BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA

"Ma, udah dong, jangan nangis. Nanti kalau Vano pulang dan lihat Mama nangis seperti ini, dia juga akan ikut sedih dan akan semakin merasa bersalah pada kita," ujar papa Azka sembari mengusap punggung istrinya menenangkan.

"Mama cuma gak nyangka aja, Ma. Ternyata kita bukan cuma mau menjemput calon menantu kita, tapi sekaligus cucu kita juga." Mama kinan sesenggukan.

Sejak diberitahukan suaminya beberapa jam lalu tentang siapa Cinta sebenarnya. Air matanya tak hentinya mengalir. Sepintas saja kejadian kelam yang pernah dialaminya terlintas. Saat itu ia sempat berniat untuk menggugurkan kandungannya, tapi beruntung ada papa Azka yang memberinya kekuatan dan mau bertanggung jawab atas anak yang bukan darah dagingnya.

Tapi Cinta, wanita itu melalui semuanya sendirian. Bahkan ia tak mampu membayangkan bagaimana beratnya perjuangan Cinta mempertahankan Laura, tanpa suami dan juga tanpa dukungan dari keluarga.

"Pa, kira-kira apa masih ada yang kurang?" tanyanya sembari menatap deretan seserahan yang telah mereka persiapkan. Diantaranya yang paling mencolok, ada satu set perhiasan yang ia pesan secara khusus dengan harga fantastis.

"Papa rasa ini sudah cukup, Ma. Kalaupun masih ada yang kurang, kita akan berikan nanti setelah Cinta dan Laura kita bawa keluar dari rumah itu. Kita bayar semua perjuangannya mempertahankan Laura, cucu kita. Dan kita berikan apa yang telah dirampas darinya karena adanya Laura."

Mama Kinan mengangguk. Ia pun turut geram setelah mendengar bagaimana Cinta diperlakukan di rumah itu.

Melihat Vano datang, mama Kinan dengan cepat mengusap sisa air matanya dan tersenyum pada putranya itu.

Vano tersenyum menatap deretan seserahan lamaran. Namun, senyumnya itu sirna berganti cemas kala melihat mata sembab sang mama. Ia pun merendahkan tubuhnya bersimpuh di hadapan mamanya.

"Mama nangis?"

Mama Kinan mengusap pucuk kepala putranya. "Mama cuma terharu aja, ternyata Mama sudah punya cucu dari kamu. Papa sudah ceritakan semuanya."

Vano menundukkan pandangan, dan perlahan merebahkan kepalanya di pangkuan sang mama. "Aku minta maaf kalau sudah buat Mama kecewa."

"Mama akan lebih kecewa lagi kalau kamu menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab." Air mata Kinan kembali jatuh. Ia merasa bersyukur karena putra keduanya ini mau bertanggung jawab, bahkan dengan susah payah mencari wanita itu disaat kehilangan jejaknya. Tidak seperti ayah kandung Rian dulu, yang menolak bertanggung jawab dan lebih memilih menikahi wanita lain.

"Tapi, Ma. Anakku akan bernasib sama seperti Kak Rian. Aku tak sanggup membayangkan, jika suatu hari nanti dia juga menjauh dari kita karena merasa tidak berhak atas apa yang aku punya." Vano pun turut menangis. Sejak mengetahui hasil DNA, beberapa malam ini ia sulit tidur memikirkan hal tersebut. Terlebih anaknya adalah perempuan, dia sama sekali tidak bisa menjadi wali di pernikahan putrinya nanti karena terlahir diluar pernikahan.

"Van," Papa Azka mengusap punggung putranya. "Sekarang tidak perlu berpikir terlalu jauh. Yang harus kamu pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya menebus waktu yang telah dilalui Cinta membesarkan Laura tanpa kamu."

Vano mengusap air matanya. Menatap kedua orangtuanya dengan mata berkaca-kaca. "Terima kasih atas dukungan Papa dan Mama."

Keesokan harinya...

Papa Azka meminta seluruh keluarga besarnya berkumpul. Awalnya mereka semua pun cukup terkejut saat diberitahukan tentang lamaran tersebut dan siapa calon mempelai wanitanya. Namun, akhirnya mereka juga kompak untuk mendukung rencana yang telah dibuat oleh Vano.

