Violet melanjutkan perjalanannya dengan langkah hati-hati. Sesampainya di koridor yang ditunjukkan, dia belok ke kiri dan mendapati penjagaan semakin ketat. Prajurit di setiap sudut tampak waspada. Violet menjaga sikapnya, berusaha tidak menarik perhatian.
Ketika mendekati penjara khusus para keluarga bangsawan, seorang prajurit senior menghentikannya. "Apa keperluanmu di sini?" tanya prajurit itu dengan nada curiga.
Violet menjawab dengan tegas, "Saya diutus oleh Jenderal Thalassar untuk menginterogasi tahanan Zafir. Saya memiliki izin resmi."
Prajurit senior mengangguk, meskipun masih terlihat sedikit ragu. "Baiklah, tapi ingat, setiap langkahmu di sini diawasi. Jangan coba-coba melakukan hal mencurigakan."
Violet mengangguk dan melanjutkan perjalanannya. Dia akhirnya tiba di depan sel yang dijaga ketat oleh beberapa prajurit. Di dalam sel, terlihat Zafir duduk dengan wajah lelah namun tetap tegar.
"Zafir," panggil Violet dengan suara rendah, memastikan tidak menarik perhatian prajurit lainnya. Zafir awalnya tidak mengenali suara itu, tetapi ketika Violet mengarahkan wajahnya agar terlihat lebih jelas, Zafir mengibaskan ekornya dengan penuh kebahagiaan.
"Violet! Kau benar-benar di sini?" tanya Zafir dengan suara penuh haru. "Aku tidak percaya kau berhasil sampai di sini."
Violet tersenyum tipis. "Aku di sini untuk membantumu. Kita harus segera keluar dari sini. Apa kau tahu jalan keluar rahasia dari penjara ini?"
Zafir menggeleng. "Tidak, tapi aku mendengar ada lorong bawah tanah yang bisa digunakan untuk melarikan diri. Masalahnya, lorong itu dijaga ketat dan penuh dengan jebakan."
Violet merenung sejenak, mencari cara terbaik untuk melarikan diri. "Baik, kita akan cari jalan keluar itu. Pertama-tama, aku perlu mengalihkan perhatian para penjaga."
Dengan hati-hati, Violet menggunakan kekuatan cahaya dan akar untuk menciptakan gangguan di bagian lain penjara. Ketika para penjaga terpancing oleh gangguan tersebut, dia dengan cepat membuka kunci sel Zafir menggunakan energinya.
"Kita harus cepat," bisik Violet sambil menarik Zafir keluar dari sel. Mereka berdua bergerak dengan cepat namun hati-hati, mencari lorong bawah tanah yang disebutkan Zafir.
Setelah beberapa saat mencari, mereka menemukan pintu menuju lorong tersebut. Seperti yang diduga, pintu itu dijaga ketat. Violet menggunakan kemampuan cahaya untuk membutakan para penjaga sementara, memberikan mereka kesempatan untuk melewati pintu dan memasuki lorong bawah tanah.
"Ini baru permulaan," kata Violet. "Kita harus berhati-hati. Jebakan bisa ada di mana saja."
Zafir mengangguk, mengikuti Violet dengan berenang hati-hati di lorong yang gelap dan penuh bahaya. Mereka tahu bahwa misi ini masih panjang, tetapi mereka tidak akan menyerah begitu saja.
***
Saat mereka bergerak menyusuri lorong bawah tanah, Violet baru menyadari sesuatu yang aneh. Udara di kerajaan Thelessia terasa sama seperti di permukaan, prajurit yang memiliki kaki berjalan dengan santai layaknya di permukaan, tetapi dia melihat terheran -heran beberapa prajurit yang bergerak dengan bebas menggunakan ekor ikan seperti Zafir, seolah-olah mereka berenang di dalam air.
Violet tidak bisa menahan rasa penasarannya. Dia memandang ekor Zafir dengan keheranan. "Zafir, kok kamu bisa berenang? Di sini tidak ada air laut, bahkan air tawar pun tak ada."
Zafir menoleh dengan senyum tipis. "Akan kujelaskan nanti setelah kita keluar dari lorong ini. Fokuslah dulu pada misi kita."
Violet mengangguk, meskipun rasa penasarannya tetap membara. Mereka melanjutkan perjalanan dengan hati-hati, melewati berbagai jebakan dan rintangan yang dipasang di lorong bawah tanah. Berkat keahlian dan ketajaman mata Violet serta pengalaman Zafir, mereka berhasil menghindari jebakan-jebakan tersebut.
Setelah beberapa waktu, mereka akhirnya melihat cahaya di ujung lorong, menandakan mereka hampir keluar dari lorong bawah tanah tersebut. Begitu mereka keluar, mereka menemukan diri mereka di bagian terpencil dari istana, jauh dari penjagaan ketat.
Violet mengambil napas lega. "Baik, kita sudah aman untuk saat ini. Sekarang, tolong jelaskan padaku, bagaimana kalian bisa berenang tanpa air?"
Zafir tersenyum. "Di kerajaan Thelessia, kami memiliki teknologi yang memungkinkan kami untuk menciptakan medan gravitasi yang dapat mensimulasikan kondisi di bawah air. Itulah sebabnya beberapa dari kami dapat berenang bebas meskipun tidak ada air sebenarnya. Medan ini juga membantu kami bernapas dan bergerak seperti di bawah laut."
Violet terkejut mendengar penjelasan tersebut. "Jadi, teknologi ini yang membuat kalian bisa hidup seperti di bawah laut meskipun di permukaan?"
"Benar," jawab Zafir. "Ini adalah salah satu keunggulan kerajaan kami. Tapi sekarang, kita harus fokus mencari cara untuk keluar dari sini dan melanjutkan misi kita. Proteus pasti sudah menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres."
Violet mengangguk setuju. "Baiklah, kita harus cepat dan tetap waspada. Mari kita lanjutkan perjalanan kita."
***
Violet dan Zafir akhirnya mencapai tempat yang lebih aman, jauh dari jangkauan para penjaga. Violet bertanya dengan penuh rasa ingin tahu, "Sekarang kita mau ke mana, Zafir?"
Zafir menjawab dengan tegas, "Aku akan menuju reruntuhan kuno untuk membangkitkan tiga pahlawan legendaris. Dengan bantuan mereka, kita bisa menyerang Raja Proteus. Sementara itu, aku akan mengungsikan para bangsawan dan rakyat yang tertawan. Kamu, Violet, akan menjadi pengawalku untuk membuka jalan dan mengatasi para penjaga."
Violet mengangguk dengan penuh keyakinan. "Baiklah, aku siap. Ayo kita lakukan ini."
Mereka berdua bergerak cepat melalui koridor-koridor istana, menghindari penjaga dan jebakan di sepanjang jalan. Violet menggunakan kemampuannya untuk mendeteksi kehidupan dan memetakan rute teraman untuk mencapai tujuan mereka.
Setelah beberapa waktu, mereka tiba di sebuah ruangan besar yang tampaknya sudah lama tidak digunakan. Di tengah ruangan, terdapat sebuah portal kuno yang dihiasi dengan simbol-simbol misterius.
"Inilah tempatnya," kata Zafir. "Portal ini akan membawa kita ke reruntuhan kuno. Di sana, kita bisa membangkitkan tiga pahlawan legendaris yang telah lama tertidur."
Violet menatap portal itu dengan penuh kekaguman. "Baiklah, mari kita mulai."
Zafir mulai membaca mantra kuno, memanggil energi yang diperlukan untuk membuka portal. Portal itu perlahan-lahan terbuka, memancarkan cahaya terang yang memancar ke seluruh ruangan. Violet bersiap-siap, memegang senjatanya dengan erat.
"Saat kita masuk, kita harus bergerak cepat," kata Zafir. "Kita tidak tahu apa yang menunggu di sisi lain."
Violet mengangguk. "Aku siap. Ayo kita lakukan ini."
Mereka melangkah ke dalam portal, merasakan sensasi aneh saat mereka dipindahkan ke lokasi baru. Ketika mereka tiba di reruntuhan kuno, mereka langsung disambut oleh pemandangan yang menakjubkan. Reruntuhan itu dipenuhi dengan patung-patung besar dan arsitektur megah yang menunjukkan kejayaan masa lalu.
Zafir memimpin jalan, mencari tempat di mana pahlawan legendaris tersebut tertidur. Setelah beberapa saat, mereka menemukan tiga sarkofagus besar yang terletak di tengah reruntuhan.
"Ini dia," kata Zafir dengan penuh keyakinan. "Kita harus membangkitkan mereka sekarang."
Violet berjaga-jaga, mengawasi sekeliling sementara Zafir mulai melakukan ritual kebangkitan. Perlahan-lahan, sarkofagus mulai bergetar, dan tutupnya terbuka. Tiga sosok besar muncul dari dalam, pahlawan legendaris yang telah lama tertidur.
Tiga sosok itu mengenakan armor megah. Dua di antaranya memiliki ekor ikan, sementara yang satunya memiliki kaki. Mereka adalah:
**Thalor, Sang Penjaga Samudra**: Seorang prajurit dengan ekor ikan yang berkilauan dan armor biru laut yang megah.
**Kaelar, Sang Pelindung Cahaya*: Seorang prajurit dengan kaki dan armor hijau yang tampak seperti hutan lebat. perempuan elegan dengan ekor ikan berwarna perak dan armor putih yang bersinar.
**Mirael, Sang Penjaga Daratan**: Seorang prajurit perempuan elegan dengan ekor ikan berwarna perak dan armor putih yang bersinar.
Salah satu pahlawan itu, Thalor, bertanya kepada Zafir, "Wahai rakyat Thelessia, ada apa membangkitkan kami?"
Zafir menjelaskan dengan penuh emosi, "Kerajaan Thelessia sudah digulingkan oleh adik sang raja, Proteus. Para bangsawan ditawan dan rakyat menjadi budak. Kami memohon bantuan kalian untuk menyelamatkan kerajaan ini."
Mendengar itu, ketiga pahlawan legendaris itu mengeluarkan aura kuat yang memenuhi ruangan. Mereka tampak marah dan bertekad untuk membantu.
Thalor berbicara dengan suara tegas, "Kami tidak akan membiarkan pengkhianatan ini berlangsung. Kami akan membantu kalian merebut kembali kerajaan Thelessia."
Mirael menambahkan, "Dengan kekuatan cahaya, aku akan melindungi rakyat dan mengusir kegelapan yang dibawa oleh Proteus."
Kaelar mengangguk, "Dan aku akan memastikan bahwa daratan ini kembali makmur dan bebas dari cengkeraman tirani."
Violet merasa sedikit familiar dengan nama Thalor dan berusaha mengingat-ingat. "Thalor... bukankah itu nama anak Kraken Leviathan?" bisiknya pada dirinya sendiri.
Kemudian dia berbisik kepada Zafir, "Maksudnya daratan apa, Zafir? Kan ini di kedalaman lautan Planet Biru?"
Zafir menjawab dengan tenang, "Maksudnya daratan di kerajaan Thelessia. Bagaimanapun, di kerajaan ini memang seperti di permukaan, kan? Lingkungannya didesain untuk menyerupai daratan, meskipun kita berada di bawah laut."
Violet mengangguk, mengerti. "Baiklah, aku paham sekarang. Kita harus bergerak cepat."
Thalor, yang mendengar percakapan itu, menoleh dengan senyum tipis. "Ya, betul. Meskipun kami berasal dari lautan, banyak dari kami yang bisa bertarung di daratan juga, untuk menjaga planet biru dari ancaman alien, Kami akan memastikan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi Proteus dan pengikutnya."
Violet mengkerut keningnya" Lah aku kesini gak di cegat sama siapapun! Mungkin maksud dia kalo di suruh sama yang kebangkitan mereka" gumamnya.
Mirael menambahkan, "Lingkungan ini memang unik, dan itulah yang membuat Thelessia begitu kuat dan indah. Kita akan mengembalikan keindahan dan kedamaian itu."
Kaelar mengangguk setuju. "Dengan kekuatan kita bersatu, tidak ada yang bisa menghentikan kita."
Violet merasa semangatnya semakin membara dengan dukungan para pahlawan legendaris. "Baiklah, mari kita lanjutkan. Kita punya misi penting yang harus diselesaikan."
Dengan semangat baru dan tujuan yang jelas, mereka bergerak maju, siap untuk menghadapi Proteus dan membebaskan kerajaan Thelessia.
***
Di sisi lain, para penjaga panik ketika mendapati bahwa penjara Zafir telah terbuka dan Zafir tidak ada di dalamnya.
"Dia tidak ada! Bagaimana bisa ini terjadi?" salah satu penjaga berteriak, membuat yang lainnya semakin khawatir.
Para penjaga segera mencari kesana kemari, hingga mereka menemukan penjaga lorong bawah tanah yang sedang kesakitan dan memegangi matanya.
"Apa yang terjadi di sini?!" tanya seorang penjaga dengan nada cemas.
Penjaga yang terluka itu menjawab dengan suara serak, "Kami... kami melihat cahaya terang sekali... sungguh menyilaukan..."
"Jangan-jangan mereka melarikan diri lewat lorong ini!" teriak salah satu penjaga.
"Siapa yang melarikan diri?" tanya penjaga lainnya dengan panik.
"Zafir! Dan seorang prajurit yang meminta ijin untuk mengintrogasinya ternyata dia penyusup."
"Gawat, raja akan marah besar jika mengetahui ini!" jawab penjaga pertama dengan ketakutan.
Para penjaga segera bergegas menyusun rencana untuk mencari Zafir dan menangkapnya kembali sebelum Raja Proteus mengetahui apa yang terjadi. Mereka tahu bahwa kegagalan ini akan membawa konsekuensi yang sangat buruk bagi mereka semua.
***
Di ruang khusus penelitian bawah tanah, Proteus tampak sangat senang melihat hasil dari proyek serum mutasi dan teknologi tempurnya.
"Lihatlah, Rajaku, eksperimen kita berhasil dan teknologi tempur kita tercipta dengan sempurna," ujar ilmuwan itu dengan penuh semangat.
Proteus tersenyum lebar. "Bagus, Ilmuwan Tarek. Kau memang yang terbaik. Dengan ini, kita dapat menjajah planet-planet lain."
Ilmuwan Zarek, seorang ahli genetika yang terkenal di kerajaan Thelessia, mengangguk puas. "Jadi, rencana Tuan dengan semua ini adalah untuk menjajah?"
Proteus mengangguk tegas. "Jelas, dengan kekuatan tempur yang kuat kita dapat menaklukkan peradaban lain, dan kita akan mencari mineral keabadian."
Tanpa disadari oleh Proteus, mineral itu sebenarnya sudah tidak ada lagi, karena telah sepenuhnya terserap oleh Violet dan anak-anaknya. Rencana ambisius Proteus tanpa disadari telah kehilangan salah satu elemen terpentingnya.
Di tengah suasana kesenangan mereka, tiba-tiba Jenderal Varian muncul dari balik bayangan.
"Sepertinya terjadi kekacauan di penjara. Aku dengar Zafir telah kabur bersama penyusup yang menyamar sebagai prajurit. Aku mendengar dari bawahanku yang bertugas di sana. Tentunya aku sedang melenyapkan bawahan bodoh itu. Tapi bagaimana dengan bawahan dari jenderal lain?" tanya Varian dengan nada serius.
"Zafir kabur? Seret semua penjaga yang bertugas mengawasi Zafir," perintah Proteus dengan nada tegas.
"Baiklah, Pimpinan. Aku akan menyeret mereka," jawab Varian.
Saat para penjaga sedang mencari ke dalam lorong bawah tanah, tiba-tiba mereka tertarik ke dalam bayangan dan muncul di hadapan Proteus.
"Kalian membiarkan Zafir lolos dan penyusup itu. Artinya, kalian menerima konsekuensinya," kata Proteus dengan suara dingin.
"Tapi Raja, kami terkena serangan dadakan dari kilauan cahaya," salah satu penjaga mencoba membela diri.
Proteus tidak menghiraukannya. "Kesalahan tetap kesalahan, prajurit. Ikat para prajurit gagal ini."
Dengan emosi memuncak, beberapa prajurit mengarahkan pistolnya ke arah Proteus. "Aku mengikutimu karena kupikir aku dapat hidup enak setelah menjadi penjahat, tetapi ini yang kami terima. Maka kami akan melawan."
Proteus tertawa licik. "Aku memungut kalian sebagai boneka sekali pakai. Haha, jangan berharap lebih. Varian, ikat mereka dan suntikkan serum ini kepada mereka."
Varian dengan kemampuan bayangannya mengikat setiap prajurit dan menyuntikkan serum mutasi ke tubuh mereka.
"Kau akan menerima balasannya," kata salah satu prajurit penjaga Zafir sebelum mulai menggigil dan menggeliat.
Setelah disuntikkan serum mutasi, para prajurit menggigil dan berubah bentuk, bermutasi menjadi seekor naga besar dengan kekuatan yang mengerikan.
Proteus tertawa nyaring, suaranya bergema di seluruh ruangan. Namun, ekspresinya tiba-tiba berubah serius.
"Jangan-jangan penyusup itu adalah alien teman Zafir. Tapi bagaimana dia bisa melewati penjagaan Jenderal Thalassar? Ah, sudahlah, akan kupikirkan nanti. Varian, cepat cari Zafir dan penyusup itu secepat mungkin!" perintah Proteus dengan tegas.
"Baik, Pimpinan," jawab Varian, sebelum memasuki bayangan dan menghilang dalam sekejap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments