7

Mecha masih kuat berdiri, meskipun terguncang oleh serangan Violet. Dari dalam kokpit, pemimpin reptilian tertawa dengan keras, suaranya bergema melalui pengeras suara. "Lihat betapa menyedihkannya kalian! Seekor naga yang rela berkorban untuk makhluk lain. Sungguh memalukan!"

Violet yang mendengar hinaan tersebut merasakan amarahnya semakin memuncak. Tubuhnya bergetar, dan kekuatan telekinesisnya semakin kuat. Batu-batu di sekitarnya mulai bergetar, naik ke udara dengan kecepatan yang mengancam. Energi berwarna ungu mulai memancar dari tubuhnya, membentuk perisai kuat di sekitarnya.

“Zorak, bertahanlah!” seru Violet dengan suara yang menggema.

Zorak, meskipun terluka, menatap Violet dengan penuh kepercayaan. “Aku percaya padamu, Violet. Tunjukkan pada mereka kekuatanmu!”

Violet menerjang Mecha dengan sigap, telekinesisnya memancarkan aura ungu yang terang. Mecha mencoba menahan serangannya dengan perisai energi, namun kekuatan Violet terlalu kuat. Perisai Violet menghantam Mecha dengan kekuatan dahsyat, menghempaskannya jauh ke belakang.

Mecha terguling beberapa kali sebelum akhirnya berhenti, namun masih mampu bangkit. Pemimpin reptilian di dalam kokpit mulai menunjukkan tanda-tanda panik, namun tetap memerintahkan serangan. Mecha menembakkan laser dari tangan dan dadanya, mencoba menghancurkan perisai Violet.

Namun, perisai ungu Violet begitu kuat, menangkis setiap tembakan dengan mudah. Violet memusatkan kekuatannya, mengangkat bebatuan besar dari tanah dan melemparkannya dengan kecepatan tinggi ke arah Mecha. Bebatuan itu menghantam Mecha dengan kekuatan dahsyat, menciptakan ledakan yang mengguncang tanah di sekitar mereka.

Mecha kembali mencoba menyerang, mengayunkan lengan besarnya ke arah Violet. Namun, Violet dengan sigap menghindar, menggunakan telekinesisnya untuk meluncur ke samping. Dengan gerakan cepat, dia menciptakan serangan balik, mengarahkan badai debu dan bebatuan kecil ke arah Mecha, mengaburkan visibilitas dan membingungkannya.

“Sekarang!” teriak Elara, menganalisis kelemahan Mecha. “Violet, arahkan serangan ke inti energinya!”

Violet melihat kesempatan itu, memusatkan seluruh kekuatan telekinesisnya ke satu titik. Dengan satu gerakan tegas, dia menciptakan tombak energi ungu yang besar, memproyeksikannya langsung ke arah inti Mecha. Tombak energi itu menembus perisai Mecha, menghantam inti energinya dengan kekuatan yang luar biasa.

Ledakan besar terjadi, Mecha itu meledak dalam api dan puing-puing, menghancurkan kokpit dan mengakhiri nyawa pemimpin reptilian. Serangan itu mengakhiri ancaman yang datang, meninggalkan oasis dalam keheningan setelah ledakan tersebut.

Zorak, meskipun terluka parah, tersenyum dengan lega. “Kau melakukannya, Violet. Kau melindungi kita semua.”

Violet, terengah-engah tapi penuh determinasi, berlari menghampiri Zorak dan memeluknya. “Kita berhasil, Zorak. Kita selamat.”

Elara menambahkan dengan nada tenang, “Kita harus tetap waspada, tapi untuk sekarang, kita telah menang. Kita akan tetap di sini sampai semuanya aman.”

Dalam keheningan yang menyusul, Violet, Zorak, dan Elara menyadari betapa kuatnya ikatan mereka. Meskipun masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi, mereka tahu bahwa bersama-sama, mereka bisa mengatasi apa pun yang datang.

Melihat keadaan Zorak yang terluka parah. Violet mengangkat tangannya, merasakan kekuatan telekinesisnya yang baru ditemukan.

"Zorak, bertahanlah! Aku akan menyembuhkanmu," kata Violet dengan suara gemetar namun penuh determinasi.

Dengan konsentrasi penuh, Violet memusatkan energi telekinesisnya ke luka-luka Zorak. Sinar ungu memancar dari tangannya, membungkus tubuh Zorak dan mulai menyembuhkan luka-luka. Zorak mengerang pelan saat rasa sakitnya perlahan menghilang, dan luka-luka di tubuhnya mulai tertutup.

Violet tercengang melihat kemampuan barunya. “Aku... aku bisa menyembuhkanmu,” katanya dengan takjub. “Elara, analisis kekuatan ini. Apa yang terjadi?”

Elara segera merespon, “Menganalisis sekarang, Violet. Sebentar lagi akan ada hasil.”

Zorak membuka matanya yang besar, merasa kekuatannya perlahan kembali. “Violet, aku merasa jauh lebih baik. Kekuatanmu luar biasa.”

Elara menyelesaikan analisisnya dan melanjutkan penjelasannya. “Violet, kekuatan telekinesis yang kamu dapatkan dari mineral langka tersebut tampaknya jauh lebih kompleks daripada yang kita duga. Selain kemampuan untuk mengangkat dan mengendalikan objek, kamu juga memiliki kemampuan penyembuhan yang signifikan. Energi telekinesis yang kamu gunakan menginduksi regenerasi sel pada tingkat yang luar biasa cepat.”

Violet mengangguk, masih kagum dengan apa yang telah dia lakukan. “Jadi, aku bisa menyembuhkan luka hanya dengan menggunakan energi ini?”

“Benar,” jawab Elara. “Kemampuan ini sangat jarang dan luar biasa. Ini menunjukkan potensi besar dari mineral yang kamu konsumsi.”

Zorak, yang sekarang sudah berdiri tegak, mengibaskan ekornya dengan senang. “Ini berarti kita memiliki kekuatan lebih untuk bertahan hidup di planet ini. Terima kasih, Violet.”

Violet tersenyum, merasa lega melihat Zorak pulih. “Kita harus berhati-hati ke depannya. Musuh kita mungkin akan kembali, dan kita harus siap.”

Elara menambahkan, “Kita harus memastikan tempat ini tetap aman. Aku akan mengaktifkan pengawasan dan pertahanan otomatis di sekitar oasis untuk mencegah serangan mendadak.”

Violet mengangguk setuju. “Baiklah. Mari kita perkuat perlindungan di sini dan pastikan kita semua tetap aman. Aku juga akan terus melatih dan mengembangkan kemampuan baru ini. Kita akan melawan apa pun yang datang.”

Zorak dan Elara setuju dengan rencana Violet. Mereka tahu bahwa dengan kekuatan baru yang dimiliki Violet dan persahabatan yang kuat di antara mereka, mereka memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup dan melindungi oasis yang menjadi rumah sementara mereka. Bersama-sama, mereka menghadapi masa depan dengan tekad dan harapan, siap untuk menghadapi tantangan apa pun yang datang.

Setelah cukup tenang, Zafir datang menggunakan peralatan Mecha, dimana tubuhnya diselubungi oleh mesin dan di pinggulnya terdapat sayap yang memungkinkannya bergerak luas di permukaan. Saat ia keluar dari badai yang terhempas dari tengah laut, dari kejauhan terlihat dia terkejut melihat asap tebal di wilayah kediaman Violet, dan segera bergegas mendekati mereka.

"Zafir, kenapa kau disini?" tanya Violet sambil mencoba menahan kekhawatirannya.

Zafir menatap sekeliling dengan tajam, mencoba memahami situasi. "Saya melihat asap dari kejauhan dan segera bergegas ke sini. Apakah semuanya baik-baik saja?"

Violet menjelaskan situasi yang baru saja terjadi, menjelaskan tentang serangan yang mereka alami dan upaya perlindungan yang sedang mereka lakukan. Kemudian, dia melihat ke peralatan canggih yang dikenakan Zafir dan bertanya, "Zafir, peralatan canggih seperti apa ini? Rasanya kamu sangat maju di dasar lautan sana."

Zafir tersenyum bangga. "Ini adalah peralatan khusus yang saya rancang untuk mengeksplorasi dan bertahan di kedalaman laut yang ekstrim. Dengan bantuan alat ini, saya dapat menjelajahi wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dan melakukan penelitian yang lebih dalam."

Zafir dengan cepat memberikan informasi yang mengejutkan. "Violet, saya datang kesini menyampaikan kabar buruk. Mineral yang kamu konsumsi, ternyata hanya mineral batuan biasa yang tak berguna di planet ini."

Violet tercengang mendengarnya. "Apa? Tapi bagaimana mungkin? Aku yakin mineral itu sangat berharga di planet asalku."

Zafir menggelengkan kepala. "Ternyata, mineral tersebut tidak memiliki nilai apa pun di sini. Namun, hal ini membuka pandangan baru bagi kita. Barang yang tidak berarti di suatu tempat, mungkin berharga di tempat lain. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua."

Violet merenung sejenak, memikirkan implikasi dari temuan tersebut. "Ya, kamu benar. Ini mengajarkan kita untuk tidak menganggap remeh sesuatu yang mungkin tak berarti di satu tempat. Terima kasih telah memberikan informasi ini, Zafir. Ini sangat berarti bagi kami."

Kemudian, Violet mengajak Zafir untuk memasuki kedalam oasis. Saat mereka tiba di sana, Zafir terkejut melihat keberadaan oasis itu.

"Wow, ini luar biasa," ucap Zafir dengan suara terpana, matanya memandang sekeliling dengan penuh kagum.

Violet tersenyum bangga. "Kami telah berusaha keras untuk menjadikan oasis ini tempat yang nyaman dan aman bagi kami semua."

Zafir melangkah lebih dalam ke dalam oasis, membiarkan keindahan alamnya meresap ke dalam hatinya. "Sungguh luar biasa. Saya tidak pernah membayangkan bahwa di tengah kekasaran planet ini, ada tempat seindah ini."

Violet mengangguk setuju. "Kami telah bekerja keras untuk mempertahankan oasis ini sebagai tempat perlindungan kami."

Mereka berdua kemudian berkeliling oasis, menikmati keindahan alamnya dan berbagi cerita tentang perjalanan hidup mereka. Dalam kehadiran Zafir, Violet merasa semakin yakin bahwa mereka memiliki sekutu yang dapat diandalkan dalam menjaga oasis ini dari segala ancaman yang mungkin datang.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!