9

Dalam suasana damai di oasis, saat Violet memetik buah, ia mulai merasa lelah. Elara, yang memantau dari pesawat, menyadari bahwa Violet hampir terjatuh. Tanpa ragu, Elara keluar dari pesawat menggunakan tubuh robotnya dan menopang Violet, memastikan dia tidak terluka.

Saat Zorak, yang sebelumnya tertidur, refleks bangun dan menyanggah Violet dengan ekornya, Violet merasakan dukungan dan kepedulian dari teman-temannya. Elara segera memeriksa keadaan Violet dan menyadari bahwa kelelahannya adalah efek dari kehamilan yang semakin dekat dengan persalinan.

Violet, meskipun merasa lelah, menyadari bahwa mereka sudah memasuki bulan keenam kehamilannya dan hanya tinggal menghitung hari sebelum kedatangan bayi-bayinya. Meskipun tantangan-tantangan mendatang mungkin besar, mereka siap menghadapinya bersama-sama, sebagai keluarga yang kuat dan bersatu.

Beberapa hari kemudian, saat malam tiba, armada lautan tiba-tiba menyerang dengan ledakan yang menggema di bibir gua. Salah satunya peluru meriam berhasil menembus oasis, menciptakan kehancuran di dalamnya.

Violet dan Zorak sedang tertidur, mereka terkejut ketika Elara menyadari bahwa alat pendeteksinya tidak berfungsi. Setelah diperiksa, mereka menemukan bahwa musuh menggunakan perangkat anti-deteksi yang menghambat kemampuan Elara untuk mendeteksi mereka.

Pesawat Komandan Zira, bersama dengan beberapa pesawat lainnya, menyerbu Oasis, sementara yang lain menunggu di luar.

Melihat kehadiran Violet, Zorak, dan pesawat Elara, Komandan Zira turun bersama dua bawahannya, menandakan dimulainya pertempuran sengit di oasis yang damai itu.

Zira turun dari pesawat dengan sikap angkuh, didampingi oleh dua bawahannya.

"Oh, ternyata ada beberapa alien di sini. Pantas saja raja memerintahkan kami menyerang wilayah ini. Dan tak kusangka, di permukaan yang ekstrim ini, ada sebuah Oasis," ucap Zira dengan nada mengejek.

Violet, yang terkejut dengan serangan tiba-tiba, bertanya dengan hati-hati, "Siapa kalian? Bukankah kalian berasal dari kerajaan di mana Zafir berada?"

Sementara Zorak, yang merasa tersinggung dengan sikap Zira, menggeram dengan kuat. Namun, dalam kejutan yang tak terduga, dia juga merasa senang.

Zorak terkejut mengetahui bahwa ada spesies langka. "Wah-wah ada sepsies langka disini, ini bisa menjadi hadiah berharga bagi raja untuk penelitian," pikirnya.

Setelah mendengar ucapan Zira yang merendahkan, Zorak merasa marah yang memuncak, mengangkat ekornya yang besar sebagai ancaman. Namun, sebelum dia bisa melakukan sesuatu, Violet dengan cepat menghentikannya dengan menahan lengan besar reptilian itu.

"Zorak, jangan!" seru Violet dengan nada tegas namun penuh kekhawatiran. "Kita harus tetap tenang."

Zorak menatap Violet dengan mata yang memancarkan kemarahan yang tak tertahankan, namun dengan sedikit sentuhan dari Violet, dia mengalah dan melepaskan ekornya yang siap menyerang.

Violet menatap Zira dengan mata tajam. "Siapa kalian, bukanlah kalian berasal dari kerjaan tempat duyung Zafir berada Apa tujuanmu di sini? Apa yang terjadi pada Zafir" tanyanya dengan suara tegas.

Zira hanya tertawa terbahak-bahak seperti seorang pria gila. "Ah, kalian tidak tahu apa-apa! Zafir sekarang menjadi budak kami," katanya dengan nada sombong. "Kami adalah bawahan Raja Proteus, sang pemberontak yang berhasil menggulingkan Kerajaan Triton."

Mendengar itu, ekspresi wajah Violet berubah menjadi campuran antara kemarahan dan keputusasaan. "Kurang ajar! beraninya kalian melakukan itu kepada sahabat kami!"

Dengan mata berkobar dan hati penuh kemarahan, Violet menyerang para musuh dengan telekinesisnya yang kuat. "Kalian tidak akan lolos dari kejahatan yang kalian lakukan!" serunya, suaranya gemetar namun penuh dengan tekad yang teguh. Aura ungu memancar dari tubuhnya, menunjukkan kekuatan yang luar biasa.

Begitu juga dengan Zorak yang menyerang dengan nafas apinya dan cakarrnya yang kuat menyerang musuh

Zira dan bawahnya pun merespon serangan mereka, mereka menghindari dengan lincah dan memasuki kapal. Mereka saling serang pertempuranpun tak terelakan di antara mereka.

"Pasukan serang mereka!!!" printah Zira kepada pasukannya yang berada di luar Oasis.

Namun, tiba-tiba, Violet ambrug dan tubuhnya terasa lemah. Violet merasa kekuatannya menyusut, dan dia bersimpuh dengan gemetar di tanah yang telah berubah menjadi medan pertempuran. "Tidak… aku tidak bisa menyerah…" bisiknya dengan susah payah, wajahnya penuh dengan rasa sakit.

Melihat keadaan Violet yang lemah, Elara segera mengambil tindakan. "Kita harus pergi sekarang, Violet!" desaknya sambil membantu Violet bangkit dengan tubuh robotnya nya dengan cepat, dia membawa Violet masuk ke dalam kapal, mengabaikan segala rintangan yang ada di depan mereka, kemudian Elara keluar dari tubuh seiborgnya dan menyatu dengan sistem pesawat dan mengaktifkan kemudi dengan cepat, menembak dinding gua dan terbang menembus badai.

Sementara itu, Zorak masih bertempur dengan penuh keberanian, melindungi mereka dari serangan musuh yang terus datang. "Aku akan menjaga kalian, jangan khawatir!" serunya sambil terus menghadapi lawan-lawannya dengan garang.

Saat kapal meluncur ke udara, Violet mencoba meraih Zorak dengan tangannya yang lemah, tetapi kekuatannya sudah habis. Dia hanya bisa menatap dari balik kaca kokpit, terpisah dari Zorak oleh jarak yang tak terjangkau. "Zorak…..." bisiknya dengan suara parau, mata penuh dengan kecemasan dan keputusasaan.

Dalam keadaan penuh kekhawatiran dan keputusasaan, Violet hanya bisa berharap bahwa Zorak akan selamat dan bahwa mereka akan bertemu kembali di waktu yang lebih aman.

Sedangan Zorak dalam cahaya bulan yang memantulkan sinar perak di atas lautan yang gelap, Zorak, sang naga besar, berdiri di tepi oasis dengan gagahnya. Sekelompok pesawat bersenjata terbang menuju mereka, dipimpin oleh Zira, Zorak bersiap untuk pertempuran yang tak terhindarkan.

Dengan gemuruh angin, Zorak meluncur ke udara, sayapnya membelah angin dengan keanggunan yang mengagumkan. Di atas, dia menemui pesawat musuh dengan mata yang memancarkan tekad yang tak tergoyahkan. Dengan cepat, dia menyerang, menghujani pesawat musuh dengan serangan api dan cakar yang mematikan.

Pesawat musuh meluncur dari segala arah, mencoba menangkap Zorak dalam jaringan senjata mereka yang mematikan. Namun, Zorak terlalu cepat dan gesit, menghindari serangan dengan kecepatan dan kelincahan yang luar biasa. Dia melingkari musuh-musuhnya seperti elang yang memburu mangsa.

Dengan gerakan yang lincah dan refleks yang tajam, Zorak berhasil menghancurkan beberapa pesawat musuh, membuat mereka jatuh ke dalam lautan yang bergemuruh di bawahnya. Namun, meskipun dia bertempur dengan keberanian dan kekuatan yang mengagumkan, armada Zira terus datang, tak kenal lelah.

Namun, Zorak tak gentar. Dengan nafas yang mengepakan dan hati yang berapi-api, dia terus bertarung, menunjukkan kepada musuhnya bahwa dia adalah kekuatan yang tak bisa dihentikan. Dalam serangan demi serangan, dia terus maju, bersumpah untuk melindungi teman-temannya dan melawan musuh sampai titik darah penghabisan.

Disisi lain Elara sang void yang menyatu dengan sistem kapal, mengoperasikan kendali dengan keahlian yang luar biasa. Matanya terfokus pada layar yang berkedip-kedip dengan data navigasi yang terus berubah. Kedua tangan voidnya di munculkan yang menyatu dengan mesin bergerak dengan kecepatan yang hampir tidak terlihat saat dia mencoba menemukan tempat yang aman untuk Violet.

Sementara itu, Violet, yang berbaring di kursi penumpang dengan wajah pucat dan napas yang terengah-engah, mencoba menahan rasa sakit yang semakin menjadi-jadi. Dia menatap hologram Elara dengan mata sayu, lalu berkata dengan suara yang lemah, "Elara, aku yakin kita harus kembali ke gua tempat kita menemukan mineral langka itu. Aku merasa itu adalah tempat yang aman untuk persalinanku."

Elara, dalam bentuk hologramnya, mengangguk dengan penuh perhatian, meskipun wajahnya dipenuhi dengan kekhawatiran. "Aku akan membawa kita ke sana, Violet," katanya dengan suara lembut yang terdengar melalui sistem kapal. "Kamu harus bertahan, kita hampir sampai di sana."

Violet tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan rasa sakit yang terus menderanya. "Terima kasih, Elara," ujarnya, suaranya hampir tidak terdengar di tengah gemuruh mesin kapal. "Aku percaya padamu."

Dengan hati yang penuh tekad, Elara, sebagai entitas void  yang dapat menyatu dengan kapal, menyesuaikan koordinat kapal dan dengan cepat memulai perjalanan kembali ke gua tempat Violet menemukan mineral, sebagai tempat perlindungan mereka.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!