BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA

"Katakan pada Papa, kesalahan apa yang telah kamu perbuat?"

"Vano menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara. "Saat aku memantau proyek di luar kota. Aku mengalami kejadian diluar kendaliku."

"Seseorang berusaha menjebak ku dengan memasukkan alkohol sekaligus obat perangsang ke dalam minuman ku. Hingga akhirnya ... aku merenggut kesucian seorang gadis, dan itu terjadi dikamar hotel yang aku tempati."

"Aku juga tidak tahu bagaimana wanita itu bisa berada di kamarku. Saat aku bangun, dia sudah tidak ada. Tapi aku menemukan tanda pengenalnya yang tergeletak di lantai. Aku mendatangi petugas pengawas cctv untuk melihat bagaimana wanita itu bisa masuk ke kamarku, tapi ternyata cctv sedang mengalami kerusakan saat itu."

"Aku berusaha mencarinya, hingga aku berhasil menemukan dia di kota ini dengan bantuan Maura sekertaris ku. Dia bekerja di Cafe milik Sean sebagai Barista. Tapi yang tidak aku mengerti, dia tidak mengenali aku."

"Maka itulah aku pun kursus belajar menjadi seorang barista hingga akhirnya aku juga bekerja di Cafe milik Sean untuk mendekatinya. Belakangan ini aku baru tahu kalau ternyata dia sudah punya anak perempuan berusia 1 tahun."

"Pa, aku memiliki keyakinan kalau anak itu adalah darah dagingku. Maka itu, tadi pagi aku melakukan tes DNA. Em, masalah aku berbohong menginap di rumah Sean. Sebenarnya aku menemani dia di rumah sakit. Anaknya sedang sakit."

Papa Azka menghela nafas berat mengingat pengakuan putranya tadi siang. Ia duduk bersandar di ranjang dengan pandangan lurus kedepan, sorot matanya nampak kosong.

Ia sama sekali tidak marah, sebab Vano juga sedang berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang tidak sepenuhnya salah putranya juga. Hanya saja ia mengkhawatirkan istrinya bila tahu masalah ini. Dahulu istrinya pernah memiliki trauma karena memiliki anak diluar pernikahan karena menjadi korban pemerkosaan. Istrinya pasti akan sangat syok bila mengetahui putra mereka juga memiliki anak diluar pernikahan. Dan kasusnya hampir tidak jauh berbeda.

Papa Azka masih tampak melamun kala pintu kamar terbuka, memunculkan istrinya yang kembali dari dapur sehabis mengambil air minum.

Mama Kinan meletakkan teko berisi air di atas meja, kemudian menghampiri sang suami dan duduk disebelahnya. Ia menyentuh pundak suaminya, yang membuat pria paruh baya itupun terkesiap.

"Eh, Mama. Udah ambil air minum ya, Ma?" tanyanya sambil tersenyum. Namun, sebenarnya ia menahan rasa terkejut saat tiba-tiba saja sang istri sudah duduk di dekatnya tanpa ia sadari.

"Sudah, tuh." Mama Kinan menunjuk teko air yang ada di atas meja. "Tadi Mama lihat Papa ngelamun. Lagi mikirin apa?" tanyanya.

Papa Azka meraih sebelah tangan istrinya dan menggenggamnya. "Papa cuma lagi mikirin masa depan anak-anak, Ma. Kita sudah semakin tua, dan Papa harap semua anak-anak kita memiliki masa depan yang cerah. Rian, meski dia selalu menolak uluran tangan kita karena merasa tidak berhak dengan apa yang kita punya. Tapi sekarang dia sudah bisa membuktikan kemampuannya sendiri, dan papa merasa lega untuk itu. Dia mampu menghidupi anak istrinya dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Sekarang tinggal Vano dan Vani, semoga si kembar juga memiliki kehidupan seperti kakak mereka. Bahagia dengan pasangannya kelak."

"Amiin. Mama juga selalu berdoa untuk kebahagiaan anak-anak kita, Pa." Mama Kinan pun turut membalas genggaman suaminya. Senyum mengembang di wajah cantiknya yang tak termakan usia.

