11

 Di tengah badai yang menderu di planet Biru, Violet dan Elara bergegas menuju gua tersembunyi di tepi lautan luas, tempat di mana Violet pertama kali menemukan mineral langka yang sangat berharga. Badai hujan menghantam tanpa ampun, membuat perjalanan mereka semakin sulit, tetapi tekad Violet tidak bisa goyah.

“Elara, kita harus segera sampai di sana. Bayi-bayi ini tidak bisa menunggu lebih lama,” kata Violet dengan nada cemas, perutnya yang besar membuat langkahnya berat.

“Tenang, Violet. Kita hampir sampai,” jawab Elara, suara lembutnya memberikan sedikit ketenangan. “Aku akan melindungimu dan bayi-bayimu dengan seluruh kekuatanku.”

Akhirnya, mereka tiba di gua yang tersembunyi, terlindung dari badai yang mengamuk di luar. Violet, dengan bantuan Elara yang telah menyatu dengan teknologi pesawat, membuat tempat yang nyaman dan aman untuk melahirkan.

"Di sini, di mana semuanya dimulai," bisik Violet, mengingat saat-saat ketika dia menemukan mineral langka yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Persalinan dimulai, dan meskipun rasa sakit dan tekanan terasa sangat kuat, Violet tetap kuat. Elara, yang terhubung dengan teknologi dan kecerdasan luar biasa, membantu mengatur kondisi sekitar, memastikan lingkungan tetap steril dan aman.

"Violet, kau bisa melakukannya. Tarik napas dalam-dalam dan dorong!" kata Elara, memberikan instruksi yang tenang namun tegas.

Setelah beberapa jam yang penuh perjuangan, suara tangisan bayi terdengar di dalam gua. Satu demi satu, empat bayi lahir dengan selamat. Air mata kebahagiaan mengalir di wajah Violet saat dia memeluk bayi-bayinya yang mungil dan sehat.

“Kita berhasil, Elara. Mereka lahir dengan selamat,” kata Violet dengan suara bergetar, kelelahan namun bahagia.

Elara merespon dengan suara lembut dan penuh kasih, "Kau luar biasa, Violet. Anak-anakmu luar biasa."

Setelah beberapa saat untuk menikmati kebahagiaan, Violet tiba-tiba teringat Zorak. "Elara, kita tidak bisa berlama-lama di sini. Zorak membutuhkan bantuan kita," katanya dengan nada mendesak.

Elara mengangguk, memahami urgensi situasi. "Aku akan segera berangkat. Violet, kau harus tetap di sini dan beristirahat."

Violet menatap Elara dengan penuh rasa terima kasih. "Tolong, bawa Zorak kembali dengan selamat. Dia adalah segalanya bagi kita."

Elara mengangguk lagi, matanya penuh tekad. "Aku berjanji, Violet. Aku akan kembali dengan Zorak."

Setelah itu Elara mendirikan kubah pelindung yang nyaman untuk violet dan bayi-bayinya di luar pesawat.  Dengan demikian, Elara menyatu dengan teknologi pesawat dan melesat keluar dari gua, menembus badai yang mengamuk. Misinya jelas: menyelamatkan Zorak dan memastikan keluarga kecil mereka dapat berkumpul kembali dengan aman.

Di dalam gua, Violet merapatkan diri dengan bayi-bayinya, hatinya dipenuhi harapan dan doa. "Kembalilah dengan selamat, Zorak. Kami menunggumu."

Gua yang tenang itu menjadi saksi dari kelahiran kehidupan baru dan tekad yang tak tergoyahkan untuk menyelamatkan orang yang dicintai. Pertarungan mungkin masih jauh dari selesai, tetapi dengan kekuatan cinta dan pengorbanan, mereka percaya bahwa kemenangan ada dalam genggaman.

***

Kembali ke pertempuram Zorak, Elara dan Zira, dimana badai besar menggulung lautan luas di planet Biru, ombak setinggi gunung menerjang ke segala arah, menciptakan pemandangan yang mengerikan. Di langit yang gelap, kilat menyambar dan guntur menggelegar, mengiringi pertempuran yang sedang berlangsung.

Cyberdrake Zorak melesat di udara, sayapnya yang bersinar dengan energi teknologi mengiris angin. Di bawahnya, Sea Dragon Zira melingkar di lautan, tubuhnya yang besar berkilauan di bawah kilatan petir.

"Zira, berhenti sekarang! Kau tidak bisa menang!" teriak Zorak, suaranya menggelegar di tengah badai.

Zira menjawab dengan raungan yang mengguncang lautan. "Aku akan memenuhi tujuan Raja, walaupun harus mengorbankan nyawaku! Kau akan merasakan kekuatanku, Zorak!"

Dengan itu, Zira menyemburkan **Aqua Breath**, aliran air bertekanan tinggi yang menghantam perisai holografik Zorak. **Holo-Shield** Zorak bergetar, menahan serangan air yang dahsyat itu.

Zorak membalas dengan **Laser Breath**, nafas api yang kini dipadukan dengan teknologi laser. Sinar laser yang mematikan menembus hujan deras, menghantam Zira dengan kekuatan besar, membuat naga laut itu meraung kesakitan.

Namun, Zira tidak mundur. Dia mengendalikan air di sekitarnya dengan **Tidal Surge**, menciptakan gelombang pasang yang besar. Gelombang itu menerjang Zorak, mencoba menjatuhkannya dari udara. Namun, dengan **Aerial Dominance**, Zorak bermanuver lincah, menghindari gelombang dan melancarkan serangan dari sudut yang tak terduga.

