Bab 19 : Skorsing

Agam menarik nafasnya dalam-dalam melihat penampilan istrinya yang kacau. Rambut sudah mirip singa betina. Pakaian compang-camping mirip gelandangan pencari sampah rongsok. Ditambah seragam bagian lengan terkoyak sedikit, membuat kulit lengan Liora terekspos jelas.

Poin pentingnya, semua siswa siswi yang terlibat perkelahian itu mendapat sanksi dari kepala sekolah. Mereka diskors dua hari, belajar di rumah.

Liora menatap manik suaminya lamat-lamat. Tatapan Agam sangat tegas dan tajam. Tiba-tiba nyali gadis itu langsung menciut.

Saat Agam menyetir mobil, wajahnya tetap kaku dengan mata yang tajam memandang lurus ke depan. Tak ada satu kata pun yang terlontar dari bibirnya, yang hanya semakin memperkuat aura negatif yang terasa menggantung di udara. Liora yang duduk di sampingnya mencoba menelaah pikirannya, namun semakin dia memikirkannya, semakin ia merasa takut. Otot-ototnya tegang, tangan kanannya pelan-pelan meremas roknya dalam kecemasan.

"Aa......!"

"Pakai jaket Aa....!" Ucap Agam memberhentikan mobilnya, lalu mengambil jaket di kursi penumpang.

"Kalau kamu pulang dalam keadaan seperti itu, pasti bunda dan ayah akan berpikir yang macam-macam!' ketus pria itu pada istrinya. Merasakan perbedaan sikap suaminya, membuat Liora tidak nyaman.

"Maaf, Aa. Sebenarnya aku sudah menolak ajakan Doraemon dan Sinchan." Mendengar nama-nama aneh yang disebut oleh Liora membuat Agam memicingkan matanya.

"Eh, maksudnya.....Dora dan Sinta." Kekeh Liora langsung mengganti panggilan sahabatnya saat sang suami melotot.

"Sungguh, Aa. Tadinya aku benar-benar menolak....! Tapi mereka maksa.....!"

"Terus kenapa kamu sampai terlibat perkelahian itu? Sampai diskors pula....????" omel Agam.

"Gimana kalo bunda tahu? Ayah tahu? Bisa berbuntut panjang, Liora ....!" pekik Agam kesal sendiri.

Liora yang merasa bersalah, ia pun tidak menyangkal itu. Gadis itu hanya menunduk dalam-dalam.

Agam mengembuskan napasnya panjang. Lalu melirik istrinya yang menunduk tanpa kata. Mendadak hatinya tidak tega.

Apakah aku terlalu keras???

"Sebaiknya selama masa skorsing, kamu bisa instrospeksi diri!" tegas Agam.

"Iya, Aa.....!"

******

Selama diskors, Agam tidak membiarkan istrinya keluyuran di luar rumah. Full, Agam menyuruh sang istri berdiam diri di rumah. Untung bunda dan ayahnya mengantar Raisa kembali ke Jogja. Tempat Raisa mondok disana.

Kalau mereka sampai tahu, bisa semakin runyam urusannya.

Sebagai hukuman karena Liora melanggar peraturan yang dibuat Agam, gadis itu benar-benar dibuat sibuk belajar oleh Agam.

Pagi, siang bahkan malam. Pria itu tidak henti memberikan tugas untuk dikerjakan istrinya. Awalnya Liora sempat menolak, namun lagi-lagi Agam mengancamnya. Membuat gadis itu sama sekali tidak berkutik dengan ancaman tersebut.

Terlihat raut kesal pada wajah cantik Liora. Ingin rasanya ia pukul pantat sang suami. Ingin rasanya pula ia tabok kepalanya. Tapi Liora yang masih ingat dosa hanya mengumpat dan merutuk dalam hati.

Menyebalkan!!!!

Agam bukan hanya menyuruhnya untuk rajin belajar. Suaminya itu juga menyuruhnya untuk melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring bekas makan mereka, membereskan kamar pribadi, dan mencuci bajunya dan baju Agam.

Ribet emang orang atu.

Apa gunanya art coba? Kalau nyuci harus dia yang lakukan.

Katanya sih mengurus keperluan suami adalah tugas dan kewajibannya.

Perlu pemirsa tau. Selama ini Agam emang nyuci sendiri pakaian berserta dalam-dalamannya. Meski ada dua art yang bekerja di rumah, Agam tak pernah mengandalkan dua art-nya tersebut untuk masalah mencuci pakaiannya.