Papa Azka pun turut tersenyum. Untuk saat ini, sebaiknya istrinya tidak usah tahu. Setidaknya menunggu hasil DNA nya keluar baru ia akan membicarakannya dengan keluarga yang lainnya juga. Kalau terbukti anak itu adalah anak Vano, maka ia sendiri yang akan turun tangan melamar wanita itu untuk putranya.

"Sudah larut, tidur yuk."

Mama Kinan mengangguk. Ia pun ikut menyusupkan kakinya kedalam selimut.

Sementara itu... Vano belum bisa tertidur meski jarum jam dinding telah menunjukan pukul sebelas malam.

Beberapa jam lalu ia menghubungi Cinta dan memberitahu ia tidak jadi datang malam ini. Tapi sekarang ia menyesali itu. Terus terpikirkan dengan Laura membuatnya sulit tidur. Wajah anak itu selalu menari di pelupuk matanya.

Tidak mungkin datang ke rumah sakit di saat tengah malam seperti ini, akhirnya ia menghubungi Cinta. Meski tidak yakin teleponnya akan dijawab mengingat sekarang sudah cukup larut dan Cinta pasti sudah tidur, namun ia tetap mencobanya. Dan ternyata keberuntungan masih berpihak padanya malam ini. Hanya beberapa kali berdering, Cinta sudah menjawab panggilannya.

"Halo, Stev?"

"Maaf ganggu. Kamu pasti sudah tidur, ya?"

"Tadi sih iya, tapi aku kebangun karena kebelet pipis dan pas kebetulan kamu telepon. Ada apa, Stev?" tanya Cinta.

"Em, cuma mau tahu keadaan Laura aja. Apa dia masih rewel?"

"Alhamdulillah, udah enggak, cuma masih sedikit lemas aja. Tadi sebelum tidur juga udah mau makan sedikit," jawab Cinta.

Vano tersenyum mendengarnya, spontan saja ia menghela nafas lega. Tapi tetap saja belum merasa puas jika belum melihat anak itu. "Em, boleh video call sebentar? Aku mau lihat Laura."

"Boleh." Panggilan pun beralih ke video.

Cinta mengarahkan kamera belakang pada putrinya yang tertidur lelap. Vano tak hentinya tersenyum memandangi balita cantik itu, membuat Cinta mengerutkan keningnya.

"Apa ini cuma perasaan aku aja ya? Stev sepertinya dekat banget dengan Laura." Cinta bergumam dalam hati.

"Oke, Cin, udah cukup. Sekarang kamu tidur lagi, kamu pasti capek jagain Laura. Besok aku kesana."

"Stev, ingat kamu harus kerja!" ucap Cinta memperingati. Ia tidak mau karena ia dan Laura, Stev jadi terkena masalah.

Vano terkekeh. "Iya, maksudnya sepulang kerja aku langsung ke rumah sakit. Kamu mau nitip sesuatu gak?" tanyanya kemudian.

"Gak ada, Stev. Cuma mau titip semangat aja buat kamu. Yang semangat ya kerjanya. Semoga kopinya besok laku banyak." Cinta tersenyum, namun sayang Vano tidak melihat senyumannya itu sebab masih mode kamera belakang dan tertuju pada Laura.

"Ya elah, Neng. Akang merana dagang kopi sendirian." Vano bergurau yang sebenarnya hanya untuk menghibur dirinya sendiri. Berdiri di balik meja bar sendirian tanpa Cinta, jelas akan terasa hambar. Tapi besok, ia tidak akan ke cafe. Lagipula, masih ada barista lainnya di sana. Lebih baik ia ke kantor selagi Cinta masih belum masuk bekerja. Ada banyak hal yang harus ia bahas dengan Maura, terutama tentang Indri yang harus diwaspadai.

Vano menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur setelah panggilan berakhir, menutup mata berusaha untuk tidur. Namun, rasa kantuk belum juga menghinggapinya. Meski sudah berbicara dengan Cinta dan melihat Laura melalui sambungan video, tapi tepat saja itu belum cukup.

