Setelah lebih dari sembilan hari melakukan perjalanan, akhirnya Violet sampai di titik tujuannya. Dari kejauhan, ia melihat kilauan cahaya dan berkata, "Itu pasti gerbangnya, akhirnya sampai juga."
Dia mendarat di kejauhan dan melihat karang yang bersinar biru. Di tengah karang itu terdapat gerbang masuk berbentuk gelombang air bercahaya biru. Sebelum mendekat, Violet merasakan firasat buruk, kemudian menggunakan penglihatannya yang mampu mendeteksi urat nadi kehidupan planet.
Dengan kemampuan itu, ia dapat melihat energi-energi kehidupan yang mengalir di sekitar dan benar saja, di balik gerbang tersebut, ada pasukan Jenderal Thalassar yang sudah menunggu.
"Sudah kuduga, Proteus pasti memerintahkan pasukannya untuk menjaga gerbang ini," gumam Violet.
Violet berpikir keras sambil merenung, "Jika ku serang secara mendadak, maka jelas akan gawat. Bisa-bisa Zafir dalam bahaya karena aku gegabah."
Dia memperhatikan Jenderal Thalassar yang sedang berada di luar pesawat, mengecek area sekitar gerbang. "Sepertinya dia orang penting di Kerajaan Thelessia. Jika aku menyerangnya dari jarak jauh, pasti dia akan menangkisnya dengan mudah."
Violet terus berpikir cara mengalahkan Jenderal itu dan menyamar sebagai Jenderal Thalassar. "Semua kemampuanku, apakah ada yang bisa digunakan? Semua kemampuan yang kita gunakan pada dasarnya, hanya karena aku merasa bisa dan tiba-tiba aku dapat melakukannya. Tapi bagaimana jika aku lebih fokus. Siapa tahu ada kekuatan lain yang aku miliki," pikirnya.
Kemudian Violet memejamkan matanya dan fokus. Tubuhnya bersinar dan di alam bawah sadar, tiba-tiba penjaga kristal muncul.
"Hai, aku datang lagi. Kau memiliki kekuatan dahsyat yaitu kosmik," kata penjaga itu sebelum menghilang.
Violet membuka mata dan heran, "Orang itu lagi... Dia bilang energi kosmik? Mustahil dari sekian banyak ras Elara, tak ada satupun di antara kami yang memiliki kemampuan yang menyamai dewa-dewi. Tapi aku coba dulu, fokus... fokus..."
Violet menenangkan dirinya, memusatkan pikirannya pada inti kekuatannya. Dia merasakan sesuatu yang berbeda, sebuah kekuatan yang belum pernah dia sadari sebelumnya. Energi kosmik mulai berputar di sekelilingnya, menyatu dengan cahaya dan akar-akar alam yang sudah menjadi ciri khasnya.
"Ini... ini kekuatan yang berbeda," gumamnya, merasakan kekuatan baru yang mengalir dalam dirinya. "Baiklah, saatnya mencoba ini."
Violet kemudian berhasil menemukan kemampuan lain dalam dirinya, yaitu energi kosmik yang amat langka.
Kemudian Violet merencanakan serangan, "Aku akan menyerang makhluk itu dengan sekali tembak menggunakan teknik seperti tembakan cahaya, tetapi dengan energi kosmik. Setelah makhluk itu tumbang, aku akan menarik jasadnya ke sini dan menyamar menjadi makhluk itu. Ya, itu cara satu-satunya agar aman dan bermain cantik."
"Waktunya di mulai!" lanjut Violet dengan serius
Violet memfokuskan energinya di tangan kanannya. Energi kosmik mengalir pada dirinya, terkumpul di ujung jari telunjuknya. Kemudian, dengan satu gerakan cepat, dia melepaskan tembakan kosmik.
"Wuss!" Tembakan itu melesat dan menembus kepala Jenderal Thalassar. Seketika, Violet menarik jasadnya dengan kilatan cahaya agar pasukannya tidak menyadari apa yang terjadi.
Violet segera menyamar menjadi Jenderal Thalassar. Pasukan yang melihat kilatan cahaya menjadi panik.
"Jenderal thalassar, apa yang terjadi? Anda tidak apa-apa?" tanya seorang prajurit.
Violet, yang sudah menyamar menjadi Jenderal Thalassar, menimpali, "Jangan meremehkan aku. Tadi hanya fenomena alam saja. Kembali berjaga!"
"Oh benar ternyata orang ini seorang jenderal, bernama Thalassar." gumamnya.
Pasukan segera kembali ke posisi masing-masing, sementara itu, Jenderal Thalassar yang asli terkapar di balik gerbang. Violet berhasil menyusup dengan aman dan siap melanjutkan misinya di Kerajaan Thelessia.
***
Kemudian Raja Proteus menghubungi Thalassar menggunakan perangkat komunikasi yang ada di tangannya. Untung saja, Violet sudah mengambil semua perlengkapan Jenderal Thalassar, yang kini berkelip.
Violet dengan tenang menerima panggilan itu. Hologram muncul, memperlihatkan sosok Proteus.
"Bagaimana keadaan di situ? Apakah ada tanda-tanda kedatangan alien?" tanya Proteus.
Violet tertegun menahan amarahnya. "Jadi ini sosok Proteus. Kurang ajar," gumamnya.
"Thalassar, kau mendengarku? Kenapa kau melamun?" bentak Proteus.
Violet sadar dan menjawab, "I... Iya, Rajaku. Kondisi di sini aman. Tidak ada tanda-tanda kedatangan alien sekutu Zafir."
Proteus heran karena biasanya Thalassar memanggilnya pimpinan, bukan raja.
"Kenapa kau tiba-tiba memanggilku 'raja'? Biasanya kau memanggilku 'pimpinan'."
Dengan cerdas, Violet menjawab, "Karena kau sangat layak disebut raja, wahai Raja Proteus."
Mendengar itu, Proteus senang. "Hahaha, benar. Aku memang sangat layak menjadi raja. Hahaha! Tetap jaga area gerbang. Jangan biarkan alien itu masuk ke kerajaan kita."
"Baik, Rajaku. Aku akan menjamin alien itu tak mampu menembus pertahanan kuatku. Aku takkan mengecewakan seperti Zira."
Proteus mengerutkan keningnya mendengar nama Zira, tapi dia menghiraukannya karena ilmuwan di ruang bawah tanah memanggilnya, memberitahukan bahwa proyek mereka sudah hampir selesai.
Proteus mematikan komunikasinya, tidak menyadari bahwa yang dihubunginya adalah Violet yang sedang menyamar.
Setelah mematikan panggilan, Violet mengepal tangannya dengan kesal namun tetap menahan emosinya, dan tersenyum karena penyamarannya berhasil. "Kurang ajar, bagus bahkan tidak menyadarinya," gumamnya sambil menatap gerbang yang sudah ia lewati.
***
Violet membuat kloningan dirinya yang menyamar sebagai Jenderal Thalassar, sementara dirinya sendiri menyamar sebagai salah satu prajurit yang akan bertukar tugas dengan pasukan yang berada di istana.
"Tetap di sini dan jalankan tugasmu," perintah Violet kepada kloningannya yang menyerupai Thalassar. "Aku akan pergi menyusul ke dalam istana."
"Baik, Violet," timpal kloningan tersebut.
Dengan itu, Violet menyelinap masuk ke dalam barisan prajurit, menyamar dengan sempurna.
Kloningan Violet dengan tegas memerankan tugasnya sebagai jendral Thalassar, memberikan perintah kepada beberapa prajurit untuk berganti tugas dengan prajurit lainnya.
"Baiklah, beberapa prajurit berganti tugas dengan prajurit lainnya," perintah kloningan Violet.
"Baik, Jenderal. Bagaimana denganmu, apakah kau tak berganti tugas dengan salah satu dari tiga jenderal tertinggi lainnya?" tanya salah satu prajurit.
Violet, yang sedang menyamar, kaget mengetahui ada jenderal kuat lainnya selain Thalassar. Namun, kloningannya tetap tenang dan menjawab, "Tidak, saya akan tetap di sini mengawasi tempat ini. Kalian pergilah."
"Siap, Jenderal," seru para prajurit serempak.
Kemudian, prajurit-prajurit tersebut memasuki kapal, diikuti oleh Violet yang menyamar dan menyelinap di antara mereka dengan aman. Dia bersiap untuk memasuki istana, berbaur dengan prajurit lain, sambil menyusun rencana berikutnya.
Kapal-kapal prajurit mulai melayang perlahan dan kemudian melesat menuju istana. Violet, yang sedang menyamar,ditengah perjalanan Violet memanfaatkan kesempatan ini untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.
"Saya belum pernah melihat jenderal lain selain Jenderal Thalassar. Apakah memang ada jenderal lain selain dia?" tanya Violet kepada prajurit di sebelahnya.
Prajurit itu menimpali, "Apakah kamu anak baru? Di fraksi Proteus, ada empat jenderal tertinggi. Selain Jenderal Thalassar, ada Jenderal Kaelus, Jenderal Varian, dan Jenderal wanita kita, Jenderal Lyra."
Violet mencatat informasi tersebut dalam benaknya, bersiap untuk menghadapi kemungkinan baru di depan.
Violet mengerutkan keningnya mendengar nama Lyra. "Lyra? Sama dengan nama anakku. Apakah nama itu pasaran di galaksi ini?" gumamnya.
