Bab 12 : Hotel

"Kamu nggak nanya kita mau kemana?" tanya Agam pada istri kecilnya.

"Terserah!" jawab Liora galak. Ternyata Agam membawa gadis itu ke sebuah hotel. Liora hanya pasrah, tapi di dalam otaknya dia sedang menyusun rencana buat kabur.

Mimpi apa gue semalam? Nikah muda sama guru sendiri!

Ya Ampun, lama-lama gue bisa gila!

Apa gue kabur aja?

Minggat gitu. Kayak dipelem-pelem. Tapi... kalau gue minggat, mereka semua pada heboh nggak ya?

Gimana kalau heboh semua?!?

Gara-gara video saja, Pak Yai masuk RS, yang heboh satu RT. Nah ini kalau gue minggat, terus Pak Yai denger, lalu drop, gue juga yang entar disalahin.

Duhhh, Napa gue jadi kejebak begini sih?!?

Sebel, sebel, sebel.....

"Ayo turun! Kamu mau tidur di mobil?" tanya Agam mengajaknya turun.

Liora masih bergeming. Sama sekali tidak ada gerakan dari tubuhnya untuk turun dari mobil.

"Mau saya gendong?"

Sontak mata Liora membulat, ia langsung keluar dari mobil dengan sedikit menghentakkan kakinya. Melihat itu, Agam seperti sengaja pura-pura tidak tahu dan tidak mau tahu.

Liora berjalan dengan langkah yang terburu-buru, seakan-akan ingin melampiaskan amarahnya dengan meninggalkan suaminya, Agam, yang masih tertinggal di belakang. Namun, ketika ia mencoba memasuki ruangan, seorang security menghadangnya.

"Maaf, dia datang bersama saya!" Agam tiba-tiba saja muncul di belakang Liora.

Wajah security itu tampak tidak enak hati saat ia berbicara, "Ah, maaf. Saya kira mbaknya ini bolos sekolah, dan sedang janjian sama om-om!"

Liora terkejut, matanya membulat. Ia tidak menyangka security bisa berpikir sejauh itu tentang dirinya. Hotel apa ini? Gumamnya dalam hati.

"Hotel ini memang khusus untuk pasangan yang sedang honeymoon. Makanya security itu mengira kamu gadis yang..." bisik Agam menjeda kalimatnya, tapi Liora sudah paham maksud suaminya itu.

"Kenapa harus ke hotel kayak gini?" Liora bertanya, rasa tidak percaya bercampur kesal menggema dalam suaranya.

"Bukan saya yang booking. Kakek yang sudah membookingnya jauh hari. Sebenarnya ini sudah dibooking untuk honeymoon saya dan Sarah. Tapi karena kamu yang menikah dengan saya, jadi kamu yang menggantikan Sarah. Sayang uangnya, kalau nggak kita manfaatkan!" ucap Agam dengan ekspresi datar, tapi bibirnya terlihat berkedut.

"Cih, siapa juga yang mau honeymoon sama bapak?" decak gadis itu terlihat sewot banget.

Agam terkekeh geli dalam hati.

"Ayo!" ajaknya.

"Kemana?"

"Kamar kita berada di lantai 7."

"Ck, tidak usah digandeng juga bisa jalan sendiri?" dumel Liora, tapi langkahnya tetap mengikuti Agam dari belakang.

Agam menggunakan kartu untuk membuka kamar hotel. Pintu terbuka, ia menoleh ke belakang, tersenyum dan memberi isyarat kepada Liora untuk masuk terlebih dahulu.

Mata Liora langsung membelalak saat ia melangkah masuk, kaget melihat hanya satu tempat tidur yang dilapisi kelopak mawar merah berceceran. Di tengahnya, terdapat handuk yang ditata rapi membentuk sepasang angsa yang sedang berciuman. Merona menyelinap di pipi Liora, ia tertunduk malu, semburat merah terlihat di pipinya.

"Ke-kenapa cuma satu tempat tidur?" tanya Liora pada Agam.

"Lah, memang seharusnya satu tempat tidur kan? Kamu maunya berapa tempat tidur?"

"Pak Agammmmm......!" Liora menggeram kesal.

"Kenapa? Apa ada yang salah?"

"Saya nggak mau satu tempat tidur. Pokoknya saya tidur di kasur, Pak Agam tidur di sofa," ujar gadis itu.

"Ya nggak bisa. Saya paling nggak bisa tidur di sofa. Kalau kamu nggak mau tidur di kasur yang sama, ya kamu bisa tidur di sofa!"

"Bapak kok tega nyuruh saya tidur di sofa? Kalau saya masuk angin gimana? Terus saya sakit gimana?"

"Kalau gitu kita tidur satu kasur. Gampang kan?"

"Ih, Pak Agam emang nyebelin!" sungut Gadis itu.

"Kamu mau kemana?" tanya Agam melihat istri kecilnya itu berjalan ke arah pintu.

"Saya mau pergi. Saya nggak mau tidur sama pak Agam. Lagipula saya ini masih kecil, Pak. Belum pantes jadi istri. Napa bapak manut-manut aja sih? Bapak nggak mikir apa, gara-gara bapak masa depan saya hancur!" cerocos gadis itu.

"Masa depan mana yang saya hancurkan? Bahkan saya tidak melarang kamu berhenti sekolah. Meski kita sudah menikah, saya tidak melarang kamu untuk mengejar mimpi kamu. Cita-cita kamu. Lalu kesalahan saya dimana?"

Liora menatap benci ke arah Agam. Sama sekali tidak ada takut-takutnya. Bahkan ia mengangkat dagunya tinggi-tinggi.

"Saya itu belum siap untuk menikah. Napa waktu itu bapak setuju-setuju saja sih? Harusnya kan bapak nolak!" sungut gadis itu.

"Saya paling gak bisa mengecewakan kakek. Kakek itu sudah sepuh, kalau kepikiran sedikit, tensinya langsung naik. Kamu tahu, orang tua yang tensinya terlalu tinggi, bisa kena stroke atau jantung. Saya nggak mau itu terjadi. Apa saya salah?" jelas Agam panjang lebar, "Kita jalani pernikahan ini pelan-pelan saja!"

"Saya nggak mau. Lagipula saya masih ingin bebas. Masih ingin main sepuasnya. Saya juga masih ingin ikut tawuran. Belum tentu saya diperbolehin ini dan itu sama bapak!" keukeh Liora keras kepala.

Agam justru mendekati istrinya, membuat Liora menatap deg-degan.

"Bapak mau apa? Jangan macem-macem ya! Saya tonjok nih? Saya pernah ikut karate waktu SD, sabuk putih loh. Jangan macem-macem ya!" Liora ambil kuda-kuda.

Sudut bibir Agam berkedut mendengar colotehan istrinya. Semua orang juga tahu, sabuk putih itu hanya untuk pemula karate. Tapi gaya Liora mirip senior aja, pas di deketin malah gemetaran.

"Ck, gayanya sok jagoan. Baru dideketin udah gemetaran kayak gitu. Kamu pikir saya mau ngapain?"

"A-a-pa?"

"Saya tidak akan menyentuh kamu sebelum kamu sendiri yang meminta. Saya tidak mau kamu terpaksa melayani saya. Lagian kamu juga masih sekolah, saya tidak mau menghancurkan masa depan kamu!" ujar Agam.

"Beneran, Pak? Bapak nggak akan nyentuh saya? Janji ya?" Liora nampak senang. Dia seperti mendapat angin segar.

"Iya. Tapi selama jadi istri saya, kamu harus nurut. Tidak boleh membangkang!"

"Iya. Iya. Saya sebenarnya nurut kok. Saya juga anak baik sebenarnya!"

"Nah, itu bagus. Saya ingin, kamu jadi cewek yang anggun dan Solehah. Bisa?"

"Heh, maksudnya?"

"Maksud saya. Saya ingin kamu jadi wanita yang feminim. Nggak pecicilan. Disiplin. Dan yang paling penting solehah!" ucap Agam menekan kata Solehah dalam kalimatnya.

"Kalau itu sih saya nggak janji, Pak! Bapak kan tau, saya seperti apa....!"

"Ya udah kalau kamu nggak mau berubah. Kalau begitu malam ini, layani saya....!"

"Eh, kok gitu?" mata Liora membola.

"Itu hukuman karena kamu nggak nurut sama saya!"

"Akan saya usahakan," jawab Liora nyengir.

"Ya udah kalau begitu, layani saya malam ini!" Agam menggandeng tangan istri kecilnya menuju tempat tidur.

"Tu-tunggu. Oke. Saya akan nurut. Tapi nggak gini juga kan? Masa iya saya harus nurutin semua perkataan bapak!"

"Iyalah. Karena sekarang saya suami kamu. Itu kalau kamu inget!"