Mulanya ia ingin terus berdekatan dengan Cinta. Sekarang, ditambah tak bisa melupakan bayang-bayang Laura. Ia jadi tersenyum-senyum sendiri. Apakah ia sedang jatuh cinta pada mereka? Ah, tak sabar rasanya ingin melihat hasil DNA nya.

Terpopuler

Comments

Dwi Rustiana

Dwi Rustiana

ati2 ya papa Azka ngasih mau mama Kinan ntar tantrum lagi kayak Mak Nur kalo lagi tgl tua 🤭🤭🤭
tenang aja Vano besok dibisikin kok hasil tes DNA nya ama Mak nur

2025-01-20

3

amilia amel

amilia amel

semoga memang benar....
Laura anak kandung Vano

2025-01-20

4

Adelia Rahma

Adelia Rahma

semoga benar Laura anakmu Vano ...
dan semoga cinta mau menerima dan memaafkan kesalahan yang tidak di sengaja di lakukan Vano padamu cinta..
semoga saja..
cuma author yang cantik yg bisa bikin itu semua ☺️☺️☺️

2025-01-20

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2 BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3 BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4 BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5 BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6 BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7 BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8 BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9 BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10 BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11 BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12 BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13 BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14 BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15 BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16 BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17 BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18 BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19 BAB 19~ CINTA?
20 BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21 BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22 BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23 BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24 BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25 BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26 BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27 BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28 BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29 BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30 BAB 30~ LAURA JATUH
31 BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32 BAB 32~ KAMU MASIH...?
33 INFO
34 BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35 BAB 34~ TENTANG LAURA
36 BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37 BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38 BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39 BAB 38~ CARI BUKTI
40 BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41 BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42 BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43 BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44 BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45 BAB 44~ KE BANDARA
46 BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47 BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48 BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49 BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50 BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51 BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52 BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53 BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54 BAB 53~ MENGELABUHI
55 BAB 54~ JAWAB, PA!
56 BAB 55~ FLASHBACK
57 BAB 56~ TERTEMBAK
58 BAB 57~ TERPUKUL
59 BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60 BAB 59~ BUNNY?
61 BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62 BAB 61~ NGAMBEK!
63 BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64 BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65 BAB 64~ DIABAIKAN
66 BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67 BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68 BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69 BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70 BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71 BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72 BAB 71~ MEMILIH GAUN
73 BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74 BAB 73~ MIE SEAFOOD
75 BAB 74~ HARUS ADIL
76 BAB 75~ TERLALU CANTIK
77 BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78 BAB 77~ KITA IMPAS
79 BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80 BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81 BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82 BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83 BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84 BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85 BAB 84~ ZIARAH
86 BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87 BAB 86~ PULANG
88 BAB 87.
89 BAB 88.
Episodes

