BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI

Malam hari...

"Wah, kamu cantik sekali malam ini, Sayang," ucap mama Ratih memuji putrinya.

Indri tersenyum. "Iya dog, Ma. Aku harus tampil cantik dan menarik malam ini. Akan ku buat Vano tidak bisa berpaling dariku kali ini."

"Mama jadi penasaran, seperti apa rupa laki-laki yang kamu idam-idamkan itu." Mama Ratih pun tampak tak sabar menunggu kedatangan Vano dan kedua orangtuanya.

"Mama pasti akan terpukau melihatnya. Dia itu bukan hanya mapan tapi juga sangat tampan, Ma. Siapapun wanita pasti akan jatuh hati melihatnya, dan aku adalah wanita beruntung yang akan menjadi pendampingnya," ucap Indri penuh percaya diri.

"Semoga saja, semuanya berjalan lancar malam ini."

"Harus, Ma. Oh ya, Papa mana?" tanya Indri.

"Di kamar, masih siap-siap."

"Ya udah, aku mau ke depan dulu. Sebentar lagi mereka pasti akan datang." Indri pun berjalan keluar. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat Cinta keluar dari dapur membawa segelas air minum. Ia pun menghampiri saudari tirinya itu.

Cinta memalingkan tatapannya ke arah lain sambil membuang nafas panjang ketika Indri tiba-tiba menghadang jalannya. Sekarang, kata-kata pedas apa lagi yang akan dikatakan wanita itu padanya.

"Sebentar lagi, aku akan kedatangan tamu spesial. Dan jangan sekali-kali kamu menampakkan batang hidung kamu di depan mereka, apalagi anak haram kamu itu. Papa bisa malu karena kalian berdua!"

"Cukup, Indri!" bentak Cinta. Jika siang tadi ia hanya diam anaknya dikatai anak haram di depan Stev, tapi sekarang tidak lagi. "Aku peringatkan ini terakhir kalinya kamu menyebut Laura anak haram. Jika sekali lagi aku mendengarnya, kamu akan tahu akibatnya!"

"Uhhh, takut." Indri memasang ekspresi mengolok. Ia sama sekali tidak takut dengan ancaman Cinta. "Faktanya memang begitu, kan? Laura itu anak haram yang gak jelas siapa bapaknya!"

Plak...

Satu tamparan yang cukup keras mendarat di pipi Indri. Wanita itu memegang pipinya yang terasa perih dan panas, tatapannya begitu tajam bak belati yang siap menikam Cinta.

"Kurang ajar kamu, ya!" Indri hendak membalas, namun tangannya lebih dulu dicekal oleh Cinta dan dihempaskan dengan kasar sehingga ia terdorong dan jatuh ke lantai.

"Dasar wanita murahan!" tukas Indri yang tak terima perlakuan Cinta

Byur...

Segelas air yang dipegang Cinta, ia tumpahkan tepat di atas kepala Indri.

"Cinta!" teriak Indri marah. Penampilannya yang sudah sempurna malam ini dan siap menyambut kedatangan Vano, hancur berantakan karena perbuatan saudari tirinya itu.

Teriakan Indri yang cukup keras itu, membuat mama Ratih yang sedang duduk di ruang tengah segera berlari ke asal sumber suara. Pun dengan papa Haris yang baru menuruni tangga.

Sepasang paruh baya itu terperangah melihat Indri yang terduduk di lantai dalam keadaan sedikit basah.

"Indri, kamu kenapa, Nak?" Mama Ratih dengan cepat membantu putrinya berdiri.

"Ini semua gara-gara Cinta, Ma. Dia tadi nampar aku, terus aku didorong dan disiram air!" Indri menunjuk kearah Cinta dengan tatapan berapi-api.

"Cinta!" bentak papa Haris yang marah mendengar pengaduan Indri.

"Dia memang pantas mendapatkan itu," ucap Cinta tanpa melihat papanya.

Papa Haris tampak geram. Ia melangkah maju ke hadapan Cinta, mengangkat sebelah tangannya dan melabuhkan di pipi kiri putrinya itu.

Sepasang mata Cinta seketika terpejam. Untuk yang pertama kali sang papa menamparnya. Sakitnya tak sebanding dengan luka di hatinya yang ditorehkan sang papa.

