BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL

Malam hari...

"Bisa gak, kamu jauhan dikit?" ucap Sean pada Maura yang terus berdiri di sampingnya hampir tak berjarak.

"Hei, kamu gak lupa, kan, kalau aku ditugaskan Pak Vano untuk jadi pacar pura-pura kamu!" balas Maura terlihat santai. Bahkan sejak tadi bibirnya terus menyunggingkan senyum menatap kue ulangtahun di depannya. Bolehkah ia berharap jika ini semua nyata, bukan pura-pura.

"Iya, aku tahu. Tapi ... Vano dan Cinta belum datang. Jadi kamu gak usah ambil kesempatan dalam kesempitan ya!"

"Gak usah ge'er. Aku cuma menjalankan tugas dengan profesional. Apalagi Pak Vano sudah memperingati aku agar menjalankan peran ku dengan sangat baik. Lihat mereka semua." Maura menunjuk ke arah para pegawai yang sudah datang dengan membawa keluarga masing-masing. Tinggal menunggu kedatangan Vano, Cinta dan anaknya.

"Mereka gak tahu kan, kalau semua ini hanya rekayasa? Jadi, kamu juga nurut aja. Jangan sampai ada pegawai kamu yang tahu dan bilang nanti sama Cinta. Bisa berabe urusannya. Kamu dan aku, pasti dikasih pelajaran sama Pak Vano kalau sampai rencananya gagal."

Sean memutar bola matanya malas. Dari pada ribut dengan Maura, lebih baik ia yang mengalah dan ... dengan gerakan pelan bergeser beberapa centi.

Di sisi lain...

Vano baru saja sampai di depan rumah Cinta. Seperti tadi pagi, ia juga tak melepas helm. Khawatir jika si duplikat cabe setan alias Indri tiba-tiba keluar dan melihatnya.

Pak Amin yang sedang bersantai di pos, langsung beranjak menuju pagar begitu melihat seorang pengendara motor singgah. "Maaf, cari siapa ya?" tanyanya.

"Saya temannya Cinta, Pak. Mau jemput," jawab Vano.

"Oh, tapi Non Cinta dari siang gak ada di rumah."

Vano sedikit terkejut. Setelah dari cafe ia sendiri yang mengantarkan Cinta pulang. "Pergi ke mana ya, Pak?"

"Ke rumah sakit. Anaknya kena diare, dan harus di rawat inap," jawab pak Amin.

Raut wajah Vano seketika berubah cemas. Kenapa Cinta tidak memberitahunya, padahal ia sudah bilang akan menjemput malam ini. "Di rawat di rumah sakit mana, Pak?"

"Rumah sakit Sejahtera."

"Terima kasih informasinya, Pak." Vano pun bergegas naik ke motornya. Sebelum pergi ia terlebih dahulu menelpon Sean. Hanya dalam beberapa detik, sambungan teleponnya pun telah terhubung.

"Van, kamu dimana sih? Udah jemput Cinta belum? Ini yang lainnya sudah pada datang. Maura, sektretaris kamu juga sudah datang dan dia... ." Sean menjeda kalimatnya sambil melirik Maura yang tampak menguping pembicaraan nya. "Dia juga sudah menjalankan perannya dengan sangat baik," lanjutnya yang membuat Maura seketika tersenyum.

Vano menghela nafas berat. Bahkan tenggorokannya terasa tercekat, ia benar-benar dibuat panik mengetahui anaknya Cinta sedang sakit. "Sean, sebelumnya aku mengucapkan terima kasih banyak karena sudah bersedia melakukan ini semua untukku. Tapi ... maaf, rencana malam ini batal. Aku baru tahu kalau Cinta ada di rumah sakit. Anaknya sakit," ucapnya penuh sesal.

Sean tampak melongo mendengar kalimat panjang lebar yang baru saja di sampaikan Vano. Detik itu juga ia langsung buru-buru bergeser lebih jauh dari Maura.

"Ya udah, Van, gak apa-apa. Jadi sekarang kamu mau ke rumah sakit?"

"Iya, aku tutup teleponnya dulu ya." Setelah sambung telepon terputus. Vano memasukkan ponselnya ke dalam saku jaket yang dikenakannya. Kemudian melajukan motornya dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit yang telah diberitahukan pak Amin.

Sementara itu Sean pun kembali mengumumkan pada seluruh pegawainya jika acara malam ini tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya, karena ia dan Maura harus pergi lantaran ada urusan mendadak. Namun, ia tetap meminta mereka semua untuk tetap berada di cafe menikmati hidangan yang sudah tersedia.

"Ingat, besok kamu harus datang lebih awal untuk buka Cafe," ucap Sean pada salah satu pegawainya setelah memberikan kunci. Ia dan Maura pun bergegas pergi meninggalkan cafe.

"Telpon Vano, tanya di rumah sakit mana anaknya Cinta di rawat," pinta Sean pada Maura yang duduk di sampingnya. Mobilnya baru saja meninggalkan pelataran cafe.

Dengan wajah sedikit manyun, Maura pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tas kemudian menghubungi bos-nya. Namun, panggilannya tidak terjawab. "Gak di angkat."

"Telpon terus, sampai di angkat!" titah Sean tanpa melihat kearah lawan bicaranya itu. Ia hanya fokus pada jalanan di depan.

.

.

.

Sesampainya di rumah sakit, Vano berjalan sedikit tergesa-gesa menyusuri koridor. Ia mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Cinta, matanya melebar melihat ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari Maura. Ia pun menelpon balik sekretarisnya itu.

"Pak Vano telepon!" seru Maura, membuat Sean yang sejak tadi diam tampak melamun itu sedikit terkejut. Mereka memilih untuk menepi sambil menunggu telepon dari Vano, sebab tak mungkin terus berkendara tanpa tujuan.

"Cepetan angkat!"

Maura pun menerima telponan dari sang bos. "Halo, Pak? Apa Bapak sudah sampai di rumah sakit?"

"Sudah, kamu dimana? Apa masih di Cafe?"

Belum sempat Maura menjawab, ia terkejut kala Sean tiba-tiba merebut ponselnya.

"Halo, Van. Share lok sekarang, aku dan Maura akan menyusul ke sana." Panggilan pun berakhir setelahnya. Menunggu beberapa saat share lok dari Vano.

"Ini hape kamu." Sean mengembalikan ponsel Maura setelah melihat alamat rumah sakit yang dikirim Vano. Ia pun kembali melajukan mobilnya.

Sementara itu, Vano beralih menghubungi Cinta. Namun, panggilannya tak terjawab. Ia kembali mencoba hingga akhirnya terjawab.

"Cinta, sekarang aku di rumah sakit. Anak kamu dirawat di ruangan mana?"

Cinta yang setengah mengantuk itu seketika terperanjat. Ia pun lantas menegakkan badannya yang sejak tadi duduk dengan merebahkan kepalanya di tepi ranjang pasien. Bahkan ia sudah hampir tertidur kala ponselnya tiba-tiba berdering.

"Kamu di rumah sakit?" tanyanya sedikit terbata. Ah, ia lupa memberi tahu Stev agar malam ini tidak usah menjemputnya. Stev pasti sudah datang rumahnya dan ada yang memberitahu ia sedang berada di rumah sakit.

"Iya, sekarang kasih tahu anak kamu di rawat di ruangan mana?" tanya Vano lagi.

"Ruangan cempaka 3," jawab Cinta.

"Oke, aku kesitu sekarang." Vano mengakhiri panggilannya. Kembali melanjutkan langkahnya dengan ekspresi kesal diwajahnya. Bahkan ia sampai berdecak pelan beberapa kali.

Bagaimana tidak, ruangan yang baru saja disebutkan Cinta adalah kelas paling terendah di rumah sakit. Bagaimana bisa Haris yang seorang konglomerat itu membiarkan cucunya sendiri memasuki ruangan kelas bawah dengan fasilitas yang tidak begitu memadai. Tidak adakah rasa iba sedikitpun dalam hatinya. Ia saja sampai dibuat kesal membayangkan sekarang Cinta hanya duduk menemani anaknya. Ruangan dengan kapasitas yang memuat 4 hingga 6 orang pasien itu jelas tidak menyediakan bed untuk penunggu pasien.

"Lihat saja, Pak Haris. Akan ku buat kau menyesal telah menyia-nyiakan anak dan cucumu!"

Terpopuler

Comments

Dwi Rustiana

Dwi Rustiana

ayo Van gercep tapi kalo kecepatan ntar Mak Nur dah siapin judul baru lagi 🤭🤭🤭
jadinya wes tak ikuti alurnya waelah

2025-01-19

2

LANY SUSANA

LANY SUSANA

betul Van bikin Haris menyesal telah sia2 kan cinta dan cucunya /Gosh//Gosh/
semoga Vano bantu Cinta ya dan sekalian test DNA

2025-01-18

4

Akhmad Soimun

Akhmad Soimun

aku tunggu up nya nti mlm Kak Author

2025-01-18

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2 BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3 BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4 BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5 BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6 BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7 BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8 BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9 BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10 BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11 BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12 BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13 BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14 BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15 BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16 BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17 BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18 BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19 BAB 19~ CINTA?
20 BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21 BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22 BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23 BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24 BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25 BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26 BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27 BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28 BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29 BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30 BAB 30~ LAURA JATUH
31 BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32 BAB 32~ KAMU MASIH...?
33 INFO
34 BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35 BAB 34~ TENTANG LAURA
36 BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37 BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38 BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39 BAB 38~ CARI BUKTI
40 BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41 BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42 BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43 BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44 BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45 BAB 44~ KE BANDARA
46 BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47 BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48 BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49 BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50 BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51 BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52 BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53 BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54 BAB 53~ MENGELABUHI
55 BAB 54~ JAWAB, PA!
56 BAB 55~ FLASHBACK
57 BAB 56~ TERTEMBAK
58 BAB 57~ TERPUKUL
59 BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60 BAB 59~ BUNNY?
61 BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62 BAB 61~ NGAMBEK!
63 BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64 BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65 BAB 64~ DIABAIKAN
66 BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67 BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68 BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69 BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70 BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71 BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72 BAB 71~ MEMILIH GAUN
73 BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74 BAB 73~ MIE SEAFOOD
75 BAB 74~ HARUS ADIL
76 BAB 75~ TERLALU CANTIK
77 BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78 BAB 77~ KITA IMPAS
79 BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80 BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81 BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82 BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83 BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84 BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85 BAB 84~ ZIARAH
86 BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87 BAB 86~ PULANG
88 BAB 87.
89 BAB 88.
90 BAB 89.
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2
BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3
BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4
BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5
BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6
BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7
BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8
BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9
BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10
BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11
BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12
BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13
BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14
BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15
BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16
BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17
BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18
BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19
BAB 19~ CINTA?
20
BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21
BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22
BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23
BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24
BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25
BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26
BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27
BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28
BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29
BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30
BAB 30~ LAURA JATUH
31
BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32
BAB 32~ KAMU MASIH...?
33
INFO
34
BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35
BAB 34~ TENTANG LAURA
36
BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37
BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38
BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39
BAB 38~ CARI BUKTI
40
BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41
BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42
BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43
BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44
BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45
BAB 44~ KE BANDARA
46
BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47
BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48
BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49
BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50
BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51
BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52
BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53
BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54
BAB 53~ MENGELABUHI
55
BAB 54~ JAWAB, PA!
56
BAB 55~ FLASHBACK
57
BAB 56~ TERTEMBAK
58
BAB 57~ TERPUKUL
59
BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60
BAB 59~ BUNNY?
61
BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62
BAB 61~ NGAMBEK!
63
BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64
BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65
BAB 64~ DIABAIKAN
66
BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67
BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68
BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69
BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70
BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71
BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72
BAB 71~ MEMILIH GAUN
73
BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74
BAB 73~ MIE SEAFOOD
75
BAB 74~ HARUS ADIL
76
BAB 75~ TERLALU CANTIK
77
BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78
BAB 77~ KITA IMPAS
79
BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80
BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81
BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82
BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83
BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84
BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85
BAB 84~ ZIARAH
86
BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87
BAB 86~ PULANG
88
BAB 87.
89
BAB 88.
90
BAB 89.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!