"Ish, nyebelin banget sih nih orang?" gumam Liora dalam hati.

"Saya tahu kamu sedang mengumpati saya dalam hati....!"

Degh....

"Dari mana dia tahu? Ya Ampun! Apa dia cenayang? Apa dia bisa baca isi hati orang?" gumamnya lagi.

"Iya, Saya akan nurut. Bapak tenang saja."

"Tenang apa?"

"Emmmm, Saya nggak akan pecicilan lagi. Saya juga nggak akan buat onar. Bikin huru hara. Gitu kan?"

Agam manggut-manggut, "Bagus!"

"Kalau tawuran, masih boleh nggak?!?"

"NGAAAAAAAAAKKKKKKKK!"

Bersambung....

Xixxiixixi..

Komen ya..

🤗🤗😋😋😋😋

Terpopuler

Comments

Christina Hartini

Christina Hartini

hahaha dasar barbar suruh jd orang yg Sholehah malah tanya tawuran boleh...jelas enggakkk😀😀😀🥰🥰🥰

2024-12-17

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

ampun bocah yah, masih aja nawar mau tawuran🙉🙉🙉

2024-12-30

0

Queen Aliyah

Queen Aliyah

kudu sabar bnyk "p Agam ngadepin lion ☺️☺️

2024-12-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Liora Konyol
2 Bab 2 : Dihukum
3 Bab 3 : Tawuran
4 Bab 4 : Ngemol
5 Bab 5 : Baju Mirip Gelandangan
6 Bab 6 : Kondangan
7 Bab 7 : Jika Dia Bukan Pengantin Prianya, Lalu siapa?
8 Bab 8 : Kacau Balau
9 Bab 9 : Dipanggil Yai
10 Bab 10 : Kamu Harus Bertanggungjawab
11 Bab 11 : Sah
12 Bab 12 : Hotel
13 Bab 13 : Kita Suami Istri
14 Bab 14 : Suami Mesum
15 Bab 15 : Berkemas
16 Bab 16 : Senyum Itu Ibadah
17 Bab 17 : Apa-apaan Dia
18 Bab 18 : Mereka Bukan Mahram
19 Bab 19 : Skorsing
20 Bab 20 : Mulai Belajar Ngaji
21 Bab 21 : Back To School
22 Bab 22 : Bukannya Itu Liora dan Pak Agam????
23 Bab 23 : Jangan Sebarin Berita Bohong!!!!
24 Bab 24 : Jadi Beneran Lo Dah Married????
25 Bab 25 : Wanita Jadi-jadian
26 Bab 26 : Gue Kejar Lo Sampai Dapet
27 Bab 27 : Cewek Tadi Siapa?
28 Bab 28 : Suami
29 Bab 29 : Jatuh Cinta
30 Bab 30 : Mirip Pentungan Pak Satpam
31 Bab 31 : Kamu Cemburu?!?
32 Bab 32 : Itu Namanya Jatuh Cinta, Dodol?
33 Bab 33 : Kutukan Kamu Kayaknya Bener???
34 Bab 34 : Sakit
35 Bab 35 : Mantan Emang Harus Dihempaskan
36 Bab 36 : Kissing
37 Bab 37 : Terbawa Suasana
38 Bab 38 : Lingerie-nya Mana?
39 Bab 39 : Naila Syok
40 Bab 40 : Dikira Alergi Seafood
41 Bab 41 : Akhirnya.....
42 Bab 42 : Tanda Merah Di Leher
43 Bab 43 : Bu Naila Mencari Gara-gara
44 Bab 44 : Keluhan Liora
45 Bab 45 : Begal
46 Bab 46 : Begal 2
47 Bab 47 : Kedatangan Papa dan Mama
48 Bab 48 : Penguntit
49 Bab 49 : Tito Patah Hati
50 Bab 50 : Tito Mogok Makan
51 Bab 51 : Suasana Di Kantin Sekolah
52 Bab 52 : Sidang
53 Bab 53 : Kami Sudah Menikah?
54 Bab 54 : Dikeluarkan Dari Sekolah
55 Bab 55 : Penyesalan Papa dan Mama
56 Bab 56 : Perjalanan Ke Cirebon
57 Bab 57 : Pondokan Mbah Yai
58 Bab 58 : Cosplay Jadi Monyet
59 Bab 59 : Dengerin Ceramah
60 Bab 60 : Pengen Mondok
61 Bab 61 : Aku Ingin Memantaskan Diri
62 Bab 62 : Mirip Balonnya Gio
63 Bab 63 : Curhatan Tito
64 Bab 64 : Rumah Sakit
65 Bab 65 : Darul Ilmi
66 Bab 66 : Diterima Jadi Santriwati
67 Bab 67 : Seminggu Berlalu
68 Bab 68
69 Bab 69 : Kangen-kangenan
70 Bab 70 : Lingerie Merah
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74 : Abang Kamu Kah?????
75 Bab 75 : Lah, Wong Sudah Sah Kok????
76 Bab 76 : Kedatangan Agam
77 Bab 77 : Ngidam
78 Bab 78
79 Bab 79
Episodes

Updated 79 Episodes

1
Bab 1 : Liora Konyol
2
Bab 2 : Dihukum
3
Bab 3 : Tawuran
4
Bab 4 : Ngemol
5
Bab 5 : Baju Mirip Gelandangan
6
Bab 6 : Kondangan
7
Bab 7 : Jika Dia Bukan Pengantin Prianya, Lalu siapa?
8
Bab 8 : Kacau Balau
9
Bab 9 : Dipanggil Yai
10
Bab 10 : Kamu Harus Bertanggungjawab
11
Bab 11 : Sah
12
Bab 12 : Hotel
13
Bab 13 : Kita Suami Istri
14
Bab 14 : Suami Mesum
15
Bab 15 : Berkemas
16
Bab 16 : Senyum Itu Ibadah
17
Bab 17 : Apa-apaan Dia
18
Bab 18 : Mereka Bukan Mahram
19
Bab 19 : Skorsing
20
Bab 20 : Mulai Belajar Ngaji
21
Bab 21 : Back To School
22
Bab 22 : Bukannya Itu Liora dan Pak Agam????
23
Bab 23 : Jangan Sebarin Berita Bohong!!!!
24
Bab 24 : Jadi Beneran Lo Dah Married????
25
Bab 25 : Wanita Jadi-jadian
26
Bab 26 : Gue Kejar Lo Sampai Dapet
27
Bab 27 : Cewek Tadi Siapa?
28
Bab 28 : Suami
29
Bab 29 : Jatuh Cinta
30
Bab 30 : Mirip Pentungan Pak Satpam
31
Bab 31 : Kamu Cemburu?!?
32
Bab 32 : Itu Namanya Jatuh Cinta, Dodol?
33
Bab 33 : Kutukan Kamu Kayaknya Bener???
34
Bab 34 : Sakit
35
Bab 35 : Mantan Emang Harus Dihempaskan
36
Bab 36 : Kissing
37
Bab 37 : Terbawa Suasana
38
Bab 38 : Lingerie-nya Mana?
39
Bab 39 : Naila Syok
40
Bab 40 : Dikira Alergi Seafood
41
Bab 41 : Akhirnya.....
42
Bab 42 : Tanda Merah Di Leher
43
Bab 43 : Bu Naila Mencari Gara-gara
44
Bab 44 : Keluhan Liora
45
Bab 45 : Begal
46
Bab 46 : Begal 2
47
Bab 47 : Kedatangan Papa dan Mama
48
Bab 48 : Penguntit
49
Bab 49 : Tito Patah Hati
50
Bab 50 : Tito Mogok Makan
51
Bab 51 : Suasana Di Kantin Sekolah
52
Bab 52 : Sidang
53
Bab 53 : Kami Sudah Menikah?
54
Bab 54 : Dikeluarkan Dari Sekolah
55
Bab 55 : Penyesalan Papa dan Mama
56
Bab 56 : Perjalanan Ke Cirebon
57
Bab 57 : Pondokan Mbah Yai
58
Bab 58 : Cosplay Jadi Monyet
59
Bab 59 : Dengerin Ceramah
60
Bab 60 : Pengen Mondok
61
Bab 61 : Aku Ingin Memantaskan Diri
62
Bab 62 : Mirip Balonnya Gio
63
Bab 63 : Curhatan Tito
64
Bab 64 : Rumah Sakit
65
Bab 65 : Darul Ilmi
66
Bab 66 : Diterima Jadi Santriwati
67
Bab 67 : Seminggu Berlalu
68
Bab 68
69
Bab 69 : Kangen-kangenan
70
Bab 70 : Lingerie Merah
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74 : Abang Kamu Kah?????
75
Bab 75 : Lah, Wong Sudah Sah Kok????
76
Bab 76 : Kedatangan Agam
77
Bab 77 : Ngidam
78
Bab 78
79
Bab 79

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!