BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?

"Baik, Pak Azka. Terima kasih banyak atas niat baiknya," ucap pak Haris lalu mengakhiri panggilan. .

"Gimana, Pa. Apa kata Pak Azka?" tanya mama Ratih yang sejak tadi duduk di samping suaminya yang sedang berbicara dengan pak Azka melalui sambungan telepon. Mencoba menguping pembicaraan mereka, tapi suaminya mengecilkan volume suara.

"Pak Azka bilang, minggu depan akan datang kesini untuk melamar."

"Serius, Pa?" Kedua mata mama Ratih seketika berbinar.

"Iya, katanya Vano sendiri yang meminta," jawab papa Haris.

"Indri, Indri!" Mama Ratih langsung berteriak memanggil putrinya.

Papa Haris menggeleng-geleng kepala. Tersenyum tipis melihat istrinya begitu senang.

Indri yang mendengar teriakkan sang mama, bergegas merapikan penampilannya lalu segera keluar dari kamar. Hari ini ia ada undangan reuni di sebuah restoran.

"Indri, cepat sini, Nak!" panggil mama Ratih begitu antusias ketika melihat putrinya.

"Ada apa sih, Ma?" tanya Indri setelah duduk di samping mamanya.

"Tadi Pak Azka telepon Papa. Katanya, Minggu depan dia mau kesini untuk melamar."

"Serius, Ma?" Senyum Indri mengembang.

"Iya, Sayang. Akhirnya, apa yang kamu inginkan akan segera terwujud."

Indri berdiri dari tempat duduknya, lalu berpindah duduk di samping papa Haris dan memeluk lengannya. "Ini semua berkat Papa. Terima kasih banyak, Pa."

"Sama-sama, Sayang. Papa turut senang atas kebahagiaan kamu." Papa Haris mengusap pucuk kepala anak tirinya itu.

Obrolan mereka harus terhenti ketika Cinta datang. Mama Ratih menatap sinis anak tirinya itu. Sedangkan pak Haris langsung menatap kearah lain, sementara Indri semakin merangkul erat lengan papanya.

Cinta tertunduk sejenak melihat mereka bertiga, kehangatan seperti itu sudah cukup lama tak lagi ia rasakan. Bahkan ia sudah tidak ingat lagi kapan terakhir kali mereka duduk dan mengobrol bersama, dan entah kapan terakhir kali ia memeluk lengan sang papa seperti yang dilakukan Indri sekarang.

"Pa, ada yang ingin aku katakan," ucapnya. Namun, sang papa tak menghiraukan.

"Mau ngomong apa?" tanya mama Ratih terdengar ketus.

Cinta hanya melirik mama tirinya itu, lalu kembali menatap sang papa. Ia tampak menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara. "Pa, Minggu depan ada yang akan datang untuk melamar ku."

Meski mendengar dengan jelas, namun papa Haris tampak tak tertarik dengan kabar bahagia yang disampaikan putrinya, ia masih dengan posisinya menatap kearah lain. Indri dan mama Ratih lah yang langsung bereaksi saling lirik, kemudian ... terkekeh.

"Apa kamu bilang? Ada yang akan melamar kamu?" tanya Indri terdengar mengolok.

"Oh, aku tahu. Pasti laki-laki yang kemarin, kan? Siapa namanya?" Indri tampak berpikir untuk mengingat nama pria yang sudah dua kali ia dapati menjemput Cinta. "Ah iya, aku ingat namanya Stev. Iya, pasti dia, kan, yang akan datang melamar kamu?"

Cinta tak merespon pertanyaan beruntun saudari tirinya itu. Tatapannya tetap tertuju pada sang papa, sakit rasanya melihat reaksi papanya. Disaat ia menyampaikan sebuah kabar bahagia, tapi papa sama sekali tak terlihat senang. Sebaliknya, papa hanya menunjukkan reaksi bahagia saat ada yang akan melamar Indri.

"Eh, tunggu dulu. Kamu tadi bilang Minggu depan, kan? Kok bisa bareng gitu ya sama lamaran aku yang Minggu depan juga. Ah, tapi gak apa-apa. Biar terlihat calon siapa yang lebih hebat." Indri tersenyum membanggakan diri. Di hari lamaran nanti, akan ia tunjukkan pada keluarga calon suaminya Cinta, kehebatan dari keluarga calon suaminya. Pria yang akan melamar saudari tirinya itu sama sekali tak sebanding dengan Vano. Bahkan ia masih ingat bagaimana penampilan pria itu, dari cara berpakaiannya saja sudah terlihat sekali bahwa dia orang tak mampu, mobil pun hanya rentalan. Apa yang bisa dibanggakan. Berbeda dengan Vano yang punya segalanya.