"Seranganmu sia-sia, Zira! Kau tidak bisa mengalahkanku di udara!" teriak Zorak.

Zira, dengan mata penuh amarah, mengeluarkan **Depth Charge**, menciptakan ledakan besar di bawah air. Ledakan itu mengguncang lautan dan menyebabkan gangguan sonar, membuat Zorak sulit mendeteksi gerakannya.

Zorak merasakan getaran dari ledakan dan menggunakan **Techno-Integration** untuk mengendalikan teknologi di sekitarnya, memperkuat perisainya. "Kau pintar, Zira, tapi aku lebih pintar!" Zorak menyatu dengan teknologi di sekitarnya, memanfaatkan setiap alat untuk memperkuat dirinya.

Zira muncul dari kedalaman dengan raungan **Abyssal Roar**, menciptakan getaran yang merusak di sekitar Zorak. Suara mengerikan itu melumpuhkan beberapa sistem teknologi Zorak, tetapi Zorak tidak gentar. Dengan kekuatan penuh, Zorak meluncurkan **Void Pulse**, sebuah serangan energi yang mematikan. Gelombang energi menghantam Zira, membuatnya terhuyung-huyung di air.

Zira, dengan nafas tersengal, mengerahkan kekuatan terakhirnya. "Kau mungkin kuat, Zorak, tapi aku akan bertarung sampai akhir!" Dia meluncur ke arah Zorak dengan kecepatan mengerikan, siap untuk serangan terakhir.

Zorak mengumpulkan semua kekuatannya, mengaktifkan **Laser Breath** dan **Void Pulse** sekaligus. Dalam satu serangan yang menghancurkan, dia menghantam Zira dengan kombinasi serangan terkuatnya. Cahaya yang memancar menerangi langit dan laut, mengakhiri pertempuran dengan dentuman dahsyat.

Badai besar di planet Biru mulai mereda, tetapi medan pertempuran masih dipenuhi puing-puing dan asap dari pertempuran dahsyat antara Cyberdrake Zorak dan Sea Dragon Zira. Di tengah lautan luas, Zorak dan Elara berdiri sebagai pemenang. Tubuh Zira yang besar perlahan tenggelam ke dalam lautan, kekuatannya akhirnya padam oleh kombinasi teknologi dan kekuatan naga yang luar biasa.

"Kita menang, Elara," kata Zorak dengan napas yang berat namun penuh kemenangan. "Kita harus segera kembali ke Violet."

Elara, yang menyatu dengan teknologi pesawat dan kekuatan Zorak, mengangguk. "Ya, Violet dan bayi-bayinya membutuhkan kita. Ayo, kita harus segera kembali."

Dengan satu gerakan kuat dari sayapnya, Cyberdrake Zorak melesat ke udara. Mereka terbang melintasi lautan luas yang mulai tenang, badai yang sebelumnya mengamuk kini mereda menjadi hujan gerimis. Langit perlahan-lahan cerah, memberikan sedikit harapan di tengah kegelapan yang menyelimuti.

Di gua tersembunyi, Violet menjaga bayi-bayinya dengan penuh kasih. Meskipun lelah, hatinya penuh dengan harapan. Dia terus memandang ke arah pintu gua, menunggu kembalinya Zorak dan Elara.

Tiba-tiba, suara gemuruh dari sayap Zorak yang besar terdengar di kejauhan. Violet tersenyum, air mata kebahagiaan mengalir di pipinya. "Mereka datang," bisiknya dengan penuh haru.

Cyberdrake Zorak dan Elara mendarat di depan gua dengan anggun. Violet, dengan mata berbinar, mengagumi wujud baru Zorak yang menggabungkan kecanggihan teknologi dengan kekuatan naga.

"Zorak, kau... kau terlihat luar biasa," kata Violet dengan kagum. "Dan Elara, kau juga luar biasa."

Zorak dan Elara kemudian memisahkan diri. Elara kembali ke bentuk pesawatnya, sementara Zorak berdiri di sana dalam wujud aslinya. Saat itu, Zorak menyadari bahwa semua luka-lukanya telah sembuh.

"Apa yang terjadi? Luka-lukaku... mereka sembuh," ujar Zorak terkejut.

Elara tersenyum kecil. "Aku menyuntikkan serum pemulihan saat kita menyatu, Zorak. Aku tahu kau akan butuh kekuatan penuh untuk melindungi keluargamu."

Violet berjalan mendekat, memeluk Zorak erat-erat. "Terima kasih, Zorak dan Elara. Kalian telah kembali dengan selamat."

Zorak menatap Elara dengan penuh rasa terima kasih. "Kau telah melakukan lebih dari yang bisa kuharapkan, Elara. Terima kasih."

Elara merespon dengan suara lembutnya, "Kita adalah keluarga sekarang. Bersama, kita akan menghadapi segala tantangan."

Mereka berdiri bersama di dalam gua, Violet dan Zorak memandang anak-anak mereka dengan penuh kasih dan harapan. Di luar, badai telah berlalu, dan matahari mulai muncul di cakrawala, menyinari gua dengan cahaya hangat.

Di tengah kebahagiaan ini, mereka tahu bahwa banyak tantangan masih menunggu di depan. Namun, dengan kekuatan cinta dan persatuan, mereka yakin dapat menghadapi segala rintangan. Keluarga kecil ini kini lengkap, siap menghadapi masa depan bersama-sama, di planet biru.

***

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!