jalan, Stev terus mengajaknya mengobrol. Kekhawatiran Cinta kemarin terpatahkan yang mengira Stev akan ikut menjauhinya setelah tahu ia punya anak tanpa suami.

Sesampainya di cafe, keduanya melangkah masuk bersama. Tiba di depan meja bar, Stev pamit ke toilet. Ia menghubungi Maura sekretarisnya.

"Ada apa, Pak?" tanya Maura begitu menjawab telepon dari sang bos.

"Aku ada tugas untuk kamu," ucap Stev dengan suara seperti berbisik. Takut ada yang mendengarnya.

"Tugas apa, Pak?"

"Indri, ternyata dia itu kakaknya Cinta. Aku mau kamu selidiki perempuan itu. Dia sepertinya tidak menyukai Cinta, aku jadi ragu kalau sebenarnya mereka bukan saudara kandung."

"Hanya itu, Pak?" tanya Maura lagi.

"Untuk sementara itu dulu," jawab Stev.

"Baik, Pak. Aku akan segera menyelidiki Bu Indri," kata Maura.

"Terima kasih." Stev pun mengakhiri panggilan.

Sebelum kembali ke meja bar, ia terlebih dahulu menemui Sean di ruangannya. Pria itu sedang berbicara melalui sambungan telepon saat ia masuk.

Sean melirik ke arah pintu yang terbuka. Melihat kedatangan Vano, ia lantas mengakhiri sambungan teleponnya.

"Aku tutup teleponnya dulu. Nanti aku hubungi lagi." Setelah menyimpan ponselnya di atas meja. Ia menatap lekat Stev alisa Vano yang telah duduk di hadapannya. Melihat raut wajah pria itu sedikit kusut, ia langsung dapat menebak jika ada sesuatu yang berhubungan dengan Cinta.

"Ada apa lagi, sih?" tanyanya.

"Ada dua hal yang mau aku bicarakan sama kamu. Dan aku yakin kamu pasti akan terkejut setelah mendengarnya," ujar Stev.

Sean pun merubah posisi duduknya menjadi tegap. Menatap Stev dengan serius. "Oke, aku siap mendengarnya. Yang pertama dulu."

"Pertama, ternyata Indri rekan kerjaku itu adalah kakaknya Cinta. Perusahaannya bukan perusahaan kecil, dan coba kamu pikir. Bagaimana bisa Cinta malah jadi Barista, bukannya bergabung di perusahaan keluarganya?"

Sean memang sedikit terkejut mengetahui fakta itu. Ternyata, barista cantiknya adalah anak konglomerat. "Terus, apa yang kedua?" tanya Sean penasaran.

"Kedua, ternyata Cinta sudah punya anak. Usianya kira-kira 1 tahun."

Sean lebih terkejut lagi mendengarnya. Sangat jelas dalam surat lamaran kerja yang disodorkan Cinta saat itu, disitu tertulis data dirinya dan status Cinta masih lajang.

"Tunggu?" Sean tiba-tiba teringat sesuatu. Tatapannya kian lekat pada Stev. "Atau jangan-jangan, anaknya Cinta adalah... ."

"Aku lagi memikirkan cara bagaimana aku bisa melakukan tes DNA pada anak itu," potong Stev. Tadi saat menjemput Cinta, ia berharap bisa melihat bagaimana wajah anak itu. Tapi ia malah justru melihat duplikat cabe setan yang membuat darahnya serasa mendidih. Mengingat Indri dan semua kata-kata pedasnya tadi, emosinya jadi naik lagi.

Sean pun nampak berpikir. "Ah, aku tahu bagaimana caranya." Ia mengembangkan senyum kala mendapatkan ide untuk mempertemukan Stev dan anaknya Cinta.

"Bagaimana caranya?" tanya Stev tak sabar.

Terpopuler

Comments

Aditya HP/bunda lia

Aditya HP/bunda lia

Cinta gak ngenalin stev terus apa stev emang bener2 sadar dan lihat wajahnya cinta saat itu terjadi? atau jangan2 yang bersama stev malam itu temannya cinta terus dia meninggal saat ngelahirin laura dan berakhir laura di akuin anaknya cinta? maaf ini cuman kesotoyan aku ajah 🤭

2025-01-18

1

Jelo Muda

Jelo Muda

caranya?? gampang... ads acara kumpul2 boleh bawa keluarga .. enak kan... xixiixxi..
ya g thor??

2025-01-17

2

nurul holisoh

nurul holisoh

seruuuu ceritanya berkelanjutan semangattt author sehat selalu

2025-01-18

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2 BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3 BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4 BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5 BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6 BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7 BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8 BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9 BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10 BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11 BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12 BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13 BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14 BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15 BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16 BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17 BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18 BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19 BAB 19~ CINTA?
20 BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21 BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22 BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23 BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24 BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25 BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26 BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27 BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28 BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29 BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30 BAB 30~ LAURA JATUH
31 BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32 BAB 32~ KAMU MASIH...?
33 INFO
34 BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35 BAB 34~ TENTANG LAURA
36 BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37 BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38 BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39 BAB 38~ CARI BUKTI
40 BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41 BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42 BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43 BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44 BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45 BAB 44~ KE BANDARA
46 BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47 BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48 BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49 BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50 BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51 BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52 BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53 BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54 BAB 53~ MENGELABUHI
55 BAB 54~ JAWAB, PA!
56 BAB 55~ FLASHBACK
57 BAB 56~ TERTEMBAK
58 BAB 57~ TERPUKUL
59 BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60 BAB 59~ BUNNY?
61 BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62 BAB 61~ NGAMBEK!
63 BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64 BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65 BAB 64~ DIABAIKAN
66 BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67 BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68 BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69 BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70 BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71 BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72 BAB 71~ MEMILIH GAUN
73 BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74 BAB 73~ MIE SEAFOOD
75 BAB 74~ HARUS ADIL
76 BAB 75~ TERLALU CANTIK
77 BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78 BAB 77~ KITA IMPAS
79 BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80 BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81 BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82 BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83 BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84 BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85 BAB 84~ ZIARAH
86 BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87 BAB 86~ PULANG
88 BAB 87.
89 BAB 88.
Episodes

Updated 89 Episodes

1
BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2
BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3
BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4
BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5
BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6
BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7
BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8
BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9
BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10
BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11
BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12
BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13
BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14
BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15
BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16
BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17
BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18
BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19
BAB 19~ CINTA?
20
BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21
BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22
BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23
BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24
BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25
BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26
BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27
BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28
BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29
BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30
BAB 30~ LAURA JATUH
31
BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32
BAB 32~ KAMU MASIH...?
33
INFO
34
BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35
BAB 34~ TENTANG LAURA
36
BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37
BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38
BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39
BAB 38~ CARI BUKTI
40
BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41
BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42
BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43
BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44
BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45
BAB 44~ KE BANDARA
46
BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47
BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48
BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49
BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50
BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51
BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52
BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53
BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54
BAB 53~ MENGELABUHI
55
BAB 54~ JAWAB, PA!
56
BAB 55~ FLASHBACK
57
BAB 56~ TERTEMBAK
58
BAB 57~ TERPUKUL
59
BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60
BAB 59~ BUNNY?
61
BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62
BAB 61~ NGAMBEK!
63
BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64
BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65
BAB 64~ DIABAIKAN
66
BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67
BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68
BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69
BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70
BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71
BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72
BAB 71~ MEMILIH GAUN
73
BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74
BAB 73~ MIE SEAFOOD
75
BAB 74~ HARUS ADIL
76
BAB 75~ TERLALU CANTIK
77
BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78
BAB 77~ KITA IMPAS
79
BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80
BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81
BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82
BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83
BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84
BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85
BAB 84~ ZIARAH
86
BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87
BAB 86~ PULANG
88
BAB 87.
89
BAB 88.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!