Lagi, Cinta tak menanggapi ucapan Indri. Tatapannya masih tertuju pada papa Haris. "Aku harap, Papa bisa menyambut kedatangan mereka nanti." Setelah mengatakan itu, ia pun kembali ke kamar untuk bersiap-siap berangkat kerja. Sebentar lagi taksi yang di pesan Stev akan datang menjemputnya. Pria itu tak akan lagi menjemputnya selama seminggu ke depan sampai hari lamaran tiba.

.

.

.

"Indri, berita yang viral kemarin itu beneran? Kamu tak hanya menjalin kerjasama dengan Vano, tapi juga akan menjalin hubungan keluarga?" tanya salah satu teman Indri. Saat ini mereka berkumpul di sebuah restoran, mengadakan reuni kecil-kecilan dengan makan bersama.

"Hem, Minggu depan dia akan datang melamar ku," jawab Indri sambil tersenyum membanggakan diri pada teman-temannya.

"Wah, Indri selamat ya."

"Iya, Indri selamat buat kamu."

"Duh, boleh iri gak, sih? Si Vano itu bukan cuma anak sultan tapi ganteng banget."

"Benarkah? Wah, jadi pengen kenalan."

"Hus, jangan ganjen sama calon suami orang!"

"Indri, kalau kamu sudah bosan sama dia, segera kabari aku ya. Aku siap kok, nampung dia di hatiku."

Indri hanya tersenyum mendengar candaan temen-temennya. "Di hari pernikahanku nanti, kalian semua harus datang."

"Kita-kita pasi datang lah, masa enggak. Kapan lagi bisa dekat-dekat sama si Vano, foto-foto gitu. Iya gak?"

"Iya dong."

"Eh, Ndri. Kita teman-teman kamu. Kita gak disiapin seragam Bridesmaid, nih?"

"Kalian tenang aja. Saat aku fitting baju pengantin nanti, kalian semua ikut untuk mengukur gaun masing-masing," ucap Indri.

"Asyik." Teman-teman Indri tersenyum senang.

Saat ini Indri serasa berada di atas awan, ia tersenyum bangga dihadapan teman-temannya. Rasanya sudah tak sabar menanti hari pernikahannya tiba, duduk di kursi pelaminan bak seorang ratu. Dan para teman-temannya adalah dayang-dayangnya.

Di sisi lain...

Cinta tampak melamun di balik meja bar. Mengingat reaksi sang papa saat ia memberitahu ada yang akan melamarnya, membuatnya sedih dan bimbang.

Sepertinya ia harus memberitahu Stev untuk mengundur acara lamarannya. Terlebih di hari yang sama Indri juga akan akan ada yang melamar. Ia tidak mau, Stev akan dibanding-bandingkan dengan calon suami Indri nanti yang sudah jelas pasti berasal dari keluarga terpandang. Sementara Stev, hanya seorang pria sederhana.

"Hei, ngelamunin apa sih?" tanya Vano yang baru kembali dari kamar mandi, membuat Cinta tersentak.

"Stev, ada yang mau aku omongin sama kamu." Cinta menatap pria itu dengan lekat.

"Mau ngomongin apa?"

"Stev, apa gak sebaiknya diundur saja? Jangan Minggu depan, soalnya di hari itu Indri juga akan ada yang melamar," ujar Cinta.

Vano nampak menahan tawa, membayangkan kehebohan Indri memberitahu semua orang bahwa ia akan dilamar oleh seorang Stevano.

"Memangnya kenapa kalau bareng? Kan bagus, aku dan orangtuaku bisa sekalian kenalan sama keluarga calon suami si Indri itu."

"Stev, please di undur aja ya. Setidaknya sehari setelah lamaran Indri, deh," mohon Cinta.

"Duh, gimana ya? Aku sudah terlanjur bilang sama orangtuaku dan sekarang mereka tengah sibuk mempersiapkan hantaran lamaran. Aku gak mungkin buat semangat mereka pupus dengan mengundur waktu yang sudah ditentukan."

Cinta nampak semakin bimbang. Ia tak tega membayangkan kesedihan di wajah orang tua Steve saat sambutan papanya nanti tak sehangat menyambut keluarga dari calon suaminya Indri.

Terpopuler

Comments

Suriyahlasminah Sari

Suriyahlasminah Sari

jadi bikin penasaran nanti SM si Indri ,pasti nagis berat 🤣 terus malu lagi ,mau ditaro di man muka Indri SM mamah nya ...terus papah nya sok engga ya hehehhhh

2025-01-23

7

Eva Karmita

Eva Karmita

teruslah berkoar koar Indri kalau perlu seisi dunia pun harus tahu biar malumu sampai ke ubun" dan kamu akan malu menatap dunia 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Haris... tunggu aja giliran mu bakal dapat surprise spot jantung 💓🤪🤣🤣🤣💃💃

2025-01-23

2

amilia amel

amilia amel

lha.... belum apa apa dan belum jelas siapa yang dilamar kok susah koar koar ndri ... indri
bentar lagi si nenek lampir akan mempermalukan dirinya sendiri, eh nggak ding ... malah dibantu bantu sama si Ratih dan sama sama mempermalukan diri mereka sendiri

2025-01-24

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2 BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3 BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4 BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5 BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6 BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7 BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8 BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9 BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10 BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11 BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12 BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13 BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14 BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15 BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16 BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17 BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18 BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19 BAB 19~ CINTA?
20 BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21 BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22 BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23 BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24 BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25 BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26 BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27 BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28 BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29 BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30 BAB 30~ LAURA JATUH
31 BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32 BAB 32~ KAMU MASIH...?
33 INFO
34 BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35 BAB 34~ TENTANG LAURA
36 BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37 BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38 BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39 BAB 38~ CARI BUKTI
40 BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41 BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42 BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43 BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44 BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45 BAB 44~ KE BANDARA
46 BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47 BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48 BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49 BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50 BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51 BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52 BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53 BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54 BAB 53~ MENGELABUHI
55 BAB 54~ JAWAB, PA!
56 BAB 55~ FLASHBACK
57 BAB 56~ TERTEMBAK
58 BAB 57~ TERPUKUL
59 BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60 BAB 59~ BUNNY?
61 BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62 BAB 61~ NGAMBEK!
63 BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64 BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65 BAB 64~ DIABAIKAN
66 BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67 BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68 BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69 BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70 BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71 BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72 BAB 71~ MEMILIH GAUN
73 BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74 BAB 73~ MIE SEAFOOD
75 BAB 74~ HARUS ADIL
76 BAB 75~ TERLALU CANTIK
77 BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78 BAB 77~ KITA IMPAS
79 BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80 BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81 BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82 BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83 BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84 BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85 BAB 84~ ZIARAH
86 BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87 BAB 86~ PULANG
88 BAB 87.
89 BAB 88.
Episodes

Updated 89 Episodes

1
BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2
BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3
BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4
BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5
BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6
BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7
BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8
BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9
BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10
BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11
BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12
BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13
BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14
BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15
BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16
BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17
BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18
BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19
BAB 19~ CINTA?
20
BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21
BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22
BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23
BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24
BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25
BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26
BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27
BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28
BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29
BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30
BAB 30~ LAURA JATUH
31
BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32
BAB 32~ KAMU MASIH...?
33
INFO
34
BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35
BAB 34~ TENTANG LAURA
36
BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37
BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38
BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39
BAB 38~ CARI BUKTI
40
BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41
BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42
BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43
BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44
BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45
BAB 44~ KE BANDARA
46
BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47
BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48
BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49
BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50
BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51
BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52
BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53
BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54
BAB 53~ MENGELABUHI
55
BAB 54~ JAWAB, PA!
56
BAB 55~ FLASHBACK
57
BAB 56~ TERTEMBAK
58
BAB 57~ TERPUKUL
59
BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60
BAB 59~ BUNNY?
61
BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62
BAB 61~ NGAMBEK!
63
BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64
BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65
BAB 64~ DIABAIKAN
66
BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67
BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68
BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69
BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70
BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71
BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72
BAB 71~ MEMILIH GAUN
73
BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74
BAB 73~ MIE SEAFOOD
75
BAB 74~ HARUS ADIL
76
BAB 75~ TERLALU CANTIK
77
BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78
BAB 77~ KITA IMPAS
79
BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80
BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81
BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82
BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83
BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84
BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85
BAB 84~ ZIARAH
86
BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87
BAB 86~ PULANG
88
BAB 87.
89
BAB 88.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!