Namun karena sekarang dia sudah berkeluarga, Agam pun menyerahkan tugas mencuci baju pada istrinya, Liora.

Alhasil, sekarang Liora sedang sibuk mencuci bajunya sendiri dan baju sang suami.

Selesai mencuci, Liora merentangkan punggungnya sejenak sebelum mengangkat ember berat penuh baju basah. Pelan-pelan dia melangkah menuju belakang rumah tempat menjemur. Agam yang melihatnya dari kejauhan, segera merasa iba dan bergegas mendekati.

"Sini kasih ke Aa, biar Aa yang angkat," ucapnya sambil mengambil alih beban dari tangan Liora.

Ekspresi lega terpancar di wajah Liora saat Agam mengambil alih tugas berat itu.

Dari tadi kek!

Karena tidak tega, pria itu turut membantu istrinya menjemur pakaian.

Dari kejauhan, kedua pembantu mereka yang tengah sibuk dengan sapu dan pel, menyadari apa yang terjadi. Seulas senyum simpul tercipta di bibir mereka, seolah ada kebahagiaan kecil dalam rutinitas yang terkadang terasa monoton tersebut.

"Uhhh, capeknya....!" Liora menarik nafas berat sambil menyeka keringat di kening dan leher.

Dengan bangga dia menatap baju-baju yang sudah terjemur ditali jemuran. Pertama kalinya dalam hidup, dia benar-benar terlibat dalam urusan pekerjaan rumah tangga, dan dia merasakan betapa beratnya.

Sambil terengah-engah, dia mulai memahami mengapa Mirnawati, mamanya, sering terdengar ngomel dan marah tanpa alasan yang jelas. Ternyata, kelelahan bisa benar-benar menggerogoti kesabaran seseorang.

"Pantesan mama sering ngomel," gumamnya sendiri, mencoba mengumpulkan energi. Setelah rasa capek sedikit hilang, barulah gadis itu membawa ember kosong tadi untuk diletakkan kembali ke tempatnya.

"Minum ini!" tiba-tiba Agam datang menyodorkan segelas es jeruk.

"Apa ini, Aa?" tanya Liora yang terkejut melihat sang suami tiba-tiba menyodorkan es jeruk tersebut.

"Kamu aus kan? Ini Aa buatin es jeruk buat kamu....!"

Wah, ternyata nggak buruk juga punya suami kayak Pak Agam! Perhatian! Gumam Liora dalam hati, terkikik senang.

"Terima kasih!" Liora pun tanpa malu-malu menerima itu, dan langsung menghabiskan minuman yang dibuat suaminya itu.

"Sudah siang. Sebaiknya kamu mandi. Terus sholat dhuhur!"

Selesai mandi dan sholat, Liora keluar dari kamar. Perutnya keroncongan, minta diisi. Apalagi tadi dia baru saja mengeluarkan tenaga yang begitu banyak, membuat perutnya terasa sangat lapar. Karena energinya terkuras habis.

Sampai di ruang makan, Liora melihat Agam, suaminya, sedang sibuk di dapur. Mata gadis itu mengerjap lucu, melihat Agam sedang sibuk dengan peralatan memasak.

Wow, sejak kapan Pak Agam bisa memasak? Gumam Liora di dalam hati.

Baru pertama kali Liora melihat suaminya terjun ke dapur. Dan itu sungguh diluar dugaannya.

Pria tampan itu terlihat begitu lihai dengan peralatan dan bumbu dapur.

"Aa bisa masak?" tanya Liora mendekat ke arah dapur dan duduk di kursi yang memang disediakan di sana.

"Seperti yang kamu lihat....!"

"Wow, luar biasa!" beo gadis itu merasa takjub, "Sejak kapan, Aa? Aa terlihat sangat lihai?"

"Masak kayak gini mah kecil. Aa sudah terbiasa dengan kehidupan mandiri. Dulu saat dipondok, Aa bahkan pernah belajar dengan tukang masak pondok!"

"Wah, keren.....!" puji Liora, masih merasa takjub.

Ternyata selain tampan, Soleh, dan pintar, Agam juga pandai memasak. Nggak seperti dirinya. Masak telor aja hampir membuat kebakaran satu rumah. Jelas saja, semenjak kejadian itu, Mirna Wati tak pernah mengizinkannya lagi ke dapur.

Liora jadi sadar bahwa terlalu banyak kekurangan dalam dirinya. Kurang pintar, kurang rajin, kurang luwes, kurang feminim, kurang segalanya.

Gadis itu pun hanya meringis, berkecil hati.

"Sudah siap! Ayo kita makan siang!" ajak Agam membuat lamunan Liora langsung buyar.

"Ah, I-iya!"

"Aa masak sendiri, emang dimana Bi Lilis dan Bi Sri?" tanya Liora menarik kursi untuk ia duduki.

"Ish, kamu merusak suasana romantis.....!" ucap Agam.

"Eh, maksudnya.....?"

"Aku sengaja lakuin ini, LIORA. BIAR ROMANTIS. ROMANTIS. KAMU PAHAM NGGAK SIH?"

"Heh.....?!?"

Bersambung....

Xixixixixi ....

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

terkadang terlalu memanjakan seorang anak dengan melarang mengerjakan pekerjaan rumah tuh bisa jadi bumerang yah bagi sang anak bila besar nanti,,,

2024-12-31

0

Christina Hartini

Christina Hartini

Liora tahunya balapan, tawuran yg biasanya mainan anak cowok 🤭 Aa sih gk pernah nyenggol mainan kayak gi

2025-02-14

0

نور✨

نور✨

gak paham pak guru, Liora kan kerjaan tawuran, gak paham romantis² lah🤣🤣... pak guru ajarin Liora lah

2024-12-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Liora Konyol
2 Bab 2 : Dihukum
3 Bab 3 : Tawuran
4 Bab 4 : Ngemol
5 Bab 5 : Baju Mirip Gelandangan
6 Bab 6 : Kondangan
7 Bab 7 : Jika Dia Bukan Pengantin Prianya, Lalu siapa?
8 Bab 8 : Kacau Balau
9 Bab 9 : Dipanggil Yai
10 Bab 10 : Kamu Harus Bertanggungjawab
11 Bab 11 : Sah
12 Bab 12 : Hotel
13 Bab 13 : Kita Suami Istri
14 Bab 14 : Suami Mesum
15 Bab 15 : Berkemas
16 Bab 16 : Senyum Itu Ibadah
17 Bab 17 : Apa-apaan Dia
18 Bab 18 : Mereka Bukan Mahram
19 Bab 19 : Skorsing
20 Bab 20 : Mulai Belajar Ngaji
21 Bab 21 : Back To School
22 Bab 22 : Bukannya Itu Liora dan Pak Agam????
23 Bab 23 : Jangan Sebarin Berita Bohong!!!!
24 Bab 24 : Jadi Beneran Lo Dah Married????
25 Bab 25 : Wanita Jadi-jadian
26 Bab 26 : Gue Kejar Lo Sampai Dapet
27 Bab 27 : Cewek Tadi Siapa?
28 Bab 28 : Suami
29 Bab 29 : Jatuh Cinta
30 Bab 30 : Mirip Pentungan Pak Satpam
31 Bab 31 : Kamu Cemburu?!?
32 Bab 32 : Itu Namanya Jatuh Cinta, Dodol?
33 Bab 33 : Kutukan Kamu Kayaknya Bener???
34 Bab 34 : Sakit
35 Bab 35 : Mantan Emang Harus Dihempaskan
36 Bab 36 : Kissing
37 Bab 37 : Terbawa Suasana
38 Bab 38 : Lingerie-nya Mana?
39 Bab 39 : Naila Syok
40 Bab 40 : Dikira Alergi Seafood
41 Bab 41 : Akhirnya.....
42 Bab 42 : Tanda Merah Di Leher
43 Bab 43 : Bu Naila Mencari Gara-gara
44 Bab 44 : Keluhan Liora
45 Bab 45 : Begal
46 Bab 46 : Begal 2
47 Bab 47 : Kedatangan Papa dan Mama
48 Bab 48 : Penguntit
49 Bab 49 : Tito Patah Hati
50 Bab 50 : Tito Mogok Makan
51 Bab 51 : Suasana Di Kantin Sekolah
52 Bab 52 : Sidang
53 Bab 53 : Kami Sudah Menikah?
54 Bab 54 : Dikeluarkan Dari Sekolah
55 Bab 55 : Penyesalan Papa dan Mama
56 Bab 56 : Perjalanan Ke Cirebon
57 Bab 57 : Pondokan Mbah Yai
58 Bab 58 : Cosplay Jadi Monyet
59 Bab 59 : Dengerin Ceramah
60 Bab 60 : Pengen Mondok
61 Bab 61 : Aku Ingin Memantaskan Diri
62 Bab 62 : Mirip Balonnya Gio
63 Bab 63 : Curhatan Tito
64 Bab 64 : Rumah Sakit
65 Bab 65 : Darul Ilmi
66 Bab 66 : Diterima Jadi Santriwati
67 Bab 67 : Seminggu Berlalu
68 Bab 68
69 Bab 69 : Kangen-kangenan
70 Bab 70 : Lingerie Merah
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74 : Abang Kamu Kah?????
75 Bab 75 : Lah, Wong Sudah Sah Kok????
76 Bab 76 : Kedatangan Agam
77 Bab 77 : Ngidam
78 Bab 78
79 Bab 79
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Liora Konyol
2
Bab 2 : Dihukum
3
Bab 3 : Tawuran
4
Bab 4 : Ngemol
5
Bab 5 : Baju Mirip Gelandangan
6
Bab 6 : Kondangan
7
Bab 7 : Jika Dia Bukan Pengantin Prianya, Lalu siapa?
8
Bab 8 : Kacau Balau
9
Bab 9 : Dipanggil Yai
10
Bab 10 : Kamu Harus Bertanggungjawab
11
Bab 11 : Sah
12
Bab 12 : Hotel
13
Bab 13 : Kita Suami Istri
14
Bab 14 : Suami Mesum
15
Bab 15 : Berkemas
16
Bab 16 : Senyum Itu Ibadah
17
Bab 17 : Apa-apaan Dia
18
Bab 18 : Mereka Bukan Mahram
19
Bab 19 : Skorsing
20
Bab 20 : Mulai Belajar Ngaji
21
Bab 21 : Back To School
22
Bab 22 : Bukannya Itu Liora dan Pak Agam????
23
Bab 23 : Jangan Sebarin Berita Bohong!!!!
24
Bab 24 : Jadi Beneran Lo Dah Married????
25
Bab 25 : Wanita Jadi-jadian
26
Bab 26 : Gue Kejar Lo Sampai Dapet
27
Bab 27 : Cewek Tadi Siapa?
28
Bab 28 : Suami
29
Bab 29 : Jatuh Cinta
30
Bab 30 : Mirip Pentungan Pak Satpam
31
Bab 31 : Kamu Cemburu?!?
32
Bab 32 : Itu Namanya Jatuh Cinta, Dodol?
33
Bab 33 : Kutukan Kamu Kayaknya Bener???
34
Bab 34 : Sakit
35
Bab 35 : Mantan Emang Harus Dihempaskan
36
Bab 36 : Kissing
37
Bab 37 : Terbawa Suasana
38
Bab 38 : Lingerie-nya Mana?
39
Bab 39 : Naila Syok
40
Bab 40 : Dikira Alergi Seafood
41
Bab 41 : Akhirnya.....
42
Bab 42 : Tanda Merah Di Leher
43
Bab 43 : Bu Naila Mencari Gara-gara
44
Bab 44 : Keluhan Liora
45
Bab 45 : Begal
46
Bab 46 : Begal 2
47
Bab 47 : Kedatangan Papa dan Mama
48
Bab 48 : Penguntit
49
Bab 49 : Tito Patah Hati
50
Bab 50 : Tito Mogok Makan
51
Bab 51 : Suasana Di Kantin Sekolah
52
Bab 52 : Sidang
53
Bab 53 : Kami Sudah Menikah?
54
Bab 54 : Dikeluarkan Dari Sekolah
55
Bab 55 : Penyesalan Papa dan Mama
56
Bab 56 : Perjalanan Ke Cirebon
57
Bab 57 : Pondokan Mbah Yai
58
Bab 58 : Cosplay Jadi Monyet
59
Bab 59 : Dengerin Ceramah
60
Bab 60 : Pengen Mondok
61
Bab 61 : Aku Ingin Memantaskan Diri
62
Bab 62 : Mirip Balonnya Gio
63
Bab 63 : Curhatan Tito
64
Bab 64 : Rumah Sakit
65
Bab 65 : Darul Ilmi
66
Bab 66 : Diterima Jadi Santriwati
67
Bab 67 : Seminggu Berlalu
68
Bab 68
69
Bab 69 : Kangen-kangenan
70
Bab 70 : Lingerie Merah
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74 : Abang Kamu Kah?????
75
Bab 75 : Lah, Wong Sudah Sah Kok????
76
Bab 76 : Kedatangan Agam
77
Bab 77 : Ngidam
78
Bab 78
79
Bab 79

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!