"Ya, aku anak baru. Apakah mereka memiliki semacam kemampuan kuat?" tanya Violet, berpura-pura ingin tahu lebih banyak.
Prajurit itu mengangguk. "Oh, kamu memang anak baru. Baiklah, akan kujelaskan."
### Jenderal Kaelus
**Biografi:** Jenderal Kaelus dikenal sebagai "Tangan Api" karena kemampuan api yang dahsyat. Dia berasal dari ras Pyros, yang mampu mengendalikan dan memanipulasi api dengan presisi yang luar biasa. Kaelus telah bertugas di bawah Proteus selama lebih dari dua dekade dan memiliki reputasi sebagai seorang ahli taktik yang cerdas dan tanpa ampun di medan perang.
**Kemampuan Kuat:** Pyrokinesis – Kaelus dapat menghasilkan dan mengendalikan api pada suhu ekstrem. Dia mampu menciptakan ledakan api besar dan dinding api yang tidak dapat ditembus.
### Jenderal Varian
**Biografi:** Jenderal Varian, sering disebut sebagai "Bayangan Mematikan," adalah ahli dalam seni kegelapan dan ilusi. Dia berasal dari ras Nocturna, yang memiliki kemampuan alami untuk mengendalikan kegelapan dan menciptakan ilusi yang mengaburkan realitas. Varian adalah mata-mata ulung dan pembunuh bayaran sebelum bergabung dengan Proteus.
**Kemampuan Kuat:** Umbrakinesis – Varian dapat mengendalikan bayangan dan kegelapan, menciptakan ilusi dan menyelubungi dirinya dalam kegelapan untuk menyerang tanpa terlihat. Dia juga dapat menghisap energi kehidupan dari korbannya melalui bayangan.
### Jenderal Lyria
**Biografi:** Jenderal Lyria, yang dikenal sebagai "Ratu Es," berasal dari ras Cryos, yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan es dan salju. Lyria adalah salah satu jenderal wanita terkuat di fraksi Proteus, dengan kekuatan yang bisa membekukan seluruh medan perang dalam hitungan detik. Dia dikenal karena ketenangan dan kebijaksanaannya dalam strategi.
**Kemampuan Kuat:** Cryokinesis – Lyria dapat mengendalikan suhu dan menciptakan es dari kelembaban di sekitarnya. Dia dapat membekukan musuh, menciptakan dinding es yang kuat, dan memanggil badai salju yang mematikan.
Prajurit itu selesai bercerita, dan Violet mengangguk paham. "Terima kasih atas informasinya. Akan sangat membantu," ujarnya, sambil mencatat dalam pikirannya kekuatan yang harus dia hadapi di masa mendatang.
***
"Jadi, evolusi duyung banyak macamnya," Violet bertanyaa kembali,
"Saya tidak tahu apa-apa karena saya hanya rakyat jelata yang ikut bergabung dalam operasi pemberontakan dan kemudian bergabung dengan pasukan Thalassar."
Prajurit itu mengangguk. "Ya, di Kerajaan Thelessia, berbagai leluhur memiliki evolusi masing-masing. Dimana dapat kita lihat berbagai evolusi duyung ada di ibu kota. Namun, evolusi tertinggi satu-satunya berasal dari keluarga Proteus"
**Nama Leluhur dan Ras Evolusinya:**
**Leluhur Proteus: Oceanus**
**Ras:** **Abyssal**
**Evolusi:** Oceanus adalah leluhur dari keluarga Proteus dan dikenal sebagai penguasa laut dalam. Dia adalah ras Abyssal yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan semua aspek laut, termasuk arus, tekanan, dan makhluk laut purba. Evolusi tertinggi dari keluarga Proteus, Oceanus dapat memanipulasi lingkungan laut dengan kekuatan yang sangat besar.
### Evolusi Abyssal:
**Abyssal Seer** – Memiliki kemampuan untuk melihat dan memanipulasi arus bawah laut serta memiliki penglihatan malam yang sangat baik.
**Abyssal Warden** – Dikenal dengan kemampuan untuk mengendalikan makhluk laut raksasa dan menjaga keseimbangan ekosistem laut.
**Abyssal Sovereign** – Evolusi tertinggi yang mampu mengendalikan tekanan laut dan arus dalam, memberikan mereka kekuatan besar dalam pengaturan laut dan melawan ancaman di lingkungan laut.
Violet menanggapi dengan penuh perhatian, "Lantas, kemampuan Raja Proteus itu apa?"
Prajurit itu tertawa ringan. "Sudah jelas, dengan nama belakangnya Abyssal Warden, Proteus mampu mengendalikan monster laut. Dia memiliki kemampuan untuk memanipulasi dan mengarahkan makhluk laut besar. Proteus dikenal sebagai penguasa yang sangat berkuasa dalam hal ini."
Violet merenung sejenak, mengingat cerita pertarungan Zorak dan Elara, di mana Zira berubah menjadi naga. Violet berpikir, "Mungkin mutasi Zira yang menjadi naga disebabkan eksperimen gila proteus. Ini bisa jadi alasan mengapa dia tergila-gila dengan eksperimen perubah menjadi monster raksasa seperti naga."
Violet melanjutkan, "Baik, terima kasih atas informasinya. Ini akan sangat membantu saya dalam bertugas."
Prajurit itu mengangguk dengan senyuman, "Semangat! Aku yakin Raja Proteus akan membawa Kerajaan Thelessia menuju masa depan yang lebih baik."
Tanpa disadari oleh Violet dan pasukan lainnya, Raja dan Ratu Kerajaan thelessia, yang ternyata adalah kakak dan kakak ipar Proteus telah mengalami transformasi menjadi naga setelah menjadi bahan percobaan yang dilakukan oleh Proteus sendiri.
***
Sesampainya di istana, Violet mengikuti barisan prajurit yang bersiaga. Setelah beberapa saat, dia memisahkan diri dari barisan dan menyelinap ke balik bayangan, mencari informasi mengenai penjara Zafir.
Dengan hati-hati, Violet mengaktifkan perangkat kecil yang membantunya memindai area sekitarnya untuk mencari tanda-tanda keberadaan penjara. Alat itu mulai memetakan wilayah istana dan menunjukkan jalur yang bisa diambil untuk mencapai area yang lebih tersembunyi.
Violet mendekati sekelompok prajurit yang sedang berbicara di dekat salah satu lorong. Dia mendengarkan dengan saksama percakapan mereka.
"Apakah kau mendengar tentang tahanan baru yang dikirim ke sayap timur bawah?" tanya salah satu prajurit.
"Ya, kabarnya itu tahanan yang sangat berbahaya. Mereka bilang dia memiliki informasi penting," jawab prajurit lainnya.
Violet menyimpan informasi ini dalam ingatannya dan segera melanjutkan perjalanannya menuju sayap timur bawah istana. Dia bergerak dengan cepat namun hati-hati, menghindari tatapan prajurit lainnya dan menggunakan kemampuan kamuflasenya untuk menyembunyikan dirinya.
Saat mendekati sayap timur bawah, Violet menemukan sebuah pintu besar yang dijaga ketat oleh dua prajurit. Dia bersembunyi di balik salah satu pilar besar, mengamati pergerakan para penjaga.
Dia memikirkan cara untuk mengalihkan perhatian mereka agar bisa masuk tanpa terdeteksi. Setelah beberapa saat, dia melihat sebuah batu kecil di dekat kakinya dan melemparkannya ke arah lain, membuat suara yang cukup keras untuk mengalihkan perhatian para penjaga.
Begitu penjaga-penjaga itu berbalik, Violet dengan cepat menyelinap masuk melalui pintu besar tersebut. Di dalam, dia menemukan lorong panjang yang menuju ke beberapa sel tahanan. Violet terus bergerak dengan hati-hati, mendekati sel-sel satu per satu, mencari tanda-tanda keberadaan Zafir.
***
Violet berjalan layaknya prajurit, mengikuti peraturan yang ketat di area tersebut. Dia tahu setiap langkah harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan. Saat melewati sel-sel, seorang pengawas bertanya,
"Kenapa kau kemari?"
Pengawas itu melihat logo khas prajurit Thalassar. "Kau prajurit di bawah naungan Jenderal Thalassar, kan? Ada perlu apa kau kemari?"
Dengan cerdas, Violet menjawab, "Saya diperintahkan oleh Jenderal Thalassar untuk menginterogasi tahanan yang bernama Zafir, untuk mencari informasi tentang sahabat alien di permukaan."
Prajurit itu mengerutkan keningnya, tampak ragu. "Zafir, anak bangsawan itu, tidak di sini. Dia di penjara khusus para keluarga bangsawan."
Prajurit itu kemudian menunjukan lokasinya kepada Violet. "Ikuti koridor ini, lalu belok ke kiri. Kau akan menemukan penjara bangsawan di ujung."
Saat hendak keluar, penjaga gerbang heran dan bertanya, "Bagaimana kau bisa masuk? Aku tidak melihatmu tadi."
Violet menjawab dengan tenang, "Aku tadi melihat tidak ada penjagaan makanya aku masuk. Mungkin kau sedang lengah."
Penjaga gerbang terlihat sedikit malu tapi tidak ingin memperpanjang percakapan. "Baiklah, pastikan kau memiliki izin yang sah lain kali."
Violet mengangguk dan melanjutkan perjalanannya menuju penjara khusus para keluarga bangsawan. Dia tahu setiap langkah harus lebih hati-hati karena penjagaan di area tersebut pasti lebih ketat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments