Violet dalam nada lemah memberi perintah "Elara, aktifkan protokol medis. Siapkan ruang medis."
Setelah mengaktifkan protokol, Violet mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya dan menggunakan kemampuan telekinesisnya, suatu kemampuan murni dari ras Elaria, untuk melayang di udara. Dengan dorongan kuat dari pikirannya, dia terangkat dari tanah, tubuhnya melayang dengan stabil meskipun pusing dan mual terus menyerang.
Setiap dorongan telekinesis membuat tubuhnya bergetar, tetapi Violet bertahan, berfokus untuk mencapai pesawatnya yang berjarak cukup jauh dari gua tersebut. Angin kencang dan rasa pusing membuat perjalanan semakin sulit, namun Violet tetap berjuang.
Violet terengah-engah, berbisik pada dirinya sendiri"Sedikit lagi... aku harus sampai ke sana."
Pemandangan sekitar berputar-putar saat Violet terbang melintasi medan berbatu dan lembah-lembah curam. Setelah beberapa menit yang terasa seperti berjam-jam, pesawatnya, Elara, mulai tampak di kejauhan.
Dengan kekuatan terakhirnya, Violet mendarat dengan kasar di dekat pintu masuk pesawat.Pintu pesawat terbuka secara otomatis, dan Violet terhuyung masuk. Dengan napas terengah-engah, dia bergegas menuju ruang medis yang sudah menunggu dengan berbagai alat diagnostik canggih.
Elara dengan suara tenang "Selamat datang kembali, Violet. Protokol medis telah diaktifkan. Silakan berbaring untuk pemeriksaan."
Violet berbaring di tempat tidur medis, dan segera berbagai sensor dan alat diagnostik mulai bekerja, menganalisis perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Layar holografis di atas tempat tidur menampilkan hasil pemeriksaan secara real-time.Elara: "Perubahan signifikan terdeteksi pada struktur genetik dan fisik Anda. Kulit Anda berubah menjadi pigmen yang lebih gelap/kuning langsat dan rambut Anda sekarang memiliki komposisi yang berbeda, menghasilkan warna putih keemasan. Kadar energi internal Anda meningkat secara drastis, menyebabkan efek samping seperti pusing dan mual."
Violet berbisik "Apa yang telah aku lakukan pada diriku sendiri?"Dia menutup matanya, berusaha menenangkan diri.
Rasa pusing mulai mereda perlahan seiring dengan alat medis yang bekerja menstabilkan kondisinya. Dia sadar bahwa kekuatan baru ini datang dengan risiko besar, dan kini dia harus menemukan cara untuk mengendalikan perubahan ini.
Violet berpikir "Aku harus memahami dan menguasai kekuatan ini. Planet Biru telah memberiku sesuatu yang luar biasa, dan aku tidak boleh menyia-nyiakannya, demi kemajuan Planetku"
Setelah beberapa saat, kondisinya mulai stabil. Violet duduk di tempat tidur medis, menatap bayangannya di cermin holografis di depannya. Dia hampir tidak mengenali dirinya sendiri, dengan kulit putih kecoklatan yang mengkilap dan rambut putih keemasan yang bersinar. Matanya yang biru semakin pekat warnanya, membuat penampilannya seperti dewi dari legenda kuno.
Violet berbisik pada dirinya sendiri "Apa yang sudah aku lakukan pada diriku sendiri?"
Perubahan yang begitu drastis membuatnya terkejut dan syok. Dalam kebingungan dan ketidakpercayaan, Violet meraba-raba wajahnya, seolah-olah sentuhan bisa membuktikan kenyataan dari apa yang dilihatnya.
"Ini... ini luar biasa... tetapi juga menakutkan..."
Tiba-tiba, rasa mual yang luar biasa menyerang. Perutnya bergejolak, dan kepalanya mulai berputar hebat. Dia merasakan gelombang pusing yang begitu kuat sehingga hampir membuatnya jatuh dari tempat tidur medis.
Violet merintih "Tidak... apa lagi ini...?"