"Sudah cukup Papa diam melihat kelakuan kamu. Kali ini kamu benar-benar kelewatan!" Nafas papa Haris memburu dikuasai amarah. "Apa salah Indri sama kamu, kenapa kamu melakukan ini padanya!"

"Sudah jelas pasti karena dia Iri sama Indri, Pa," sahut mama Ratih.

Cinta menatap papanya, matanya nampak memerah. "Papa gak tahu duduk permasalahannya. Tanpa bertanya apa yang sudah lebih dulu dilakukan dan dikatakan Indri padaku, tapi Papa langsung menghakimi aku. Aku yang dilahirkan di rumah ini, tapi sekarang aku yang diperlakukan seperti anak tiri!" Setelah mengatakan itu, Cinta pun berlari meninggalkan mereka. Setetes air matanya jatuh. Papa yang dulu begitu menyayanginya, kini benar-benar telah berubah.

Sebelah tangan papa Haris terkepal. Menatap kepergian Cinta dengan tajam.

"Pa, sudah, biarkan saja. Sekarang Papa harus tenangkan diri. Jangan sampai gara-gara Cinta, acara kita malam ini jadi berantakan," ucap mama Ratih. Sebenarnya ia belum puas atas balasan yang diberikan suaminya terhadap Cinta. Tapi kali ini ia mengampuni sebab tak ingin merusak suasana dalam menyambut tamu spesial mereka malam ini.

Papa Haris pun mengatur nafasnya yang memburu. Ia berbalik menatap Indri.

"Pa, sakit," keluh Indri sambil memegangi pipinya yang bekas ditempat oleh Cinta.

Papa Haris menyentuh pipi Indri yang tampak sedikit memerah. "Papa pastikan, lain kali Cinta tidak akan berani lagi melakukan hal ini padamu. Sekarang, sana kamu cepat ganti pakaian. Sebentar lagi tamu kita pasti datang," ucapnya.

"Iya, Pa." Indri pun bergegas menuju kamarnya. Dalam hati merutuki Cinta yang telah membuat penampilannya jadi berantakan. Tapi, ia puas melihat Cinta langsung mendapatkan balasannya dari papa Haris.

"Pa, ayo kita ke depan menunggu kedatangan mereka," ajak mama Ratih sambil merangkul lengan suaminya.

Papa Haris mengangguk. Keduanya melangkah bersama keluar rumah.

Tak berselang lama, sebuah mobil mewah memasuki pelataran setelah pak Amin membukakan pagar.

Mama Ratih tersenyum lebar, penuh antusias menyambut tamu spesial mereka.

Sementara itu di dalam mobil. Mama Kinan menatap suaminya tajam. Ia sudah beberapa kali bertanya kemana mereka akan pergi, tapi suaminya hanya menjawab ia juga akan tahu nanti.

"Mama gak mau turun kalau Papa masih belum mau jawab," ucap mama Kinan.

Papa Azka terkekeh. Ia menunjuk ke arah sepasang suami istri yang berdiri di teras rumah. "Lihat, mereka itu calon besan kita."

"Calon besan?" Mama Kinan mengalihkan pandangannya. Menatap dengan lekat sepasang suami-istri yang terlihat tersenyum menyambut kedatangan mereka. "Jangan bercanda, Pa. Vano gak akan mau dijodohkan seperti ini. Mama sudah beberapa kali membujuk tapi dia gak pernah mau. Bahkan beberapa foto wanita yang ingin Mama perlihatkan, dia juga sama sekali gak mau lihat."

"Tapi rumah ini, adalah rumah wanita pilihan Vano, Ma," ucap papa Azka.

"Papa serius?" tanya mama Kinan tak percaya.

"Dua rius malah. Vano sendiri yang meminta kita datang kesini. Agar kita bisa lebih mengenal dekat calon istri dan calon mertuanya," jawab papa Azka.

Kedua mata mama Kinan seketika berbinar. Padahal, baru beberapa hari yang lalu putranya itu meminta waktu dalam satu bulan, tapi ternyata lebih cepat dari itu. "Pa, ayo kita turun. Mama udah gak sabar mau melihat calon menantu kita."

Terpopuler

Comments

Eva Karmita

Eva Karmita

tega"nya kamu Haris anak sendiri di pukul ada apa dgn hati nurani mu apa jiwa ke bapak"anmu sudah mati atau tertukar dgn setan atau iblis sampai darah daging sendiri di benci dn darah daging orang kau sayang 🤦🏻‍♀️😤 ... tunggu saja pembalasan untuk mu ya

2025-01-21

3

Dwi Rustiana

Dwi Rustiana

tenang sabar mama Kinan bener itu rumah calon mantu tapi yang ngumpet ya bukan si boneka Annabelle 😡😡😡
hish pak tua emang bener2 ya belain aja terus ank tirinya ntar ketahuan belang2nya nangis2 minta pengampunan
hei boneka Annabelle silahkan merasa diatas angin tapi nanti kalo Vano dan cinta dah bersatu bisa dipastikan kamu bakalan tenggelam di jurang kesengsaraan 😡😡😡

2025-01-21

1

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

pasti mama kinan salah psham di sangka calonybvano si indri,,wah papa azka gs trs terang siapa yg dinmsksud vano sm mm kinan..pasti tuh sinindrinke geeran de

2025-01-21

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2 BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3 BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4 BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5 BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6 BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7 BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8 BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9 BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10 BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11 BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12 BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13 BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14 BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15 BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16 BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17 BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18 BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19 BAB 19~ CINTA?
20 BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21 BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22 BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23 BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24 BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25 BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26 BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27 BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28 BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29 BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30 BAB 30~ LAURA JATUH
31 BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32 BAB 32~ KAMU MASIH...?
33 INFO
34 BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35 BAB 34~ TENTANG LAURA
36 BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37 BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38 BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39 BAB 38~ CARI BUKTI
40 BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41 BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42 BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43 BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44 BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45 BAB 44~ KE BANDARA
46 BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47 BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48 BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49 BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50 BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51 BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52 BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53 BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54 BAB 53~ MENGELABUHI
55 BAB 54~ JAWAB, PA!
56 BAB 55~ FLASHBACK
57 BAB 56~ TERTEMBAK
58 BAB 57~ TERPUKUL
59 BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60 BAB 59~ BUNNY?
61 BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62 BAB 61~ NGAMBEK!
63 BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64 BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65 BAB 64~ DIABAIKAN
66 BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67 BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68 BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69 BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70 BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71 BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72 BAB 71~ MEMILIH GAUN
73 BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74 BAB 73~ MIE SEAFOOD
75 BAB 74~ HARUS ADIL
76 BAB 75~ TERLALU CANTIK
77 BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78 BAB 77~ KITA IMPAS
79 BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80 BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81 BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82 BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83 BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84 BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85 BAB 84~ ZIARAH
86 BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87 BAB 86~ PULANG
88 BAB 87.
89 BAB 88.
Episodes

Updated 89 Episodes

1
BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2
BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3
BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4
BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5
BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6
BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7
BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8
BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9
BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10
BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11
BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12
BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13
BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14
BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15
BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16
BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17
BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18
BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19
BAB 19~ CINTA?
20
BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21
BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22
BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23
BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24
BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25
BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26
BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27
BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28
BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29
BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30
BAB 30~ LAURA JATUH
31
BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32
BAB 32~ KAMU MASIH...?
33
INFO
34
BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35
BAB 34~ TENTANG LAURA
36
BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37
BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38
BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39
BAB 38~ CARI BUKTI
40
BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41
BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42
BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43
BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44
BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45
BAB 44~ KE BANDARA
46
BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47
BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48
BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49
BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50
BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51
BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52
BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53
BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54
BAB 53~ MENGELABUHI
55
BAB 54~ JAWAB, PA!
56
BAB 55~ FLASHBACK
57
BAB 56~ TERTEMBAK
58
BAB 57~ TERPUKUL
59
BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60
BAB 59~ BUNNY?
61
BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62
BAB 61~ NGAMBEK!
63
BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64
BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65
BAB 64~ DIABAIKAN
66
BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67
BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68
BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69
BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70
BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71
BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72
BAB 71~ MEMILIH GAUN
73
BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74
BAB 73~ MIE SEAFOOD
75
BAB 74~ HARUS ADIL
76
BAB 75~ TERLALU CANTIK
77
BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78
BAB 77~ KITA IMPAS
79
BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80
BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81
BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82
BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83
BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84
BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85
BAB 84~ ZIARAH
86
BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87
BAB 86~ PULANG
88
BAB 87.
89
BAB 88.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!