"Selamat ya, Van. Sebentar lagi kamu akan melepas masa lajang setelah lebih dulu melepas perjaka. Lah aku boro-boro, malah yang ada aku jadi jomblo lagi." Sean mendesah pelan, saat ini ia berada di kamar Vano, rebahan di ranjang sembari memejamkan mata.

Vano yang duduk di sofa, langsung melempar bantal sofa ke arah Sean dan mengenai kepalanya. "Sembarangan kalau ngomong. Waktu itu aku gak sadar ya, aku dijebak."

"Ya sama aja, Van. Sekarang Kamu sudah punya anak dan itu bukti kalau kamu sudah gak perjaka."

Vano berdecak pelan sambil geleng-geleng kepala. "Oh ya, kamu beneran udah putus sama si Ririn?" tanyanya penasaran. Ia jad teringat Maura yang sangat merasa bersalah karena sudah membuat Sean dan pacarnya bertengkar.

"Iya, dia gak percaya kalau diantara aku sama Maura itu gak ada apa-apa. Dia mutusin aku, Van. Dan ... Aku sedih banget."

"Lebay!" Kali ini bukan lagi bantal sofa yang dilemparkan Vano, melainkan sepatunya yang tepat mengenai area pribadi Sean.

Sean seketika menjerit sambil memegangi aset berharganya. Sementara Vano langsung berlari keluar dari kamar, melihat yang lainnya berkumpul diruang keluarga ia pun ikut bergabung.

"Van, itu Sean kenapa?" tanya Tante Liana. Ia cukup terkejut mendengar jeritan putranya.

"Kebelet kawin, Tante," ujar Vano sambil terkekeh. Namun, seketika terdiam saat tatapannya tertuju pada om Erick yang menatapnya garang. Om nya satu itu memang terkenal sedikit galak diantara om nya yang lain. "Em, Sean galau di putusin pacarnya," ralatnya kemudian.

Sementara itu...

Dikediaman papa Haris persiapan juga telah dilakukan dengan sempurna untuk menyambut kedatangan calon besannya. Ia juga sudah menghubungi seluruh keluarga besarnya untuk menghadiri acara lamaran nanti.

Indri dan mama Ratih pun tampak begitu antusias mempersiapkan pakaian yang akan mereka kenakan. Yang tentunya mereka akan tampil elegan.

Sedangkan Cinta masih merenung dalam kebimbangan. Ia benar-benar tak tega membayangkan bagaimana kesedihan keluarga Stev saat penyambutannya nanti berbeda dengan keluarga calon suami Indri. Beberapa hari ini sang papa hanya sibuk dan antusias mempersiapkan acara lamaran saudari tirinya itu.

Dering ponsel membuyarkan lamunannya. Cinta sege meraih benda pipih itu di atas nakas.

"Stev," gumamnya. Ia pun segera menjawab panggilan yang berupa video call tersebut.

Vano langsung tersenyum begitu wajah Cinta menghiasi layar ponselnya. "Kamu di rumah, kan?" tanyanya. Sejak kemarin ia sudah memperingatkan agar calon istrinya meminta izin tidak masuk kerja. Sebenarnya tanpa izin pun tidak masalah karena cafe itu adalah milik kerabatnya.

"Iya, lagi di rumah." Cinta mengalihkan ke kamera belakang, menyoroti seisi kamarnya untuk meyakinkan pria itu.

"Laura mana?" tanya Vano.

"Lagi tidur siang," jawab Cinta sambil mengalihkan kembali ke kamera depan.

"Oh." Vano terdiam sejenak. "Cinta," panggilnya kemudian.

"Iya?"

"Kamu tahu, gak? Setiap kali aku menyebut namamu, itu sudah sama seperti aku mengungkapkan bahwa aku mencintai kamu."

Cinta tersenyum haru. Hatinya terasa menghangat. "Semoga itu bukan cuma gombalan kamu aja, ya!"

Vano terkekeh. "Oh ya, besok acara lamarannya. Maukah kamu mengenakan gamis putih lengkap dengan hijabnya?"

"Boleh tahu alasannya?" tanya Cinta.

"Ya gak ada alasannya. Pengen aja lihat kamu pakai hijab, pasti tambah cantik."

Cinta tersenyum kemudian mengangguk. Ia memang belum terpikirkan akan mengenakan gaun apa besok. "Iya deh, demi calon papanya Laura."

Terpopuler

Comments

amilia amel

amilia amel

duh sweet banget sih kamu Vano.....

tenang aja Cinta, sebenarnya papamu nggak sadar kalo persiapan lamaran itu untuk kamu bukan si mak lampir
nanti papamu bakalan malu sendiri, anak kandung kok disia-siakan dan tidak dianggap

2025-01-24

5

Dwi Rustiana

Dwi Rustiana

neng cinta lama2 diabetes Van kamu gombalin mulu 🤭🤭🤭
nah gitu dong cinta yang semangat demi papanya Laura tenang aja papa kamu sama boneka Annabelle bakalan tertampar kenyataan kok siapkan jantung ya cinta buat melihat pertunjukan spektakuler dari Vano family 🤭🤭🤭

2025-01-24

1

Salim S

Salim S

Van,besok lamaran sekalian bawa ambulance takut s indri sama mamanya shock ,kejang kejang dan pingsan /Tongue//Tongue//Tongue/karena yg di lamar cinta bukan s indri. ....

2025-01-24

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2 BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3 BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4 BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5 BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6 BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7 BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8 BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9 BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10 BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11 BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12 BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13 BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14 BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15 BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16 BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17 BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18 BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19 BAB 19~ CINTA?
20 BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21 BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22 BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23 BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24 BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25 BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26 BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27 BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28 BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29 BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30 BAB 30~ LAURA JATUH
31 BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32 BAB 32~ KAMU MASIH...?
33 INFO
34 BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35 BAB 34~ TENTANG LAURA
36 BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37 BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38 BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39 BAB 38~ CARI BUKTI
40 BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41 BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42 BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43 BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44 BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45 BAB 44~ KE BANDARA
46 BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47 BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48 BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49 BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50 BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51 BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52 BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53 BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54 BAB 53~ MENGELABUHI
55 BAB 54~ JAWAB, PA!
56 BAB 55~ FLASHBACK
57 BAB 56~ TERTEMBAK
58 BAB 57~ TERPUKUL
59 BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60 BAB 59~ BUNNY?
61 BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62 BAB 61~ NGAMBEK!
63 BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64 BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65 BAB 64~ DIABAIKAN
66 BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67 BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68 BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69 BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70 BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71 BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72 BAB 71~ MEMILIH GAUN
73 BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74 BAB 73~ MIE SEAFOOD
75 BAB 74~ HARUS ADIL
76 BAB 75~ TERLALU CANTIK
77 BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78 BAB 77~ KITA IMPAS
79 BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80 BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81 BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82 BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83 BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84 BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85 BAB 84~ ZIARAH
86 BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87 BAB 86~ PULANG
88 BAB 87.
89 BAB 88.
Episodes

Updated 89 Episodes

1
BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2
BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3
BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4
BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5
BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6
BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7
BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8
BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9
BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10
BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11
BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12
BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13
BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14
BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15
BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16
BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17
BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18
BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19
BAB 19~ CINTA?
20
BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21
BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22
BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23
BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24
BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25
BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26
BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27
BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28
BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29
BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30
BAB 30~ LAURA JATUH
31
BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32
BAB 32~ KAMU MASIH...?
33
INFO
34
BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35
BAB 34~ TENTANG LAURA
36
BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37
BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38
BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39
BAB 38~ CARI BUKTI
40
BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41
BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42
BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43
BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44
BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45
BAB 44~ KE BANDARA
46
BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47
BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48
BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49
BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50
BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51
BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52
BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53
BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54
BAB 53~ MENGELABUHI
55
BAB 54~ JAWAB, PA!
56
BAB 55~ FLASHBACK
57
BAB 56~ TERTEMBAK
58
BAB 57~ TERPUKUL
59
BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60
BAB 59~ BUNNY?
61
BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62
BAB 61~ NGAMBEK!
63
BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64
BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65
BAB 64~ DIABAIKAN
66
BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67
BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68
BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69
BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70
BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71
BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72
BAB 71~ MEMILIH GAUN
73
BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74
BAB 73~ MIE SEAFOOD
75
BAB 74~ HARUS ADIL
76
BAB 75~ TERLALU CANTIK
77
BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78
BAB 77~ KITA IMPAS
79
BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80
BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81
BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82
BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83
BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84
BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85
BAB 84~ ZIARAH
86
BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87
BAB 86~ PULANG
88
BAB 87.
89
BAB 88.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!