Tubuhnya gemetar, dan dalam hitungan detik, Violet tidak mampu menahan rasa pusing dan mual yang semakin menjadi-jadi. Pandangannya menggelap, dan dia terjatuh, pingsan seketika.
Beberapa waktu kemudian, Violet terbangun dengan kesadaran yang perlahan kembali. Dia merasa lemah, tetapi rasa pusing dan mualnya sudah menghilang. Suara Elara, sistem AI kapalnya, mulai terdengar di sekitar ruangan.
"Selamat pagi, Violet. Anda telah pingsan selama beberapa jam. Ada informasi penting yang perlu Anda ketahui mengenai kondisi Anda."
Violet bangkit perlahan, masih merasa lemah tetapi penasaran dengan apa yang akan dikatakan Elara. Dia duduk di tempat tidur medis dan menatap layar holografis yang mulai menampilkan hasil diagnostik yang lebih mendetail.
Violet dengan nada khawatir bertanya "Apa yang terjadi padaku, Elara? Kenapa aku bisa pingsan?"
"Setelah analisis lebih lanjut, efek mineral yang Anda konsumsi telah menyebabkan perubahan signifikan pada tubuh Anda. Tidak hanya perubahan fisik, tetapi juga ada sesuatu yang lebih dalam yang terjadi." timpal Elara
Violet menatap layar dengan cemas, menunggu penjelasan lebih lanjut.
"Mineral tersebut tampaknya memiliki efek reproduktif yang sangat kuat. Saat ini, terdapat empat individu baru yang sedang tumbuh di dalam perut Anda. Anda mengandung janin kembar empat, dua laki-laki dan dua perempuan."
Violet terpaku, matanya membelalak dengan campuran rasa takut dan ketidakpercayaan. Informasi itu begitu mengejutkan sehingga dia sulit mencerna semuanya sekaligus.
Violet dengan suara gemetar "Apa? Bagaimana ini bisa terjadi? Aku... aku tidak pernah menduga ini, empat janin!"
Lanjut Elara menjelaskannya "Mineral tersebut memiliki kemampuan yang belum sepenuhnya dipahami. Efek reproduktif ini mungkin merupakan bagian dari sifat alami mineral yang sangat kuat. Janin-janin tersebut menunjukkan perkembangan yang cepat dan memiliki potensi kemampuan yang luar biasa, seperti yang Anda alami."
Setelah mendengar penjelasan Elara, Violet duduk terdiam sejenak, tangannya dengan lembut memegang perutnya. Perasaan takut dan bingung perlahan berubah menjadi tekad yang kuat. Keputusan sudah diambil: dia akan tinggal di Planet Biru dan membesarkan anak-anaknya terlebih dahulu.
Violet dengan suara tegas"Elara, aku memutuskan untuk tetap di sini. Planet Biru akan menjadi rumah kami untuk sementara waktu. Aku harus memastikan anak-anak ini lahir dengan selamat dan membesarkan mereka di lingkungan yang aman."
Elara mendukung keputusan komandannya "Keputusan yang bijak, Violet. Saya akan mendukung Anda dalam segala kebutuhan yang mungkin timbul selama masa kehamilan dan setelahnya."
Violet merasakan dorongan kuat untuk menjaga dan melindungi anak-anaknya yang belum lahir. Sambil terus memegang perutnya, dia bertanya kepada Elara tentang perkiraan waktu kelahiran.
"Elara, kapan aku akan melahirkan? Apakah ada perkiraan waktu yang bisa kamu berikan?"
Elara menjawab "Berdasarkan analisis pertumbuhan janin yang sangat cepat dan kondisi fisik Anda yang telah bermutasi, saya memperkirakan Anda akan melahirkan dalam waktu sekitar enam bulan. Perkembangan ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan kehamilan normal, namun mineral tersebut tampaknya mempercepat proses secara signifikan."
