Tamara memutuskan untuk kembali tidur,dia cukup kecewa kepada suaminya karena meninggalkan dirinya sendirian di kamar itu setelah mengambil kesuciannya.
"Aku diperlakukan seperti sampah,dia pergi begitu saja setelah mendapat kesucian ku." ucapnya sembari menyeka air mata di sudut matanya.
"Sudahlah memangnya aku mengharapkan apa dari pria yang tidak pernah ramah dariku,biarlah dia seperti itu yang penting setoran lancar orang tua ku di kampung bisa menikmatinya juga." Ucapnya lagi menghibur dirinya sendiri.
Tamara membawa rasa kecewanya sampai ke alam mimpi,dia mengira pernikahan yang dijalaninya bisa seperti pernikahan orang normal pada umumnya tidur di pelukan pria yang dicintainya.
Jauh di lubuk hatinya perasaan suka itu sudah muncul di awal mereka bertemu tapi Tamara takut terlalu menunjukkan perasaannya itu.
*****
Keesokan paginya Tamara bangun pagi-pagi sekali lalu mandi wajib,setelah itu dia menonton televisi menunggu Doni muncul menemuinya.Tidak lama kemudian pintu di dorong dari luar sebenarnya Tamara sangat kesal tapi dia tidak berani memarahi pria itu.
" Kalau kamu lapar kamu bisa pesan sendiri untukmu." Ucap Doni dengan wajah datar seakan tidak terjadi sesuatu sementara Tamara sudah sangat marah karena di tinggalkan tidur sendiri di kamar itu setelah merenggut kesuciannya.
" Kenapa kamu meninggalkan aku sendirian di kamar ini semalam pak?" Tamara memberanikan diri untuk bertanya kepada pria itu.
" Jangan bicara sembarangan kepada ku,kamu lihat dirimu apa pantas bicara padaku,berbicaralah saat aku bertanya,diam lah saat aku tidak bicara kamu paham,ikuti peraturan yang ku buat paham!!!?" Jawab Doni ketus membuat Tamara tidak berani lagi membuka mulut.
Setelah keduanya terdiam beberapa saat Doni melempar amplop coklat ke hadapan Tamara sepertinya Doni memberinya uang.
" Ini uang lima juta rupiah untuk pegangan mu dan membeli apa pun yang kamu inginkan,gantilah gaya mu setidaknya sesuaikan dengan status mu yang sudah menjadi istri orang kaya." Ucap Doni setelah itu dia meninggalkan Tamara di kamar itu.
" Lima juta rupiah? sedikit sekali terus kebutuhan orang tua ku bagaimana? dia kaya dan sombong kenapa hanya bisa memberikan uang segini untukku? lagian dia suamiku kenapa dia selalu meninggalkan aku disini sendirian?" Ucapnya mulai kesal dengan sikap Doni.
Lama sekali Tamara termenung sambil menatap amplop coklat berisi uang pemberian suaminya dia tidak menyangka selain arogan ternyata pria itu pelit juga.
" Apa tujuan dia menikahi ku? kenapa dia begitu cuek dan angkuh kepada ku?" Berbagai pertanyaan bermunculan di pikirannya dia mencoba mengingat awal pertemuannya sama sekali tidak ada yang istimewa hingga membuatnya penasaran kenapa pria itu menikahinya.
" Apa mungkin dia punya wanita lain? kalau dia punya untuk apa dia menikahi ku? lagian dia membuat pesta pernikahan yang cukup mewah." Lagi-lagi pertanyaan demi pertanyaan bermunculan di pikirannya.
Brakk!!!
" Ini paspor untukmu,besok kita berangkat ke Eropa,pakai uang yang aku berikan tadi untuk membeli baju yang layak kamu pakai besok." Tiba -tiba Doni kembali lalu memberikan sebuah buku kecil untuknya.
"A_apa ke Eropa? apa ini benar?" Tamara kaget seperti mimpi rasanya saat begitu mudahnya pria itu mengajaknya berlibur ke Eropa.
" Tentu saja benar,nikmati saja menjadi istri orang kaya,kamu belum pernah ke luar negri pastinya nikmati saja jika aku memberikan sesuatu di luar kemampuan mu." Jawab pria itu dengan nada melecehkan membuat Tamara terdiam lalu menelan ludahnya yang terasa kecut.
" Kamu pergilah belanja sekarang."
"Aku naik apa?"
"Terserah kamu emangnya aku peduli,dasar bodoh kamu pikir aku mau menemanimu." Jawab Doni lagi membuat Tamara malu dan kehilangan harga diri.
" Pergilah jangan sampai membuatku malu nanti." Doni segera meninggalkan Tamara lagi di kamarnya.
" Baiklah aku akan pergi." Tamara keluar dari kamarnya sebenarnya dia sedikit gugup keluar dari kamar itu,dia belum pernah keluar masuk hotel mewah.
Tamara memberanikan diri untuk keluar sendiri,dia menghela napas lega setelah dia berhasil keluar dari gedung tanpa drama kesasar.
" Ternyata tidak sesulit yang aku bayangkan,aku harus membiaskan diri menjadi wanita mandiri." Ucapnya dalam hati.Dia berjalan kaki menyusuri jalanan melewati gedung-gedung pencakar langit setelah berjalan beberapa meter baru dia menemui toko yang sedikit lebih ramah di kantongnya.
Tamara masuk ke dalam toko,benar saja baju-baju di sana cukup ramah harganya padahal baju-baju di sana cukup bagus menurutnya.Setelah membeli beberapa baju,sepatu dan tas dia juga tidak lupa membeli peralatan make up dia ingin belajar menjadi orang kaya.
"Sepertinya bulan ini aku tidak bisa mengirim,semoga saja bapak dan ibu mengerti nanti." Ucapnya dalam hati.
Setelah semua kebutuhannya terpenuhi Tamara keluar dari toko,lalu kembali ke hotel,hari ini dia cukup puas,baru kali ini dia menghabiskan uang sampai tiga juta untuk menyenangkan dirinya sendiri.Sepanjang jalan dia tersenyum dia merasa harapannya dari dulu punya suami orang kaya akhirnya terpenuhi.
" Ternyata begini rasanya jadi orang kaya,makan makanan enak di restoran jalan-jalan keluar negri dan belanja sesuka hati tanpa memikirkan pekerjaan." Ucapnya dalam hati sambil tersenyum kecil.
"Tak apalah batin tersiksa intinya uang mengalir terus,lagian kalau aku menuruti semua kemauannya pasti lama-lama dia akan jatuh hati padaku." Ucapnya dalam hati.Dia membuka pintu kamarnya ternyata suaminya sudah menunggunya di sana.
"Jangan sampai kamu menghabiskan uang yang aku berikan." Ucap pria itu dengan pandangan fokus ke ponselnya dia hanya menoleh sedikit kepadanya.
" Baik pak." Jawab Tamara.
*****
sore harinya mereka diantar oleh Alex berangkat ke bandara,ada rasa takut di hati Tamara wajar saja baru kali ini pergi ke luar negri bersama pria asing yang baru saja menikahinya.
Setelah sampai di bandara mereka langsung proses menaiki pesawat dan ternyata keduanya tidak duduk bersama Tamara jauh di belakang sementara Doni berada di ruang bisnis.
" Ya sudah dimana pun tempat duduknya yang penting naik pesawat,lagian ini pertama kalinya aku naik pesawat aku harus menikmatinya." Ucapnya lagi menghibur diri sendiri.
" Sayang seharusnya kamu tidak membawa perempuan itu,untuk apa kamu menghabiskan uang untuk dia." Ucap pria yang ada di samping Doni.
Dia pacar Doni,dia membawa kekasihnya padahal ini acara honeymoon nya tapi dia malah membawa pasangan gay nya dan Tamara hanya sebagai penutup aibnya.
" Biarlah sayang,yang penting kita menghabiskan waktu berdua,jangan marah nanti aku belikan ponsel keluaran terbaru." Jawab Doni menghibur pasangannya itu.
Setelah melakukan penerbangan yang cukup lama akhirnya mereka sampai di bandara tujuan,Tamara terbangun dari tidurnya setelah di bangunkan pramugari.Mabuk udara membuatnya sangat lelah hingga dia tertidur sepanjang perjalanan.
❤️❤️❤️ bersambung ❤️❤️ ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments