Bab 4 ~ Usahakan dia menerimaku ~

Doni berulang kali menghela napas berat,dia merasa hidupnya terlalu lelah karena orang tuanya yang terlalu ikut campur dengan urusan pribadinya.Tapi dia tidak bisa menyalahkan mamanya karena budaya di negara ini memang harus memaksakan orang untuk menikah,dan masih aib bagi orang tua yang anaknya belum menikah di usia kepala tiga.

" Ahh sudahlah sepertinya memang aku harus mencari cara agar menikah dan orang-orang tidak curiga lagi dengan ku." Ucapnya sembari beranjak dari tempat duduknya meninggalkan ruang tamu.

****

Sementara itu Tamara baru saja kembali dari tempat dia bekerja sebelumnya dia sudah makan malam di luar.Sebenarnya biasanya dia masak di kontrakannya untuk menghemat uang tapi berhubung hari ini dia sedikit malam akhirnya dia memutuskan makan malam di luar.

Tamara meletakkan tasnya di atas meja kecil miliknya lalu mengambil ponsel dari saku bajunya yang belum di gantinya.

Tamara menghidupkan layar ponselnya sesuatu yang dia harapkan tidak terjadi membuatnya sedikit galau.

"Kenapa dia tidak mengirim pesan atau sekedar menghubungiku,apa dia hanya mempermainkan aku!!!! Apa aku yang terlalu mengharapkannya." Ucapnya dalam hati sedikit galau.

Sudah lama bekerja di restoran baru kali ini memang ada pria berkelas yang mau meminta nomor ponselnya,sejak dulu merasakan hidup yang miskin membuatnya sedikit lelah dan dia ingin mencari pria kaya yang mau menjadikan dirinya pendamping.

Tamara terus berulang-ulang menatap ponsel tapi hasilnya tetap saja nihil karena sudah lelah akhirnya dia tertidur pulas.

Keesokan paginya Tamara terbangun setelah alarm di ponselnya berbunyi dia buru-buru mengambil ponselnya dia masih berharap Doni mengirimnya pesan ternyata hasilnya tetap saja tidak ada.

"Dasar laki-laki tidak jelas,nyesal aku memberinya nomorku,ternyata dia hanya mempermainkan aku." Sungutnya sembari keluar dari tempat tidurnya.

****

Sementara itu di rumah mewahnya Doni keluar dari kamarnya dia hendak bersiap-siap berangkat ke kantor niatnya dia tidak ingin sarapan pagi karena dia sedikit malas bertemu mamanya.

"Doni kamu mau kemana? Kita sarapan dulu kenapa kamu malah ingin keluar?" Tanya mamanya saat dia hendak keluar dia tidak melihat mamanya berdiri di samping Gucci besar yang ada di sudut ruangan.

"Aku nga lapar ma...Aku buru-buru jadi nanti makan di luar saja." Jawab Doni kembali berjalan ingin meninggalkan mamanya.

"Ehh tunggu...!!! Doni bagi mama uang dong uang mama sudah habis hari ini mama dan teman-teman mau pergi shoping ke singapura jadi mama sudah tidak punya uang." Ucap mamanya dengan nada memelas.

"Uang lagi ma..!! selama bulan ini mama sudah menghabiskan hampir lima ratus juta,masih kurang juga." Jawab Doni sembari menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah mamanya.

"Itu nak...Teman-teman mama mengajak mama_

"Sudahlah ma...Aku akan transfer nanti,jangan terlalu boros ma...Aku tidak mudah mencari uang." Jawab Doni memotong ucapan mamanya dengan nada menekan.

" Akhirnya aku dapat uang lagi aku bisa shoping lagi,enaknya jadi orang kaya setiap hari foya-foya." Ucapnya dengan nada puas lalu dia duduk di sofa setelah itu mengambil ponsel miliknya.

Doni berangkat ke kantornya dengan mood yang sudah buruk,beberapa hari ini moodnya selalu berubah-ubah dia gampang sekali emosi kalau ada sedikit saja masalah yang menghampirinya.

" Brakkk....Alex apa yang terjadi kenapa pelanggan yang ada di Singapura hari ini komplain masalah kerja sama yang terjadi sebulan yang lalu" Teriak Doni setelah sampai di kantornya Doni melempar berkas yang tadi diberikan Alex kepadanya.

Alex menghela napas berat,jika bosnya mempersoalkan masalah kecil seperti ini itu artinya dia tau pri itu ada masalah.

"Maaf pak aku sudah menyelesaikan masalah itu,dan mereka sudah minta maaf." Jawab Alex dengan tenang.Sebesar apa pun emosi pria yang ada di depannya dia tidak pernah takut kepada pria itu karena dia sendiri tau cara menyelesaikan masalah itu.

" Hmmm......Apa kamu sudah menemukan makanan untukku hari ini,aku lagi nga mood bekerja hari ini." Ucapnya dengan nada yang sudah normal.

"Sudah pak aku akan mengantar bapak ke tempat biasa." Ucap Alex dengan bibir tersenyum tipis lagi-lagi bahagia karena bisa menjinakkan pria gila itu.

Alex mengantar Doni ke sebuah hotel bintang lima,hotel yang sangat menjaga privasi setiap pelanggannya, Alex mengantarnya sampai ke dalam kamar setelah itu dia keluar kamar dan dia akan menunggu bosnya sampai selesai.

Setelah menunggu hampir dua jam Alex kembali masuk ke dalam kamar,setelah Doni menyuruhnya masuk,setelah itu dia membayar pria yang sudah memuaskan Doni.

" Alex kamu ada tugas lagi,kamu tau restoran sentosa yang ada di jalan bunga, di sana ada pelayan yang bernama Tamara,urus dia agar menikah dengan ku,sepertinya dia wanita desa yang polos." Ucap Doni setelah pria bayarannya keluar dari dalam kamar.

Alex sangat kaget sekaligus bingung dia tau persis bosnya itu tidak normal bagaimana dia ingin menikah.

"A_ Apa menikah? menikah pak? Tanya Alex mengulangi pertanyaannya dia seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan pria yang ada di dekatnya.

"Iya memangnya ada yang salah,aku harus menyembunyikan aib ku di hadapan semua orang,dan aku mencari orang kampung itu lebih mudah di hadapi." Jawab Doni sembari memungut pakaiannya tanpa malu-malu di hadapan Alex.

"Dasar pria tidak normal bagaimana bisa dia telanjang di hadapan ku." Ucapnya dalam hati saat Doni berjalan melewatinya menuju kamar mandi.

" Ahh...Bagaimana nanti aku mengurusnya,jaman sekarang orang kampung dan orang kota mereka semua sudah sama-sama pintar tidak ada yang polos lagi." Ucapnya lagi dalam hati,dia sedikit pusing mengurusi masalah bosnya kali ini.

"Kami sudah saling kenal,bahkan aku sudah menyimpan kontaknya hanya saja aku tidak mengerti cara mendekati wanita,dan aku juga malas mengurusnya kamu saja yang turun tangan intinya aku akan menikah dengannya." Ucap Doni setelah keluar dari kamar mandi.

Alex hanya diam saja,mendapat beban tugas yang di berikan oleh bosnya,dia tidak mungkin membantah karena dia akan menerima bonus yang besar dalam segala tugas tambahan.

" Sekarang kamu bisa pergi ke restoran itu,aku akan kembali ke kantor karena masih banyak berkas yang harus ku pelajari."

"Hmm kenapa kita tidak pergi bersama untuk pertama kalinya pak,paling tidak agar wanita itu yakin bahwa aku ini suruhan bapak." Ucap Alex saat mereka hendak keluar kamar.

Doni tampak berfikir,sepertinya dia merasa ada benarnya dengan apa yang dikatakan asistennya itu.

"Baiklah,aku juga ingin semuanya selesai secepat mungkin." Ucap Doni.Setelah itu keduanya keluar dari kamar hotel.

❤️❤️❤️ bersambung ❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

Leerienna

Leerienna

cerita nya seru bikin penasaran bacanya

2025-01-23

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 41 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!