Violet terdiam, merenungkan waktu yang singkat itu. Enam bulan bukanlah waktu yang lama untuk mempersiapkan segala sesuatu, tetapi dia tahu bahwa dengan bantuan Elara dan kemampuannya yang baru ia dapatkan, dia bisa menghadapi tantangan ini.
Violet dengan tegas"Baik, enam bulan. Kita harus mempersiapkan segalanya untuk kedatangan mereka. Aku akan memastikan mereka lahir dalam keadaan aman dan sehat."
"Saya akan mulai merancang dan mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk masa kehamilan dan persiapan kelahiran. Kita juga perlu mencari tempat yang lebih aman dan stabil di Planet Biru untuk menetap." timpal Elara
Violet mengangguk "Setuju. Kita harus mencari tempat yang ideal untuk membangun rumah dan melindungi anak-anak kita. Planet Biru ini masih menyimpan banyak misteri, tapi aku yakin kita bisa menemukan tempat yang tepat."
Elara memberikan saran "Violet, mengingat kondisi di sekitar landasan hanya terdapat bebatuan, sedikit tanah, dan rumput liar, kita perlu menjelajahi Planet Biru lebih jauh. Ada kemungkinan besar bahwa kita bisa menemukan bahan makanan yang dapat dikonsumsi serta lokasi yang lebih layak huni."
Violet mengangguk setuju "Kamu benar, Elara. Kita tidak bisa hanya mengandalkan persediaan makanan yang ada di kapal. Kita perlu menemukan sumber makanan alami di planet ini. Selain itu, mencari tempat yang lebih baik untuk tinggal juga penting."
Elara menampilkan tempat yang telah di analisis "Saya merekomendasikan untuk memulai ekspedisi ke daerah-daerah yang belum dijelajahi. Sensor di kapal mendeteksi adanya area dengan kelembapan tinggi dan vegetasi yang lebih tebal di sekitar 20 kilometer ke arah barat dari lokasi kita sekarang."
"Baiklah, Saya akan menuju ke sana. Persiapkan semua perlengkapan yang diperlukan untuk perjalanan ini."
Violet mempersiapkan dirinya untuk ekspedisi tersebut. Dengan bantuan Elara, dia mengemas peralatan esensial seperti peta holografis, persediaan air, dan alat-alat medis. Meskipun tubuhnya masih beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, tekadnya untuk melindungi anak-anaknya memberikan kekuatan ekstra.
"Saya akan memantau perjalanan Anda dan memberikan panduan melalui komunikasi jarak jauh. Pastikan untuk berhati-hati, Violet."
Violet tersenyum "Terima kasih, Elara. Aku akan berhati-hati."
Violet keluar dari kapal dengan langkah pasti, wajahnya dipenuhi ketenangan meskipun badai melanda di sekelilingnya meski begitu dengan kemampuan telekinesisnya dirinya mampu melewati Medan ekstrim di planet biru tanpa hambatan.
Langit biru yang gelap dihiasi oleh awan-awan hitam yang menderu, menyebarkan hujan deras yang tak henti-hentinya. Angin kencang menerpa tubuhnya, mencoba menerjang tubunya saat melayang di langit.
Di kejauhan, lautan luas membentang tanpa ujung. Ombak-ombak raksasa bergulung-gulung, menciptakan suara gemuruh yang menggema di sepanjang batuan karang yang besar. Air laut bergelombang tinggi, memantulkan cahaya matahari yang tersembunyi di balik awan, menciptakan kilauan biru .
Violet melihat pemandangan yang indah namun menakutkan ini dengan kagum. Planet Biru memang asing, tetapi keanggunan alamnya begitu memikat. Dia merasakan getaran energi alam yang kuat di sekelilingnya, menyadari bahwa kekuatan alam di planet ini jauh melebihi apa yang pernah dia alami sebelumnya.
Saat dia mencapai lokasi yang ditunjukkan oleh Elara, keheranan melanda ketika yang terlihat hanyalah hamparan bebatuan yang tidak menarik.
"Elara, apakah kita berada di lokasi yang benar?" tanya Violet dengan nada bingung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments