Tamara keluar dari dalam pesawat,dia cukup kagum dengan pemandangan yang ada di hadapannya,seumur hidupnya dia tidak pernah berpikir dia akan menginjakkan kaki di negara ini,seperti mimpi baginya sampai disini.
"Kenapa masih berdiri di sana,apa kamu tidak mengambil barang-barang mu? benar-benar bodoh sekali jangan buat aku pusing." Sungut Doni lalu pergi meninggalkan Tamara.Tidak ingin hilang dari jangkauan pria itu,Tamara berlari kecil mengikuti Doni dari belakang hal itu membuat Doni tidak suka.
" Tolong jaga jarak antara aku dan kamu,aku tidak ingin di tempat umum kita terlalu dekat,dan kamu harus tau itu." Ucap Doni sinis dan Tamara langsung menghentikan langkahnya,hatinya sangat sedih mendengar ucapan pria yang berstatus suaminya itu.
Setelah mereka mengambil barang masing-masing Doni membawa Tamara ke sebuah hotel setiap perjalan baik di dalam bas atau di tempat umum Doni selalu mengambil tempat duduk yang jaraknya jauh dari Tamara.
Pada saat perjalanan menuju hotel Tamara melihat seorang pria yang sejak mereka keluar dari pesawat selalu tidak jauh dari jarak mereka bahkan saat mereka sudah memasuki hotel pria itu tetap ada di belakang mereka.Tamara sedikit takut karena saat mereka tanpa sengaja saling menatap pria itu menatapnya dengan tatapan sinis.
" Dia siapa?" Tanya Tamara dalam hati.
"Ahh...Sudahlah sepertinya dia orang Indonesia juga,lagian aku tidak mengenalinya untuk apa takut." Ucapnya lagi dalam hati.
" Ini kamar kamu selama disini kalau mau makan pergilah keluar di sana banyak makanan." Ucap Doni sambil membuka kamar untuknya.
" Me_memangnya kita tidak tinggal bersama di kamar ini? aku pasti tidak akan mengerti kalau mau memesan makanan kenapa kita tinggal satu kamar saja." Ucap Tamara dengan nada gemetaran.
Dia tidak menyangka Doni memesan kamar yang berbeda untuk mereka,tentu saja Tamara sangat ketakutan apalagi dia sama sekali tidak mengerti bahasa Indonesia.
" Hahahaha....!!! sepertinya kamu tidur terlalu miring? apa kamu tidak pernah bercermin? apa kamu tidak melihat seperti apa dirimu?kamu pikir aku dan kamu layak berdampingan?_
"Terus untuk apa kamu menikahiku? apa kamu pikir kamu kaya bisa mempermainkan perasaan orang lain?"Ucap Tamara mulai sesenggukan.
" Apa?? mempermainkan perasaan orang lain? kapan?? kapan aku mempermainkan perasaan orang lain? atau!! kamu mulai menyukai ku kubur perasaan mu itu dalam-dalam kalau kamu mulai menyukai ku karena sampai kapan pun aku tidak akan menyukai mu." Ucap Doni tanpa perasaan.
Doni meninggalkan Tamara yang masih berdiri di depan pintu,dan Tamara langsung menitikkan air mata saat mendengar kata-kata pedas yang dilontarkan Doni kepadanya.
" Untuk apa dia membawa ku ke negara ini kalau dia hanya menitipkan aku disini? dia pasti tau kalau aku tidak bisa bahasa Inggris." Ucapnya sembari menyeka air mata di wajahnya.
Tamara masuk ke dalam kamar lalu dia meletakkan tasnya,tidak ada perasaan bahagia sedikit pun di hatinya, yang ada hanya perasaan takut dan khawatir dia takut melakukan interaksi dengan orang lain karena dia benar-benar buta bahasa Inggris.
*****
Keesokan paginya Tamara terbangun saat pintu kamarnya terbuka ternyata pelayan hotel mengantarnya sarapan dia sangat senang sekali paling tidak dia pasti tidak akan kelaparan.
Tamara segera beranjak dari tempat tidurnya lalu dia segera membersihkan tubuhnya setelah itu dia mulai menikmati sarapan yang di antar tadi.
Seperti itulah hari-hari yang dijalani Tamara,dia tidak pernah keluar kamar dia hanya mengambil beberapa gambar di kamarnya dan juga di jendela kamarnya yang terlihat pemandangannya.
Tidak terasa sudah empat hari dia di Eropa dan selama itu juga dia tidak melihat Doni,ada rasa marah,kecewa dan sakit hati tapi dia tidak punya kekuatan untuk melampiaskan amarahnya.
****
Doni keluar dari kamar mandi setelah lima hari akhirnya dia memutuskan untuk menemui Tamara,dia ingin mengingatkan wanita itu karena besok mereka akan kembali ke tanah air.
" Untuk apa kamu menemui wanita itu,apa kamu ingin memberinya jatah?"Ucap pria yang menjadi pasangannya dengan nada cemburu.
" Kamu gila? dia hanya istri di atas kertas,aku belum pernah menyentuhnya bahkan aku sangat risih di dekatnya saja." Jawab Doni.
" Aku tidak suka kamu peduli dengannya,dan aku juga tidak suka kamu menyukainya,aku akan membunuhnya kalau sampai dia berani menggoda mu." Ancam pria itu mengingatkan Doni.
" Hah..!!! sudahlah itu tidak mungkin terjadi,yang penting kamu baik dan setia selamanya kita akan bersama,dan kita akan menghabiskan sisa hidup kita bersama." Jawab Doni sambil tersenyum.
" Ingat janji mu sayang,aku akan mencintaimu selamanya,dan aku tidak segan-segan menghabisi wanita itu jika berani menggoda mu." Ucapnya lagi dan Doni hanya menanggapinya dengan senyuman.
" Oke aku menemuinya dulu sebentar aku akan segera kembali." Doni segera keluar dari kamarnya lalu pergi ke kamar Tamara.
Doni mendorong pintu kamar dari luar dan ternyata pintu tidak di tutup ternyata Tamara sedang menonton sepertinya dia sudah tau kalau hari mereka akan segera kembali ke Indonesia.
" Apa kamu sudah menyusun pakaian mu?"Tanya Doni basa-basi dia duduk di sofa dia sedikit salah tingkah saat melihat sikap Tamara yang acuh dengannya.
"Kamu dengar apa yang aku bilang?"
" Tidak usah berteriak,kapan pun kita kembali aku siap,lagian untuk apa kamu membawa ku kesini kalau pada akhirnya aku tidak kemana-mana,kalau pun kamu punya pacar lain lebih baik kamu bawa dia aku tidak perlu kamu bawa buang-buang uang saja." Jawab Tamara ketus.
" Sudah mulai berani kamu meninggikan nada untukku memangnya kamu siapa? jangan sampai aku meninggalkan kamu di negara ini ya." Mendengar ancaman Doni Tamara takut setengah mati,tidak bisa dibayangkan kalau sampai pria itu meninggalkan dirinya.
" Maafkan aku!!! aku tidak bermaksud marah hanya saja aku sakit hati kamu abaikan begitu." Jawab Tamara mulai lembut.
Doni hanya diam saja mendengar permintaan maaf dari Tamara,dia sudah berniat andai saja Tamara masih keras hatinya dia akan memberi pelajaran kepada wanita itu tapi karena reaksi Tamara seperti yang dia harapkan akhirnya dia biarkan saja.
*****
Keesokan harinya mereka kembali ke indonesia selama liburan tidak ada satu pun momen yang membuat Tamara bahagia,tapi semuanya dia syukuri paling tidak dia sudah pernah menginjakkan kaki di negara itu.
" Hari ini kita langsung kembali ke rumah ku,Alex akan menjemput kita sebentar lagi." Ucapnya setelah mereka sampai di bandara.
" Apa kita akan tinggal bersama orang tua mu?"
"Tentu saja,dia wanita yang melahirkan aku selamanya aku dan dia tinggal bersama."
Glekkkk....
Tamara menelan ludahnya yang terasa pahit mendengar ucapan suaminya.
❤️❤️❤️ bersambung ❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Yuliana Tunru
tamara ditipu hbs2sn oleh doni ..kumpulkan z uang yg diberi doni biar kau punya pegangan saat pergi ..skrg saat x masuk ke rmh neraka
2025-02-10
0