Bab 8 ~ Menikah ~

Tamara masih mempertimbangkan semuanya,dia merasa sangat berdosa kepada orang taunya jika dia tidak mengundang mereka.

"Sepertinya kamu memang tidak bisa di ajak kerja sama,ya sudah pertemuan kita sampai disini saja,jangan pernah muncul lagi di hadapan ku." Ucap Doni dia membalikan tubuhnya lalu berjalan keluar dari ruangan.

"P_pak tunggu baiklah aku akan menuruti permintaan bapak." Tamara mengejar Doni lalu menyetujui permintaan Doni,dia tidak ingin kehilangan momen yang sangat langka ini.

"Dasar wanita matre,dari wajahmu sudah terlihat kalau kamu bukan wanita polos." Ucap Doni dalam hati.Akhirnya mereka sepakat di pernikahan mereka Tamara tidak membawa keluarganya dari kampung.Dalam hatinya Doni sudah menduga kalau keluarga Tamara pasti akan sangat menerimanya dengan sangat bangga tapi dia tidak akan menyanggupi itu karena pernikahan mereka hanya untuk menutupi aib nya yang begitu memalukan.

Seminggu kemudian semua persiapan sudah selsai seratus persen,Tamara di bawa ke hotel oleh Alex,Tamara sungguh sangat bahagia dia tidak menyangka kalau dirinya bisa menikah di hadiri ribuan orang di hotel bintang lima.

Sehari sebelum pernikahannya,mamanya Doni menemui Tamara di hotel tempat dimana dia beristirahat.

Tamara beranjak dari tempat duduknya saat pintu terbuka secara otomatis dia memang di kunci di dalam kamar sendirian dan dia tidak keberatan.

Seorang wanita langsung menerobos masuk ke dalam kamar,tentu saja Tamara kaget sekaligus ,melihat kehadiran calon ibu mertuanya di kamar itu mengingat wanita itu menolaknya dengan tegas waktu pertemuan mereka.

" Apa kamu bahagia,senang dinikahi pria kaya dan tampan seperti anak ku? kamu bangga..!!! ingat sampai kapan pun aku tidak menerima kamu jadi bagian dari keluargaku." Ucap wanita itu dengan wajah penuh kemarahan.

"Ma_maaf tante,aku_

"Diam!!! aku tidak butuh jawaban mu,ingat jangan bangga dulu sampai kapan pun aku tidak akan menerima mu menjadi bagian dari keluargaku,entah apa yang dilihat putraku dari mu hingga menikahi wanita gembel seperti mu." Setelah mengucapkan kata-katanya,wanita itu langsung pergi begitu saja dan tepat pada saat wanita itu keluar calon suaminya juga masuk ke dalam kamar.

Belum hilang rasa kagetnya setelah kedatangan calon mertuanya sekarang calon suaminya sudah duduk di sofa sambil mengangkat salah satu kakinya ke kaki yang satunya lagi.

" Besok seseorang akan menjemput mu kesini,aku harap kamu tidak melakukan kesalahan,karena tamu-tamu yang akan datang bukan tamu sembarangan,kamu mengerti?" Tanya pria itu dengan nada menekan membuat Tamara harus mengangguk ketakutan.

Pria itu langsung keluar tanpa banyak bicara,Tamara mengangkat kepala setelah kepergian Doni,dia seperti kesulitan berfikir sampai detik ini dia masih penasaran dengan sikap Doni yang tidak pernah ramah terhadapnya.

Keluarga ini memang sangat aneh!! dia berpapasan dengan mamanya saja mereka tidak saling menyapa,bahkan dia datang menemui ku hanya untuk mengatakan hal yang tidak penting....Ya Tuhan pernikahan seperti apa yang kujalani ini." Ucapnya dalam hati.

Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba,Tamara di jemput seorang wanita menuju hotel untuk di rias dan memakai baju pernikahannya,hari ini dia benar-benar sangat cantik,dia seperti Cinderella yang akan di lamar seorang pangeran.

" Anda sangat beruntung nyonya,seorang pria kaya melamar mu,yang aku dengar kamu hanya gadis desa yang miskin yang sudah yatim piatu."

Deg...!!! sontak Tamara kaget mendengar ucapan wanita yang meriasnya,sekalipun keluarganya hanya orang miskin dia sangat tidak terima di katakan yatim piatu.

Tamara langsung membalikan badannya,hingga riasan di wajahnya hampir saja rusak,kali ini dia benar-benar tidak terima dikatakan yatim piatu.

"Siapa yang bilang aku itu yatim piatu?" Tanya Tamara dengan wajah emosi,bukannya takut wanita itu malah menatap Tamara dengan tatapan tidak suka.

" Pak Doni sendiri yang bilang,kenapa anda terlihat sangat marah? lagian kalau kita orang miskin kita harus terima segala perlakuan tidak menyenangkan dari orang kaya.Sudahlah silahkan berbalik badan,aku akan melanjutkan riasan ini." Sikap wanita itu langsung berubah,sebenarnya Tamara ingin memukul wajah perempuan itu tapi dia menjaga sikap karena dia tidak punya siapa-siapa di sana.

Setelah beberapa jam di rias,Tamara di bantu beberapa orang memakai pakaian pernikahannya setelah itu dia di bawa ke ruang ijab kabul.

Sepanjang acara Tamara tidak merasakan kebahagian sedikit pun,tamu undangan cukup banyak dan terlihat jelas kalau para tamu itu bukan dari kalangan biasa.

Tamara beberapa kali melirik ke arah suaminya,tidak terlihat pancaran bahagia dari wajah pria itu,dia hanya tersenyum tipis jika ada yang datang sekedar untuk menyapanya.

" Kenapa wajahnya,dia tidak bahagia,bukan kah dia yang mengajakku menikah..!! jadi kenapa reaksinya begitu saja." Berbagai pertanyaan hinggap dipikirannya,hingga dia melupakan kesedihannya karena pernikahannya tidak dihadiri orang tuanya.

" Pa....Ma pasti kalian sangat bahagia dan bangga saat anak mu ini bisa dinikahi pria kaya,derajat kita akan terangkat ma..." Air mata bahagia kembali jatuh dari pelupuk matanya.

Tamara menarik napas lega setelah semua tamu sudah meninggalkan ruangan itu,Tamara mengelilingi ruangan yang luas itu,dia mencari sosok pria yang baru saja menikahinya tapi dia tidak menemukannya.

"Kemana dia?" Hatinya bertanya-tanya,tidak ada satu pun orang di ruangan itu dan bahkan tidak ada yang peduli dengannya membuatnya cukup sedih.

" Entah pernikahan macam apa ini." Ucapnya dalam hati lalu dia memilih duduk di sofa yang mereka pakai saat resepsi tadi.

" Pak Doni menyuruhku membawa mu ke hotel." Tiba-tiba Alex menghampirinya sepanjang acara dia tidak melihat pria itu.

" Kemana pak Doni?"

" Aku juga tidak tau. lebih baik kamu ikut aku." Ucap Alex lalu berjalan meninggalkan Tamara.Tamara mengikuti Alex,dia berjalan kewalahan karena baju pengantin yang dia kenakan cukup berat.

Setelah sampai di kamarnya,Alex meninggalkan dirinya di dalam kamar,dan seperti biasa semua orang tampak acuh dengan dirinya.

Alex memasuki kamar hotel yang tidak jauh dari kamar yang di tempati Tamara,dan ternyata Doni ada di sana.

" Bagaimana apa semuanya sudah beres? kamu sudah membawa wanita itu ke kamarnya?"

"Sudah pak!! begini pak malam ini kan malam pertama kalian apa bapak akan tidur bersamanya?"

"Apa kamu gila? kalau aku normal apa mungkin aku menikah dengannya? kamu cari pria yang bisa menidurinya,buat seakan-akan aku yang menjamahnya malam ini atau...Biar tidak ribet kamu saja yang tidur dengannya malam ini." Jawab Doni dengan wajah datar sambil menikmati segelas wine.

" Apa!!! aku tidak,aku tidak mau melakukan itu."

❤️❤️❤️ bersambung ❤️❤️ ❤️

Terpopuler

Comments

Yuliana Tunru

Yuliana Tunru

dasar doni laki2 gay yg sombong dan arogan..biarkan z tamara kelak saat kau tau knp dinikahi jgn.mau ditipu lakukan yg terbaik agar hidupmu mapan dan cari cinta sejatimu jgn bodoh aplg klga x tak menyukaimu cuek z asal kau dinafkahi layak

2025-02-07

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 41 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!