Updated 89 Episodes

1
BAB 1~ CINTA ADALAH ORANG YANG AKU CARI
2
BAB 2~ BUKANNYA KAMU BELUM MENIKAH?
3
BAB 3~ KAMU ADALAH PENYEMANGAT MAMA
4
BAB 4~ MEMINTA WAKTU 1 BULAN
5
BAB 5~ DUPLIKAT CABE SETAN
6
BAB 6~ KASIHAN SEKALI NON CINTA
7
BAB 7~ AKAN KU BUAT KAU MENYESAL
8
BAB 8~ SEMOGA BENAR KAMU ADALAH ANAKKU
9
BAB 9~ APA PAPA AKAN MEMAAFKAN AKU?
10
BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA
11
BAB 11~ MEMENUHI UNDANGAN CALON BESAN
12
BAB 12~ AKAN MEMPERMALUKAN KAMU!
13
BAB 13~ SEPERTI ANAK TIRI
14
BAB 14~ PERMAINAN SEGERA DIMULAI
15
BAB 15~ TUNGGU PAPA, NAK
16
BAB 16~ SUDAH WAKTUNYA MELUPAKAN KEJADIAN KELAM ITU
17
BAB 17~ APA GAK SEBAIKNYA DIUNDUR SAJA?
18
BAB 18~ DEMI CALON PAPANYA LAURA
19
BAB 19~ CINTA?
20
BAB 20~ SAYA BERSEDIA
21
BAB 21~ LEPASKAN CALON ISTRI SAYA!
22
BAB 22~ INI SEMUA BELUM BERAKHIR!
23
BAB 23~ DIA AKAN KEMBALI AKU DAPATKAN!
24
BAB 24~ AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI KAMU SIAP
25
BAB 25~ SEMOGA KAMU TIDAK KECEWA
26
BAB 26~ AKU YANG AKAN MENGGANTIKAN TUGASMU
27
BAB 27~ MAAFKAN PAPA YANG SUDAH MENGABAIKAN MU
28
BAB 28~ UNBOXING BARANG BELANJAAN
29
BAB 29~ RESEPSI PERNIKAHAN
30
BAB 30~ LAURA JATUH
31
BAB 31~ PERASAAN APA INI?
32
BAB 32~ KAMU MASIH...?
33
INFO
34
BAB 33~ SIAPA SEBENARNYA ORANG TUA LAURA?
35
BAB 34~ TENTANG LAURA
36
BAB 35~ BUKTI KEJAHATAN INDRI
37
BAB 36~ DIA MELARIKAN DIRI
38
BAB 37~ HANYA INI YANG BISA PAPA LAKUKAN
39
BAB 38~ CARI BUKTI
40
BAB 39~ KENAPA HARUS AKU?
41
BAB 40~ KAMU JATUH CINTA PADAKU?
42
BAB 41~ HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATANNYA!
43
BAB 42~ SUDAH TERTANGKAP
44
BAB 43~ PENYEBAB HUBUNGANNYA BERAKHIR
45
BAB 44~ KE BANDARA
46
BAB 45~ PUAS KAMU SEKARANG?"
47
BAB 46~ MASIH DALAM PROSES
48
BAB 47~ TIBA-TIBA PEDULI
49
BAB 48~ KENYATAAN PAHIT
50
BAB 49~ TIDAK BISA MEMBIARKANNYA PERGI
51
BAB 50~ JANGAN SAKITI MEREKA!
52
BAB 51~ APA MAKSUD MAMA?
53
BAB 52~ KAMU SUDAH GILA!
54
BAB 53~ MENGELABUHI
55
BAB 54~ JAWAB, PA!
56
BAB 55~ FLASHBACK
57
BAB 56~ TERTEMBAK
58
BAB 57~ TERPUKUL
59
BAB 58~ MENCARI PENDONOR
60
BAB 59~ BUNNY?
61
BAB 60~ KARENA AKU MENCINTAIMU
62
BAB 61~ NGAMBEK!
63
BAB 62~ SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH
64
BAB 63~ GARA-GARA KAMU
65
BAB 64~ DIABAIKAN
66
BAB 65~ MASIH ADA AKU SUAMIMU
67
BAB 66~ TANGANMU KENAPA?
68
BAB 67~ MARAH SAMA KAMU!
69
BAB 68~ TIDAK INGIN DIGANGGU
70
BAB 69~ KENAPA MALAH MENYUSUL?
71
BAB 70~ REWEL DI SAAT YANG TIDAK TEPAT
72
BAB 71~ MEMILIH GAUN
73
BAB 72~ SEPERTI NAMANYA
74
BAB 73~ MIE SEAFOOD
75
BAB 74~ HARUS ADIL
76
BAB 75~ TERLALU CANTIK
77
BAB 76~ MEMULAI PERTUNJUKAN
78
BAB 77~ KITA IMPAS
79
BAB 78~ ANDAI LAURA MASIH ADA
80
BAB 79~ KENAPA TIDAK KITA WUJUDKAN SAJA?
81
BAB 80~ BERUSAHA MENJALIN KEDEKATAN
82
BAB 81~ SEPERTINYA ANDA SANGAT PENASARAN
83
BAB 82. KENAPA TIDAK BERCERMIN PADA MASA LALU
84
BAB 83~ AKAN DICERAIKAN
85
BAB 84~ ZIARAH
86
BAB 85~ DUA KALI KEHILANGAN
87
BAB 86~ PULANG
88
BAB 87.
89
BAB 88.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!